Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Wagub NTT Josef Nae Soi : “ASN Lakukan Tindakan Korupsi Langsung Dipecat!”

Wagub NTT Josef Nae Soi : “ASN Lakukan Tindakan Korupsi Langsung Dipecat!”

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 30 Agu 2019
  • visibility 148
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, M.M. meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghindari tindakan korupsi. Harus ada koreksi dan komitmen dari dalam diri untuk menolak segala bentuk tindakan penyuapan.

“Kita di Indonesia ini terkenal dengan banyaknya pengawasan. Mulai dari dalam Perangkat Daerah itu sendiri. Bikin jalan, ada konsultan dan pengawas. Seudah itu ada inspektorat, BPKP, BPK dan lembaga lainnya. Tetapi kebocoran dan deviasi juga tetap tinggi. Mau KPK pelototi terus, gubernur dan wagub tiap hari awasi, tapi kalau tidak ada integritas diri, penyelewengan pasti tetap tinggi, ” jelas Josef A. Nae Soi saat memberikan sambutan pada acara Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Korupsi (Panduan CEK) bagi Dunia Usaha Provinsi NTT dan Penandatanganan Kesepakatan Sinergisitas Pencegahan Korupsi Antara Komisi Advokasi Daerah (KAD) Anti Korupsi NTT, Regulator dan Pelaku Usaha di Aula Fernandez Kantor Gubernur Sasando, pada Kamis, 29 Agustus 2019.

Wagub Nae Soi meminta agar semua pemangku kepentingan terutama ASN untuk memperbaiki tingkat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) NTT yang masih rendah. Berada di urutan provinsi ke-4 terkorup di Indonesia. Perlu ada kerja keras dan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat sipil untuk melakukan tindakan pencegahan korupsi.

“Ke depan kita harus perbaiki IPK kita. Kita harus berjanji kepada diri kita sendiri, ini tidak boleh terjadi lagi. Butuh dukungan semua pihak untuk wujudkan pemerintah yang bersih di NTT, “kata Wagub Nae Soi.

Pemerintah Provinsi NTT bersama KPK dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) telah menandatangani nota kesepakatan untuk menjalankan rencana aksi pemberantasan korupsi. Ada 3 (tiga) area besar yang menjadi pusat perhatian yakni perizinan dan tata niaga, keuangan dan pengadaan barang jasa serta penegakan hukum dan reformasi birokrasi.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi

“Kami minta ASN, jangan berdalih di belakang aturan untuk persulit pelaku usaha. Ini aturannya begini dan begitu. Tapi begitu dikasih amplop, aturannya tidak ada lagi. Kami tidak boleh dengar lagi hal ini. Kalau masih ada praktek seperti ini, kami langsung akan bertindak tegas memecat yang bersangkutan, tidak pernah dan tidak akan ada ampun. Ingat itu baik-baik, “tegas Wagub Josef.

Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak untuk bekerja dengan baik. Merubah diri dan tidak lagi sekadar mengikuti acara seremonial. Hanya dengar apa yang dikatakan KPK dan Gubernur serta Wakil Gubernur, namun tidak menerapkannya dalam tugas dan kerja sehari-hari.

“Mari kita jaga bersama marwah dan harga diri kita dan harga diri NTT. Harga diri itu sangat mahal, tidak boleh jual murah. Anda menjadi ASN punya pride sendiri. Anda dapat lambang, itu adalah pride. Anda boleh miskin harta, tapi kaya martabat. Jangan cari uang dari pengusaha, cari usaha lain. Tanam kelor, piara sapi supaya lebih bermartabat, “kata Wagub.

Selain itu, Wagub Josef juga meminta supaya masyarakat turut serta dalam pengawasan proyek pemerintah. Papan pengumuman proyek mulai tahun depan harus lengkap. Misalnya yang buat jalan, cantumkan juga umur jalan, batunya, pasir serta aspalnya sekian, dan keterangan lainnya.

“Semua harus dirinci sejelas-jelasnya supaya masyarakat tahu. Jika masih ada yang kerja tidak sesuai kesepakatan, kami tidak akan segan-segan untuk membongkarnya. Tidak ada urusan, mau rugi atau bangkrut, bukan urusan. Tapi yang kerja baik, pasti akan diberi reward. Mari kita kerja dengan hati dan kejujuran supaya tidak menyimpang dari apa yang seharusnya, “pungkas Wagub Nae Soi.

Sementara itu, Koordinator KPK Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Timur, Asep Rahmat Suwandha mengatakan kegiatan hari ini adalah upaya memberdayakan sektor swasta dengan mengembangkan manajemen anti suap. Dengan pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-NTT, sejak tahun lalu kita sudah menjalankan fungsi koordinasi di bidang pencegahan dan penindakan, supervisi dan monitoring.

