Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Tersedia 5 ‘Bus Rapid Transit’ di Kota Kupang, Utama bagi Pelajar & Mahasiswa

Tersedia 5 ‘Bus Rapid Transit’ di Kota Kupang, Utama bagi Pelajar & Mahasiswa

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 31 Agu 2020
  • visibility 158
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan RI menyerahkan bantuan 5 (lima) unit Bus Rapid Transit (BRT) sejak 2018 lalu. Karena beberapa kendala teknis, bus tersebut baru bisa dioperasikan saat ini. Peluncuran bus yang diutamakan melayani para pelajar dan mahasiswa, yang rencananya akan melayani sejumlah rute baru di wilayah Kota Kupang.

Peluncuran 5 unit BRT tersebut, dilakukan sekaligus dengan peresmian Koperasi Jasa Trans Kota Kupang oleh Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kota Kupang pada Senin, 31 Agustus 2020.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S.Sos., yang mewakili para pejabat jajaran Forkompinda, yang mewakili Danlanud El Tari, dan Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang, Padron Paulus, para anggota DPRD Kota Kupang serta perwakilan dari Jasa Raharja dan Organda Kota Kupang. Hadir pula para Asisten Sekda Kota Kupang, pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang serta para camat dan lurah.

Peluncuran ditandai dengan pengguntingan pita serta pelepasan balon oleh Wali Kota Jefri yang berharap kehadiran BRT ini bisa menjawab kebutuhan transportasi umum warga Kota Kupang, terutama para pelajar dan mahasiswa yang selama ini kesulitan mengakses transportasi umum ke sekolah maupun kampus mereka.

Ia mengakui hingga saat ini masih banyak jalur di Kota Kupang yang belum dijangkau layanan transportasi umum, seperti di wilayah Naioni dan Belo. Untuk itu, Wali Kota Jefri memberi instruksi kepada Kadis Perhubungan dan jajarannya untuk segera membuka rute baru bekerja sama dengan pihak swasta. Menurutnya ini merupakan salah satu bagian dari program lima tahun yang sudah dirancang bersama Wakil Wali Kota sejak awal masa kepemimpinan mereka. Rencananya untuk layanan transportasi di rute-rute baru tersebut akan diberikan subsidi silang bekerja sama dengan pihak swasta pelaku usaha transportasi.

Peluncuran Bus Rapid Transit ditandai dengan pelepasan balon

Wali Kota Jefri pun mendesak Dinas Perhubungan Kota Kupang untuk segera menindaklanjuti instruksi tersebut, dengan melakukan analisa bersama Organda Kota Kupang sehingga nantinya tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Hasil analisa itu nantinya akan diserahkan ke DPRD untuk dikaji. “Mudah-mudahan pembukaan jalur ini bisa segera terlaksana,” tambahnya.

Sementara bus rapid transit yang baru dilaunching tersebut akan melayani rute di lima koridor utama yakni Koridor 1 akan melalui jalur Kampus Undana, Jl. Piet A. Tallo, Jl. Frans Seda, Jl. W. J. Lalamentik, Jl. Cak Doko, Jl. Tompelo, Jl. Urip Sumoharjo Jl. A. Yani, Jl. Timor Raya dan Kampus Undana.

Koridor 2 melalui Kampus Undana, Jl. Timor Raya, Jl. A. Yani, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Tompelo, Jl. Cak Doko, Jl. W. J. Lalamentik, Jl. Frans Seda, Jl. Piet A. Tallo dan Kampus Undana dan koridor 3 melalui Kampus Undana, Jl. Adi Sucipto, Jl. Piet A. Tallo, Jl. Perintis Kemerdekaan 2 (Bundaran Patung Tirosa), Jl. W. J. Lalamentik, Jl. Amabi, Jl. Jenderal Soeharto, Jl. El Tari, Jl. Frans Seda, Jl. Mesakh Amalo, Jl. Timor Raya.

Sementara, koridor 4 melalui rute Kampus Undana, Jl. Adi Sucipto, Jl. Timor Raya, Jl. Mesakh Amalo, Jl. Frans Seda, Jl. El Tari, Jl.Jenderal Soeharto, Jl. Amabi, Jl. Frans Seda, Jl. Mesakh Amalo dan Jl. Timor Raya. Rute di Koridor 5 akan melalui Kampus Undana, Jl. Piet A. Talo, Jl. Frans Seda, Jl. El Tari, Jl. Jend. Soeharto, Jl. H. R Koroh, Jalur 40 (Petuk) dan Jl. Adi Suipto.

