Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » ‘Whiskey Is Liquid Sunshine’ Wiski Adalah Sinar Mentari Cair

‘Whiskey Is Liquid Sunshine’ Wiski Adalah Sinar Mentari Cair

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
  • visibility 87
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

George Bernard Shaw bilang begitu. Mungkin konsep itulah yang bikin ia begitu kreatif dan produktif semasa hidupnya. Ia seorang sastrawan asal Irlandia, penulis naskah teater, kritikus dan juga aktivis politik. Tahun 1925 ia dianugerahi hadiah Nobel bidang sastra.

Lalu kita beralih ke Mississippi, salah satu negara bagian Amerika Serikat. Peristiwanya terjadi tahun 1952, dimana minuman beralkohol masih dilarang dibikin dan diperjualbelikan di negara bagian itu. Namun akibatnya, perdagangan gelap (black-market) menjadi marak.

The Whiskey Speech, pidato soal wiski yang terkenal itu.

Adalah Noah S. “Soggy” Sweat, Jr. seorang hakim, profesor bidang hukum, dan juga anggota parlemen di negara bagian Mississippi. Ia – sebagai politisi – kerap dicecar pertanyaan soal kebijakan minuman beralkohol. Saat itu isu seperti ini sama sensitifnya seperti di Indonesia saat ini.

Lalu ia jadi terkenal lantaran responsnya yang cemerlang, dengan apa yang dikenal sebagai “The Whiskey Speech”, pidato singkatnya di tahun 1952 menjawab polemik miras di negara bagian Mississippi saat itu. Isu yang selalu dihindari para politisi pragmatis ini justru dijawab oleh Noah S. Sweat.

Pidato singkat Noah ini dikenal sangat kuat argumentasi retorisnya. Begini ujarnya, (kita kutipkan lengkap sambil diterjemahkan).

My friends, I had not intended to discuss this controversial subject at this particular time. However, I want you to know that I do not shun controversy.

(Teman-teman, walau saya tidak bermaksud membahas topik kontroversial ini, khususnya pada saat ini. Namun, saya ingin kalian tahu bahwa saya tidak mau menghindar dari kontroversi.)

On the contrary, I will take a stand on any issue at any time, regardless of how fraught with controversy it might be.”

(Bahkan sebaliknya, saya akan mengambil sikap terhadap masalah apa pun dan kapan pun, tak peduli sekontroversial apa pun itu.)

You have asked me how I feel about whiskey. All right, this is how I feel about whiskey:”

(Kalian bertanya kepada saya bagaimana perasaan saya tentang wiski. Baiklah, inilah yang saya rasakan tentang wiski: )

If when you say whiskey you mean the devil’s brew, the poison scourge, the bloody monster, that defiles innocence, dethrones reason, destroys the home, creates misery and poverty, yea, literally takes the bread from the mouths of little children; if you mean the evil drink that topples the Christian man and woman from the pinnacle of righteous, gracious living into the bottomless pit of degradation, and despair, and shame and helplessness, and hopelessness, then certainly I am against it.”

(Jika ketika kalian mengatakan wiski maksudnya adalah minuman iblis, momok racun, monster berdarah, yang merusak kepolosan, mengacaukan nalar, menghancurkan rumah, menciptakan sengsara dan kemiskinan, ya, secara harafiah merebut roti dari mulut anak-anak; Jika yang kalian maksud adalah minuman jahat yang menjatuhkan pria dan wanita Kristen dari kebenaran sejati, dari hidup saleh ke jurang degradasi tanpa batas, dan putus asa, dan rasa malu dan tidak berdaya serta putus asa, maka tentu saja saya menentangnya.)

But, (Tetapi,)

“…if when you say whiskey you mean the oil of conversation, the philosophic wine, the ale that is consumed when good fellows get together, that puts a song in their hearts and laughter on their lips, and the warm glow of contentment in their eyes; if you mean Christmas cheer; if you mean the stimulating drink that puts the spring in the old gentleman’s step on a frosty, crispy morning; if you mean the drink which enables a man to magnify his joy, and his happiness, and to forget, if only for a little while, life’s great tragedies, and heartaches, and sorrows; if you mean that drink, the sale of which pours into our treasuries untold millions of dollars, which are used to provide tender care for our little crippled children, our blind, our deaf, our dumb, our pitiful aged and infirm; to build highways and hospitals and schools, then certainly I am for it.”

(Tetapi, jika kalian mengatakan wiski maksudnya adalah pelumas dalam percakapan, anggur filosofis, bir yang dikonsumsi ketika para sahabat berkumpul, yang bisa menaruh lagu di hati serta tawa di bibir mereka, dan pancaran kehangatan rasa puas di mata mereka; jika yang kalian maksud adalah keceriaan Natal; jika yang kalian maksud adalah minuman yang bisa menstimulasi orang tua untuk menempatkan musim semi pada langkahnya di pagi yang dingin; jika yang kalian maksud adalah minuman yang memungkinkan orang untuk memperbesar rasa gembiranya dan bahagianya, dan untuk melupakan, walau hanya sebentar, tragedi besar dalam hidup, dan sakit hati, serta kesedihan; jika yang kalian maksudkan adalah minuman itu, di mana penjualannya menuangkan ke dalam perbendaharaan kita jutaan dolar yang tak terhitung lagi, yang bisa digunakan untuk memberikan perawatan lembut bagi anak-anak kecil kita yang lumpuh, yang buta, yang tuli, yang bisu, yang lanjut usia, yang kondisinya menyedihkan serta lemah; untuk membangun jalan raya dan rumah sakit dan sekolah, maka tentu saja saya mendukungnya.)

