Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Prof Wiku : Tak Ada Penerapan ‘Herd Immunity’ di Masa Pandemi

Prof Wiku : Tak Ada Penerapan ‘Herd Immunity’ di Masa Pandemi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 3 Jun 2020
  • visibility 81
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Beredar luas di jejaring sosial wacana herd immunity di masa pandemi, melalui pemulihan aktivitas masyarakat yang produktif dan aman Covid. Opini yang dibangun merujuk pada langkah penanganan menuju herd immunity. Pemerintah melalui Gugus Tugas Nasional secara tegas meluruskan bahwa tidak ada rencana untuk menerapkan konsep herd immunity.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa istilah herd immunity muncul dari bahasa asing. Istilah ini bermakna kekebalan dalam suatu kelompok atau kawanan. Dari satu orang yang terinfeksi, menjadi dua, tiga, empat orang, hingga mayoritas atau bahkan seluruh anggota kelompok tersebut memiliki imunitas, itulah herd immunity. Herd immunity membutuhkan minimal 70% dari populasi untuk terinfeksi, dan akhirnya kebal terhadap virus tersebut.

Prof. Wiku mengatakan bahwa herd immunity tidak mungkin terjadi dalam konteks Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan populasi yang besar. Populasi yang ada juga menghuni pulau, yang terpisah laut maupun daratan. Sehingga transmisi virus pun akan terhambat.

“Jadi kalau kita bicara herd immunity, seandainya sampai terjadi, mari kita berpikir logika bagaimana caranya ya antar pulau saling bisa menulari kalau mobilitas antar pulaunya tidak tinggi, lalu interaksinya juga tidak tinggi,” ujar Prof. Wiku saat berdialog di Media Center Gugus Tugas, pada Selasa, 2 Juni 2020.

Langkah yang dilakukan pemerintah bukan dengan penerapan kekebalan dalam sekelompok populasi. Hal ini akan memerlukan waktu yang sangat lama. Justru sebaliknya, pemerintah berusaha untuk memutus rantai di awal, dengan mencegah terjangkitnya Covid pada populasi dengan upaya preventif, seperti penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun.

“Kita cuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut. Jadi kalau ada virusnya di tangan kita, di baju kita, selama tidak masuk ke dalam mukosa, berarti sebenarnya tidak bisa,” tambah Prof. Wiku.

Ia juga mengilustrasikan, “herd immunity itu bisa muncul, kalau kita semua berdampingan, kita senggol-senggolan, tapi semuanya tertutup seperti ini, tidak akan terbentuk penularan sehingga imunitasnya tidak terbentuk. Nah bayangkan kalau semuanya sudah melakukan seperti itu jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, terus kita beraktivitas, kapan terbentuk herd immunity tadi?”

Secara sederhana Prof. Wiku mengatakan bahwa selama virus tidak masuk ke mukosa (mata, hidung dan mulut), secara tidak langsung imunitas atau proteksi masyarakatnya tidak akan terbentuk.

Gelombang Kedua Dapat Dicegah

Sementara itu, ada kekhawatiran adanya gelombang kedua yang mungkin dipicu oleh arus balik maupun kedatangan anak buah kapal (ABK), pekerja migran, maupun mereka yang pulang dari luar negeri.

Menyikapi kekhawatiran itu, Ketua Laboratorium Mikrobiologi FKUI Prof. Pratiwi Sudarmono menyampaikan bahwa ketakutan sebagian masyarakat tidak diikuti perilaku yang tepat.

“Takut gelombang kedua, tapi sekarang kayaknya mereka [masyarakat] merasa lebih leluasa untuk pergi ke sana kemari. Ada yang pergi tanpa masker, pergi ke tempat berkerumun, mulai coba minum kopi, pergi ke restoran, dan seterusnya. Jadi ketakutannya iya tetapi perilakunya tidak,” ujar Prof. Pratiwi.

