Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Wapres Gibran: Ruang Laktasi dan Ganti Popok Urgen Ada di Kereta

Wapres Gibran: Ruang Laktasi dan Ganti Popok Urgen Ada di Kereta

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
  • visibility 87
  • comment 0 komentar

Loading

Hal ini ia sampaikan sebagai tanggapan atas usulan anggota DPR dari Fraksi PKB, Nasim Khan, yang menginginkan adanya gerbong khusus bagi penumpang yang merokok.

 

Jakarta | Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa ruang laktasi dan ruang ganti popok untuk bayi lebih penting untuk disediakan di perjalanan kereta jarak jauh dibandingkan gerbong khusus perokok.

Gibran pun menegaskan penolakannya terhadap wacana penyediaan gerbong khusus merokok di kereta api. Menurutnya, ide tersebut tidak sejalan dengan program prioritas pemerintah, terutama dalam sektor kesehatan.

Hal ini ia sampaikan sebagai tanggapan atas usulan anggota DPR dari Fraksi PKB, Nasim Khan, yang menginginkan adanya gerbong khusus bagi penumpang yang merokok.

Menurut Gibran, kebutuhan ibu menyusui dan bayi harus menjadi prioritas utama dalam meningkatkan pelayanan transportasi publik. Penyediaan fasilitas ramah keluarga di kereta api dinilai akan lebih bermanfaat bagi masyarakat luas dan mendorong terciptanya lingkungan perjalanan yang sehat, aman, serta inklusif.

“Ini kan program di sektor kesehatan sudah jelas program-programnya. Ada cek kesehatan gratis, ada pemberantasan stunting, di Kemenkes juga ada pembangunan rumah sakit-rumah sakit baru,” kata Gibran, yang dikutip Senin, 25 Agustus 2025.

Gibran menilai keberadaan gerbong merokok juga bertentangan dengan regulasi yang ada. Transportasi publik, termasuk kereta api, merupakan kawasan bebas rokok.

Aturan tersebut sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, hingga Surat Edaran Nomor 29 Tahun 2014 tentang larangan merokok di sarana angkutan umum.

Alih-alih menyediakan gerbong untuk merokok, Gibran justru menilai lebih penting menambahkan fasilitas yang mendukung kelompok rentan.

“Jika ada ruang fiskal, ya kalau pendapat saya pribadi, lebih baik diprioritaskan untuk misalnya ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, kaum difabel,” ujarnya.(*)

Sumber (*/Goodnews + ragam)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju Merdeka Belajar, Bank NTT Konsisten Edukasi Literasi Keuangan

    Menuju Merdeka Belajar, Bank NTT Konsisten Edukasi Literasi Keuangan

    • calendar_month Jum, 7 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho memaparkan program Bank NTT yang mendukung Literasi Keuangan dan pro kepada pelajar guna mendorong generasi muda NTT untuk dapat merdeka dalam berpikir, kreatif dan secara mandiri berekspresi. Pemaparan Alex Riwu Kaho (sapaan akrabnya, red) disampaikan dalam temu wicara atau talk show Hari Pendidikan […]

  • ‘YAPPIKA-ActionAid, Bengkel APPeK & TX Foundation’ Rehabilitasi 4 Sekolah Rusak

    ‘YAPPIKA-ActionAid, Bengkel APPeK & TX Foundation’ Rehabilitasi 4 Sekolah Rusak

    • calendar_month Sen, 24 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar merupakan bagian penting dalam pendidikan. Maka dari itu, gedung sekolah wajib memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, aksesibilitas, dan kenyamanan. Sayangnya, dari 2.414 total ruang kelas Sekolah Dasar di Kabupaten Kupang hanya 21% (507 ruang kelas) dalam kondisi baik. Sisanya, sebanyak 299 kelas (12,39%) dalam kategori rusak […]

  • Perempuan Pesisir Lifuleo Berdaya Via Desa Eco-Bahari dari PLN UIP Nusra

    Perempuan Pesisir Lifuleo Berdaya Via Desa Eco-Bahari dari PLN UIP Nusra

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Tim PLN UIP Nusra
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Loading

    Program ini merupakan tindak lanjut dari peresmian Desa Eco-Bahari Lifuleo, sebuah model integrasi energi, pendidikan, kelautan, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timor-1.   Mataram | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir. Melalui kolaborasi dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan […]

  • Dirut PLN Kawal Sistem Kelistrikan KTT ASEAN Via Command Center

    Dirut PLN Kawal Sistem Kelistrikan KTT ASEAN Via Command Center

    • calendar_month Sel, 9 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengawal langsung sistem kelistrikan lokasi perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT ASEAN) melalui pos komando atau command center kelistrikan di Labuan Bajo. Via command center kelistrikan ini, penyaluran listrik mulai dari pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi, hingga kondisi uninterruptible power supply (UPS) bisa dipantau […]

  • Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2020 Ditiadakan

    Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2020 Ditiadakan

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah akan meniadakan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2020. “Penerimaan CPNS tahun 2020 akan kami tiadakan,” ujar Menteri Tjahjo pada Rabu, 8 Juli 2020. Hal ini mengingat bahwa penerimaan CPNS tahun 2019 akan masuk pada tahap seleksi kompetensi […]

  • 3.367 Kasus Perempuan & Anak Selama Tahun 2017

    3.367 Kasus Perempuan & Anak Selama Tahun 2017

    • calendar_month Kam, 30 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor,gardaindonesia.id – Sebanyak 3.367 kasus perempuan dan anak ditangani oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui 13 Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) inisiator sepanjang tahun 2017. Tidak semua kasus tersebut perlu ditangani melalui hukum formal, sebagian besar diantaranya dapat ditangani melalui upaya mediasi. Untuk mendukung tugas tersebut, KemenPPPA […]

expand_less