Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum Kriminal » Kasus Korupsi Bawang Merah di Malaka, Ansy Lema: Itu Pencurian Uang Rakyat!

Kasus Korupsi Bawang Merah di Malaka, Ansy Lema: Itu Pencurian Uang Rakyat!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 12 Jun 2020
  • visibility 125
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Anggota DPR RI Komisi IV Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema mempertanyakan kelanjutan dan kejelasan penanganan kasus korupsi proyek pengadaan bibit bawang merah di Kabupaten Malaka tahun 2018.

Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang butuh penindakan dan penanganan serius.

Karena itu, melalui rilis yang diterima media ini pada Jumat, 12 Juni 2020, Ansy mendesak aparat penegak hukum untuk bersikap tegas, transparan, dan adil atas kasus ini. Masyarakat Malaka sementara menunggu kejelasan kasus ini, sekaligus berharap aparat hukum harus menindak tegas para pelaku korupsi. Keadilan harus ditegakkan, kejahatan korupsi diusut tuntas, pelakunya ditindak tegas sesuai hukum.

“Apa kabar kasus korupsi bawang merah di Malaka? Saya bertanya karena hingga saat ini belum ada kelanjutan dan kejelasan yang pasti tentang pengungkapan skandal kasus korupsi proyek pengadaan bibit bawang merah tahun anggaran sebesar 4,9 dari total nilai proyek sebesar Rp.10,8 miliar. Ini pencurian uang rakyat. Untuk kabupaten kecil seperti Malaka, ini angka fantastis. Tidak heran rakyat Malaka sudah lama menunggu jawaban atas kasus pengadaan bibit bawang merah tersebut,” ujar Ansy Lema di Jakarta (26 Mei 2020).

Sejauh ini Polda NTT telah menetapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka Yustinus Nahak beserta 8 (delapan) pihak lainnya sebagai tersangka pelaku korupsi bawang merah. Proyek pengadaan bibit bawang merah itu, merupakan program unggulan di bawah rentang kendali kebijakan bupati Malaka Stefanus Bria Seran sejak 2015.

Pembahasan anggaran pasti melibatkan DPRD Kabupaten Malaka. Aparat hukum harus berani menyelidiki dan mendalami pola relasi kekuasaan dan kewenangan eksekutif dan legislatif atas kasus ini. Jangan sampai terjadi makelar kasus yang mengakibatkan tertutupnya pengungkapan aktor-aktor utama korupsi bawang merah.

“Siapa pun pelakunya harus diusut tuntas. Transparansi, ketegasan dan komitmen aparat hukum demi rasa keadilan itu penting untuk mencegah moral hazard berupa praktik makelar kasus atau menghindari adanya bentuk pemerasan oleh oknum-oknum penegak hukum terhadap pihak-pihak yang sedang diperiksa demi menghentikan penanganan suatu kasus korupsi,” tegas Ansy.

Pihak penyidik Direktorat Reskrimsus Polda NTT telah melimpahkan tiga berkas perkara kasus korupsi pengadaan bawang merah tahun 2018 kepada pihak penuntut Kejaksaan Tinggi NTT pada Selasa 21 April 2020. Pihak kejaksaan telah merespons dengan mengembalikan berkas tersebut ke Polda untuk dilengkapi. Sampai saat ini belum ada kejelasan informasi dari Polda terkait materi apa yang harus dilengkapi oleh para penyelidik.

“Penyidik harus transparan memberi informasi kepada publik NTT, terutama rakyat Malaka agar tidak ada kesan aparat tidak serius terhadap pengusutan kasus korupsi. Sudah sampai di mana bolak-balik perkara antara penyidik dan jaksa? Mengapa terkesan ada tarik ulur? Padahal menurut ahli pidana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Dr Prija Djatmika, S.H. seharusnya tarik ulur berkas perkara tersebut bisa diminimalkan jika minimal dua alat bukti sudah terpenuhi. Ini penting agar jaksa segera memulai tugasnya untuk melakukan pendalaman dan penuntutan,” urai Ansy.

Menurut Ansy, korupsi bawang merah termasuk korupsi pangan yang terkait dengan hajat hidup orang banyak. Kemiskinan di NTT hingga kini adalah kemiskinan petani. Petani harus diberikan bantuan untuk membuka lahan kering, diberikan bibit, dan mendapat pendampingan untuk pembukaan lahan. Bantuan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan para petani justru dikorupsi. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, petani Malaka yang dijerat kemiskinan harus menanggung akibat dari mafia pangan yang bersembunyi di balik bantuan bibit bawang.

“Bantuan bibit yang seharusnya digunakan untuk kepentingan banyak orang dicuri oleh eksekutif pemerintah daerah dan bekerja sama dengan pengusaha. Mereka berpesta pora di balik penderitaan rakyat dan petani. Karena itu, penindakan kasus korupsi bawang di Malaka adalah indikator untuk menilai sejauh mana keberpihakan aparat penegakan hukum terhadap keadilan dan kepentingan masyarakat kecil,” tegas Ansy Lema.

