Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Usai Listrik Nyala, Geliat Ekonomi Koja Doi Tumbuh Bersama Bank NTT

Usai Listrik Nyala, Geliat Ekonomi Koja Doi Tumbuh Bersama Bank NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 30 Apr 2021
  • visibility 124
  • comment 0 komentar

Loading

Koja Doi, Garda Indonesia | Menikmati listrik energi baru terbarukan dengan harga terjangkau menjadi cerita haru bagi warga Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT; usai hadirnya PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) pada Kamis, 28 November 2019, menjadi hari bersejarah bagi mereka di mana sejak Indonesia Merdeka, Desa Koja Doi tidak pernah menikmati terangnya cahaya dari energi listrik.

Dilansir dari Humas PLN UIW NTT, setelah penantian panjang tepat, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menerangi Desa Koja Doi yang merupakan PLTS Komunal dengan daya 190 kWp.

Desa Koja Doi berada di Pulau Koja Doi yang menyerupai janin bayi dan terkenal dengan Jembatan Batu ini merupakan 1 (satu) dari 10 desa di kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia; meraih penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) pada tahun 2019 oleh Kementrian Pariwisata.  Desa ini memiliki 3 dusun yakni Dusun Kojadoi, Dusun Kojagete dan Dusun Margajong.

Pendamping Lokal Desa Koja Doi, Marhaing (51) menyampaikan sebelum PLTS masuk yang jelas pertama sekali sepertinya belum Merdeka. “Dulu saat belum ada PLTS yang jelas pertama sekali sepertinya kami belum merdeka, dan setelah adanya Listrik yang terpenting ini kita punya kampung sudah terang, anak-anak bisa belajar pada malam hari, pendapatan warga ada peningkatan dan sudah masuknya informasi-informasi melalui media komunikasi ” terangnya.

Lanjutnya, “Pemakaian minyak tanah juga dulunya boros dalam sebulan pemakaiannya hampir kurang lebih 15 liter di mana 1 liter seharga Rp 10.000,- selain sebagai bahan bakar kompor mereka juga harus menyalakan lampu pelita sebagai penerangan di malam hari. Namun, sekarang dengan biaya Rp.20 ribu untuk pemakaian 1 bulan dengan daya 900VA bisa digunakan untuk Lampu, TV, dan Kipas Angin yang dinyalakan selama 24 jam.

Jaringan PLTS PLN UIW NTT di Pulau Koja Doi

Saat pembangunan PLTS di Desa Koja Doi, ungkap Marhaing, mengalami tantangan saat mobilisasi material karena jalannya yang susah untuk dilalui dan tidak adanya alat berat pengangkut material, maka warga di Desa Koja Doi bersemangat gotong royong memikul material dari pelabuhan menuju lokasi pembangunan PLTS yang jaraknya kurang lebih 3 km.

Sementara itu , Manager UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan ) Saut Pandjaitan menyampaikan, “Kehadiran PLTS ini mampu melistriki 147 KK dan dalam pemeliharaannya dilakukan oleh 2 (dua) orang. Harapannya PLTS yang telah hadir dapat dijaga bersama dan terus mendorong kesejahteraan dan menumbuhkan ekonomi warga Koja Doi.

Perekonomian Desa Koja Doi Bertumbuh Bersama Bank NTT

Desa Koja Doi pun mendapat sentuhan dan intervensi program dari Bank NTT. Pulau yang berpenghuni 1.543 jiwa (468 kepala keluarga) dan dikenal dengan wisata Batu Purba dan Jembatan Batu tersebut telah menyiapkan diri menjadi Desa Wisata Berbasis Digital.

Bank NTT telah mendirikan Lopo Dia Bisa dan menempatkan Agen Dia Bisa yang memberlakukan pembayaran QRIS (pembayaran digital) terhadap semua transaksi Perbankan yang dilakukan oleh para wisatawan saat berkunjung ke desa tersebut.

Disaksikan Garda Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat membeli kerajinan masyarakat, hanya dengan melakukan scan QR, maka pembayaran dengan uang elektronik atau sistem cashless tersebut pun selesai, sehingga tak perlu membayar dengan uang tunai.

Pimpinan Cabang Bank NTT Maumere, Stefanus Tuga saat diwawancarai oleh Stenly Boimau dari Timor Express

Perhatian serius Bank NTT terhadap pengembangan konsep Desa Wisata Kajo Doi juga dilakukan terhadap pengelolaan hunian warga yang dijadikan sebagai homestay.

