Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Wagub NTT Josef Nae Soi : “ASN Lakukan Tindakan Korupsi Langsung Dipecat!”

Wagub NTT Josef Nae Soi : “ASN Lakukan Tindakan Korupsi Langsung Dipecat!”

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 30 Agu 2019
  • visibility 103
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, M.M. meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghindari tindakan korupsi. Harus ada koreksi dan komitmen dari dalam diri untuk menolak segala bentuk tindakan penyuapan.

“Kita di Indonesia ini terkenal dengan banyaknya pengawasan. Mulai dari dalam Perangkat Daerah itu sendiri. Bikin jalan, ada konsultan dan pengawas. Seudah itu ada inspektorat, BPKP, BPK dan lembaga lainnya. Tetapi kebocoran dan deviasi juga tetap tinggi. Mau KPK pelototi terus, gubernur dan wagub tiap hari awasi, tapi kalau tidak ada integritas diri, penyelewengan pasti tetap tinggi, ” jelas Josef A. Nae Soi saat memberikan sambutan pada acara Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Korupsi (Panduan CEK) bagi Dunia Usaha Provinsi NTT dan Penandatanganan Kesepakatan Sinergisitas Pencegahan Korupsi Antara Komisi Advokasi Daerah (KAD) Anti Korupsi NTT, Regulator dan Pelaku Usaha di Aula Fernandez Kantor Gubernur Sasando, pada Kamis, 29 Agustus 2019.

Wagub Nae Soi meminta agar semua pemangku kepentingan terutama ASN untuk memperbaiki tingkat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) NTT yang masih rendah. Berada di urutan provinsi ke-4 terkorup di Indonesia. Perlu ada kerja keras dan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat sipil untuk melakukan tindakan pencegahan korupsi.

“Ke depan kita harus perbaiki IPK kita. Kita harus berjanji kepada diri kita sendiri, ini tidak boleh terjadi lagi. Butuh dukungan semua pihak untuk wujudkan pemerintah yang bersih di NTT, “kata Wagub Nae Soi.

Pemerintah Provinsi NTT bersama KPK dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) telah menandatangani nota kesepakatan untuk menjalankan rencana aksi pemberantasan korupsi. Ada 3 (tiga) area besar yang menjadi pusat perhatian yakni perizinan dan tata niaga, keuangan dan pengadaan barang jasa serta penegakan hukum dan reformasi birokrasi.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi

“Kami minta ASN, jangan berdalih di belakang aturan untuk persulit pelaku usaha. Ini aturannya begini dan begitu. Tapi begitu dikasih amplop, aturannya tidak ada lagi. Kami tidak boleh dengar lagi hal ini. Kalau masih ada praktek seperti ini, kami langsung akan bertindak tegas memecat yang bersangkutan, tidak pernah dan tidak akan ada ampun. Ingat itu baik-baik, “tegas Wagub Josef.

Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak untuk bekerja dengan baik. Merubah diri dan tidak lagi sekadar mengikuti acara seremonial. Hanya dengar apa yang dikatakan KPK dan Gubernur serta Wakil Gubernur, namun tidak menerapkannya dalam tugas dan kerja sehari-hari.

“Mari kita jaga bersama marwah dan harga diri kita dan harga diri NTT. Harga diri itu sangat mahal, tidak boleh jual murah. Anda menjadi ASN punya pride sendiri. Anda dapat lambang, itu adalah pride. Anda boleh miskin harta, tapi kaya martabat. Jangan cari uang dari pengusaha, cari usaha lain. Tanam kelor, piara sapi supaya lebih bermartabat, “kata Wagub.

Selain itu, Wagub Josef juga meminta supaya masyarakat turut serta dalam pengawasan proyek pemerintah. Papan pengumuman proyek mulai tahun depan harus lengkap. Misalnya yang buat jalan, cantumkan juga umur jalan, batunya, pasir serta aspalnya sekian, dan keterangan lainnya.

“Semua harus dirinci sejelas-jelasnya supaya masyarakat tahu. Jika masih ada yang kerja tidak sesuai kesepakatan, kami tidak akan segan-segan untuk membongkarnya. Tidak ada urusan, mau rugi atau bangkrut, bukan urusan. Tapi yang kerja baik, pasti akan diberi reward. Mari kita kerja dengan hati dan kejujuran supaya tidak menyimpang dari apa yang seharusnya, “pungkas Wagub Nae Soi.

Sementara itu, Koordinator KPK Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Timur, Asep Rahmat Suwandha mengatakan kegiatan hari ini adalah upaya memberdayakan sektor swasta dengan mengembangkan manajemen anti suap. Dengan pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-NTT, sejak tahun lalu kita sudah menjalankan fungsi koordinasi di bidang pencegahan dan penindakan, supervisi dan monitoring.

