Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » ‘TRADISI PENTI’ Personil PLN dan Warga Poco Leok Jadi Keluarga

‘TRADISI PENTI’ Personil PLN dan Warga Poco Leok Jadi Keluarga

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
  • visibility 125
  • comment 1 komentar

Loading

Mataram, Garda Indonesia | PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) turut menghadiri upacara adat Penti atau syukuran di Gendang Lale, Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT, pada Kamis, 28 September 2023.

Tradisi Penti melibatkan seluruh pihak dalam satu kampung dan pihak lain yang mengelola aset (tanah) dalam wilayah gendang. Untuk itu, PT PLN (Persero) UIP Nusra hadir sebagai pemilik lahan di Lingko Nio dan bagian dari keluarga besar Gendang Lale.

Bagi masyarakat Manggarai, Penti merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan karena mampu melewati musim kerja yang lama dan menyambut musim kerja yang baru. Warga setempat bersama perwakilan PT PLN (Persero) UIP Nusra membaur dalam suka cita selayaknya keluarga.

Belasan perwakilan PT PLN (Persero) UIP Nusra menghadiri upacara adat Penti sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan dan para leluhur sekaligus mempererat hubungan yang selaras dengan roh-roh nenek moyang Gendang Lale, sesama manusia, dan juga alam sekitar wilayah Poco Leok, khususnya lahan yang saat ini dijadikan sebagai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu.

Dalam ritual Penti, sebanyak ratusan warga Gendang memenuhi setiap sudut Mbaru Gendang. Seluruh yang hadir tampak antusias. Perwakilan PT PLN (Persero) UIP Nusra disambut dengan upacara Tuak Curu dan Manuk Kapu sebagai salah satu rangkaian dari acara penyambutan bagi tamu dari luar gendang yang hadir.

Kepala Desa Gendang Lale, Laurensius Langgut, mengaku senang dengan kehadiran PT PLN (Persero) UIP Nusra sebagai Ase Kae dan bagian dari keluarga Gendang Lale. Kehangatan dalam upacara tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan warga terhadap rencana pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok.

“Sudah 12 tahun Ulumbu beroperasi, kami di sini tidak merasakan dampak buruknya, yang kami rasakan selama 12 tahun ini malah manfaat baiknya bagi kami di Desa Wewo.” ucap Laurensius Langgut.

Penti bagi kehidupan orang Manggarai merupakan salah satu upacara adat yang hingga kini masih dilestarikan. Ritual adat ini memiliki makna yang luhur sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan leluhur atas hasil panen juga sebagai medium rekonsiliasi atau perdamaian antarwarga kampung.

Melalui berbagai kesempatan, PT PLN (Persero) selalu berusaha terlibat dan melibatkan masyarakat guna memperat hubungan antara PT PLN (Persero) dengan stakeholder dalam proyek infrastruktur yang dikerjakan.

General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Abdul Nahwan, mengatakan kehadiran PLN dalam upacara tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian PLN terhadap pelestarian budaya di Manggarai.

“Kami menyambut dengan penuh hormat atas undangan adat Penti serta pengukuhan kami sebagai Ase Kae Gendang Lale. Semoga melalui tradisi ini dapat mempererat hubungan kekeluargaan PLN dengan warga Manggarai,” ujar GM Abdul Nahwan.

Saat ini, proyek pengembangan PLTP Ulumbu unit 5—6 di Poco Leok telah memasuki tahap pelaksanaan pengadaan lahan. Komunikasi dan kerja sama antara PT PLN (Persero) UIP Nusra dengan masyarakat setempat pun akan semakin intens. Dengan demikian, PT PLN (Persero) dapat menyukseskan pembangkit ramah lingkungan sesuai visi pemerintah dan warga dapat memeroleh manfaatnya secara maksimal.

Pengembangan PLTP Ulumbu merupakan upaya transisi energi penyediaan energi tenaga listrik yang memanfaatkan sumber energi baru terbarukan (EBT), sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik, dan merupakan upaya pemerintah mengurangi emisi karbon serta mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23% tahun 2025.

