Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Wartawan Senior NTT Kritik Calon Gubernur Pamer Telepon Menteri

Wartawan Senior NTT Kritik Calon Gubernur Pamer Telepon Menteri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 17 Nov 2024
  • visibility 148
  • comment 0 komentar

Loading

Wens John Rumung, wartawan senior NTT mengaku kagum dengan sosok Simon Petrus Kamlasi, yang bersahaja dan tidak mengumbar kedekatan dengan orang – orang di lingkaran kekuasaan, kendati memiliki kolega di sana.

 

Kupang | Menjelang pemilihan gubernur NTT pada 27 November 2024, para calon gubernur dan wakil gubernur makin gencar bergerilya mencari dukungan rakyat. Berbagai strategi dan gimmick politik dimainkan para kandidat untuk meraih simpati rakyat.

Aksi tebar pesona pun makin masif dilakukan. Mulai dari pamer kedekatan dengan “orang penting” hingga saling klaim keakraban dengan “penguasa”. Bahkan tidak dipungkiri, lokasi bencana seakan dijadikan lahan menebar kebaikan berbalut baliho.

Derap perjuangan para politisi ini menyita perhatian masyarakat NTT, mulai dari petani, nelayan, peternak hingga para pekerja media.

Wens John Rumung, seorang wartawan senior NTT yang sudah malang melintang di dunia tulis menulis lebih dari 45 tahun angkat bicara.

Di dalam video berdurasi 7 menit 11 detik itu, WJR demikian sapaan akrab sang legenda dunia Pers NTT ini mengkritisi para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT.

WJR mengaku sejak awal dia sangat senang atau bangga dengan kehadiran Melki Laka Lena dan Ansy Lema di panggung politik NTT. Pasalnya, kedua orang ini saat menjadi anggota DPR RI sangat vokal memperjuangkan nasib rakyat NTT yang masih dalam kemiskinan.

“Tetapi saya terpaksa mengubah pandangan dan dukungan saya dari kedua figur tersebut. Alasannya apa, pertama, saya melihat perilaku Melki – Johni yang mulai telepon para menteri lah, segala macam, sampai menghadap Jokowi dan duduk di hadapan Jokowi di Solo lalu divideokan dan pamer, itu perilaku yang salah,” tegas WJR.

Menurutnya, seorang calon pemimpin tidak seharusnya bersikap demikian, namun tetap berada di tengah masyarakat, mencari simpati dengan menawarkan ide dan gagasan brilian.

“Cari muka ya di depan rakyat yang miskin, jangan di depan pejabat. Menteri itu urusannya di 33 provinsi dan seluruh rakyat Indonesia. Sementara Melki Laka Leha, Ansy Lema dan Simon Petrus Kamlasi, untuk membangun NTT,” ungkap WJR.

Dia menekankan bahwa, Nusa Tenggara Timur, merupakan provinsi yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Tetapi mengapa telepon menteri sok hebat, Ansy juga begitu, telepon BNPB, di sana itu sudah ada aturannya.

“Jadi muak sekali, saya rasa tidak etis, cara pejabat bukan cara seperti itu. Yang benar itu, masuklah ke rumah orang – orang miskin. Dan saya lebih mengagumi cara kampanye Simon Petrus Kamlasi, sudah pernah bertatap muka dengan Presiden Prabowo, tetapi Simon Petrus Kamlasi tidak pernah mengangkat telepon atau mencari muka di pejabat pusat,” ungkapnya.

Bahkan, imbuh WJR, saat Gunung Lewotobi meletus, SPK langsung pergi ke sana malam-malam, membawa bantuan bagi korban erupsi tanpa menunjukkan identitasnya sebagai calon gubernur.

“Ini adalah pemimpin yang memiliki hati yang tulus,” imbuhnya.

Bahkan saat konser amal di Lapangan Sitarda Kupang, lanjut WJR, Simon Petrus Kamlasi, nyaris tidak menghadiri konser kemanusiaan itu karena masih berbagi cerita dengan masyarakat di pedalaman Sumba.

“Waktu itu pesawat tidak boleh terbang karena abu vulkanik dari Lewotobi cukup membahayakan, tapi karena pertolongan Tuhan, Simon Petrus Kamlasi tiba di Kupang dan bisa mengikuti kegiatan kemanusiaan,” urai WJR.

WJR juga dengan tegas mengkritisi calon gubernur NTT Ansy Lema soal calon wakil gubernur dari paslon nomor urut satu itu.

