Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Sampai Kapan Covid-19 Berakhir

Sampai Kapan Covid-19 Berakhir

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 11 Okt 2020
  • visibility 107
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Dra. Bernadeta Meriani Usboko, M.Si. Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesra

Saat ini seluruh belahan bumi resah karena tidak pasti masa tinggalnya Covid-19. Ibarat anak manusia, kehadirannya sangat dirindukan dan menggemaskan. Berbeda dengan makhluk yang satu ini. Besarnya tak terlihat mata telanjang, keberadaannya tidak disadari dan kejamnya melebihi bom nuklir. Sakit, takut, gelisah dan sangat meradang hadirnya.

Dalam permenungan panjang kupandangi langit biru yang begitu tenang dan dalam batin aku bertanya, Covid-19 mengapa kau harus datang, mengapa planet bumi ini juga dihuni olehmu dan mengapa engkau enggan pergi, ini salah dan dosa siapa?. Tuhan…masih adalah setitik cinta-Mu untuk kami?.

Banyak berita yang aku perolehi dan perdebatan silih berganti memenuhi benakku, benakmu dan benak mereka tentang ketidakpastian kapan Covid-19 berakhir. Beradaptasi dengan kebiasaan baru merupakan pilihan tepat akan kehadiran Covid-19. Beradaptasi dengan kebiasaan baru protokol kesehatan perlu didisiplinkan, kerja sama semua pemangku kepentingan sangat penting. Di samping itu, dialog dan diskusi dengan berbagai pihak, membangun kemitraan, juga penting untuk belajar dari berbagai pengalaman dalam menyikapi makhluk yang satu ini, juga perlu sinergi dalam pencegahan dan penanganannya bahkan kerja sama antar wilayah dan negara.

Ini tantangan besar dan berat, kesehatan dan ekonomi perlu diseimbangkan dengan tepat. Bagaimana orang sakit dapat bekerja mencari nafkah, bagaimana memenuhi kebutuhan pokok?. Bagaimana dapat bekerja bebas dan bukan hanya bersuara bebas?. Tidak dapat mungkiri, kita harus dapat bekerja, kebutuhan harus tercukupi dan itu vital.

Ketika pemerintah melonggarkan kebijakan seperti tempat kerja, pasar, rumah ibadah bahkan sebentar lagi pilkada serentak kemungkinan besar angka Covid-19 naik dan muncul kluster baru. Untuk mencegahnya, selain taat protokol kesehatan, sangat diperlukan komunikasi, informasi dan edukasi terutama bagi masyarakat yang tak terjangkau dan tak terlayani yang minim informasi.

Perlu ditingkatkan kewaspadaan antara orang yang satu dengan orang yang lain. Kita tidak tahu apakah pada diri kita, orang lain juga demikian dan atau pada orang yang barusan ketemu. Waspada itu penting kata bang Napi, demikian pula kita dalam mewaspadai pergerakan Covid-19.

Mencermati maraknya penularan covid-19 yang diperoleh dari berbagai media dan tercatat tentang NTT dari Pusdalops NTT (Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT), kasus positif Covid-19 hingga Minggu, 11 Oktober 2020, terkonfirmasi 565 kasus, masih dirawat 205 pasien, sembuh 353 orang dan meninggal 7 orang; Probable 1 kasus, sembuh 1 dan meninggal 6 orang; Suspek saat ini 65 orang, sembuh 2.309, meninggal 26 orang; Kontak Erat saat ini 976 orang, dan selesai 3.884 orang.

Berita tentangnya terus menyusul entah kapan akan surut dan berakhir, karena itu, kita harus waspada dan taati protokol kesehatan. Kita mesti berkomitmen dengan menjaga diri sendiri dan orang-orang tercinta kita di rumah, tempat kerja dan lingkungan di mana kita berada. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, langkah yang telah dilakukan antara lain menaati regulasi linier dan bersinergi dari pusat sampai daerah, protokol kesehatan (pemakaian masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, jaga jarak), lockdown, pembatasan sosial berskalah besar (PSBB), pembatasan penumpang dan Pool Test.

Dalam rangka menghambat lonjakan penularan Covid-19 dan mendukung masyarakat NTT kembali pada zona hijau, maka diseminasi informasi sebagai berikut :

Pertama, Perbanyak frekuensi penyebaran informasi positif singkat, padat dan jelas dalam berbagai bentuk (selebaran, poster, siaran radio, folder, cerita berseri seperti hidup sehat bebas corona, diskusi, talk show) ke seluruh pelosok secara terpadu dan berkesinambungan;

Kedua, Penyebaran informasi dapat menggunakan/memanfaatkan Lembaga keagamaan/rumah ibadah, tempat-tempat umum dan strategi dengan menggunakan papan reklame, spanduk dan videotron;

Ketiga, Perketat patroli, ronda, penjagaan tempat-tempat strategis dari kerumunan orang banyak dan pemberian sanksi yang dapat memberi efek jerah;

Keempat, Batasi penumpang darat, laut dan udara baik masuk maupun keluar dari dan ke NTT termasuk kabupaten dan kota;

Kelima, Batasi aktivitas masyarakat pada jam malam di luar rumah;

Keenam, Setiap lembaga pemerintah, swasta, sekolah, toko-toko, warung/rumah makan, tempat umum dan setiap rumah wajib menjalankan protokol kesehatan dengan menyiapkan sarana cuci tangan, hand sanitizer dan menggunakan masker;

Ketujuh, Informasi yang disampaikan bersumber dari instansi yang berwenang dan dapat dipertanggungjawabkan kemudian disebarluaskan oleh dan untuk semua;

Kedelapan, Informasinya dikemas menarik, isinya singkat, padat dan jelas disertai gambar untuk mendukung masyarakat yang belum melek huruf;

Kesembilan, Selain informasi pencegahan Covid-19, informasikan juga pola hidup sehat seperti hindari stres, perbanyak minum air panas, olahraga dan konsumsi Vitamin C serta istirahat yang cukup.

