Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Yayasan SSP Latih Ketrampilan Tenun Perempuan TTS

Yayasan SSP Latih Ketrampilan Tenun Perempuan TTS

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 31 Mar 2022
  • visibility 91
  • comment 0 komentar

Loading

SoE, Garda Indonesia | Yayasan Sanggar Suara Perempuan (SSP), Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sinergi dengan Duta Besar (Dubes) New Zealand Indonesia melalui program peningkatan ekonomi perempuan, melatih keterampilan menenun bagi 7 (tujuh) kelompok tenun di aula Yayasan SSP pada Rabu, 30 Maret 2022.

5 (lima) desa itu tersebar di 3 (tiga) kecamatan, yakni Kecamatan Mollo Selatan (Desa kesetnana, Desa Biloto, Desa Noenbila), Kecamatan Mollo Utara (Desa Ajobaki), dan Kecamatan Amanuban Tengah (Desa Sopo).

Direktur Yayasan SSP, Rambu Atanau Mella mengatakan, selama dua tahun ke depan (2022—2023), tujuh kelompok tenun itu akan diberikan pelatihan yang meliputi pewarnaan benang, menjahit kreasi kain tenun, pemasaran dan analisis usaha online maupun offline, serta melakukan penguatan pembinaan kelompok tenun.

“Pada tahun 2021, kita dapat panggilan Dubes New Zealand untuk membuat proposal. Kita coba ajukan proposal peningkatan ekonomi perempuan lewat menenun. Dan, puji Tuhan proposal kita diterima, sehingga dua tahun ke depan, kita bersama Dubes New Zealand akan mendampingi dan melatih tujuh kelompok tenun di Kabupaten TTS,” ungkapnya.

Dikatakannya, bahwa launching program ini sudah dilakukan pada 29 Maret 2022. Selain menghelat pelatihan dan pendampingan, akan dibangun satu unit rumah tenun di Desa Noinbila sebagai tempat menenun, pelatihan menenun dan pewarnaan, serta dijadikan galeri untuk memajang aneka hasil tenun ikat dan kreasi berbahan kain tenun.

“Lewat bantuan Duta Besar New Zealand, saat ini kita sementara membangun satu unit rumah tenun ikat,” sebutnya.

Selain meningkatkan ekonomi keluarga, program ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam mendesain aneka kreasi berbahan kain tenun, meningkatkan kapasitas para penenun, dan menghasilkan kain tenun yang berkualitas sesuai kebutuhan pasar.

“Kalau dua tahun program ini sudah berakhir, kita berharap tujuh kelompok yang menjadi sasaran penerima manfaat ini bisa terus melanjutkan dan mengembangkan program ini, sehingga bisa memberikan dampak yang lebih besar bagi kelompok tenun lainnya,” harap Rambu Mella. (*)

Penulis (*/Daud Nubatonis)

Editor (+Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idul Adha, Makna dan Sejarahnya

    Idul Adha, Makna dan Sejarahnya

    • calendar_month Kam, 29 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Hari Idul Adha biasanya ditetapkan beberapa bulan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Idul Adha yang dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban, identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, hingga domba. Penyembelihan hewan kurban ini tentu memiliki tata cara tersendiri sehingga tidak sembarang orang dapat melakukannya. Hari Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban? […]

  • KPK OTT Wali Kota Bandung

    KPK OTT Wali Kota Bandung

    • calendar_month Sab, 15 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap beberapa orang yang sedang melakukan tindak pidana korupsi. Operasi tangkap tangan dilakukan tim KPK, sejak siang hingga malam, pada Jumat, 14 April 2023. KPK segera menentukan sikap 1x 24 jam setelah penangkapan tersebut. Diduga terkait suap menyuap pengadaan barang dan […]

  • 21 Tahun LPJK—Potret Kiprahnya di Indonesia

    21 Tahun LPJK—Potret Kiprahnya di Indonesia

    • calendar_month Ming, 9 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kontribusi lembaga pengembangan jasa konstruksi (LPJK) dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan badan usaha di bidang jasa konstruksi secara nasional merupakan amanah masyarakat konstruksi Indonesia, telah dilalui melewati jalan panjang selama 21 tahun. “LPJK Indonesia dengan UU No 18 tahun 1999 secara mandiri telah terlibat aktif pada pembangunan infrastruktur di […]

  • Tatap Muka dengan Warga Cunca Wulang, Gubernur VBL : Pakai Riset Bangun NTT

    Tatap Muka dengan Warga Cunca Wulang, Gubernur VBL : Pakai Riset Bangun NTT

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Mabar-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bertatap muka dengan para Camat, Kepala Desa, tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan di Desa Cunca Wulang Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur di hari kedua kunjungan kerjanya. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/06/22/kunker-ke-mabar-gubernur-vbl-pinta-kelola-pantai-pede-berbasis-ekologis/ “Untuk membangun NTT, kita bekerja harus dimulai dengan riset. Kita […]

  • Gugus Tugas : Kaum Muda Kebanyakan Tidak Sadar Terinfeksi Covid-19

    Gugus Tugas : Kaum Muda Kebanyakan Tidak Sadar Terinfeksi Covid-19

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Budi Santoso mengatakan kebanyakan kaum muda tidak sadar telah terinfeksi Covid-19 sehingga tidak merasa sebagai pembawa virus yang bisa menularkan kepada orang lain. “Bagi kaum muda, Covid-19 kebanyakan tidak ada gejala atau tidak ada gejala klasik yang sering kita sebut sebagai orang […]

  • DPR RI Ketok Palu Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun

    DPR RI Ketok Palu Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan 80 juta anak Indonesia dengan melakukan terobosan progresif melalui pengesahan RUU Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. “Batas minimal umur perkawinan bagi perempuan dan laki-laki dipersamakan, yaitu 19 tahun,” ujar Menteri Pemberdayaan […]

expand_less