Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Selamat Hari Cuci Tangan Sedunia, Refleksi Budaya Cuci Tangan di Provinsi NTT

Selamat Hari Cuci Tangan Sedunia, Refleksi Budaya Cuci Tangan di Provinsi NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 15 Okt 2020
  • visibility 102
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Karolus Ngambut

Hari ini, tanggal 15 Oktober, seluruh dunia memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Ini tentang cuci tangan benaran, bukan tentang ungkapan “cuci tangan” yang artinya tidak bertanggungjawab. Menurut beberapa literatur, cuci tangan dengan sabun dan air telah dipraktikkan berabad-abad lamanya, yang merupakan bagian dari praktik keagamaan, Islam atau Kristen.

Kemudian, pada tahun 1847, seorang dokter Hongaria keturunan Jerman yang bekerja di sebuah klinik kebidanan di Rumah Sakit Umum di Winna Austria, bernama Ignaz Philipp Semmelweis mengusulkan kepada teman sejawatnya supaya mencuci tangan terlebih dahulu dengan larutan yang mengandung clorin sebelum memberikan pelayanan kepada pasien. Hal ini dilakukannya setelah dari hasil pengamatannya bahwa banyak ibu yang baru melahirkan menderita demam atau infeksi post partum (infeksi bakteri yang menyerang saluran reproduksi perempuan setelah terjadinya kelahiran atau keguguran). Demam tersebut sering berakibat fatal atau kematian. Jumlah kasusnya. Berkat usulannya, angka kematian di klinik persalinannya turun di bawah 1% dari sebelumnya dilaporkan tiga kali lebih banyak.

Meskipun Semmelweis telah menerbitkan hasil yang menunjukkan bahwa disinfeksi tangan mengurangi tingkat kematian hingga di bawah 1%, pengamatan Semmelweis bertentangan dengan pendapat medis yang diterima pada saat itu, sehingga komunitas kedokteran menolak gagasannya. Karena ia tidak dapat menjelaskan secara ilmiah mengapa penemuannya bisa menurunkan tingkat kematian, dan beberapa dokter merasa tersinggung dengan usulan agar mereka mencuci tangan terlebih dahulu.

Praktik Semmelweis baru diterima secara luas setelah ia meninggal, terutama setelah Louis Pasteur berhasil membuktikan kebenaran teori kuman dan setelah Joseph Lister melakukan operasi dengan metode higienis dan sangat berhasil.

Semmelweis memang tidak dikenang sebagai Bapak Cuci Tangan Pakai Sabun, namun penemuannya menjadi model epidemiologi untuk pencegahan penyakit.

Pengamatan jangka panjang selama 40 rumah sakit di Amerika, menyimpulkan bahwa mencuci tangan dengan antiseptik dapat mencegah terjadinya infeksi. Sehingga pada tahun 1980, Communicable Diseases Control (CDC ) atau semacam dinas pengendalian penyakit di Amerika Serikat menerbitkan pedoman kebersihan tangan pakai sabun. Dan pada tahun 2006, WHO mengembangkan strategi peningkatan kebersihan tangan telah diuji coba pada sejumlah tempat perawatan kesehatan di seluruh dunia.

Tujuannya, untuk mendapatkan data tentang kelayakan, validitas, dan keandalan intervensi. Simpulannya bahwa telah terbukti sangat positif peningkatan kebersihan tangan dengan antiseptik dapat menurunkan infeksi nosokomial pada pasien yang dirawat. Akhirnya, Penetapan Hari Mencuci Tangan dengan Sabun Sedunia jatuh pada tanggal 15 Oktober pada Pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual World Water Week) yang berlangsung pada 17—23 Agustus, 2008 di Stockholm seiring dengan penunjukan tahun 2008 sebagai Tahun Internasional Sanitasi oleh Rapat Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Ya..demikian sekilas sejarah singkat mengapa hari ini diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia. Mencuci tangan mungkin saja dapat dikatakan adalah praktik yang sederhana, namun banyak faedahnya, terutama bagi kesehatan fisik jasmani kita. Dikatakan praktik sederhana, karena tidak butuh waktu yang lama untuk mencuci tangan, hanya butuh minimal 20 detik, kita bisa terhindar dari penularan penyakit melalui tangan. namun demikian banyak tantangannya, yaitu air tidak ada, sabun yang mengandung antiseptik tidak tersedia, dan tidak terbiasa sehingga sering lupa.

Data statistik menunjukkan bahwa akses masyarakat kita ke fasilitas cuci tangan masih rendah, baru 76 persen, 7 persen penduduk Indonesia yang mempunyai akses terhadap fasilitas CTPS, di NTT sendiri baru 51,92 persen. Ini data sebelum pandemi Covid-19. Seperti apa data setelah terjadi pandemi Covid-19? Pemerintah dan WHO mengeluarkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 salah satunya dengan mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir.

Tantangan, hasil kajian dengan jumlah responden yang terbatas di Kota Kupang yang pernah kami lakukan pada April 2020 menunjukkan lebih dari 80 % rumah tangga memiliki fasilitas CTPS. Tentang waktu dan cara mencuci tangan, cara mencuci tangan yang benar sesuai protokol kesehatan, hanya 67% responden yang dapat menjawab dengan benar. Selanjutnya pengamatan sederhana yang dilakukan secara sederhana pada tempat umum di seputar Kota Kupang seperti pasar pertokoan, mal, tempat pariwisata, hanya terdapat 4 dari 10 orang yang mencuci tangan dengan sabun pada saat berada di tempat umum, meskipun terdapat fasilitas CTPS yang lengkap.

