Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » 25 Orang Meninggal Akibat Virus Corona, Ini Imbauan Ikatan Dokter Indonesia

25 Orang Meninggal Akibat Virus Corona, Ini Imbauan Ikatan Dokter Indonesia

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 24 Jan 2020
  • visibility 67
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Pneumonia dapat menyerang siapa saja, seperti anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usia, namun lebih banyak pada balita dan lanjut usia. Angka kejadian pneumonia lebih sering terjadi di negara berkembang.

Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Jumat, 24 Januari 2020, Ketua Umum IDI dr. Daeng M Faqih, S.H., M.H. menyampaikan bahwa Pneumonia dibagi menjadi tiga yaitu community acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas, hospital acquired pneumonia (HAP) dan ventilator associated pneumonia (VAP), dibedakan berdasarkan darimana sumber infeksi dari pneumonia. Pneumonia yang sering terjadi dan dapat bersifat serius bahkan kematian yaitu pneumonia komunitas.

Saat ini sedang terjadi kasus-kasus pneumonia berat yang bermula dari adanya laporan 27 kasus di kota Wuhan, Tiongkok. Penyebabnya adalah coronavirus jenis baru yang dikenal sebagai Novel Coronavirus (2019-nCOV). Kasus-kasus ini kemudian meningkat cepat. Hingga tanggal 23 Januari 2020 dilaporkan telah mencapai 830 lebih kasus di seluruh dunia dan 25 orang meninggal dunia.

Selain di Wuhan, beberapa Negara melaporkan kasus-kasus serupa dengan di Wuhan yaitu di Thailand, HongKong, Macau, Jepang, Vietnam, Singapura, Korea Selatan dan USA. Namun, WHO belum merekomendasikan secara spesifik untuk traveler atau restriksi perdagangan dengan Tiongkok. Saat ini WHO masih terus melakukan pengamatan.

Gejala yang muncul pada pneumonia ini mirip & organ geumonia pada umumnya, diantaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak atau kesulitan bernapas. Perlu diwaspadai pada orang dengan usia lanjut dan balita. Pada orang dengan lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta lain, memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi.

Masa inkubasi pada penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun rata-rata gejala timbul setelan 2—14 hari. Metode transmisi belum diketahui dengan pasti pula. Awalnya virus ini diduga bersumber dari hewan. Namun ternyata telah ditemukan penularan dari manusia ke manusia

Terkait pencegahan, belum ada vaksin untuk mencegah kasus ini karena pneumonia pada kasus outbreak saat ini disebabkan oleh coronavirus jenis baru. Menyikapi hal ini, PB.IDI mengimbau agar :

Pertama, Masyarakat jangan panik.

Kedua, Masyarakat tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke RS/fasilitas kesehatan terdekat;

Ketiga, Melakukan dan meningkatkan gaya hidup sehat, yakni :

  • Menjaga kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata; serta setelah memegang instalasi publik. Caranya dengan mencuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan sanitizer alkohol 70-80%;
  • Hindari mengusap mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan;
  • Menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin atau batuk;
  • Gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika memiliki gejala saluran napas;
  • Istirahat bila sedang sakit;
  • Menjaga kesehatan dengan mengonsumsi buah dan sayur minimal 3 kali per hari dan makan makanan bergizi.

Ikatan Dokter Indonesia juga memberikan saran-saran lain yakni :

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit infeksi saluran napas;
  • Sering mencuci tangan, khususnya setelah kontak dengan pasien dan lingkungannya;
  • Hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar (wild animals);
  • Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan;
  • Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan;
  • Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

Sumber berita (*/Rilis IDI—IMO Indonesia)
Editor (+rony banase) Foto oleh BeritaBeta

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilmuwan HITPI Apresiasi Tata Kelola Lahan Kering oleh Kelompok Tani Kaifo Ingu

    Ilmuwan HITPI Apresiasi Tata Kelola Lahan Kering oleh Kelompok Tani Kaifo Ingu

    • calendar_month Sen, 11 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekitar 40 ilmuwan HITPI berkunjung ke 3 (tiga) lokasi berbeda di Kabupaten Kupang guna melihat lebih dekat sistem tata kelola lahan kering yang diterapkan oleh Kelompok Tani Setetes Madu di Camplong II, Yayasan Williams dan Laura dan Kelompok Tani Kaifo Ingu di Air Bauk Desa Babau. Tata kelola Lahan Kering oleh […]

  • Ala Virtual, BNN Kota Kupang Semarakkan Puncak HANI 2023

    Ala Virtual, BNN Kota Kupang Semarakkan Puncak HANI 2023

    • calendar_month Sel, 27 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 1Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Hari Anti Narkotika Internasional atau International Day against Drug Abuse and Illicit Trafficking diperingati oleh negara-negara di dunia pada tanggal 26 Juni setiap tahunnya untuk memperkuat aksi dan kerja sama dalam mencapai dunia yang bebas dari penyalahgunaan narkotika. Tanggal tersebut ditetapkan berdasarkan Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nomor : 42/112 pada 7 Desember […]

  • Riak Ombak di Tepian Pulau Waibalun Flores Timur

    Riak Ombak di Tepian Pulau Waibalun Flores Timur

    • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka-NTT, Garda Indonesia | Sebait sajak tak berjudul mengawali tulisan kecilku ini. Tulisan yang akan menggambarkan indahnya alam kampungku dengan pesona Pulau kecil di laut sana, Pulau Waibalun namanya. Riak ombak menari di tepian pantai… Suara merdu burung membahana membelai sunyi… Angin pantai cumbui dedaunan hijau pewarna nusaku… Deru dan menderu melanda sunyi di sekujur […]

  • Lima Pasien Covid–19 di Belu Meninggal Akibat Penyakit Penyerta

    Lima Pasien Covid–19 di Belu Meninggal Akibat Penyakit Penyerta

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Dua bulan terakhir (Juni—Juli 2021, red), pasien Covid–19 yang meninggal di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjumlah 5 (lima) orang. “Pasien – pasien yang meninggal ini adalah mereka yang datang  dengan penyakit penyerta. Tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi berat. Pasien yang pertama, penyakit jantung derajat 4, sudah […]

  • Presiden Jokowi Minta Daerah Jangan Anggap Enteng Pandemi Covid-19

    Presiden Jokowi Minta Daerah Jangan Anggap Enteng Pandemi Covid-19

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Loading

    Kalteng, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengingatkan pemerintah daerah agar tetap berhati-hati dalam mengendalikan sebaran pandemi Covid-19 di daerahnya karena akan berpengaruh terhadap sebaran di seluruh Tanah Air. Presiden juga meminta daerah tidak terlena dengan angka positif Covid-19 yang rendah dan tidak menganggap enteng pandemi ini, terutama setelah melihat laporan penambahan kasus positif hari […]

  • Kisruh Internal KNPI; Bamsoet: ‘Segera Mungkin Selesaikan’

    Kisruh Internal KNPI; Bamsoet: ‘Segera Mungkin Selesaikan’

    • calendar_month Sen, 14 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap perpecahan di dalam tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dapat segera mungkin diselesaikan. Terlebih, baik KNPI pimpinan Abdul Azis dan KNPI pimpinan Noer Fajrieansyah serta Haris Pertama telah sepakat menyatukan kembali KNPI yang terbelah. “Alhamdulilah dari pertemuan dengan Abdul Azis dan Noer Fajrieansyah, dan sebelumnya […]

expand_less