Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » 10 Tahun Lalu, Terima Kasih Jateng

10 Tahun Lalu, Terima Kasih Jateng

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Prihati Utami

10 tahun yang lalu. Saya adalah salah satu orang yang pesimis dengan sosok satu ini,  Ganjar Pranowo.

Halah….paling ya gitu-gitu aja.

Suatu hari saat pelantikan pak Ganjar di periode pertama. Saya melihat seorang lelaki, mengenakan jas hitam hendak masuk ke gedung tempat pelantikan, tepatnya di DPRD Provinsi Jateng.

Dia adalah tamu, tapi saya tidak tahu persis beliau siapa.

Waktu itu, saya adalah wartawan junior yang memang belum lama terjun ke lapangan. Tapi, saya sudah bertemu beberapa pejabat. Bahkan pernah dijewer pejabat tertentu saat menanyakan hal yang dia tidak suka. Saat itu, pemikiran saya, semua pejabat sama saja…90 persen menyebalkan.

Bapak berjas hitam itu masuk bareng dengan saya, tapi lalu dicegat petugas karena enggak bawa undangan. Maklum lah, pengamanan berlapis.

Bapak itu pun enggak marah, hanya bilang “baik pak, boleh saya berhenti dan tunggu di sini”.

Petugas jaga akhirnya membawa bapak itu ke sudut ruangan dan si bapak tampak menghubungi seseorang.

Tentu kejadian itu membuat saya tertarik. Saya pun berhenti sejenak, berpikir siapa tahu si bapak itu emosi dan cek cok. Enggak mungkin kan kalau gak ada kepentingan ikutan masuk pas pelantikan.

Penasaran sih, siapa ya orang itu.

Tapi karena terlalu lama, saya pun terpaksa naik ke atas. Pelantikan dan tamu penting di lantai 1, sedang wartawan dan tamu undangan lain waktu itu di lantai 2.

Sesaat setelah saya di lantai atas. Saya lihat lagi bapak itu. Lalu ada anak kecil nyeletuk, “Pakde gak boleh masuk ya, karena enggak bawa undangan”

“Iya sudah enggak papa, tadi juga kalau memang gak bisa masuk pakde mau nunggu di luar” seperti itulah kira-kira percakapan mereka. Dan tetap adem ayem enggak bilang, penjaganya ngawur bla bla bla….seperti kalau pas kita kesel karena enggak dibolehin masuk suatu acara.

Setelah saya perhatikan, mereka ternyata keluarga besar Pak Ganjar Pranowo. “Target sasaran berita nih” kata saya dalam hati.

Usai acara pelantikan, saya akhirnya nyamperin rombongan keluarga Pak Ganjar. Dan ngobrol dengan begitu hangatnya. Dari obrolan itu akhirnya saya tahu, lelaki itu adalah kakak dari Pak Ganjar yang namanya Pambudi.

Saat itu saya berpikir, kok begitu ya. Biasanya keluarga pejabat tentu akan lebih arogan dari pejabatnya itu sendiri. Kok ini enggak ya.

Dari obrolan itu, Pak Pambudi mengatakan setelah Pak Ganjar menjadi Gubernur, seluruh keluarga juga harus semakin santun. Sehingga jangan sekali-kali memanfaatkan jabatan Ganjar sebagai Gubernur.

“Saya juga tadi sempat tidak boleh masuk gedung karena undangan dibawa istri dan sudah di dalam, saya juga mengalah tidak apa-apa. Akhirnya ada staf yang mengingatkan petugas jaga, saya sendiri malah yang tidak enak. Kami harus saling menjaga dan tidak mau dibilang sok keluarga gubernur, kami harus lebih santun,” ujar Pambudi ketika itu.

Bukan hanya dengan Pak Pambudi, saat itu saya pun sempat ngobrol dengan ibunda Pak Ganjar, Ibu Sri Suparni. Ibu Suparni hanya menyampaikan harapan agar putranya bisa mengemban amanah dan mewujudkan janji saat kampanye. “Nyambut gawe seng bener, orasah macem-macem (bekerja yang baik, tidak usah macam-macam),” katanya.

Mungkin, orang berpikir peristiwa ini sepele. Tapi bagi saya tidak, sikap dari sang kakak itu menurut saya memang didikan keluarga yang juga tertanam di diri seorang Ganjar Pranowo. Yang menjadikan Ganjar seperti sekarang.

