Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pendukung Rizieq Shihab Bebas Merajalela, Negara ke Mana?

Pendukung Rizieq Shihab Bebas Merajalela, Negara ke Mana?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 13 Nov 2020
  • visibility 111
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Rudi S Kamri

Tanggal 10 November 2020, bagi saya bukan sekadar Hari Pahlawan, tapi lebih merupakan hari kekalahan negara dari sekelompok orang yang bebas leluasa memorak-porandakan semua aturan negara dan sekelompok orang yang menabrak semua aturan di jalan tol dan merusak fasilitas umum di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta adalah mengaku beragama Islam yang sedang “menuhankan” junjungannya yaitu Mohammed Rizieq Shihab.

Akal sehat mereka musnah saat virus kultus individu terhadap manusia menggerogoti jiwanya. Ajaran Islam yang begitu mulia yang mengajarkan “kebersihan adalah sebagian dari iman” lenyap di otak para pemuja buta. Akhirnya yang terjadi kezaliman terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka tidak peduli terhadap kerusakan yang mereka timbulkan, mereka tidak peduli dengan kepentingan orang lain yang harus berkorban jadwal terbang mereka yang berantakan dan mereka pun tidak peduli bagaimana mata dunia International begitu buruk melihat Indonesia.

Ironisnya, negara terkesan abai menjaga wibawanya. Jujur saya tidak percaya dengan analisa ini adalah “strategi catur Jokowi” lagi. Saya juga tidak setuju dengan semua analisa yang membenarkan apa pun langkah Jokowi. Fanatisme para pendukung Jokowi yang buta, di mata saya sama dan sebangun dengan level fanatisme pendukung Rizieq Shihab. Semua sama-sama telah kehilangan obyektivitas dan akal sehat. Tidak pernah mampu melihat putih adalah putih, hitam tetaplah hitam.

Apa pun alasannya, negara telah dipermalukan oleh kelakuan seenak hati para pendukung Rizieq Shihab. Negara tidak hadir untuk melindungi obyek vital seperti bandara. Harus diakui para pembantu Presiden Jokowi di bidang politik dan keamanan telah bertindak banci, dengan membiarkan kehormatan Presiden diinjak-injak oleh kelompok yang jelas berseberangan dengan Pemerintah.

Bahkan Menkopolhukam dan Mendagri pun membiarkan Gubernur DKI Jakarta “sowan” ke mantan pelarian dengan mengabaikan semua protokol kesehatan. Bahkan konon kabarnya, segera Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat, giliran akan sowan ke Rizieq Shihab. Bagaimana mungkin para pembantu Presiden merendahkan diri kepada orang yang sering menzalimi Presiden Jokowi dengan menyebut “presiden ilegal”. Anies Baswedan dan Ridwan Kamil secara terang benderang, melecehkan kewibawaan Presiden, hanya karena kepentingan pragmatis ingin beternak dukungan untuk 2024. Dan anehnya Menkopolhukam dan Mendagri tidak berbuat apa-apa untuk melindungi kehormatan Presiden. Ini ada apa?

Belum lagi, betapa sedihnya saya melihat barisan pegawai BUMN PT. Angkasa Pura di bagian apron Bandara berbaris rapi di bawah pesawat mengelu-elukan kedatangan Rizieq Shihab. Bagaimana langkah Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengatasi gejala radikalisme yang semakin tampak terang benderang di lingkungan BUMN? Juga apa langkah konkret Panglima TNI melihat ternyata masih banyak tentara yang terpapar paham radikalisme? Jangan-jangan semua pembantu Presiden saat ini bukan bekerja sesuai arahan Presiden tapi malah sedang sibuk mengamankan posisinya nanti di tahun 2024. Entahlah…..

Bagaimana mungkin negara dikelola seperti ini?

Jujur saya kecewa. Dukungan saya kepada Presiden Jokowi harus didukung juga dengan langkah tegas Presiden untuk membentuk Tim Kerja Presiden yang hanya loyal kepada Presiden Jokowi dan Pancasila. Presiden Jokowi harus segera mengambil keputusan yang strategis, cerdas dan keras. Jangan lagi melakukan pembiaran. Kedatangan Rizieq Shihab bagi saya adalah sinyal kuat terbangunnya perlawanan kepada Pemerintah dengan lebih masif dan sistematis. Presiden Jokowi tidak boleh melihat fenomena ini dengan biasa-biasa saja. Harus ada langkah contingency plan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bakal terjadi.