This is my stand. I will not retreat from it. I will not compromise.”

(Inilah sikap saya. Saya tidak akan mundur darinya. Saya tidak akan kompromi.)

Kabarnya, Noah S. “Soggy” Sweat menghabiskan sampai 2,5 bulan untuk menyusun konsep pidatonya yang dikenal sebagai ‘The Wshiskey Speech’ ini.

Sekadar berbagi pengalaman negara yang sudah lebih dulu mengalaminya.

Baru saja hendak mengakhiri, ada teman yang mengirim via whatsapp, sebuah pesan yang cukup mengganggu pikiran. Tulisannya begini:

“Miras diklaim dapat menghancurkan generasi bangsa! Yang hobi miras tuh negara Jepang, Eropa, Amerika, Australia. Tapi kenapa yang hancur Suriah, Irak, Yaman dan Afghanistan?”

Bukankah di sana banyak sinar mentari? Mungkin kurang sinar mentari yang cair?

Benar-benar pesan yang mengganggu!

Minggu, 7 Maret 2021

Penulis merupakan Direktur Kajian Ekonomi, Kebijakan Publik & SDA Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB)

Foto utama oleh magazinvip.pl

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • RESTORATIF JUSTICE! Seteru Hangry Mooy vs Mathias Bisinglasi Selesai

    RESTORATIF JUSTICE! Seteru Hangry Mooy vs Mathias Bisinglasi Selesai

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Ba’a, Garda Indonesia | Adu mulut atau seteru antara sekretaris umum panitia pelaksana El Tari Memorial Cup ETMC XXXII Rote Ndao 2023, Hangry Mooy versus pelatih tim Persarai Sabu Raijua, Mathias Bisinglasi berujung penyelesaian melalui mediasi di Polres Rote Ndao. Baca juga: https://gardaindonesia.id/2023/08/ribut-panitia-dan-pelatih-etmc Pada Selasa, 22 Agustus 2023, bertempat di Satuan Reserse dan Kriminal Polres […]

  • Tergoresnya Makna Hari Anak Nasional—Peti Mati untuk Penegak Hukum

    Tergoresnya Makna Hari Anak Nasional—Peti Mati untuk Penegak Hukum

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rianti Aprilia Feoh Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tanggal 23 Juli dikenal sebagai peringatan Hari Anak Nasional, yang dimaknai sebagai kepedulian Bangsa Indonesia terhadap perlindungan kepada Anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong Keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak, sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa […]

  • Teroris Penyerang Mabes Polri Simpatisan ISIS, Kapolri Ungkap Isi Map Kuning

    Teroris Penyerang Mabes Polri Simpatisan ISIS, Kapolri Ungkap Isi Map Kuning

    • calendar_month Kam, 1 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, pelaku teror yang melakukan penyerangan di Mabes Polri merupakan seorang wanita berinisial ZA. “Bernama ZA (25), alamat di jalan Lapangan Tembak, Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur. Berdasarkan face recognation, sesuai,” urai Kapolri kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu, 31 Maret 2021. Baca juga : […]

  • Cerdas Saat Gunakan Obat, ‘Saat Anda Dapatkan, Ayo Tanya Lima O!’

    Cerdas Saat Gunakan Obat, ‘Saat Anda Dapatkan, Ayo Tanya Lima O!’

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kita terkadang enggan atau tidak mau dan tidak peduli untuk bertanya tentang manfaat dan efek samping dan hal lain saat membeli/mendapatkan obat di apotik. Kecenderungan ini sering terjadi dan sering diabaikan namun tahukah anda bahwa kita harus cerdas menggunakan obat Menyikapi kondisi tersebut, Apoteker sebagai pembawa perubahan /Agent Of Change (AOC) […]

  • Pengurus DPP IMO-Indonesia Periode 2022—2027 Dilantik Awal Desember

    Pengurus DPP IMO-Indonesia Periode 2022—2027 Dilantik Awal Desember

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pelantikan kepengurusan dewan pimpinan pusat ikatan media online (DPP IMO)-Indonesia masa bakti 2022–2027 pasca-musyawarah nasional (Munas I) pada 27 Oktober bakal digelar meriah oleh panitia pelaksana pada Jumat, 9 Desember 2022 di Sparks Life Hotel, Mangga Besar, Jakarta Pusat. Demikian disampaikan Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub Ismail saat ditanya terkait persiapan pelantikan […]

  • Kemenkumham dan BNNP NTT Tanggulangi Kasus Narkotika di Lapas & Rutan

    Kemenkumham dan BNNP NTT Tanggulangi Kasus Narkotika di Lapas & Rutan

    • calendar_month Kam, 28 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) NTT melalui Divisi Pemasyarakatan membangun kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT dalam upaya penanggulangan kasus narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan). Saat ini, tercatat ada puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk kasus narkotika di wilayah Nusa Tenggara Timur. […]

expand_less