Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bahasa Sastra » ‘68 Bahasa Daerah di NTT’, Ayo Pelihara & Lestarikan!

‘68 Bahasa Daerah di NTT’, Ayo Pelihara & Lestarikan!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 5 Feb 2019
  • visibility 139
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Nusa Tenggara Timur, Provinsi yang memiliki penduduk sebanyak 5,4 Juta jiwa (=Data BPS NTT 2019) dan terdapat 16 suku yang mendiami beberapa pulau besar dan kecil antara lain, Suku Helong; Dawan; Tetun; Kemak; Marae; Rote; Sabu; Sumba; Riung; Nagda; Ende Lio; Sikka-Kroweng Muhang; Lamaholot; Kedang; Labala; dan Alor Pantar. Provinsi yang biasa disebut dengan Flobamorata ini memiliki 68 Bahasa Daerah (=Data Kantor Bahasa NTT).

Provinsi yang diberi predikat sebagai Nusa Terindah Toleransi dan memperoleh penghargaan sebagai provinsi dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia ini kaya akan ragam suku dan budaya termasuk bahasa daerah.

Kepala Kantor Bahasa NTT, Valentina Lovina Tanate, S.Pd., kepada media ini, Senin/4/2/2019 mengatakan terdapat 68 (enam puluh delapan) bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur dengan perincian sebagai berikut:

  1. Bahasa Abui;
  2. Bahasa Adang;
  3. Bahasa Alor;
  4. Bahasa Anakalang;
  5. Bahasa Bajo;
  6. Bahasa Bajo Delang;
  7. Bahasa Batu;
  8. Bahasa Blagar;
  9. Bahasa Buna (Bunak);
  10. Bahasa Dawan;
  11. Bahasa Deing;
  12. Bahasa Dulolong;
  13. Bahasa Gaura;
  14. Bahasa Hamap;
  15. Bahasa Helong;
  16. Bahasa Hewa;
  17. Bahasa Kabola;
  18. Bahasa Kaera;
  19. Bahasa Kalela (Kawela);
  20. Bahasa Kamang;
  21. Bahasa Kambera;
  22. Bahasa Kambera Pandawai;
  23. Bahasa Kedang;
  24. Bahasa Kemak;
  25. Bahasa Kiraman;
  26. Bahasa Klamu;
  27. Bahasa Klon;
  28. Bahasa Kolama;
  29. Bahasa Komodo;
  30. Bahasa Kui;
  31. Bahasa Kulatera;
  32. Bahasa Lababa;
  33. Bahasa Lamaholot;
  34. Bahasa Lamatuka;
  35. Bahasa Lamboya;
  36. Bahasa Lewuka;
  37. Bahasa Lio;
  38. Bahasa Lura;
  39. Bahasa Mambora;
  40. Bahasa Manggarai;
  41. Bahasa Manulea;
  42. Bahasa Melayu;
  43. Bahasa Nage;
  44. Bahasa Namut;
  45. Bahasa Ndao;
  46. Bahasa Ndora;
  47. Bahasa Nedebeng;
  48. Bahasa Ngada;
  49. Bahasa Omesuri;
  50. Bahasa Palu’e;
  51. Bahasa Pura;
  52. Bahasa Raijua;
  53. Bahasa Retta;
  54. Bahasa Riung;
  55. Bahasa Rongga;
  56. Bahasa Rote;
  57. Bahasa Sabu;
  58. Bahasa Sawila;
  59. Bahasa Sikka;
  60. Bahasa So’a;
  61. Bahasa Sumba Barat;
  62. Bahasa Tabundung;
  63. Bahasa Teiwa;
  64. Bahasa Tetun;
  65. Bahasa Tewa;
  66. Bahasa Wanukaka (Wanokaka);
  67. Bahasa Wersing (Wirasina);
  68. Bahasa Wewewa (Wejewa).

Valentina menambahkan bahwa terkait jumlah bahasa, terdapat perbedaan antara Badan Bahasa Kemdikbud dan SIL (Summer Institute Linguistic)

Bahasa Daerah di NTT harus dilestarikan dengan melakukan komunikasi sehari-hari”, ujar Valentina Tenate

Lanjut Valentina, Bahasa Daerah dapat juga digunakan sebagai penunjang pariwisata. Sebagai contoh unik, terdapat 25 Bahasa Daerah di Pulau Alor.

“Generasi sekarang tidak bisa menggunakan Bahasa Daerah, karena salah satu penyebab hilangnya yakni adanya pernikahan campuran”, ungkap Valentina.