Disampaikan Pimpinan Cabang Bank NTT Maumere, Stefanus Tuga pada Selasa sore, 8 Desember 2020, sebanyak 8 dari 18 homestay telah menggunakan barcode QRIS Bank NTT. “Bank NTT membiayai perbaikan infrastruktur di dalam homestay (tempat tidur, sanitasi toilet sesuai standar wisatawan), kisaran kredit yang diberikan sebesar 5—15 juta rupiah,” urainya.

Sementara, Ketua BumDes Desa Wisata Koja Doi, Juaeni menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT yang telah menyediakan dana perbaikan fasilitas homestay termasuk fasilitasnya. “Sementara dilakukan pengembangan dengan tarif per malam sebesar 100 ribu. Kita sudah difasilitasi oleh Bank NTT, maka ke depan, bakal dinaikkan menjadi 200 ribu per malam,” ungkapnya.

Pihak BumDes juga memberdayakan masyarakat lain, termasuk kelompok dasawisma yang mengurus makan minum agar semua menerima manfaat. “Kami berterima kasih kepada Bank NTT karena telah meningkatkan kapasitas homestay, meskipun dikembalikan, selama ini kami kewalahan dengan pendanaan karena penghasilan kami pas-pasan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Koja Doi, Hanawi menyampaikan kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Koja Doi berasal dari domestik dan mancanegara. “Didominasi oleh wisatawan lokal, namun wisatawan dari mancanegara dari Perancis, Italia, Venezuela, dan Inggris yang menginap di rumah warga dan banyak catatan. Oleh karena itu, kami bermitra dengan Bank NTT kemudian menyesuaikan dan mengembangkan pariwisata terkait usaha homestay dan kerajinan masyarakat,” ungkapnya.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho membeli kerajinan Desa Wisata Koja Doi dan membayarnya menggunakan QRis Bank NTT

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat meresmikan Lopo Dia Dia Bisa di Desa Koja Doi menyampaikan Bank NTT merasa terpanggil untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di sana. “Kita merasa terpanggil menjadi bagian dari penggerak ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan dukungan sumber daya manusia dan sumber daya alam di Koja Doi dapat memberikan kami (Bank NTT, red) kesempatan berada di tengah-tengah masyarakat,” ujar Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat meresmikan Lopo Dia Bisa di Pulau Koja Doi yang berada di gugusan pulau Kabupaten Sikka pada Selasa sore, 8 Desember 2020.

Lopo Dia Bisa di Pulau Koja Doi memajang dan menjual aneka kerajinan masyarakat yang dominan berasal dari Suku Buton tersebut, seperti tenun ikat, kerajinan Perahu Pinishi, dan meja kayu unik. “Lopo Dia bisa juga bermanfaat bagi peningkatan ekonomi rumah tangga masyarakat saat wisatawan datang menikmati panorama wisata,” terang Alex Riwu Kaho.

Selain Lopo Dia Bisa, urai Direktur Utama Bank NTT, di Desa Wisata Koja Doi yang berada di Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka; juga tersedia 2 (dua) Agen Dia Bisa Bank NTT (Digital Agen) yakni Sansa Alifa dan Atika Cell untuk membantu masyarakat menikmati layanan perbankan seperti pembelian pulsa telepon, transfer uang. “Untuk transfer, masyarakat dapat melakukan pengiriman uang hanya dengan menyebutkan nomor rekening tujuan dan jumlah ùang yang hendak dikirim, jika berhasl terkirim bakal keluar struk, kemudian menyerahkan uang sejumlah yang ditransfer,” jelas Alex Riwu Kaho.

Saat ini, tandas Alex Riwu Kaho di hadapan Kepala Desa Koja Doi, Hanawi; jika mau bayar pajak bumi dan bangunan (PBB), dan tagihan pajak kendaraan bermotor bisa melalui Lopo Dia Bisa. Selain di Koja Doi, Lopo Dia Bisa di Kabupaten Sikka juga terdapat di Sekolah Tinggi Ledelero, Daerah Kewapante, dan Cafe Rindu Lokaria.

Usai meresmikan Lopo Dia Bisa, Direktur Utama Bank NTT juga membeli kerajinan masyarakat Koja Doi berupa tenun ikat, miniatur Kapal Pinishi dan membayarnya menggunakan QRis Bank NTT. Kemudian meninjau home stay berbasis Warga Koja Doi yang memperoleh dukungan Bank NTT, melihat lebih dekat wisata Bukit Batu Purba, dan Jembatan Batu.

