Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Warga Poco Leok Tegaskan Daerah Mereka Butuh Listrik dan Mau Maju

Warga Poco Leok Tegaskan Daerah Mereka Butuh Listrik dan Mau Maju

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 10 Sep 2024
  • visibility 61
  • comment 0 komentar

Loading

Mataram | Konsultasi publik pada 3—4 September 2024 dan dialog bersama perwakilan Bank Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) Jerman melalui tim independen Monkey Forest Consulting (MFC) pada 6 September 2024 terkait pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP Ulumbu) 5-6 di Poco Leok, Manggarai, disambut dukungan dan harapan oleh warga dan pemilik lahan sekitar wilayah kerja panas bumi (WKP).

Pada konsultasi publik, tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Wewo, Petrus Madaragat, berbicara lantang kalau pihaknya sangat mendukung penuh pengembangan PLTP Ulumbu 5-6. Ia menuturkan bahwa warga Desa Wewo tidak pernah menolak upaya pemerintah dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan daerah.

“Kalau ada segelintir masyarakat Desa Wewo yang menolak jangan dipikirkan dan jangan hiraukan itu,” kata Petrus Madaragat.

Harapan juga disampaikan warga melalui dialog bersama perwakilan Bank KfW Jerman melalui tim independen MFC, Nestor Castro dan tim, dalam kegiatan dengar pendapat di rumah adat Gendang Mesir, Jumat, 6 September 2024.

Pada kunjungan itu, Nestor Castro dan tim disambut hangat dan diterima secara budaya Manggarai oleh para tua gendang serta tokoh adat dari Gendang Tere, Jong, Rebak, Mesir, Lungar, Ncamar, Leda, Lelak, Cako, dan Mano.

“Seluruh warga Gendang Lelak sangat mendukung program geotermal, karena kita semua ingin maju. Kami butuh listrik karena kami percaya listrik membawa kemajuan untuk kami semua,” ujar Mama Leviana Saul, warga Gendang Lelak.

Banjir dukungan terhadap PLTP Ulumbu Poco Leok

Sepakat dengan Mama Leviana Saul, Mama Olivia Lamus, warga Gendang Mesir, juga sangat mendukung geotermal karena pembangunan PLTP Ulumbu sejauh ini telah membuka lapangan kerja bagi anak cucu.

Mewakili warga Gendang Mesir, Hendrikus Sopan, mengungkapkan rasa bahagianya atas kunjungan perwakilan Bank KfW melalui MFC. “Saat ini kami sangat bahagia karena pihak perwakilan bank Jerman menemui kami semua yang merupakan warga yang mendukung terhadap proyek pembangunan geotermal di Poco Leok,” ucapnya.

Tak hanya Hendrikus Sopan, tua Gendang Leda, Konradus Hono, juga tegaskan kalau dirinya bersama warga gendang sangat mendukung rencana pemerintah melalui PLN dan pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) di wilayahnya. Menurutnya, listrik saat ini menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia selain untuk penerangan listrik.

“Kami harus menyampaikan terima kasih dengan adanya potensi geotermal di wilayah Poco Leok. Kami (warga Gendang Leda) ingin perwakilan dari bank Jerman berkunjung juga ke rumah adat kami,” kata Konradus Hono.

Senada dengan Konradus Hono, tua Gendang Ncamar, Hendrikus Hadu, berkomitmen mendukung pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 di wilayah Poco Leok. Bagi Hendrikus, dukungan terhadap PSN ini merupakan upaya dalam menuju kemajuan dan kemakmuran, terutama untuk anak cucu di masa depan.

Peneliti Alpha Research Database, Ferdinandus Hasiman (paling kanan) saat menjelaskan manfaat geotermal kepada warga Poco Leok

Dukungan terhadap pemberdayaan panas bumi itu juga datang dari kalangan warga yang tidak memiliki lahan terdampak rencana pengembangan PLTP Ulumbu 5-6, satu di antaranya ialah Alfons Sukur.

“Saya tua Gendang Tere asli. Walaupun lahan saya tidak digunakan oleh PLN dalam pengembangan ini, saya tetap mendukung penuh proyek ini,” kata Alfons Sukur.

Sementara itu, Nestor Castro, mengungkapkan kehadirannya pada kegiatan dengar pendapat bertujuan untuk memeroleh pandangan dari para pemangku kepentingan, tak terkecuali masyarakat terdampak. Selanjutnya, Nestor dan tim akan membuat laporan serta rekomendasi kepada pihak KfW sehubungan dengan rencana pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 di Poco Leok.

“Mereka (warga Poco Leok) menjelaskan kepada kami mengapa mereka mendukung proyek ini. Mereka mengatakan  menginginkan manfaatnya dan membutuhkan manfaat proyek ini untuk generasi masa depan. Kami juga bertemu dengan pihak PLN untuk memahami proyek itu sendiri, deskripsi proyek, konteks di mana proyek ini dilakukan. Jadi semua ini merupakan masukan bagi kami untuk memahami segala sesuatu tentang proyek ini,” ucap Nestor Castro.

