Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Wartawan Senior NTT Kritik Calon Gubernur Pamer Telepon Menteri

Wartawan Senior NTT Kritik Calon Gubernur Pamer Telepon Menteri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 17 Nov 2024
  • visibility 112
  • comment 0 komentar

Loading

Wens John Rumung, wartawan senior NTT mengaku kagum dengan sosok Simon Petrus Kamlasi, yang bersahaja dan tidak mengumbar kedekatan dengan orang – orang di lingkaran kekuasaan, kendati memiliki kolega di sana.

 

Kupang | Menjelang pemilihan gubernur NTT pada 27 November 2024, para calon gubernur dan wakil gubernur makin gencar bergerilya mencari dukungan rakyat. Berbagai strategi dan gimmick politik dimainkan para kandidat untuk meraih simpati rakyat.

Aksi tebar pesona pun makin masif dilakukan. Mulai dari pamer kedekatan dengan “orang penting” hingga saling klaim keakraban dengan “penguasa”. Bahkan tidak dipungkiri, lokasi bencana seakan dijadikan lahan menebar kebaikan berbalut baliho.

Derap perjuangan para politisi ini menyita perhatian masyarakat NTT, mulai dari petani, nelayan, peternak hingga para pekerja media.

Wens John Rumung, seorang wartawan senior NTT yang sudah malang melintang di dunia tulis menulis lebih dari 45 tahun angkat bicara.

Di dalam video berdurasi 7 menit 11 detik itu, WJR demikian sapaan akrab sang legenda dunia Pers NTT ini mengkritisi para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT.

WJR mengaku sejak awal dia sangat senang atau bangga dengan kehadiran Melki Laka Lena dan Ansy Lema di panggung politik NTT. Pasalnya, kedua orang ini saat menjadi anggota DPR RI sangat vokal memperjuangkan nasib rakyat NTT yang masih dalam kemiskinan.

“Tetapi saya terpaksa mengubah pandangan dan dukungan saya dari kedua figur tersebut. Alasannya apa, pertama, saya melihat perilaku Melki – Johni yang mulai telepon para menteri lah, segala macam, sampai menghadap Jokowi dan duduk di hadapan Jokowi di Solo lalu divideokan dan pamer, itu perilaku yang salah,” tegas WJR.

Menurutnya, seorang calon pemimpin tidak seharusnya bersikap demikian, namun tetap berada di tengah masyarakat, mencari simpati dengan menawarkan ide dan gagasan brilian.

“Cari muka ya di depan rakyat yang miskin, jangan di depan pejabat. Menteri itu urusannya di 33 provinsi dan seluruh rakyat Indonesia. Sementara Melki Laka Leha, Ansy Lema dan Simon Petrus Kamlasi, untuk membangun NTT,” ungkap WJR.

Dia menekankan bahwa, Nusa Tenggara Timur, merupakan provinsi yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Tetapi mengapa telepon menteri sok hebat, Ansy juga begitu, telepon BNPB, di sana itu sudah ada aturannya.

“Jadi muak sekali, saya rasa tidak etis, cara pejabat bukan cara seperti itu. Yang benar itu, masuklah ke rumah orang – orang miskin. Dan saya lebih mengagumi cara kampanye Simon Petrus Kamlasi, sudah pernah bertatap muka dengan Presiden Prabowo, tetapi Simon Petrus Kamlasi tidak pernah mengangkat telepon atau mencari muka di pejabat pusat,” ungkapnya.

Bahkan, imbuh WJR, saat Gunung Lewotobi meletus, SPK langsung pergi ke sana malam-malam, membawa bantuan bagi korban erupsi tanpa menunjukkan identitasnya sebagai calon gubernur.

“Ini adalah pemimpin yang memiliki hati yang tulus,” imbuhnya.

Bahkan saat konser amal di Lapangan Sitarda Kupang, lanjut WJR, Simon Petrus Kamlasi, nyaris tidak menghadiri konser kemanusiaan itu karena masih berbagi cerita dengan masyarakat di pedalaman Sumba.

“Waktu itu pesawat tidak boleh terbang karena abu vulkanik dari Lewotobi cukup membahayakan, tapi karena pertolongan Tuhan, Simon Petrus Kamlasi tiba di Kupang dan bisa mengikuti kegiatan kemanusiaan,” urai WJR.