Prof. Pratiwi mengatakan virus ini dari waktu ke waktu melakukan perubahan pada dirinya. Mutasi secara kontinu ini sangat mudah terjadi mengingat sifat virus ini sebagai virus RNA. Oleh karena itu, menurutnya perlu sikap yang tepat untuk menghadapi potensi penularan.

Panduan kesehatan, seperti penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak merupakan panduan penting untuk melindungi diri dari penyakit ini. Dengan perubahan perilaku, gelombang kedua penyebaran virus SARS-CoV-2 dapat senantiasa dicegah.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hina Masyarakat, Oknum Anggota DPRD Belu Terancam Jadi Tersangka

    Hina Masyarakat, Oknum Anggota DPRD Belu Terancam Jadi Tersangka

    • calendar_month Kam, 22 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Proses hukum lanjutan terhadap oknum anggota DPRD Belu Fraksi Gerindra berinisial MMNB yang dilaporkan ke Polres Belu atas kasus dugaan penghinaan terhadap 9 (sembilan) orang warga Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan. Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Belu […]

  • Kemen ESDM Bertekad Penuhi Listrik & Air Bagi Warga NTT

    Kemen ESDM Bertekad Penuhi Listrik & Air Bagi Warga NTT

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, NTT menjadi salah satu daerah prioritas perhatian dari Kementerian ESDM. Kementeriannya akan berupaya optimal untuk meningkatkan penyediaan listrik dan air minum di NTT. “Hati saya pasti di NTT. Coba aja, bawa foto saya tanpa nama dari Atambua sampai Kupang, dari Larantuka […]

  • Banjir di Sumba Timur Hanyutkan Dua Rumah, 230 Jiwa Mengungsi

    Banjir di Sumba Timur Hanyutkan Dua Rumah, 230 Jiwa Mengungsi

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Timur, Garda Indonesia | Banjir menghanyutkan dua rumah warga Dusun Benda, Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu dini hari, 20 Mei 2020 sekitar pukul 02.00 WITA. Banjir dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit Sungai Pahunga Lodu meluap. Selain menghanyutkan dua unit rumah, banjir […]

  • Keluarga Bima Dompu & JNE Kupang Sedekah 1.000 Masker Cegah Covid-19

    Keluarga Bima Dompu & JNE Kupang Sedekah 1.000 Masker Cegah Covid-19

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan aktivitas belajar mengajar di sekolah, perkantoran tak dapat berjalan normal. Ekonomi pun tersendat dan banyak masyarakat terdampak akibat mewabahnya virus yang telah menelan korban jiwa mencapai 635 orang di Indonesia (Data Gugus Tugas Covid-19 Nasional per 22 April 2020). Berangkat […]

  • Ramadan 1442H, DPP PRISAI Buka Puasa Bersama dan Tekan Isu KRI Nanggala

    Ramadan 1442H, DPP PRISAI Buka Puasa Bersama dan Tekan Isu KRI Nanggala

    • calendar_month Jum, 30 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keluarga besar Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Insan Advokat Indonesia (DPP PRISAI) di bulan suci Ramadan 1442 H, melaksanakan silaturahmi internal sambil buka puasa bersama di Artha Gading Jakarta Utara pada Minggu, 25 April 2021, dihadiri Ketua umum DPP PRISAI Dr. (C) Helex Wirawan, S.E. M.H. Wakil Ketua Umum Dr. Yuspan Zalukhu, […]

  • Revitalisasi Bahasa Kambera, 50 Guru Utama Dapat Pelatihan

    Revitalisasi Bahasa Kambera, 50 Guru Utama Dapat Pelatihan

    • calendar_month Kam, 18 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu, Garda Indonesia | Merdeka Belajar Episode 17: Revitalisasi Bahasa Daerah merupakan salah satu kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai respons terhadap isu global kepunahan bahasa daerah. Pada tahun ini dua bahasa daerah ditambahkan dalam daftar bahasa yang direvitalisasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang pada tahun sebelumnya 5 bahasa […]

expand_less