Nestor Castro tak memungkiri bahwa proyek ini melibatkan banyak pemangku kepentingan. Sehingga ia dan tim juga turut mendengarkan pandangan dari pihak-pihak yang menolak proyek geotermal.

Kendati demikian, Nestor Castro menegaskan bahwa tujuan kehadirannya bukanlah untuk menghitung jumlah pendukung dan penolak, melainkan proses dalam rencana pengembangan geothermal. Hal tersebut terkait dengan transparansi, koordinasi, juga bukti persetujuan dari masyarakat.

“Mungkin salah satu kepentingan pribadi saya adalah bagaimana konflik ini bisa mereda, tidak berbenturan dan semoga masyarakat bisa berdamai satu sama lain dan memiliki visi yang sama tentang masa depan Poco Leok,” kata Nestor.

Peneliti Alpha Research Database, Ferdinandus Hasiman, yang juga turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, mengedukasi masyarakat terdampak bahwa panas bumi merupakan energi alternatif yang menjanjikan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global serta mengurangi ketergantungan terhadap energi minyak dan batu bara yang harganya semakin melambung.

Sebagai anak Manggarai, dirinya mengajak berbagai pihak untuk secara bersama-sama mendukung rencana pemerintah pusat melalui PLN untuk pengembangan proyek geotermal di wilayah Poco Leok.

“Saya memang menolak tambang, tapi geotermal ini bukan tambang. Ini energi panas bumi harganya murah, beda jauh dengan batu bara dan minyak. Geotermal ini energi yang sangat ramah terhadap lingkungan,” ujar Ferdinandus Hasiman.(*)

Sumber (*/tim PLN UIP Nusra)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI NTT Kerja Sama Pemkot Kupang & Telkom Pecut Transaksi Pakai QRIS di Pasar

    BI NTT Kerja Sama Pemkot Kupang & Telkom Pecut Transaksi Pakai QRIS di Pasar

    • calendar_month Rab, 2 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang dan PT. Telkom Indonesia, melaksanakan program digitalisasi pasar di Kota Kupang, diawali dengan pencanangan transaksi digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dengan QR Code di Pasar Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu pagi, 2 […]

  • HUT ke-79 RI di IKN Pakai Listrik Hijau

    HUT ke-79 RI di IKN Pakai Listrik Hijau

    • calendar_month Ming, 30 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Loading

    Nusantara | Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur telah beroperasi melistriki kawasan IKN, khususnya untuk peringatan Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia. Hal ini disampaikan Erick saat meninjau PLTS IKN bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Sekretaris Kementerian BUMN Rabin Indrajad Hattari […]

  • Kasus Covid-19 Terbanyak di Kota Kupang Ada di Wilayah Interaksi Tertinggi

    Kasus Covid-19 Terbanyak di Kota Kupang Ada di Wilayah Interaksi Tertinggi

    • calendar_month Jum, 19 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dokter Hermanus Man saat sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Tahap II bagi tenaga pelayanan publik dan lansia yang dihelat pada Jumat, 19 Februari 2021 pukul 09.00 WITA—selesai di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, mengungkapkan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Kupang terdapat di wilayah dengan tingkat […]

  • Mantan Pejuang Integrasi Timor-Timur di NTT Pinta Kepedulian Pemerintah RI

    Mantan Pejuang Integrasi Timor-Timur di NTT Pinta Kepedulian Pemerintah RI

    • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Sejumlah mantan pejuang integrasi Timor–Timur yang bergabung dalam Forum Peduli Pejuang Integrasi Timor–Timur (FP2IT2) tak henti–hentinya meminta kepedulian pemerintah RI terhadap nasib mereka yang ditelantarkan selama 22 tahun di Kabupaten Belu dan Malaka. Ketua FP2IT2, Julio Do Carmo membeberkan, saat ini sedang beredar informasi di Belu dan Malaka bahwa semua mantan […]

  • Ultah Ke-57 Partai Golkar, DPD II Belu Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD 2024

    Ultah Ke-57 Partai Golkar, DPD II Belu Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD 2024

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Partai Golongan Karya (Golkar) ulang tahun ke–57 pada Rabu, 20 Oktober 2021. Bertepatan usia partai di atas setengah abad ini, Dewan Pimpinan Daerah tingkat II Belu, Provinsi NTT bersama segenap kader dan pengurus mengisinya dengan menyelenggarakan tiga jenis kegiatan utama, di antaranya melayani  7.600 dosis vaksinasi Covid–19 bagi masyarakat umum di […]

  • Waspada Risiko Kebakaran di Lapas-Rutan, Kanwil Kumham NTT Terbitkan Edaran

    Waspada Risiko Kebakaran di Lapas-Rutan, Kanwil Kumham NTT Terbitkan Edaran

    • calendar_month Rab, 8 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bercermin dari kebakaran yang terjadi di Lapas Tangerang pada Rabu, 8 September 2021 pukul 01.45 WIB yang menelan korban jiwa 41 orang meninggal, luka ada 8 orang luka, 72 orang luka ringan; maka Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kanwil Kumham NTT) menerbitkan surat edaran nomor 4825 […]

expand_less