Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Sampai Kapan Covid-19 Berakhir

Sampai Kapan Covid-19 Berakhir

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 11 Okt 2020
  • visibility 69
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Dra. Bernadeta Meriani Usboko, M.Si. Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesra

Saat ini seluruh belahan bumi resah karena tidak pasti masa tinggalnya Covid-19. Ibarat anak manusia, kehadirannya sangat dirindukan dan menggemaskan. Berbeda dengan makhluk yang satu ini. Besarnya tak terlihat mata telanjang, keberadaannya tidak disadari dan kejamnya melebihi bom nuklir. Sakit, takut, gelisah dan sangat meradang hadirnya.

Dalam permenungan panjang kupandangi langit biru yang begitu tenang dan dalam batin aku bertanya, Covid-19 mengapa kau harus datang, mengapa planet bumi ini juga dihuni olehmu dan mengapa engkau enggan pergi, ini salah dan dosa siapa?. Tuhan…masih adalah setitik cinta-Mu untuk kami?.

Banyak berita yang aku perolehi dan perdebatan silih berganti memenuhi benakku, benakmu dan benak mereka tentang ketidakpastian kapan Covid-19 berakhir. Beradaptasi dengan kebiasaan baru merupakan pilihan tepat akan kehadiran Covid-19. Beradaptasi dengan kebiasaan baru protokol kesehatan perlu didisiplinkan, kerja sama semua pemangku kepentingan sangat penting. Di samping itu, dialog dan diskusi dengan berbagai pihak, membangun kemitraan, juga penting untuk belajar dari berbagai pengalaman dalam menyikapi makhluk yang satu ini, juga perlu sinergi dalam pencegahan dan penanganannya bahkan kerja sama antar wilayah dan negara.

Ini tantangan besar dan berat, kesehatan dan ekonomi perlu diseimbangkan dengan tepat. Bagaimana orang sakit dapat bekerja mencari nafkah, bagaimana memenuhi kebutuhan pokok?. Bagaimana dapat bekerja bebas dan bukan hanya bersuara bebas?. Tidak dapat mungkiri, kita harus dapat bekerja, kebutuhan harus tercukupi dan itu vital.

Ketika pemerintah melonggarkan kebijakan seperti tempat kerja, pasar, rumah ibadah bahkan sebentar lagi pilkada serentak kemungkinan besar angka Covid-19 naik dan muncul kluster baru. Untuk mencegahnya, selain taat protokol kesehatan, sangat diperlukan komunikasi, informasi dan edukasi terutama bagi masyarakat yang tak terjangkau dan tak terlayani yang minim informasi.

Perlu ditingkatkan kewaspadaan antara orang yang satu dengan orang yang lain. Kita tidak tahu apakah pada diri kita, orang lain juga demikian dan atau pada orang yang barusan ketemu. Waspada itu penting kata bang Napi, demikian pula kita dalam mewaspadai pergerakan Covid-19.

Mencermati maraknya penularan covid-19 yang diperoleh dari berbagai media dan tercatat tentang NTT dari Pusdalops NTT (Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT), kasus positif Covid-19 hingga Minggu, 11 Oktober 2020, terkonfirmasi 565 kasus, masih dirawat 205 pasien, sembuh 353 orang dan meninggal 7 orang; Probable 1 kasus, sembuh 1 dan meninggal 6 orang; Suspek saat ini 65 orang, sembuh 2.309, meninggal 26 orang; Kontak Erat saat ini 976 orang, dan selesai 3.884 orang.

Berita tentangnya terus menyusul entah kapan akan surut dan berakhir, karena itu, kita harus waspada dan taati protokol kesehatan. Kita mesti berkomitmen dengan menjaga diri sendiri dan orang-orang tercinta kita di rumah, tempat kerja dan lingkungan di mana kita berada. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, langkah yang telah dilakukan antara lain menaati regulasi linier dan bersinergi dari pusat sampai daerah, protokol kesehatan (pemakaian masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, jaga jarak), lockdown, pembatasan sosial berskalah besar (PSBB), pembatasan penumpang dan Pool Test.

Dalam rangka menghambat lonjakan penularan Covid-19 dan mendukung masyarakat NTT kembali pada zona hijau, maka diseminasi informasi sebagai berikut :

Pertama, Perbanyak frekuensi penyebaran informasi positif singkat, padat dan jelas dalam berbagai bentuk (selebaran, poster, siaran radio, folder, cerita berseri seperti hidup sehat bebas corona, diskusi, talk show) ke seluruh pelosok secara terpadu dan berkesinambungan;

Kedua, Penyebaran informasi dapat menggunakan/memanfaatkan Lembaga keagamaan/rumah ibadah, tempat-tempat umum dan strategi dengan menggunakan papan reklame, spanduk dan videotron;

Ketiga, Perketat patroli, ronda, penjagaan tempat-tempat strategis dari kerumunan orang banyak dan pemberian sanksi yang dapat memberi efek jerah;

Keempat, Batasi penumpang darat, laut dan udara baik masuk maupun keluar dari dan ke NTT termasuk kabupaten dan kota;

Kelima, Batasi aktivitas masyarakat pada jam malam di luar rumah;

Keenam, Setiap lembaga pemerintah, swasta, sekolah, toko-toko, warung/rumah makan, tempat umum dan setiap rumah wajib menjalankan protokol kesehatan dengan menyiapkan sarana cuci tangan, hand sanitizer dan menggunakan masker;

Ketujuh, Informasi yang disampaikan bersumber dari instansi yang berwenang dan dapat dipertanggungjawabkan kemudian disebarluaskan oleh dan untuk semua;

Kedelapan, Informasinya dikemas menarik, isinya singkat, padat dan jelas disertai gambar untuk mendukung masyarakat yang belum melek huruf;

Kesembilan, Selain informasi pencegahan Covid-19, informasikan juga pola hidup sehat seperti hindari stres, perbanyak minum air panas, olahraga dan konsumsi Vitamin C serta istirahat yang cukup.