Saat peresmian Lopo Dia Bisa Bank NTT di Pulau Koja Doi, selain didampingi oleh Kadiv IT, Kadiv Kredit Mikro, dan Pimpinan Cabang Bank NTT Maumere, Stefanus Tuga; Alex Riwu Kaho juga memboyong para pengusaha muda antara lain Wakil Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto; Ketua REI NTT, Bobby Pitoby; dan Direktur Utama Garda Maritim, Yusak Benu yang sebelumnya telah bertemu Bupati Sikka, Robby Idong guna membicarakan kerja sama peningkatan ekonomi.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh PLN UIW NTT

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof Eniya : Lumpur Panas Geotermal di Flores Bisa Jadi Ekowisata

    Prof Eniya : Lumpur Panas Geotermal di Flores Bisa Jadi Ekowisata

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Dikatakan, Prof. Eniya, telah terdapat konklusi atau kesimpulan yang menghantar solusi, misalnya terkait semburan asap atau lumpur panas geotermal bakal disesuaikan dengan peraturan Kementerian ESDM untuk pemanfaatan langsung dengan pelibatan masyarakat.   Kupang | Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi, Prof. Dr. Eng, Eniya Lestiani Dewi, B.Eng., M.Eng. IPU. saat sesi doorstop dengan […]

  • KPU NTT Alokasi 20 Orang Saat Pendaftaran Paslon

    KPU NTT Alokasi 20 Orang Saat Pendaftaran Paslon

    • calendar_month Sen, 26 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Pada jadwal pendaftaran pasangan calon kepala daerah tingkat provinsi Nusa Tenggara Timur pada Selasa—Kamis, 27—29 Agustus 2024, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPU NTT) hanya mengalokasikan jumlah simpatisan sebanyak 250 orang. Demikian disampaikan Komisioner KPU NTT sekaligus Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu pada KPU NTT, Elyaser Lomi Rihi dalam sesi rapat […]

  • Sarwa Gardu Induk Aceh Normal Lagi, PLN Pulihkan Distribusi ke Masyarakat

    Sarwa Gardu Induk Aceh Normal Lagi, PLN Pulihkan Distribusi ke Masyarakat

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Loading

    Pulihnya sistem kelistrikan Aceh didukung oleh penormalan menyeluruh pada sisi pembangkitan dan transmisi. Tonggak penting pemulihan adalah dengan beroperasinya kembali PLTU Nagan Raya.   Aceh | PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh telah pulih sepenuhnya pascabencana. Pemulihan ini ditandai dengan beroperasinya kembali 20 gardu induk (GI) yang ada di Aceh, sehingga sistem kelistrikan […]

  • Kapal Cepat Resmi Layani Banyuwangi–Denpasar Pulang Pergi

    Kapal Cepat Resmi Layani Banyuwangi–Denpasar Pulang Pergi

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Tiket kapal cepat Express Bahari dapat dibeli secara online melalui aplikasi Express Bahari Mobile yang tersedia di Play Store dan App Store.   Denpasar | Mulai Rabu, 23 Juli 2025, kapal cepat Express Bahari 1F resmi melayani rute penyeberangan Banyuwangi–Denpasar pulang pergi (PP). Layanan ini menawarkan waktu tempuh hanya sekitar 2,5 jam, menjadikannya alternatif transportasi […]

  • Gempa Bumi Tektonik M=4,4 Dirasakan di Wilayah Sumba Timur

    Gempa Bumi Tektonik M=4,4 Dirasakan di Wilayah Sumba Timur

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu, Garda Indonesia | Wilayah Sumba Timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu, 28 Agustus 2019 pukul 22.44.15 WITA. Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, Drs.M. Taufik Gunawan, Dipl. SEIS mengatakan berdasar hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4,4. Episenter terletak pada koordinat 9,98 LS […]

  • Rusak Sejak Januari 2019, Jembatan di Neobunu-TTS Belum Diperbaiki

    Rusak Sejak Januari 2019, Jembatan di Neobunu-TTS Belum Diperbaiki

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Amanuban Timur-TTS, Garda Indonesia | Jembatan Noebunu yang menghubungkan Desa Oelet dan Desa Oe’ekam di Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur, ambruk pada Januari 2019 lalu, namun sampai saat ini belum ada kepastian dari pemerintah untuk memperbaiki jembatan tersebut. Pemerintah mengantisipasi kerusakan tersebut dengan memasang 4 (empat) besi baja […]

expand_less