Di samping itu, tercatat setidaknya terdapat 671 bahasa daerah di Indonesia (dilansir dari kissparry.com; data Januari 2019) yang tersebar dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga Provinsi Papua, 34 Provinsi, atau sering mendengar dari Sabang sampai Merauke. Khusus Papua ditulis sendiri, mengingat ada 395 (semula 384) bahasa daerah.

Dari 671 Bahasa Daerah (dari sebelumnya 655 Februari 2018) itu jika dihitung dari penuturan di semua provinsi terhitung ada 750 bahasa yang dipakai seluruh provinsi di Indonesia. Akan tetapi karena ada beberapa bahasa yang dipakai di provinsi yang sama, kemudian bahasa itu hanya dihitung satu maka akhirnya hanya ada 671 bahasa daerah, contoh bahasa Jawa di gunakan di 15 provinsi.

Penulis dan editor (+rony banase)

Foto (*/deviantART.com)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edmundus Tita Yakin Agus Taolin Menang Telak di Dapil IV Belu

    Edmundus Tita Yakin Agus Taolin Menang Telak di Dapil IV Belu

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPRD Kabupaten Belu dari fraksi NasDem, Edmundus Tita menyatakan secara tegas dan penuh keyakinan, bahwa calon bupati Belu, Agustinus Taolin, yang berpasangan dengan calon wakil bupati Aloysius Haleserens dari paket SEHATI, nomor urut 2, sudah menang telak di Daerah Pemilihan (Dapil) IV, yang meliputi Kecamatan Tasifeto Barat, Kecamatan Raimanuk, dan […]

  • “Spirit of Togetherness” PPI Kota Kupang

    “Spirit of Togetherness” PPI Kota Kupang

    • calendar_month Ming, 23 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang,gardaindonesia.id-Dalam rangka merayakan HUT Organisasi Purna Paskibraka (PPI) Kota Kupang ke-20, diselenggarakan Turnamen Futsal Merah Putih Cup II, Minggu /23 September 2018 pukul 11.00 wita—selesai. Mengangkat tema Spirit Of Togetherness, Turnamen Futsal Merah Putih Cup II berlangsung di Lapangan Futsal Tanah Merah; dibuka oleh Asisten I Setda Kota Kupang,Yos Rera Beka yang merupakan pendiri […]

  • ‘Fun Walk Bank NTT’ Sarana Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Pelajar

    ‘Fun Walk Bank NTT’ Sarana Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Pelajar

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna memberikan edukasi dan pemahaman kepada para pelajar yang berada di Kota Kupang dan sekitarnya, maka pada Sabtu, 12 Oktober 2019, Bank NTT menghelat Jalan Santai (Fun Walk) bersama pelajar SMA/SMK. Berlokasi di arena bebas mobil atau car free day di Jalan El Tari Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bank […]

  • Kejagung Raih 74% Kepercayaan Publik, IMO-Indonesia Lecut Apresiasi

    Kejagung Raih 74% Kepercayaan Publik, IMO-Indonesia Lecut Apresiasi

    • calendar_month Jum, 19 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mengapresiasi tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung RI). “Tingginya tingkat kepercayaan publik atas kinerja Kejagung membuktikan keseriusan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam menahkodai lembaga tersebut,” kata Ketua Umum IMO Indonesia Yakub F. Ismail pada Jumat,19 April 2024. Yakub juga menilai banyak deretan prestasi yang telah […]

  • Sidak di Rutan Kefamenanu, Mercy Jone Tegas Tingkatkan Kualitas Pelayanan

    Sidak di Rutan Kefamenanu, Mercy Jone Tegas Tingkatkan Kualitas Pelayanan

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-TTU, Garda Indonesia | Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) NTT, Marciana Dominika Jone menegaskan bahwa bantuan hukum bagi orang tidak mampu dari Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) TTU adalah gratis karena semua biayanya telah dibayarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM melalui Kantor Wilayah NTT. “Laporkan kepada saya selaku Kakanwil melalui […]

  • Puting Beliung Terjang 4 Kelurahan di Bogor Selatan; 1 Orang Meninggal

    Puting Beliung Terjang 4 Kelurahan di Bogor Selatan; 1 Orang Meninggal

    • calendar_month Jum, 7 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, gardaindonesia.id | Cuaca mendung gelap akibat adanya awan Cumulonimbus telah menyebabkan bencana puting beliung menerjang wilayah Bogor Selatan Kota Bogor pada 6/12/2018 pukul 15.00 WIB. Puting beliung kemudian disertai hujan deras dan pohon tumbang melanda wilayah Kelurahan Cipaku, Kelurahan Batutulis, Kelurahan Pamoyanan dan Kelurahan Lawanggintung Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. Sutopo Purwo Nugroho Kepala […]

expand_less