Untuk waktu operasi bus tersebut adalah pukul 08.00—16.00 WITA. Mengenai tempat perhentian bus-bus tersebut adalah pada halte-halte yang sudah disiapkan dan juga beberapa tempat yang akan dijadikan shelter atau cikal bakal shelter, sedangkan mengenai biaya Dinas Perhubungan selaku Pembina angkutan umum melakukan subsidi operasional bus sehingga bisa terjangkau oleh masyarakat. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua KPU Belu Lantik 60 Anggota PPK, Tak Ada Perwakilan Perempuan di 3 Kecamatan

    Ketua KPU Belu Lantik 60 Anggota PPK, Tak Ada Perwakilan Perempuan di 3 Kecamatan

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Ketua KPU Belu, Mikhael Nahak mengambil sumpah dan melantik 60 (enam puluh) anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Belu di Aula Hotel Nusantara II Atambua pada Sabtu, 29 Februari 2020 pagi. Keenam puluh anggota PPK yang dilantik tersebut, tiga kecamatan dari total dua belas kecamatan di Kabupaten Belu tidak ada keterwakilan […]

  • Cegah “Praktik Sunat Perempuan” Kekerasan Berbasis Gender

    Cegah “Praktik Sunat Perempuan” Kekerasan Berbasis Gender

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Dulu saya menganggap sunat perempuan adalah suatu kewajiban yang harus saya laksanakan. Setelah tahu dari seminar Kemen PPPA dan UNFPA bahwa P2GP tidak dibolehkan, saya kaget dan menyesal telah melakukan praktik tersebut. Itu hanyalah tradisi kuno, yang secara medis tidak ada manfaatnya,”. Pernyataan diungkapkan Ida Yuliana Alka, perempuan berusia 55 tahun […]

  • Buang Kentut Menyehatkan Otak, Studi : Kentut Perempuan Lebih Bau

    Buang Kentut Menyehatkan Otak, Studi : Kentut Perempuan Lebih Bau

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Loading

    Rata-rata, manusia bisa kentut atau buang angin hingga 23 kali sehari, dan meskipun pria melakukannya lebih sering, sebuah studi mengungkapkan bahwa gas dari wanita memiliki bau yang lebih menyengat; namun, hal ini bisa jadi menguntungkan. Pada tahun 1998, ahli gastroenterologi Dr. Michael Levitt, yang tak malu dijuluki sebagai “raja kentut”, memberi makan relawan dengan kacang […]

  • 25 Sepeda Motor bagi 5 Puskesmas di Kota Kupang, Dukung 5 Program Kesehatan

    25 Sepeda Motor bagi 5 Puskesmas di Kota Kupang, Dukung 5 Program Kesehatan

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | 5 (lima) Puskesmas di Kota Kupang mendapat bantuan 25 unit kendaraan roda dua. Masing-masing Puskesmas memperoleh lima unit sepeda motor. Lima puskesmas tersebut antara lain Puskemas Sikumana, Puskemas Naioni, Puskesmas Manutapen, Puskesmas Bakunase dan Puskesmas Oebobo. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. saat menyerahkan bantuan tersebut […]

  • Kapal Pesiar Aqua Blu Diluncurkan di Labuan Bajo, Tawarkan Wisata Bahari

    Kapal Pesiar Aqua Blu Diluncurkan di Labuan Bajo, Tawarkan Wisata Bahari

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Kapal pesiar mewah berlambung baja Aqua Blu resmi diluncurkan di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan siap menawarkan wisata bahari di perairan kawasan tersebut. Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina pada Selasa, 19 November 2019 mengatakan diluncurkannya Aqua Blu menambah alternatif […]

  • Kasus Sodomi pada Anak di Kab. Garut Jadi Perhatian Serius Kemen PPPA

    Kasus Sodomi pada Anak di Kab. Garut Jadi Perhatian Serius Kemen PPPA

    • calendar_month Sen, 29 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) masih menelaah kasus pelecehan dan perilaku seks menyimpang (sodomi) yang diduga dilakukan oleh 19 (sembilan belas) orang anak di Kabupaten Garut Jawa Barat. Kasus yang terjadi di Kelurahan Margawati, Kabupaten Garut ini mulai diketahui ketika salah satu orang tua korban dan tokoh masyarakat […]

expand_less