Kajian akademis lainnya juga menyimpulkan bahwa beberapa faktor yang menghambat praktik CTPS, misalnya ketersediaan air untuk cuci tangan, terutama di tempat yang sulit air. Pemahaman tentang cuci tangan juga menjadi penghambat, alasan mencuci tangan kalau tangan kotor, bukan karena mematikan kuman yang ada di tangan. Hambatan lainnya adalah pada kebiasaan pada masa lalu, tentang hal ini, dicontohkan dari pernyataan responden bahwa “dulu saya makan tidak cuci tangan tidak sakit, sekarang kita diajar mencuci tangan lagi”.

Terhadap berbagai hambatan sarana dan fasilitas CTPS serta hambatan yang terkait dengan perilaku mencuci tangan, tentunya diperlukan langkah strategis yang mungkin perlu dipertimbangkan antara lain : pertama, perubahan paradigma dalam bidang kesehatan, yaitu mencegah lebih baik dan lebih murah dari pada mengobati kalau sudah sakit. Kedua, kolaborasi multi sektor yaitu pemerintah, dunia usaha, masyarakat, tokoh agama, media massa, perguruan tinggi, politisi, LSM, dan lain sebagainya untuk menangani isu ini. Ketiga, gerakan cuci tangan perlu diawasi dan dimonitor oleh petugas khusus, terutama di tempat umum, supaya tidak lupa dan menjadi kebiasaan sehari-hari.

Semoga kita tidak lupa mencuci tangan hari ini.. !

Foto utama oleh herstory.co.id
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanah Bergerak di Nusalaut, Tim TRC BPBD Maluku Masih Kaji Lebih Lanjut

    Tanah Bergerak di Nusalaut, Tim TRC BPBD Maluku Masih Kaji Lebih Lanjut

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku, Garda Indonesia | Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku telah melakukan peninjauan lapangan atas fenomena pergerakan tanah yang terjadi di Desa Sila, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Jumat, 8 November 2019. Dari hasil peninjauan tersebut ditemukan data penurunan tanah dari 1,5 meter menjadi 9 meter dengan ukuran […]

  • Suster Efi Wanggai Hadir Sebagai Solusi Persoalan HIV/AIDS di Papua Barat

    Suster Efi Wanggai Hadir Sebagai Solusi Persoalan HIV/AIDS di Papua Barat

    • calendar_month Sab, 14 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Manokwari, Garda Indonesia | Membahas HIV/AIDS di Tanah Papua bukan hal baru, hingga kini masih menjadi persoalan besar yang harus menjadi perhatian utama, kita bersama melihat Mama Efi Wanggai yang bernama asli Eferdina Wanggai yang merupakan seorang suster; membangun kasih bersama mama-mama, anak-anak, remaja dan bapa-bapa Papua pada Sabtu, 14 Desember 2019. Mama Suster Efi […]

  • Bank NTT Realisasi Pinjaman Daerah 150 Miliar untuk Manggarai Timur

    Bank NTT Realisasi Pinjaman Daerah 150 Miliar untuk Manggarai Timur

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Borong, Garda Indonesia | Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan Bank NTT pada Sabtu, 16 April 2022, menandatangani akta pinjaman daerah senilai Rp 150  miliar untuk kepentingan pembangunan di kabupaten Manggarai Timur. Akta pinjaman ditandatangani Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, dan Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas. Penandatanganan akta itu disaksikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu […]

  • Ledakan Bom di Polrestabes Medan, LPSK Fokus Penanganan Medis Korban

    Ledakan Bom di Polrestabes Medan, LPSK Fokus Penanganan Medis Korban

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ledakan terjadi di Polrestabes Medan, Sumatra Utara, pada Rabu pagi, 13 November 2019. Ledakan diduga berasal dari bom bunuh diri. Belum diketahui adakah korban lain yang jatuh selain pelaku peledakan. Pihak berwenang masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/11/13/bom-bunuh-diri-di-medan-pelaku-gunakan-atribut-ojek-online/ Menyikapi ledakan di Polrestabes Medan, Ketua Lembaga Perlindungan […]

  • CIRMA Terapkan Pertanian Ekologi dan Inovasi Lokal

    CIRMA Terapkan Pertanian Ekologi dan Inovasi Lokal

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    CIRMA menempatkan keadilan iklim sebagai elemen utama dalam membangun green economy. Di Timor Barat, persoalan akses terhadap air bertani dan sumber daya alam lainnya sangat erat dengan kerentanan sosial-ekonomi.   Timor | Salah satu langkah konkret CIRMA dalam mewujudkan ekonomi hijau adalah melalui pengembangan pertanian ekologi. CIRMA mendorong praktik-praktik agroekologi, penggunaan pupuk organik, serta pemanfaatan […]

  • Gubernur NTT: “Moratorium Pengiriman TKI“; PADMA Indonesia Bersikap

    Gubernur NTT: “Moratorium Pengiriman TKI“; PADMA Indonesia Bersikap

    • calendar_month Jum, 7 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id-Moratorium (=penangguhan/penundaan) Pengiriman Tenaga Kerja menjadi Program Kerja dan Mimpi Besar Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, untuk memastikan “Kebangkitan NTT”, salah satunya harus punya Tenaga Kerja yang terampil. “Bukan keluar tetapi masuk. Saya akan pergi ke Malaysia untuk mengajak saudara-saudara kita disana, yang bekerja sebagai buruh untuk kembali dan membangun NTT,“ jelas Viktor Laiskodat kepada […]

expand_less