Kesepuluh, Masalah Covid-19 sangat berdampak pada ekonomi masyarakat karena itu, perlu mencari solusi terbaik dan terpadu, secara khusus memberi perhatian kepada masyarakat yang bekerja serabutan melalui keterampilan hidup yang terorganisir dengan baik dan pendampingannya dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini instansi yang punya kewenangan dengan melibatkan tokoh kunci setempat.

Permenunganku berlanjut … Sampai kapankah gerangan, hati kami mendung dikerandakan Covid-19. Koyakkan hatimu dan bukan bajumu, kita bersatu dan angkat hati. Teringat aku pada bacaan Kitab Suci 1 Raja-Raja 17 : 7-24 tentang Elia dan janda di Sarfat. Kusimak bacaan tersebut, ternyata Iman dan kepercayaan yang menyelamatkan. Tuhan kami percaya Engkau berkuasa atas segalanya, jika Engkau membuka tingkap langit dan mencurahkan berkat tidak ada yang dapat menutupnya atau sebaliknya.

Terima kasih Tuhan kami masih diberi waktu untuk berbenah. Kuatkan dan sertai kami dalam situasi ini. Hanya kepada Tuhan kami berharap dan berpasrah. Suara Ryan Lasso dengan judul lagu Waktu Tuhan Pastilah Yang Terbaik, menyadarkan lamunanku. (*)

Foto utama (*/istimewa)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Tanggung Jawab atas Kehamilan EB, VM Diadukan ke FPPA Atambua

    Tidak Tanggung Jawab atas Kehamilan EB, VM Diadukan ke FPPA Atambua

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua-Belu, Garda Indonesia | Korban hubungan di luar nikah, MGB/ EB (24) warga Kecamatan Atambua Selatan mengadu ke Forum Peduli Perempuan dan Anak (FPPA) Atambua, pada Kamis, 8 Agustus 2019. Pengaduan itu berkaitan dengan kondisi EB yang kini sudah hamil empat bulan karena perbuatan bejat VM. Kondisi EB yang sudah hamil , ketika disampaikannya kepada […]

  • Pembagian Qurban di Semarang Tak Gunakan Kantong Plastik

    Pembagian Qurban di Semarang Tak Gunakan Kantong Plastik

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Semarang, Garda Indonesia | Pasca ditandatanganinya Peraturan Wali Kota (Perwali) Semarang Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, perayaan Iduladha 1440 H di Kota Semarang terlihat berbeda. Bila biasanya pembagian daging qurban dilakukan dengan menggunakan kantong plastik, pada tahun ini panitia Iduladha di Masjid Agung Kauman Semarang memilih […]

  • Kesan Pelaku UMKM Terhadap Pelayanan Bank NTT

    Kesan Pelaku UMKM Terhadap Pelayanan Bank NTT

    • calendar_month Jum, 10 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Ada testimoni sukses seorang debitur Bank NTT yang sangat menarik untuk disimak. Dia adalah Maria Srikandi Mayangsari Latubatara, pemilik Komodo Gift sebuah pusat penjualan kain tenun terlengkap dan aksesoris khas NTT di Jalan Raymundus Rambu No 17 RT 03/013 Desa Batu Cermin Kecamatan Komodo, Labuan Bajo. Bagi sosok yang sering disapa […]

  • Survei Indikator Politik, Andre Garu Gusur Johni dan Jane

    Survei Indikator Politik, Andre Garu Gusur Johni dan Jane

    • calendar_month Kam, 10 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Survei indikator politik mencatat elektabilitas calon wakil gubernur (Cawagub) NTT nomor urut 3, Adrianus Garu menempati posisi teratas sebagai figur yang paling disukai warga NTT di antara nama-nama calon wakil gubernur yang maju dalam perhelatan pilkada 2024. Hal ini terungkap dalam rilis lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) Rabu, 9 Oktober 2024. Berdasarkan […]

  • Fakta Unik Tekstur Garis Cokelat Batangan

    Fakta Unik Tekstur Garis Cokelat Batangan

    • calendar_month Ming, 23 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Sekitar 1.300 tahun yang lalu, orang akan mencampur biji kakao yang dibudidayakan dengan bubuk biji-bijian dan cabai merah untuk membuat minuman. Ini adalah prototipe cokelat. Orang-orang yang telah membeli sepotong cokelat pasti telah menemukan, apa gunanya “alur” pada cokelat. Apakah hanya untuk terlihat bagus, atau hanya sekedar hiasan dekorasi saja, atau ada kegunaan lainnya? Bahkan, […]

  • Bantu Siswa Jakarta, Pramono Anung Hapus Ribuan Ijazah Tertahan

    Bantu Siswa Jakarta, Pramono Anung Hapus Ribuan Ijazah Tertahan

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Loading

    Pramono menekankan pentingnya program pemutihan ijazah sebagai langkah nyata membuka jalan bagi anak-anak Jakarta untuk melanjutkan pendidikan dan memperbaiki taraf hidup.   Jakarta | Fakta di lapangan banyak menunjukkan bahwa penahanan ijazah di sekolah karena tunggakan biaya SPP masih banyak terjadi di berbagai daerah. Tentu hal tersebut menjadi tantangan bagi setiap kepala daerah untuk menuntaskannya. […]

expand_less