Langkah perluasan kapasitas PLTP Ulumbu 2×20 MW ini sangat strategis dan penting. Melalui pemanfaatan energi bersih dan murah yang bersumber dari geotermal Poco Leok, dapat menekan subsidi energi yang harus disediakan pemerintah, dan pemanfaatan energi listriknya dapat dinikmati oleh masyarakat setempat.(*)

Sumber (*/PLN UIP Nusra)

  • Penulis: Penulis

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Menteri PPPA : Laporan Komnas Perempuan Jadi Bahan Evaluasi

      Menteri PPPA : Laporan Komnas Perempuan Jadi Bahan Evaluasi

      • calendar_month Jum, 20 Des 2019
      • account_circle Penulis
      • visibility 102
      • 0Komentar

      Loading

      Jakarta, Garda Indonesia | Menteri PPPA, Bintang Puspayoga mengapresiasi kinerja Komnas Perempuan dalam acara Forum Konsultasi Publik Tentang Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan Indonesia pada Kamis 19 Desember 2019. Apresiasi tersebut ditujukan atas upaya Komnas Perempuan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di sepanjang tahun 2015—2019. “Komnas perempuan telah melakukan pembentukan Sistem Peradilan Pidana Terpadu Penanganan Kasus Kekerasan […]

    • Ombudsman Pinta Dualisme PMI Kota Kupang Tak Ganggu Pelayanan

      Ombudsman Pinta Dualisme PMI Kota Kupang Tak Ganggu Pelayanan

      • calendar_month Jum, 2 Mei 2025
      • account_circle Penulis
      • visibility 241
      • 0Komentar

      Loading

      Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT meminta Pemkot Kupang Kupang memfasilitasi penyelesaian dualisme kepengurusan tersebut agar tidak berdampak pada terhambat dan terganggunya pelayanan darah dan pelayanan kesehatan oleh PMI Kota Kupang.   Kupang | Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT mencermati informasi terkait dualisme kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang yaitu PMI Kepengurusan Indra Wahyudi Erwin […]

    • Lindungi Lansia dari Segala Bentuk Eksploitasi

      Lindungi Lansia dari Segala Bentuk Eksploitasi

      • calendar_month Jum, 24 Agu 2018
      • account_circle Penulis
      • visibility 129
      • 0Komentar

      Loading

      Jakarta,gardaindonesia.id – Memasuki masa lanjut usia (60 tahun ke atas), bukan berarti seseorang tidak produktif dan diabaikan oleh lingkungan sosial. Namun sebaliknya, lansia memiliki potensi untuk berdaya di masa senjanya. Berdasarkan data sensus pada 2015 menunjukkan jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai ± 28 juta jiwa atau sekitar 8% dari total penduduk, dengan jumlah lansia […]

    • Diduga Aniaya Karyawan, Pimpinan PT Atri Distribusindo Atambua Dipolisikan

      Diduga Aniaya Karyawan, Pimpinan PT Atri Distribusindo Atambua Dipolisikan

      • calendar_month Ming, 15 Des 2019
      • account_circle Penulis
      • visibility 150
      • 0Komentar

      Loading

      Belu-NTT, Garda Indonesia | Pimpinan PT. Atri Distribusindo Cabang Atambua yang berkantor di Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Dwi Anggriawan diduga telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap seorang karyawan, Kristoforus Halek di salah satu tempat hiburan di Kota Atambua, pada Sabtu, 14 Desember 2019 sekitar pukul 19.00 WITA. Akibat dugaan penganiayaan tersebut, Dwi Anggriawan langsung dilaporkan […]

    • Diduga, Seorang Anak di Belu Gelapkan Sertifikat Tanah Warisan Ayahnya

      Diduga, Seorang Anak di Belu Gelapkan Sertifikat Tanah Warisan Ayahnya

      • calendar_month Sen, 24 Agu 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 111
      • 0Komentar

      Loading

      Belu-NTT, Garda Indonesia | Seorang anak kandung atas nama Santy Taolin bersengketa dengan ibu kandungnya sendiri Kristina Lasakar. Pasalnya, harta warisan berupa sertifikat sebidang tanah atas nama ayah kandungnya, alm. Dominggus Taolin yang terletak di Jalan W. J. Lalamentik, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga telah digelapkan Santy […]

    • Tambang Ilegal Mengkubung Kembali Marak, Diduga Dibeking APH

      Tambang Ilegal Mengkubung Kembali Marak, Diduga Dibeking APH

      • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
      • account_circle Penulis
      • visibility 105
      • 0Komentar

      Loading

      Babel, Garda Indonesia | Aktivitas tambang biji timah ilegal di perairan Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka sebelumnya sempat ditertibkan oleh aparat penegak hukum bahkan dalam giat razia saat itu sedikitnya 3 orang oknum pelaku tambang ilegal menggunakan sarana ponton isap produksi (PIP) sempat diamankan tim Dit PolAir Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel). […]

    expand_less