Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Salah Ketik (Typo) Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik

Salah Ketik (Typo) Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
  • visibility 119
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Jerry Massie (Pengamat Politik Political and Public Policy Studies)

Lagi-lagi publik dipertontonkan dengan tak profesionalnya lembaga negara dalam membuat regulasi. Berkelit salah ketik menjadi alasan klasik dalam membuat sesuatu.

Sejauh ini, senjata utama ala Typo atau salah ketik. Alasannya, saya nilai lantaran kurang koordinasi, kurang keterbukaan dan kurang sosialisasi ke publik.

Di era Soeharto sampai SBY, tak pernah terdengar merancang Undang-undang terus terjadi salah ketik. Padahal era Soeharto 60-an dan 70-an komputer belum ada di Indonesia.

Padahal dulu hanya mesin ketik, justru di era teknologi seperti ini malahan banyak ‘salah ketik’. Paling tidak, pasal-pasal yang dikritik bahkan demo. Saya yakin akan dihapus dengan berdalih salah ketik.

Sejauh ini, sudah banyak terjadi salah ketik dalam menyusun RUU setelah itu muncul istilah ‘ salah paham’ dan terakhir ‘salah kaprah’.

Beginilah kalau membuat sesuatu tidak adanya kejujuran dan transparan ke publik. Ingat! Bikin Undang-undang bukan permainan petak umpet. Padahal salah ketik itu bertentangan dengan Undang-undang apalagi sudah disahkan DPR.

Menteri sekelas Prof Mahfud MD saja pernah berkelit soal ‘salah ketik’ yakni pada awal 2020, yang mana Menko Polhukam menyebut ada ‘pasal salah ketik’ dalam RUU Cipta Kerja. Dalam draft terakhir, pasal itu kini sudah hilang.

‘Pasal salah ketik’ itu berbunyi: Dalam rangka percepatan pelaksanaan kebijakan strategis cipta kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1), berdasarkan undang-undang ini pemerintah pusat berwenang mengubah ketentuan dalam undang-undang ini dan/atau mengubah ketentuan dalam undang-undang yang tidak diubah dalam undang-undang ini

Perubahan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Semakin rumit dan ruwet pemimpin di negeri ini. Belum lagi mematikan microphone dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPR. Mengusir anggota DPR keluar dalam ruangan, salah bicara para menteri inilah model pemerintahan saat ini.

Bagaimana mungkin halaman pun berapa kali berubah-ubah dari 1000-an halaman, 900-an kini 800-an, paling ke 1000-an lagi. Saya lihat kurang cerdas dan kurang berhikmah para legislator di DPR dalam menyusun Undang-undang.

Setidaknya grand strategy, grand design and master plan sebuah program harus terarah, terukur, terkonsep dan tepat waktu.

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemen PPPA: Mendongeng Bisa Siasati Anak Bosan Akibat Dampak Covid-19

    Kemen PPPA: Mendongeng Bisa Siasati Anak Bosan Akibat Dampak Covid-19

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengungkapkan bahwa mendongeng bisa menjadi sarana untuk menyiasati kebosanan anak sekaligus mengkomunikasikan kepada mereka tentang situasi yang terjadi sebagai akibat dampak pandemi Covid-19. “Prinsipnya dunia anak-anak adalah dunia bermain,” kata Deputi Bidang Perlindungan Anak KPPPA, Nahar dalam keterangannya di Media […]

  • Remaja di Batu Niat Bikin Bom Bunuh Diri Gegara Medsos

    Remaja di Batu Niat Bikin Bom Bunuh Diri Gegara Medsos

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Densus 88 Anti Teror Polri mengungkap awal mula tersangka terorisme di Batu berinisial HOK (19), terpapar paham radikalisme hingga timbul niat membuat bom bunuh diri. Juru Bicara Densus 88 Anti Teror Mabes Polri Brigjen Aswin Siregar, menjelaskan bibit radikalisme timbul dalam diri HOK saat bergabung ke dalam grup paham radikal pada November 2023. […]

  • Harlah Pancasila, Jokowi Berbusana Adat Kesultanan Deli

    Harlah Pancasila, Jokowi Berbusana Adat Kesultanan Deli

    • calendar_month Kam, 1 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo bertindak selaku inspektur upacara memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Sisi Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Kamis, 1 Juni 2023. Presiden Jokowi yang tampak mengenakan pakaian adat Kesultanan Deli tiba di lapangan upacara sekitar pukul 07.58 WIB bersama  Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Tepat pukul […]

  • Pemerintah India Tawarkan Kursus Pendidikan Singkat Bagi Pemuda NTT

    Pemerintah India Tawarkan Kursus Pendidikan Singkat Bagi Pemuda NTT

    • calendar_month Sel, 19 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dalam kunjungan Konsul Jenderal (Konjen) India di Bali, R.O. Sunil Babu yang diterima oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi di Ruang Kerja Wagub, Selasa/19 Maret 2019; Konjen India tersebut menawarkan berbagai kemungkinan kerja sama dengan pemerintah Provinsi terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan dan pariwisata. Selain penawaran kerja sama, Konjen R.O […]

  • Laris di KTT ASEAN, Produk UMKM Binaan PLN Diborong Menteri

    Laris di KTT ASEAN, Produk UMKM Binaan PLN Diborong Menteri

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Produk dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan PT PLN (Persero) laris manis pada perhelatan Small-Medium Enterprises (SMEs) Hub yang merupakan rangkaian kegiatan pendukung dari KTT Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo. Produk-produk berupa kerajinan tangan, kopi, tenun, hingga suvenir dari binaan Rumah BUMN Bajawa dan Rumah BUMN Ende ini […]

  • GMNI Unjuk Rasa Tuntut Janji Wali Kota Kupang Soal Ketersediaan Air Bersih

    GMNI Unjuk Rasa Tuntut Janji Wali Kota Kupang Soal Ketersediaan Air Bersih

    • calendar_month Kam, 20 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang melakukan aksi unjuk rasa meminta pertanggungjawaban janji kampanye Wali Kota, Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man Aksi yang dimulai dari depan Kantor DPRD Kota Kupang mengambil rute menuju Kantor Wali Kota Kupang. Aksi pun dilanjutkan dengan audensi bersama wali […]

expand_less