Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Radikalisme Kaum Intoleran Sudah di Depan Pintu Tapi Negara Masih Ragu

Radikalisme Kaum Intoleran Sudah di Depan Pintu Tapi Negara Masih Ragu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 9 Agu 2020
  • visibility 86
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Rudi S Kamri

Penyerangan yang berujung tiga orang luka di Mertodranan, Pasar Kliwon, Kota Solo yang terjadi pada Sabtu, 8 Agustus 2020, bagi saya adalah letupan kecil dari rentetan peristiwa tragis yang akan berujung pada pusaran bom waktu yang akan membelah negeri ini. Pembiaran yang selalu berulang terjadi semakin menahbiskan suatu realita bahwa negara sering tidak hadir untuk melindungi keberagaman Indonesia.

Pembubaran brutal oleh massa dalam peristiwa malam midodareni (ritual adat Jawa sehari sebelum pernikahan) di kediaman keluarga Habib Segaf di Solo bukan sekadar peristiwa anarkisme semata tapi merupakan ancaman serius terhadap budaya Nusantara warisan adiluhung dari leluhur kita. Kalau aparat keamanan negara melihat kejadian Sabtu malam kelabu di Solo tersebut hanya merupakan kejadian salah paham atau anarkisme semata ini salah besar. Bagi saya kejadian tersebut adalah gerakan intoleransi yang merajalela dan ancaman serius terhadap eksistensi budaya.

Sikap pemaksaan kehendak sekelompok orang dengan menyalahgunakan dalil agama merupakan serangan teror yang masif bagi Kebinekaan Indonesia. Agama sering dibenturkan dengan keragaman budaya. Mereka lupa, jati diri bangsa yang tercermin dari keragaman budaya Nusantara bahkan sudah ada saat agama belum masuk ke negeri ini. Keberadaan agama harusnya menaungi pelestarian nilai-nilai luhur budaya, bukan malah memberangus eksistensinya. Dalam tata kehidupan masyarakat, agama adalah langit dan budaya adalah bumi yang kita diami. Jadi sangat tidak masuk akal kalau ‘langit’ dibenturkan dengan ‘bumi’.

Negara harus hadir melindungi keberagaman budaya Nusantara. Dan sampai saat ini peran negara ke arah itu terlihat masih jauh dari harapan. Setiap ada peristiwa anarkisme yang bersifat intoleran, baik penyerangan ritual budaya maupun gangguan ibadah agama tertentu, aparat negara seolah ragu untuk bertindak tegas. Keraguan ini akhirnya menjadi pupuk subur bagi sekelompok orang untuk tetap melakukan radikalisme.

Beberapa penceramah agama yang memprovokasi masyarakat untuk bersikap intoleran pun seakan dibiarkan menggelar panggung di mana-mana. Pemerintah dari pucuk pimpinan tertinggi sampai pimpinan di daerah hanya sibuk membangun narasi normatif tanpa bertindak apa-apa. Dalam format politik malah terlihat ormas yang memiliki massa besar dan sering bertindak anarkis justru seolah dipelihara. Semuanya untuk hanya sekedar untuk mendapatkan dukungan politik. Yang terjadi ormas-ormas tersebut lebih sering menjadi kelompok penekan untuk meningkatkan posisi tawar.

Sampai kapan gerakan intoleransi dan anarkisme yang bertopeng agama terus merajalela di negeri ini?

Sampai kita menemukan sosok pemimpin negara yang tegas, nasionalis, tidak berpikir pragmatis, tidak membangun politik dinasti dan tegak lurus melindungi Kebinekaan dan nilai-nilai luhur Pancasila. Entah sampai kapan, yang jelas kita sama-sama merindukan sosok pemimpin setangguh itu.

Salam SATU Indonesia

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akreditasi B, SMK Swastisari Kupang Jadikan Anak Didik Bernilai & Berkarakter

    Akreditasi B, SMK Swastisari Kupang Jadikan Anak Didik Bernilai & Berkarakter

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna mewujudkan anak didik (murid,red) yang bernilai dan berkarakter, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swastisari Kupang memiliki kiat-kiat khusus melalui kepemimpinan Kepala SMK Swastisari Kupang, Suster Yohana Elu, SSps., S.Pd. Sejak memimpin sekolah berasaskan pendidikan katolik ini pada Agustus 2019, Suster Yohana Elu, SSP bersyukur bahwa SMK Swastisari sebagai sekolah swasta yang […]

  • 433 Desa Belum Berlistrik, Presiden Jokowi Ingin Desa Segera Menikmati Listrik

    433 Desa Belum Berlistrik, Presiden Jokowi Ingin Desa Segera Menikmati Listrik

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Rasio elektrifikasi atau tingkat perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan jumlah total penduduk di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan laporan yang diterima Presiden Joko Widodo, hingga April 2020, rasio tersebut telah mencapai angka 99,48 persen. Peningkatan rasio tersebut cukup signifikan bila dibandingkan tahun 2014 lalu yang masih […]

  • Presiden Jokowi Kunjung & Sapa Pengungsi Korban Gempa Cianjur

    Presiden Jokowi Kunjung & Sapa Pengungsi Korban Gempa Cianjur

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Cianjur, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi, di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa, 22 November 2022. Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengunjungi tenda pengungsian di Taman Prawatasari yang menjadi tempat tinggal sementara para warga yang terdampak gempa bumi. Di setiap tenda yang dikunjungi, Presiden menyapa para pengungsi, mulai […]

  • Pancasila Pemersatu Dalam Kebhinekaan

    Pancasila Pemersatu Dalam Kebhinekaan

    • calendar_month Sel, 19 Jun 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    NTT, gardaindonesia.id  – Selama 73 Tahun Pancasila telah menjadi Rumah Kita yang Ber-Bhineka Tunggal Ika hingga Akhir jaman. Pancasila Akan terus mengalir dalam denyut nadi seluruh Rakyat Indonesia. Demikian seuntai sambutan Presiden RI Ir Joko Widodo dalam sambutan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2018. Selanjutnya Presiden mengingatkan bahwa Pancasila adalah berkah Indah dari Tuhan Yang […]

  • Pemerintah Susun Regulasi Pemanfaatan Kayu Banjir Sumatra

    Pemerintah Susun Regulasi Pemanfaatan Kayu Banjir Sumatra

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Loading

    Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menjelaskan, regulasi tersebut mengatur pemanfaatan kayu untuk kepentingan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi para korban bencana.   Jakarta | Pemerintah menyiapkan regulasi terkait pemanfaatan kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatra guna mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Aturan tersebut […]

  • “Tidak Sehat” Izin Usaha PT Rindang Sejahtera Finance Dicabut

    “Tidak Sehat” Izin Usaha PT Rindang Sejahtera Finance Dicabut

    • calendar_month Sel, 8 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-49/D.06/2024 tanggal 3 Oktober 2024, mencabut izin usaha PT Rindang Sejahtera Finance (PT RSF) yang beralamat di Gedung Jaya Lantai 3, R L03-A1, Jalan M.H. Thamrin Nomor 12, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, 10340. Sebelumnya, OJK telah menetapkan PT RSF sebagai perusahaan […]

expand_less