Ini hanyalah secuil kisah yang mengawali penilaian saya pada Pak Ganjar. Meski itu baru satu step dan belum mengubah banyak pikiran saya waktu itu. Karena pejabat yang saya kenal sebelumnya ya begitu-begitu saja. Minta dilayani, susah ditemui, arogan, sombong dan lainnya.

Tapi…. setelah saya tahu banyak tentang Pak Ganjar, tak terhitung kisah-kisah yang saya alami ataupun mendapat cerita dari orang lain yang akhirnya membuat saya mengatakan ya, Pak Ganjar adalah pelayan masyarakat. Kedatangannya dinantikan, kerjanya beneran, bicaranya penuh kehangatan.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirut PLN Pastikan Sistem Kelistrikan World Water Forum Andal

    Dirut PLN Pastikan Sistem Kelistrikan World Water Forum Andal

    • calendar_month Sel, 21 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua, Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo meninjau langsung posko utama kelistrikan Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (KTT WWF) di Kawasan Nusa Dua, Bali pada Minggu, 19 Mei 2024. ”Kami ingin benar-benar memastikan pasokan listrik yang andal dan tanpa kedip untuk menyukseskan gelaran ini. Ajang ini menjadi kesempatan kami untuk turut menjaga nama […]

  • Taat Pesan Kapolres Belu, Kapolsek Raimanuk Semangat Melayani

    Taat Pesan Kapolres Belu, Kapolsek Raimanuk Semangat Melayani

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Luas wilayah hukum Polsek Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan halangan dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat. Hal ini merupakan wujud ketaatan Kapolsek Raimanuk, IPDA Ilmudin bersama jajarannya terhadap pesan Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto. “Semua anggota polsek tinggal di Atambua. Akses jalan, ketersediaan air bersih dan jaringan […]

  • Mengenal Syamsul Jahidin, Mantan Satpam Pengguncang Markas Polisi

    Mengenal Syamsul Jahidin, Mantan Satpam Pengguncang Markas Polisi

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Loading

    Publik ramai membicarakan sosok pemberani, dan mantan Satpam. Sosok ini telah mengguncang markas polisi. Dialah Syamsul Jahidin, bukan Syamsul yang itu ya. Ini asli Syamsul pemberani. Namanya, dari lahir memang Syamsul Jahidin. Ia bukanlah dari akademi kepolisian, bukan dari barisan keluarga ningrat, melainkan dari pos satpam. Tempat paling jujur untuk belajar tentang negara, menjaga pintu, […]

  • Sikap Etis

    Sikap Etis

    • calendar_month Sab, 3 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh : Saidiman Ahmad Dulu pernah ada pejabat publik yang sangat jujur dan berani. Namanya Baharuddin Lopa. Sebelumnya, yang juga terkenal lurus adalah Jenderal Polisi Hoegeng, Iman Santoso. Keduanya sudah wafat. Setelah keduanya, muncul Mahfud MD dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mahfud MD dan Ahok adalah dua pejabat publik paling berintegritas di Indonesia saat ini. Mereka […]

  • Penyebar Seruan Jihad Lawan Densus 88-Bakar Polres Ditangkap

    Penyebar Seruan Jihad Lawan Densus 88-Bakar Polres Ditangkap

    • calendar_month Sen, 22 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri menangkap AW (35), penyebar seruan jihad melawan Densus 88 Antiteror Polri dan memprovokasi agar membakar polres-polres yang ada di Indonesia. AW ditangkap di kediamannya di wilayah Bandung, Jawa Barat. “Terkait provokasi melalui media sosial yang telah di-posting dan beredar viral di media sosial di mana pelakunya adalah atas nama inisial […]

  • Terima Komisi I DPRD Provinsi NTT, Bupati Belu Pastikan Lintas Batas Diperketat

    Terima Komisi I DPRD Provinsi NTT, Bupati Belu Pastikan Lintas Batas Diperketat

    • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH., FINASIM., didampingi Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M., menerima kunjungan kerja (Kunker) Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPRD Prov. NTT) di ruang kerja Bupati Belu, pada Kamis, 1 Juli 2021. Bupati Belu, menyampaikan, penularan Covid–19 menjadi tren […]

expand_less