Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Warga Poco Leok Tegaskan Daerah Mereka Butuh Listrik dan Mau Maju

Warga Poco Leok Tegaskan Daerah Mereka Butuh Listrik dan Mau Maju

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 10 Sep 2024
  • visibility 120
  • comment 0 komentar

Loading

Mataram | Konsultasi publik pada 3—4 September 2024 dan dialog bersama perwakilan Bank Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) Jerman melalui tim independen Monkey Forest Consulting (MFC) pada 6 September 2024 terkait pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP Ulumbu) 5-6 di Poco Leok, Manggarai, disambut dukungan dan harapan oleh warga dan pemilik lahan sekitar wilayah kerja panas bumi (WKP).

Pada konsultasi publik, tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Wewo, Petrus Madaragat, berbicara lantang kalau pihaknya sangat mendukung penuh pengembangan PLTP Ulumbu 5-6. Ia menuturkan bahwa warga Desa Wewo tidak pernah menolak upaya pemerintah dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan daerah.

“Kalau ada segelintir masyarakat Desa Wewo yang menolak jangan dipikirkan dan jangan hiraukan itu,” kata Petrus Madaragat.

Harapan juga disampaikan warga melalui dialog bersama perwakilan Bank KfW Jerman melalui tim independen MFC, Nestor Castro dan tim, dalam kegiatan dengar pendapat di rumah adat Gendang Mesir, Jumat, 6 September 2024.

Pada kunjungan itu, Nestor Castro dan tim disambut hangat dan diterima secara budaya Manggarai oleh para tua gendang serta tokoh adat dari Gendang Tere, Jong, Rebak, Mesir, Lungar, Ncamar, Leda, Lelak, Cako, dan Mano.

“Seluruh warga Gendang Lelak sangat mendukung program geotermal, karena kita semua ingin maju. Kami butuh listrik karena kami percaya listrik membawa kemajuan untuk kami semua,” ujar Mama Leviana Saul, warga Gendang Lelak.

Banjir dukungan terhadap PLTP Ulumbu Poco Leok

Sepakat dengan Mama Leviana Saul, Mama Olivia Lamus, warga Gendang Mesir, juga sangat mendukung geotermal karena pembangunan PLTP Ulumbu sejauh ini telah membuka lapangan kerja bagi anak cucu.

Mewakili warga Gendang Mesir, Hendrikus Sopan, mengungkapkan rasa bahagianya atas kunjungan perwakilan Bank KfW melalui MFC. “Saat ini kami sangat bahagia karena pihak perwakilan bank Jerman menemui kami semua yang merupakan warga yang mendukung terhadap proyek pembangunan geotermal di Poco Leok,” ucapnya.

Tak hanya Hendrikus Sopan, tua Gendang Leda, Konradus Hono, juga tegaskan kalau dirinya bersama warga gendang sangat mendukung rencana pemerintah melalui PLN dan pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) di wilayahnya. Menurutnya, listrik saat ini menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia selain untuk penerangan listrik.

“Kami harus menyampaikan terima kasih dengan adanya potensi geotermal di wilayah Poco Leok. Kami (warga Gendang Leda) ingin perwakilan dari bank Jerman berkunjung juga ke rumah adat kami,” kata Konradus Hono.

Senada dengan Konradus Hono, tua Gendang Ncamar, Hendrikus Hadu, berkomitmen mendukung pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 di wilayah Poco Leok. Bagi Hendrikus, dukungan terhadap PSN ini merupakan upaya dalam menuju kemajuan dan kemakmuran, terutama untuk anak cucu di masa depan.

Peneliti Alpha Research Database, Ferdinandus Hasiman (paling kanan) saat menjelaskan manfaat geotermal kepada warga Poco Leok

Dukungan terhadap pemberdayaan panas bumi itu juga datang dari kalangan warga yang tidak memiliki lahan terdampak rencana pengembangan PLTP Ulumbu 5-6, satu di antaranya ialah Alfons Sukur.

“Saya tua Gendang Tere asli. Walaupun lahan saya tidak digunakan oleh PLN dalam pengembangan ini, saya tetap mendukung penuh proyek ini,” kata Alfons Sukur.

Sementara itu, Nestor Castro, mengungkapkan kehadirannya pada kegiatan dengar pendapat bertujuan untuk memeroleh pandangan dari para pemangku kepentingan, tak terkecuali masyarakat terdampak. Selanjutnya, Nestor dan tim akan membuat laporan serta rekomendasi kepada pihak KfW sehubungan dengan rencana pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 di Poco Leok.

“Mereka (warga Poco Leok) menjelaskan kepada kami mengapa mereka mendukung proyek ini. Mereka mengatakan  menginginkan manfaatnya dan membutuhkan manfaat proyek ini untuk generasi masa depan. Kami juga bertemu dengan pihak PLN untuk memahami proyek itu sendiri, deskripsi proyek, konteks di mana proyek ini dilakukan. Jadi semua ini merupakan masukan bagi kami untuk memahami segala sesuatu tentang proyek ini,” ucap Nestor Castro.

Nestor Castro tak memungkiri bahwa proyek ini melibatkan banyak pemangku kepentingan. Sehingga ia dan tim juga turut mendengarkan pandangan dari pihak-pihak yang menolak proyek geotermal.

