Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » 25 Orang Meninggal Akibat Virus Corona, Ini Imbauan Ikatan Dokter Indonesia

25 Orang Meninggal Akibat Virus Corona, Ini Imbauan Ikatan Dokter Indonesia

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 24 Jan 2020
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Pneumonia dapat menyerang siapa saja, seperti anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usia, namun lebih banyak pada balita dan lanjut usia. Angka kejadian pneumonia lebih sering terjadi di negara berkembang.

Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Jumat, 24 Januari 2020, Ketua Umum IDI dr. Daeng M Faqih, S.H., M.H. menyampaikan bahwa Pneumonia dibagi menjadi tiga yaitu community acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas, hospital acquired pneumonia (HAP) dan ventilator associated pneumonia (VAP), dibedakan berdasarkan darimana sumber infeksi dari pneumonia. Pneumonia yang sering terjadi dan dapat bersifat serius bahkan kematian yaitu pneumonia komunitas.

Saat ini sedang terjadi kasus-kasus pneumonia berat yang bermula dari adanya laporan 27 kasus di kota Wuhan, Tiongkok. Penyebabnya adalah coronavirus jenis baru yang dikenal sebagai Novel Coronavirus (2019-nCOV). Kasus-kasus ini kemudian meningkat cepat. Hingga tanggal 23 Januari 2020 dilaporkan telah mencapai 830 lebih kasus di seluruh dunia dan 25 orang meninggal dunia.

Selain di Wuhan, beberapa Negara melaporkan kasus-kasus serupa dengan di Wuhan yaitu di Thailand, HongKong, Macau, Jepang, Vietnam, Singapura, Korea Selatan dan USA. Namun, WHO belum merekomendasikan secara spesifik untuk traveler atau restriksi perdagangan dengan Tiongkok. Saat ini WHO masih terus melakukan pengamatan.

Gejala yang muncul pada pneumonia ini mirip & organ geumonia pada umumnya, diantaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak atau kesulitan bernapas. Perlu diwaspadai pada orang dengan usia lanjut dan balita. Pada orang dengan lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta lain, memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi.

Masa inkubasi pada penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun rata-rata gejala timbul setelan 2—14 hari. Metode transmisi belum diketahui dengan pasti pula. Awalnya virus ini diduga bersumber dari hewan. Namun ternyata telah ditemukan penularan dari manusia ke manusia

Terkait pencegahan, belum ada vaksin untuk mencegah kasus ini karena pneumonia pada kasus outbreak saat ini disebabkan oleh coronavirus jenis baru. Menyikapi hal ini, PB.IDI mengimbau agar :

Pertama, Masyarakat jangan panik.

Kedua, Masyarakat tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke RS/fasilitas kesehatan terdekat;

Ketiga, Melakukan dan meningkatkan gaya hidup sehat, yakni :

  • Menjaga kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata; serta setelah memegang instalasi publik. Caranya dengan mencuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan sanitizer alkohol 70-80%;
  • Hindari mengusap mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan;
  • Menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin atau batuk;
  • Gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika memiliki gejala saluran napas;
  • Istirahat bila sedang sakit;
  • Menjaga kesehatan dengan mengonsumsi buah dan sayur minimal 3 kali per hari dan makan makanan bergizi.

Ikatan Dokter Indonesia juga memberikan saran-saran lain yakni :

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit infeksi saluran napas;
  • Sering mencuci tangan, khususnya setelah kontak dengan pasien dan lingkungannya;
  • Hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar (wild animals);
  • Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan;
  • Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan;
  • Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

Sumber berita (*/Rilis IDI—IMO Indonesia)
Editor (+rony banase) Foto oleh BeritaBeta

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPD Hanura NTT Sepakat Dorong Oesman Sapta Odang Kembali Pimpin Hanura

    DPD Hanura NTT Sepakat Dorong Oesman Sapta Odang Kembali Pimpin Hanura

    • calendar_month Sen, 14 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Hanura NTT yang dihelat pada 11—14 Oktober 2019 di Neo Aston Hotel Kupang; bertujuan untuk mengevaluasi hasil pencapaian Partai Hanura pada Pemilihan legislatif 2019 yang lalu. Ketua DPD Partai Hanura Provinsi NTT, Drs. Refafi Gah, S.H., M.Pd. mengatakan salah satu tujuan dari kegiatan Rapimda DPD Partai Hanura […]

  • TNI: Pembubaran Aksi Massa Pengibar Bendera GAM di Aceh Persuasif dan Sesuai Hukum

    TNI: Pembubaran Aksi Massa Pengibar Bendera GAM di Aceh Persuasif dan Sesuai Hukum

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Loading

    Freddy menyatakan pelarangan pengibaran bendera bulan bintang didasarkan pada aturan hukum karena simbol tersebut dikaitkan dengan gerakan separatis yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI.   Lhokseumawe | Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan pembubaran aksi massa di Lhokseumawe, Aceh, dilakukan secara persuasif dan sesuai ketentuan hukum. Pembubaran dilakukan karena massa membawa […]

  • Tarian Ofa Langga dari Jemaat Talitakumi Sambut Pawai Paskah 2019

    Tarian Ofa Langga dari Jemaat Talitakumi Sambut Pawai Paskah 2019

    • calendar_month Sel, 23 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pdt Ven Makunimau Gembala Gereja GMIT Talitakumi Pasir Panjang dan 37 orang Jemaat membawakan Tarian Adat dari Pulau Rote, dengan mengenakan pakaian adat berupa perpaduan baju putih, sarung/kain tenun ikat dan dilengkapi Topi Ti’ilangga (laki-laki) dan Bulan Sabit (perempuan) menambah semarak Pawai Paskah 2019 Tarian Ofa Langga menjadi tarian pembuka […]

  • Tangani Pandemi, Klaster Pilkada Jadi Perhatian Serius Presiden Jokowi

    Tangani Pandemi, Klaster Pilkada Jadi Perhatian Serius Presiden Jokowi

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang bakal dilaksanakan pada 9 Desember 2020, menjadi salah satu perhatian serius pemerintah dalam hal penyebaran Covid-19. Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna mengenai Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi Tahun 2021 yang dihelat di Istana Negara, Jakarta, […]

  • KKLP Penerjemahan Kantor Bahasa NTT Bimtek Penulis Kearifan Lokal

    KKLP Penerjemahan Kantor Bahasa NTT Bimtek Penulis Kearifan Lokal

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Penerjemahan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur mengadakan Bimbingan Teknis Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Berbasis Kearifan Lokal di Provinsi Nusa Tenggara Timur, bertempat di Hotel Sotis Kota Kupang. Kegiatan ini dihelat selama 5 (lima) hari pada 11—15 April 2023, dihadiri 50 peserta yang berasal […]

  • Duta Anak dari Rote dan Sikka Terpilih Jadi Duta Anak Provinsi NTT 2021

    Duta Anak dari Rote dan Sikka Terpilih Jadi Duta Anak Provinsi NTT 2021

    • calendar_month Ming, 27 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Konferensi Daerah (Konferda) Anak Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung secara luring dan daring pada 24—26 Juni 2021 berhasil menyeleksi, menetapkan, dan mengukuhkan perwakilan Duta Anak Provinsi NTT tahun 2021. Konferda Anak secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dilaksanakan di aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi […]

expand_less