Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » The Brief Story of Leko Boko Aka Bijol

The Brief Story of Leko Boko Aka Bijol

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 12 Des 2022
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Loading

Musik Tradisional adalah musik yang hidup dari generasi ke generasi yang digunakan sebagai hiburan maupun upacara adat. Musik tradisional terdiri dari syair yang dinyanyikan dan diiringi dengan alat musik.

Salah satu alat musik tradisional yang terkenal dari Nusa Tenggara Timur adalah Sasando. Alat musik yang terbuat dari daun lontar dan bambu ini sudah ada sejak abad ke-17 di Pulau Rote. Tapi tahukah kamu bahwa di Nusa Tenggara Timur juga terdapat alat musik yang terbuat dari labu hutan yang berasal dari penduduk asal di Pulau Timor yakni Leko Boko atau lebih dikenal dengan nama Bijol.

Bijol dimainkan dengan cara dipetik layaknya Ukulele. Masing-masing senarnya memiliki arti sendiri mulai dari senar yang paling bawah berarti Tain Mone atau anak laki-laki, senar berikutnya Tain Ana berarti Tali Anak atau kecil, senar ketiga namanya Tain Feto atau tali perempuan dan senar keempat Tain Ena yang berarti tali induk. Untuk nadanya sendiri, senar pertama bernada Sol, senar kedua bernada Re dan yang ketiga bernada La dan senar keempat bernada Do.

Bijol terdiri dari wadah resonansi yang terbuat dari labu hutan dan kayu sebagai kerangka badan yang dipakai untuk merentangkan senar serta senar yang terbuat dari usus kambing.

Menurut informasi dari Yohanis Tahoni salah seorang pemain Juk asal Timor Tengah Utara, Bijol ini sudah ada sejak tahun 1950-an dan masih sering dimainkan di upacara pernikahan maupun acara adat di sana.

Bagi suku Dawan yang merupakan salah satu suku di pulau Timor, Bijol dimainkan berpasangan dengan Heo pada pesta adat maupun hiburan pribadi. Heo adalah alat musik tradisional mirip biola asal dari NTT yang terbuat dari papan kayu dengan 4 senar dan alat geseknya terbuat dari rangkaian ekor kuda.

Saat melakukan riset, Jelajah Nada Timor turut menjumpai Bijol. Jelajah Nada Timor adalah perjalanan merekam syair-syair tradisional di 5 (lima) daerah di Pulau Timor yang akan diterjemahkan ke dalam musik ambient oleh musisi post-rock asal Kota Kupang, Tarwis Lifani Haning atau yang lebih dikenal dengan nama SHAGAH.

Dapatkan informasi lebih jauh mengenai perjalanan Jelajah Nada Timor dalam melakukan proses merekam syair-syair tradisional serta fakta-fakta seputar alat musik tradisional NTT melalui media sosial Instagram @jelajahnadatimor.(*)

Sumber (*/https://budaya-indonesia.org/Leko-Boko-Bijol Wawancara dengan Yohanis Tahoni via telepon)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Instruksi Presiden Jokowi untuk Polri di HUT ke-73 Bhayangkara

    Lima Instruksi Presiden Jokowi untuk Polri di HUT ke-73 Bhayangkara

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk dapat mempererat sinergi dengan lembaga-lembaga lain serta meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya. Tantangan dan potensi ancaman yang semakin berkembang membutuhkan kecerdasan dan kecepatan Polri dalam bertindak. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara Peringatan ke-73 Hari Bhayangkara […]

  • Poktan Nubahaeraka Panen Bersama di Area PLTP Atadei Lembata

    Poktan Nubahaeraka Panen Bersama di Area PLTP Atadei Lembata

    • calendar_month Sen, 12 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Panen ini melibatkan 27 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Harapan dan Kelompok Tani Lala Matan. Lahan tanam 3 hektare untuk kacang tanah, para petani berhasil memanen 5 ton pada tahap pertama dengan omzet Rp70 juta.   Lembata | Kelompok Tani Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, binaan PLN UIP Nusra (Unit Induk Pembangunan Nusa […]

  • Politeknik Negeri Kupang Berdampak, Latih Bantu Usaha Tenun Petuk

    Politeknik Negeri Kupang Berdampak, Latih Bantu Usaha Tenun Petuk

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Berbekal dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tim pelaksana PKM Politeknik Negeri Kupang memberikan penguatan kapasitas manajemen usaha dan strategi diversifikasi produk kepada kelompok usaha tenun ikat Petuk.   Kupang | Kelompok usaha tenun ikat Petuk, merupakan kelompok usaha kerajinan tenun ikat berlokasi di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Kelompok usaha ini telah […]

  • 6 Arahan Penting Presiden Jokowi Tentang Penanggulangan Bencana

    6 Arahan Penting Presiden Jokowi Tentang Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Ming, 3 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya, gardaindonesia.id | Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Bencana tahun 2019 di Jatim Expo, Sabtu (2/2/2019), menyampaikan 6 (enam) arahan penting. Rakernas yang diinisiasi oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) ini dihadiri lebih dari 4.000 peserta dari BPBD seluruh Indonesia dan perwakilan dari kementerian, lembaga, gubernur, bupati/walikota, TNI, Polri, akademisi dan lainnya. Presiden RI […]

  • Sertijab Pj Gubernur NTT, Ini Profil Andriko Noto Susanto

    Sertijab Pj Gubernur NTT, Ini Profil Andriko Noto Susanto

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Pada Jumat, 6 September 2024 dilakukan serah terima jabatan penjabat gubernur Nusa Tenggara Timur (Pj Gubernur NTT) dari pejabat lama Ayodhia Kalake kepada Andriko Noto Susanto yang ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan memori jabatan. Sebelumnya, dilakukan pelantikan Andriko Noto Susanto oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia […]

  • Presiden Jokowi: Pemerintah Indonesia Tak Berencana Pulangkan WNI Eks ISIS

    Presiden Jokowi: Pemerintah Indonesia Tak Berencana Pulangkan WNI Eks ISIS

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Rasa aman bagi kurang lebih 260 juta penduduk Indonesia menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam memutuskan untuk tak memulangkan WNI yang terlibat dalam kelompok teroris lintas batas ISIS. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan rasa aman bagi kurang lebih 260 juta penduduk Indonesia. Mengutamakan hal tersebut, hingga saat ini pemerintah tak berencana […]

expand_less