“Dari tahun 2005 sampai dengan Juli 2019, pelaku korupsi berdasarkan profesi, yang terbanyak ditangani KPK adalah pihak swasta. Sudah ada 264 orang yang ditangkap dan diproses. Karena memang kasus korupsi yang paling menonjol, sekitar 65 persen adalah tindak pidana penyuapan. Ada penerima dan pemberi suap. Penerima suap adalah aparat penegak hukum dan penyelenggara negara. Pemberinya adalah sebagaian besar pihak swasta, ” jelas Asep.

Lanjut Asep, perlu ada upaya serius untuk mengajak dunia usaha dalam menghindari hal seperti ini. Dunia usaha juga mencakup korporasi. Sampai dengan tahun 2019, sudah ada enam korporasi yang sudah dipidanakan KPK.

“Perlu ada manajemen antisuap dalam BUMD dan sektor-sektor swasta. Karena dengan ini, teman-teman swasta bisa punya pemahaman tentang tindak pidana. Tahun ini, sampai Agustus, sudah ada lebih dari 30 Operasi Tangkap Tangan (OTT). Apalagi dengan adanya keterbukaan informasi, laporan ke KPK juga semakin meningkat,” jelas Asep.(*)

Sumber berita (*/Aven Rame—Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase) Foto by Radith

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masa Kecil Tak Akan Datang untuk Kali Kedua

    Masa Kecil Tak Akan Datang untuk Kali Kedua

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Anto Narasoma Jakarta, Garda Indonesia | Masa kecil tak datang kedua kali. Karena masa adalah kesempatan untuk menikmati pengalaman yang tak mungkin sama dibanding masa-masa berikutnya. Saat kecil dulu, persahabatan antarsesama anak-anak pun terjalin murni. Yang ada di hati hanyalah mengumbar perasaan suka dan senang, serta saling menyenangkan. Persahabatan anak-anak dalam konteks bermain, […]

  • Pemdes Langkas Klarifikasi Mama Theresia Terima Bantuan Sejak 2015

    Pemdes Langkas Klarifikasi Mama Theresia Terima Bantuan Sejak 2015

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Loading

    Upaya konfirmasi telah dilakukan beberapa kali kepada Kepala Desa Langkas berbentuk panggilan ataupun pesan WhatsApp, namun terkendala kesibukan dan perbedaan waktu bertemu secara langsung.   Manggarai | Pemerintah Desa Langkas, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan klarifikasi dalam bentuk hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 terkait […]

  • Potensi Emas Blok Wawu Triliun Rupiah, Bupati Nabire Tolak Investor

    Potensi Emas Blok Wawu Triliun Rupiah, Bupati Nabire Tolak Investor

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Loading

    Papua, Garda Indonesia | Blok Wabu merupakan ‘gunung emas’ yang belum terjamah di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Saat dieksplorasi PT Freeport Indonesia, ditemukan potensi sumber daya emas sebesar 8,1 juta troy ounce di sana. Blok tambang tersebut sebelumnya merupakan wilayah tambang PT Freeport Indonesia. Dilansir dari cnbcindonesia.com, Pemerintah kabarnya bakal melelang wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) […]

  • Sidang Sinode GMIT Ke-34 Utamakan Konsep ‘Paperless & Plasticless’

    Sidang Sinode GMIT Ke-34 Utamakan Konsep ‘Paperless & Plasticless’

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sidang Sinode GMIT XXXIV (Ke-34) dan Expo GMIT 2019 yang bakal dilaksanakan pada 15—22 Oktober 2019 di Gereja Paulus Kota Kupang menghadirkan konsep menarik dalam mengelola sampah terutama sampah kertas dan plastik dari hasil kegiatan. Konsep Paperless (pengurangan bahkan penghilangan konsumsi kertas) dan plasticless (pengurangan atau penghilangan sampah akibat penggunaan plastik) […]

  • Ganti Doni Monardo, Ganip Warsito Dilantik Sebagai Kepala BNPB

    Ganti Doni Monardo, Ganip Warsito Dilantik Sebagai Kepala BNPB

    • calendar_month Rab, 26 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo pada Selasa, 25 Mei 2021, melantik Ganip Warsito sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pelantikan tersebut dihelat di Istana Negara, Jakarta, usai pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah. Ganip Warsito kelahiran Magelang, 23 November 1963, merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1986. Sebelum dilantik menjadi Kepala […]

  • Jaga Listrik Tetap Nyala, PLN ULTG Kupang Lakukan Pemeliharaan Sistem Timor

    Jaga Listrik Tetap Nyala, PLN ULTG Kupang Lakukan Pemeliharaan Sistem Timor

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Kupang melakukan pemeliharaan peralatan utama Gardu Induk Bay Line 1 dan 2 arah Bolok di Gardu Induk Maulafa pada 9—10 Juni 2020. Gardu Induk Maulafa Kupang merupakan sub-sub sistem dari sistem tenaga listrik. Sebagai sub sistem dari sistem penyaluran (transmisi), gardu […]

expand_less