Kendati demikian, Nestor Castro menegaskan bahwa tujuan kehadirannya bukanlah untuk menghitung jumlah pendukung dan penolak, melainkan proses dalam rencana pengembangan geothermal. Hal tersebut terkait dengan transparansi, koordinasi, juga bukti persetujuan dari masyarakat.

“Mungkin salah satu kepentingan pribadi saya adalah bagaimana konflik ini bisa mereda, tidak berbenturan dan semoga masyarakat bisa berdamai satu sama lain dan memiliki visi yang sama tentang masa depan Poco Leok,” kata Nestor.

Peneliti Alpha Research Database, Ferdinandus Hasiman, yang juga turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, mengedukasi masyarakat terdampak bahwa panas bumi merupakan energi alternatif yang menjanjikan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global serta mengurangi ketergantungan terhadap energi minyak dan batu bara yang harganya semakin melambung.

Sebagai anak Manggarai, dirinya mengajak berbagai pihak untuk secara bersama-sama mendukung rencana pemerintah pusat melalui PLN untuk pengembangan proyek geotermal di wilayah Poco Leok.

“Saya memang menolak tambang, tapi geotermal ini bukan tambang. Ini energi panas bumi harganya murah, beda jauh dengan batu bara dan minyak. Geotermal ini energi yang sangat ramah terhadap lingkungan,” ujar Ferdinandus Hasiman.(*)

Sumber (*/tim PLN UIP Nusra)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Anggota DPRD Belu PAW, Bupati : Jangan Cederai Kepercayaan Masyarakat

    Pelantikan Anggota DPRD Belu PAW, Bupati : Jangan Cederai Kepercayaan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 8 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Saya yakin dan percaya, bahwa saudara Kristoforus Rin Duka yang telah mengucapkan sumpah sebagai anggota DPRD Belu Pergantian Antar Waktu (PAW), masa jabatan tahun 2019—2024 adalah orang pilihan rakyat yang diyakini mampu menjembatani aspirasi dan kepentingan masyarakat Kabupaten Belu. Pergunakanlah kepercayaan ini dengan sebaik – baiknya, bertindak secara tulus, arif dan […]

  • Dirut Bank NTT, Ishak Rihi : “Kantor Bank NTT Sejumlah Pengguna Smartphone”

    Dirut Bank NTT, Ishak Rihi : “Kantor Bank NTT Sejumlah Pengguna Smartphone”

    • calendar_month Kam, 11 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT sebagai Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya menjadi lebih baik dalam pelayanan dan menjadi corong investasi dan motor penggerak ekonomi bagi masyarakat, pengusaha dan investor. Dalam coffee morning yang dihelat oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTT pada Selasa, 9 Juli 2019 […]

  • Ikut Program TJPS, Gubernur VBL Apresiasi Kinerja Kelompok Tani Fajar Pagi

    Ikut Program TJPS, Gubernur VBL Apresiasi Kinerja Kelompok Tani Fajar Pagi

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), kembali melakukan kunjungan ke Kabupaten Kupang pada Kamis, 2 April 2020. Kunjungannya kali ini dalam rangka panen jagung jenis Komposit Lamuru yang terletak di Kecamatan Amabi Oefeto yang melaksanakan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Baca juga: http://gardaindonesia.id/2020/03/15/program-tanam-jagung-panen-sapi-berjalan-kab-sbd-panen-perdana/ Gubernur sangat mengapresiasi apa yang […]

  • Gempa Bumi M6,5 Guncang Maluku Tenggara Barat,Tidak Berpotensi Tsunami

    Gempa Bumi M6,5 Guncang Maluku Tenggara Barat,Tidak Berpotensi Tsunami

    • calendar_month Sab, 1 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id | Hari Sabtu, 1 Desember 2018, pukul 20.27.22 WIB, wilayah Laut Banda diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=6,5. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, S.T., Dipl. Seis, M.Sc.,mengatakan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,54 LS dan 128,71 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada […]

  • Sekadar Ambil Formulir – ‘Cukup Browsing e-BISA Dukcapil’

    Sekadar Ambil Formulir – ‘Cukup Browsing e-BISA Dukcapil’

    • calendar_month Sab, 6 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kupang membuat terobosan taktis berupa website untuk mempermudah penduduk kota memperoleh formulir seperti formulir kelahiran, kematian, perkawinan, dan perceraian; juga dapat melihat list/daftar nama penduduk yang belum mengambil KTP elektronik (e-KTP). Cukup dengan melakukan browsing (menjelajahi) Internet melalui Google atau mesin pencarian lainnya di […]

  • Presiden Soroti ASN yang Kerja Hanya Urus SPJ

    Presiden Soroti ASN yang Kerja Hanya Urus SPJ

    • calendar_month Rab, 4 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mendorong agar ekosistem kerja aparatur sipil negara (ASN) dapat memacu individu untuk berkinerja baik sehingga mampu menghasilkan prestasi dan inovasi yang baik pula. Untuk itu, Presiden memandang perlu adanya tolok ukur dan apresiasi yang jelas dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. “Ini tugas dari Pak Sekda provinsi, kabupaten, dan […]

expand_less