Dalam Perpres Nomor: 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal tahun 2020—2024, Kabupaten Malaka termasuk salah satu dari 62 daerah tertinggal di Indonesia. Ironis bila upaya untuk mengeluarkan Malaka dari ketertinggalan tidak diikuti oleh penegakkan hukum kasus korupsi pangan. Penindakan tegas terhadap aktor-aktor korupsi merupakan bagian integral dari upaya membangun Malaka dari ketertinggalan. Korupsi menjadi salah satu faktor yang memiskinkan masyarakat.

“Kebijakan pembangunan sebaik apa pun jika tidak disertai SDM birokrasi yang bersih dari korupsi tidak akan berjalan efektif. Penindakan hukum yang tegas dan adil terhadap pelaku kasus korupsi pangan di Malaka saat ini harus menjadi momentum transformasi kepemimpinan yang bersih dari korupsi, sekaligus bersih-bersih eksekutif pemerintah daerah Malaka yang korup,” jelasnya.

Ansy Lema menambahkan agar tidak boleh terjadi pembelokan fokus pengusutan, dari pengusutan kasus korupsi kepada tuntutan pencemaran nama baik.

“Jangan sampai publik, masyarakat sipil dan media yang bersuara kritis dikriminalisasi dengan pasal pencemaran nama baik. Hal itu merupakan bentuk perlawanan para pihak yang diduga terlibat kasus korupsi untuk memukul balik kekritisan publik yang menghendaki pengusutan tuntas kasus korupsi,” pungkas Ansy Lema.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Media Ansy Lema)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ganjar “Melindungi” Jokowi dari Skenario Brutal

    Ganjar “Melindungi” Jokowi dari Skenario Brutal

    • calendar_month Sen, 27 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : As Lagi-lagi saya dibuat geleng-geleng kepala dengan sikap Ganjar Pranowo. Tiba-tiba, dia menolak Timnas Israel U-20 bermain di Indonesia. Padahal sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster dirundung habis-habisan karena mengeluarkan statement serupa di media. Jadilah sekarang, Ganjar jadi obyek serangan selanjutnya. Para pencinta bola dan masyarakat umum kompak menyerang Ganjar. Menganggap keputusannya itu tak […]

  • Sidang Etik Mantan Kapolres Ngada, Pelanggar Ajukan Banding

    Sidang Etik Mantan Kapolres Ngada, Pelanggar Ajukan Banding

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Kasus AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja mendapat pengawasan dari berbagai pihak, termasuk Kompolnas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Kementerian Sosial, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI); untuk memastikan jalannya proses sesuai dengan prosedur.   Jakarta | Divisi Propam Polri, pada Senin 17 Maret 2025, telah menyelesaikan sidang kode etik profesi Polri terhadap AKBP […]

  • Merlisa A Marsaoly Ingin Mengabdi dan Membangun Ternate

    Merlisa A Marsaoly Ingin Mengabdi dan Membangun Ternate

    • calendar_month Ming, 3 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Ternate, Garda Indonesia | Segera berlangsung Pemilihan Kepala Daerah di Ternate pada tahun 2020, kini calon – calon pemimpin di masa depan Ternate mulai bermunculan termasuk mantan Ketua DPRD Kota Ternate Merlisa A Marsaoly. Awak media sempat mengkonfirmasi via whatsahap terkait nama yang di gadang – gadang untuk calon Wali Kota Ternate periode 2020—2025 tersebut […]

  • Penjualan Kendaraan Listrik Tembus 53 Ribu Unit Semester I 2025

    Penjualan Kendaraan Listrik Tembus 53 Ribu Unit Semester I 2025

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Kenaikan ini dipimpin oleh dominasi battery electric vehicle (BEV) yang berhasil melampaui hybrid electric vehicle (HEV), menandai pergeseran preferensi konsumen ke arah kendaraan listrik murni.   Jakarta | Tren pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan percepatan signifikan pada paruh pertama tahun 2025. Berdasarkan data Gaikindo, sebanyak 53.650 unit EV telah terdistribusi sepanjang Januari hingga Mei, […]

  • Tiga Hari Pencarian, Korban Tenggelam di Lewolema Ditemukan

    Tiga Hari Pencarian, Korban Tenggelam di Lewolema Ditemukan

    • calendar_month Jum, 19 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Loading

    Lewoleba, Garda Indonesia | Korban tenggelam di Teluk Hading, Desa Sinar Hading, Kecamatan Lewolema akhirnya ditemukan, Pimpinan Tim Pencarian Gabungan dari Basarnas Maumere, Arnold Ileng yang memimpin pencarian korban pun mengaku lega. “Syukur pagi tadi korban telah ditemukan, saya atas nama Basarnas berterima kasih atas kerja keras tim di lapangan, relawan, dan masyarakat yang membantu […]

  • PLN Raih 19 Penghargaan di ‘Indonesian SDGs Award 2022’

    PLN Raih 19 Penghargaan di ‘Indonesian SDGs Award 2022’

    • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan dengan berbagai program yang telah dijalankan. Komitmen dan langkah nyata tersebut membawa perusahaan milik negara ini dianugerahi 19 penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesian SDGs Award (ISDA) 2022. ISDA 2022 merupakan ajang pemberian penghargaan yang diberikan kepada perusahaan atau institusi atas kontribusinya dalam pencapaian tujuan […]

expand_less