“Dari tahun 2005 sampai dengan Juli 2019, pelaku korupsi berdasarkan profesi, yang terbanyak ditangani KPK adalah pihak swasta. Sudah ada 264 orang yang ditangkap dan diproses. Karena memang kasus korupsi yang paling menonjol, sekitar 65 persen adalah tindak pidana penyuapan. Ada penerima dan pemberi suap. Penerima suap adalah aparat penegak hukum dan penyelenggara negara. Pemberinya adalah sebagaian besar pihak swasta, ” jelas Asep.

Lanjut Asep, perlu ada upaya serius untuk mengajak dunia usaha dalam menghindari hal seperti ini. Dunia usaha juga mencakup korporasi. Sampai dengan tahun 2019, sudah ada enam korporasi yang sudah dipidanakan KPK.

“Perlu ada manajemen antisuap dalam BUMD dan sektor-sektor swasta. Karena dengan ini, teman-teman swasta bisa punya pemahaman tentang tindak pidana. Tahun ini, sampai Agustus, sudah ada lebih dari 30 Operasi Tangkap Tangan (OTT). Apalagi dengan adanya keterbukaan informasi, laporan ke KPK juga semakin meningkat,” jelas Asep.(*)

Sumber berita (*/Aven Rame—Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase) Foto by Radith

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Kupang Setor Penyertaan Modal 10 Miliar Ke Bank NTT

    Pemkab Kupang Setor Penyertaan Modal 10 Miliar Ke Bank NTT

    • calendar_month Rab, 30 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kabupaten Kupang Kembali menunjukkan kepedulian dan komitmennya kepada Bank NTT. Wujudnya, kembali menyerahkan dana Rp10 miliar sebagai tambahan penyertaan modal. Penyerahan perjanjian kerja sama tambahan dana penyertaan modal oleh Bupati Kupang, Korinus Masneno dan  Bank NTT tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Kepatuhan, Kris Adoe, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional, Hilarius Minggu, Direktur Dana, […]

  • Domba Penghasil Wol Berharga 40 Kali Lipat dari Domba Biasa

    Domba Penghasil Wol Berharga 40 Kali Lipat dari Domba Biasa

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Pasca-seminggu kelahirannya, seekor anak domba sudah dianggap sebagai aset yang berharga. Karena keanggunannya yang tak terbantahkan, orang-orang berbondong-bondong untuk mengambilnya sebagai hewan peliharaan. Mungkin karena kecantikan yang mereka miliki, kartun populer Inggris “Shaun the Sheep” didasarkan pada domba Blacknose. Domba Valais Blacknose adalah spesies dengan sejarah yang kaya dan merupakan anggota keluarga kambing. Sejarah awalnya […]

  • Kado Akhir Jabatan, Gubernur VBL Raih Upakarya Wanua Nugraha 2023

    Kado Akhir Jabatan, Gubernur VBL Raih Upakarya Wanua Nugraha 2023

    • calendar_month Kam, 17 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meraih penghargaan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2023 dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) atas prestasi dan keberhasilannya dalam membina desa dan kelurahan, sehingga melahirkan desa berprestasi di tingkat nasional. Sementara di tingkat regional IV, Desa Blang Merang Kecamatan Pantar Barat Kabupaten […]

  • COP29 Azerbaijan 2024, Transisi Energi PLN Menuju Energi Berkelanjutan

    COP29 Azerbaijan 2024, Transisi Energi PLN Menuju Energi Berkelanjutan

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    PLN telah merancang Green Enabling Transmision Line untuk mengevakuasi listrik hijau dari sumber energi baru terbarukan (EBT) mayoritas berada di wilayah terisolir. Membentang sepanjang 70 ribu kilometer, transmisi ini akan menghubungkan pulau-pulau di Indonesia dan mengevakuasi listrik bersih ke pusat permintaan di perkotaan.   Baku | PLN (Persero) menggalang kolaborasi dengan komunitas global dalam Conference […]

  • ‘Yellow Clinic’ Partai Golkar Belu Sedia 1.000 Dosis Vaksin

    ‘Yellow Clinic’ Partai Golkar Belu Sedia 1.000 Dosis Vaksin

    • calendar_month Rab, 1 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Partai Golkar  mendukung pemerintah dalam menyukseskan percepatan vaksinasi Covid-19, dan turut berpartisipasi dengan menyediakan 1.000 dosis vaksin bagi masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M bersama ketua DPD II Golkar, Yohanes Jefry Nahak, ketua […]

  • Diduga Cemar Nama Baik, DPRD Lapor Bupati TTS ke Polres

    Diduga Cemar Nama Baik, DPRD Lapor Bupati TTS ke Polres

    • calendar_month Kam, 10 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Pimpinan DPRD Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama seluruh anggota DPRD TTS (minus fraksi Golkar) melaporkan Bupati TTS, Egusem P. Tahun ke Polres TTS atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial facebook pada Rabu, 9 Maret 2022. Pantauan media, rombongan DPRD dipimpin ketua DPRD, Marcu Buana Mbau, […]

expand_less