WJR juga dengan tegas mengkritisi calon gubernur NTT Ansy Lema soal calon wakil gubernur dari paslon nomor urut satu itu.

“Ansy Lema juga salah cara memilih wakilnya. Seorang wanita lahir di Karawang, pengusaha, baru keluar dari PSI, masuk di Partai Hanura dan langsung jadi wagub. Seolah – olah wanita NTT tidak ada lagi yang hebat. Saya tahu persis kualitas perempuan NTT karena saya meliput sejak zaman Ben Mboi sampai sekarang ini,” pungkasnya.

WJR pun mengharapkan rakyat NTT tanggal 27 November, memilih itu pilihlah pemimpin yang bersih, yang rendah hati, bukan yang suka cari muka ke sana kemari, tapi yang cari muka di hadapan rakyat. (*)

Sumber (*/tim media SIAGA)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan Sarana Sanitasi Pijar Timur Mangkrak, Sekolah di Belu Pungut Siswa

    Bantuan Sarana Sanitasi Pijar Timur Mangkrak, Sekolah di Belu Pungut Siswa

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Bantuan sarana sanitasi disabilitas ramah sekolah tahun 2019 berupa satu unit jamban inklusif (WC) dari LSM Pijar Timur Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diterima SDI Kinbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, sudah mangkrak selama dua tahun. Padahal, anggaran yang ditransfer oleh Pijar Timur ke rekening sekolah senilai […]

  • BJ Habibie Tutup Usia, IMO-Indonesia Ucap Belasungkawa

    BJ Habibie Tutup Usia, IMO-Indonesia Ucap Belasungkawa

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Rabu, 11 September 2019, Indonesia berduka dengan wafatnya Presiden RI ke-3, B.J. Habibie. Habibie meninggal di RSPAD Gatot Soebroto dalam usia 83 tahun. Dengan seketika, jagat raya ramai memperbincangkannya terlebih media sosial. Baik dari ucapan belasungkawa maupun doa untuk Tokoh Nasional yang dikenal mempunyai kecerdasan di atas rata-rata tersebut. Satu diantara […]

  • Wapres Gibran Tegur Petugas BGN, Lauk Daging di Menu MBG Keras

    Wapres Gibran Tegur Petugas BGN, Lauk Daging di Menu MBG Keras

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Saat berdialog dengan siswa, Gibran menerima keluhan terkait tekstur daging empal yang dinilai keras. Siswa bernama David mengaku daging empal yang ia makan cukup sulit dikunyah.   Wamena | Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 1 Wamena, Papua Pegunungan, Rabu, 14 Januari 2026. Pada kunjungan tersebut, Gibran […]

  • SD Kristen Rehobot Kupang Hasilkan RPP Perspektif Bencana di Era Normal Baru

    SD Kristen Rehobot Kupang Hasilkan RPP Perspektif Bencana di Era Normal Baru

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Undana menyelenggarakan workshop pengintegrasian literasi informasi kebencanaan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SD Kristen Rehobot Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Kegiatan ini diikuti 11 guru SD berlangsung 2 hari, pada setiap Sabtu (18 dan 25 Juli 2020). Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/07/17/lp2m-undana-edukasi-budaya-sadar-bencana-di-sd-kristen-rehobot-kupang/ Menurut Ketua Tim […]

  • Kantor Keagenan Tugu Mandiri Hadir di Larantuka Nusa Tenggara Timur

    Kantor Keagenan Tugu Mandiri Hadir di Larantuka Nusa Tenggara Timur

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka-Flotim, Garda Indonesia | PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (Tugu Mandiri) terus mengembangkan pasar individu dengan merambah Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur; dengan membuka kantor keagenan dan memasarkan beragam produk unggulan yang sesuai kebutuhan pasar, yakni produk unit link TMPiower Link dengan pemasaran sistim jaringan In4Link. Berlokasi di Kompleks Ruko […]

  • KIP Kuliah Wujudkan Mimpi Anak Indonesia

    KIP Kuliah Wujudkan Mimpi Anak Indonesia

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) yang diluncurkan sejak 2021 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Sebagai bentuk konsistensi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) terus berupaya menyempurnakan akses agar layanan ini semakin mudah diakses oleh masyarakat […]

expand_less