Kesepuluh, Masalah Covid-19 sangat berdampak pada ekonomi masyarakat karena itu, perlu mencari solusi terbaik dan terpadu, secara khusus memberi perhatian kepada masyarakat yang bekerja serabutan melalui keterampilan hidup yang terorganisir dengan baik dan pendampingannya dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini instansi yang punya kewenangan dengan melibatkan tokoh kunci setempat.

Permenunganku berlanjut … Sampai kapankah gerangan, hati kami mendung dikerandakan Covid-19. Koyakkan hatimu dan bukan bajumu, kita bersatu dan angkat hati. Teringat aku pada bacaan Kitab Suci 1 Raja-Raja 17 : 7-24 tentang Elia dan janda di Sarfat. Kusimak bacaan tersebut, ternyata Iman dan kepercayaan yang menyelamatkan. Tuhan kami percaya Engkau berkuasa atas segalanya, jika Engkau membuka tingkap langit dan mencurahkan berkat tidak ada yang dapat menutupnya atau sebaliknya.

Terima kasih Tuhan kami masih diberi waktu untuk berbenah. Kuatkan dan sertai kami dalam situasi ini. Hanya kepada Tuhan kami berharap dan berpasrah. Suara Ryan Lasso dengan judul lagu Waktu Tuhan Pastilah Yang Terbaik, menyadarkan lamunanku. (*)

Foto utama (*/istimewa)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beda & Spektakuler!, Pemilihan Puteri Tenun NTT dan ‘TCP Fashion Fest 2019’

    Beda & Spektakuler!, Pemilihan Puteri Tenun NTT dan ‘TCP Fashion Fest 2019’

    • calendar_month Ming, 23 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ajang Pemilihan Puteri Tenun NTT Tahun 2019 memang benar-benar berbeda dari biasanya. Pada tahun-tahun sebelumnya, ajang pemilihan dilaksanakan di hotel-hotel berbintang di Kota Kupang. Namun di tahun 2019, dibawah arahan Ketua Dekranasda NTT, Ibu Julie Sutrisno Laiskodat, ajang ini dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT. Digelar pada Jumat, 21 Juni […]

  • SPK Bedah Rumah Petani Kurang Mampu

    SPK Bedah Rumah Petani Kurang Mampu

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    SoE | Calon Gubernur Simon Petrus Kamlasi membawa harapan baru bagi warga NTT khususnya kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Bantuan tanpa pamrih ia lakukan hampir seantero provinsi NTT. Hal ini juga dialami oleh wanita paruh baya Katarina Nitbani warga Kelurahan Oekefa, Kecamatan Oekefan – Kota Soe. Wanita berumur 69 tahun ini begitu bahagia ketika gubuk […]

  • Remaja Milenial Tanpa Rokok, PKM dari Prodi Psikologi Kristen IAKN Kupang

    Remaja Milenial Tanpa Rokok, PKM dari Prodi Psikologi Kristen IAKN Kupang

    • calendar_month Sab, 21 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Loading

    Remaja dibekali pelatihan menjadi seorang konselor bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk teman-teman sebayanya. Sebab pada masa remaja ini cenderung lebih dekat dan mempercayainya temannya dibandingkan orang tua maupun keluarga.   Kupang | Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada […]

  • Danrem 161/WS Bekali Ribuan Mahasiswa Unwira Wawasan Kebangsaan

    Danrem 161/WS Bekali Ribuan Mahasiswa Unwira Wawasan Kebangsaan

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Sebanyak  1.926 calon mahasiswa (cama) Universitas Katholik Widya Mandira (Unwira) menerima pembekalan tentang wawasan kebangsaan dari Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M. pada Jumat, 16 Agustus 2024 di aula Sta. Maria Immaculata. Di hadapan mahasiswa baru yang sedang melaksanakan masa orientasi, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes menjelaskan […]

  • Agus Taolin : Untuk Kebutuhan Dasar Masyarakat, Kita Jangan Bikin Proyek

    Agus Taolin : Untuk Kebutuhan Dasar Masyarakat, Kita Jangan Bikin Proyek

    • calendar_month Sab, 31 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Calon Bupati Belu periode 2020—2025 dari paket SEHATI, nomor urut 2, Agustinus Taolin yang berpasangan dengan Aloysius Haleserens, menegaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tidak mampu di Kabupaten Belu, tidak boleh bikin proyek. Hal ini dikatakan Agus Taolin dalam segmen keempat Debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2020 di Aula […]

  • OJK, Bank NTT dan ILO Luncurkan Ekosistem Keuangan Inklusi di Sumba Timur

    OJK, Bank NTT dan ILO Luncurkan Ekosistem Keuangan Inklusi di Sumba Timur

    • calendar_month Rab, 5 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Timur | Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (OJK NTT) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) meluncurkan dan menjadikan Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, sebagai desa percontohan pelaksanaan program ekosistem keuangan inklusi (EKI). Acara peluncuran dilakukan pada Rabu, 28 Mei 2024 di balai desa Kaliuda dan diresmikan oleh Umbu Ngadu Ndamu, […]

expand_less