“Ansy Lema juga salah cara memilih wakilnya. Seorang wanita lahir di Karawang, pengusaha, baru keluar dari PSI, masuk di Partai Hanura dan langsung jadi wagub. Seolah – olah wanita NTT tidak ada lagi yang hebat. Saya tahu persis kualitas perempuan NTT karena saya meliput sejak zaman Ben Mboi sampai sekarang ini,” pungkasnya.

WJR pun mengharapkan rakyat NTT tanggal 27 November, memilih itu pilihlah pemimpin yang bersih, yang rendah hati, bukan yang suka cari muka ke sana kemari, tapi yang cari muka di hadapan rakyat. (*)

Sumber (*/tim media SIAGA)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Sabu, Bank NTT & Investor Kerja Sama Bangun Tangki BBM di Pulau Sabu

    Pemkab Sabu, Bank NTT & Investor Kerja Sama Bangun Tangki BBM di Pulau Sabu

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Impian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua untuk mewujudkan daerahnya bebas dari krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) bakal berakhir. 9 (sembilan) bulan dari Oktober 2019, bakal didirikan tangki BBBM berkapasitas 1.000—2.000 kilo liter. Kepastian pembangunan tangki BBM tersebut disampaikan oleh Bupati Sabu Raijua, Ir. Nikodemus Rihi Heke usai bertemu dengan Direktur Utama […]

  • Perempuan dalam Problematik

    Perempuan dalam Problematik

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Perempuan dalam Problematik Oleh Yufengki Bria Tubuhmu merupakan bagian terlarang yang sepatutnya dilindungi Namun engkau selalu di jelma dengan berbagai rayuan hingga kesucian itu egkau relakan demi memuaskan hasrat laki-laki Tenagamu dikuras habis-habisan di sebuah industri besar, bahkan juga dalam urusan domestik Waktu belajar dan perjuanganmu sangat sekali dibatasi oleh sistem yang selalu mengharuskan engkau […]

  • 27 Pengungsi Luar Negeri Dipindahkan Ke Tanjung Pinang

    27 Pengungsi Luar Negeri Dipindahkan Ke Tanjung Pinang

    • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang NTT,gardaindonesia.id | 27 pengungsi luar negeri asal Afganistan dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang dipindahkan ke Tanjung Pinang, Batam, Kepualauan Riau, Selasa/16 Oktober 2018. Drs. Josef A. Nae Soi,MM., Gubernur 2 NTT menyatakan, pemindahan ini merupakan kebijakan dari Kementerian Hukum dan HAM RI. “KemenkumHAM sudah menyiapkan satu tempat di sana untuk membina para pengungsi. Semua […]

  • GAJI TINGGI! Modus Tindak Pidana Perdagangan Orang

    GAJI TINGGI! Modus Tindak Pidana Perdagangan Orang

    • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah mengungkap ratusan kasus TPPO. Dalam pengungkapannya, beberapa modus dilakukan para tersangka. Salah satunya yakni mengiming-imingi bekerja di luar negeri dengan gaji besar. Salah satu kasus yang diungkap dengan modus tersebut diungkap Polres Brebes, Polda Jawa […]

  • KBRI Kualalumpur Himbau TKI NonDokumen Ikut Program Pulang Sukarela

    KBRI Kualalumpur Himbau TKI NonDokumen Ikut Program Pulang Sukarela

    • calendar_month Ming, 24 Jun 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    NTT, gardaindonesia.id – Mulai 1 Juli 2018, akan dilaksanakan penangkapan dan razia besar-besaran bagi Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) Atau Para TKI yang tidak berdokumen lengkap. KBRI Kuala Lumpur mengimbau Pekerja Migran Indonesia (PMI) tak berdokumen agar mempertimbangkan segera mendaftar Program Penghantaran Pulang Sukarela (Program 3+1). Hal ini terkait dengan peringatan pemerintah Malaysia yang akan […]

  • Penguatan Kompetensi Pengawas Benih Tanaman untuk Mandiri Benih di NTT

    Penguatan Kompetensi Pengawas Benih Tanaman untuk Mandiri Benih di NTT

    • calendar_month Ming, 8 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Emmanuel Richardo, SP. Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda, Anggota Ikatan Pengawas Benih Tanaman Indonesia (IPBTI) Setiap tahun, Kementerian Pertanian menggelontorkan dana triliunan rupiah dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas pertanian baik itu menyangkut benih, pupuk maupun obat-obatan, alat dan mesin pertanian yang modern untuk memastikan bahwa produksi dan produktivitas pertanian mengalami peningkatan signifikan yang pada […]

expand_less