Terakhir, saya hanya mengetuk kesadaran kolektif bagi para pendukung fanatik Presiden Jokowi. Mari jadi pendukung Presiden Jokowi dengan obyektif dan terukur. Menjaga Indonesia dan menjaga Presiden Jokowi bukan berarti harus selalu membenarkan langkah Presiden dan pembantunya tanpa reserve. Terkadang kita perlu juga mengkritisi dan memberi masukan kepada Presiden Jokowi. Bagi saya itulah cara yang paling cerdas dan elegan agar Presiden Jokowi selamat menuntaskan pengabdiannya hingga Oktober 2024.

Mudah-mudahan ke depan negara tidak lagi abai menjaga Marwah dan kehormatannya. Radikalisme dengan menggunakan topeng agama sedang mengancam Kebinekaan Indonesia. Radikalisme ini adalah saudara kandung dari ideologi pro khilafah dan keduanya harus dibendung sekuat tenaga agar Indonesia tetap ada sampai waktu yang tak terhingga.

Ini hanya sekadar keprihatinan saya, seorang rakyat jelata yang cinta Indonesia dan Pancasila.(*)

Salam SATU Indonesia

Editor (+rony banase)
Foto utama (*/istimewa)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Budi Arie Ingin Segera Masuk Gerindra, Ia Diajak Langsung Prabowo

    Budi Arie Ingin Segera Masuk Gerindra, Ia Diajak Langsung Prabowo

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Loading

    Prabowo sendiri sebelumnya pernah menggoda Budi Arie di forum publik ketika menghadiri Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Juli 2025.   Jakarta | Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyatakan kesiapannya untuk bergabung dengan Partai Gerindra setelah sebelumnya sempat berencana mengubah Projo menjadi partai politik baru. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk transformasi organisasi relawan […]

  • Setahun Tak Terima Sertifikat KPR, Martino Desak Bank NTT & Developer

    Setahun Tak Terima Sertifikat KPR, Martino Desak Bank NTT & Developer

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Martino De Araujo, warga RT 36 RW 009, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah melunasi pembayaran kredit perumahan rakyat (KPR) FLPP yang dijual oleh PT. Timor Sarana Pembangunan Nekmese dan pembiayaan kredit oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT. Rumah tipe 36 dengan luas […]

  • Bercakap dengan Dokter Faisal, Presiden Jokowi : Betapa Berat Tangani Covid-19

    Bercakap dengan Dokter Faisal, Presiden Jokowi : Betapa Berat Tangani Covid-19

    • calendar_month Ming, 27 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sejenak berbincang dengan dr. Faisal Rizal Matondang, Sp.P, seorang dokter spesialis paru, membuat Presiden Joko Widodo merasakan betul perjuangan, dedikasi, dan kerja keras yang ditunjukkan para dokter di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, melalui perbincangan itu terungkap bahwa dokter yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tersebut sempat […]

  • MUI Ajak Umat Muslim Petik Hikmah dari Pandemi Covid-19 Sebagai Rahmat

    MUI Ajak Umat Muslim Petik Hikmah dari Pandemi Covid-19 Sebagai Rahmat

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Sekretaris Komisi Fatwa Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh, MA menyatakan bahwa wabah Covid-19 bisa menjadi bala bencana ataupun rahmat bagi umat manusia, tergantung bagaimana cara menyikapinya. Oleh sebab itu, MUI mengajak kepada seluruh umat muslim Tanah Air agar wabah Covid-19 dapat dijadikan sebagai bentuk rahmat dengan […]

  • Ody Kalake Beber Geografi Iklim NTT di World Water Forum

    Ody Kalake Beber Geografi Iklim NTT di World Water Forum

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdiri dari 609 pulau (data Pemprov NTT, baca https://www.pemprov-ntt.com/tentang) dengan populasi 5,7 juta orang. NTT masuk dalam kategori iklim semi-arid di mana rata-rata musim hujan hanya selama 3 hingga 4 bulan per tahun. Rata-rata curah hujan adalah 1.523 mm/tahun yang mana Kabupaten Lembata menjadi daerah dengan curah hujan […]

  • PLN Group Raih 11 Penghargaan Inovasi Digital 2023

    PLN Group Raih 11 Penghargaan Inovasi Digital 2023

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo kembali dianugerahi penghargaan The Best CEO for Corporate Digital Transformation of The Year. Hal ini merupakan buah transformasi perusahaan yang dilakukannya melalui digitalisasi proses bisnis dari hulu hingga hilir yang membuahkan efisiensi dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Melalui kepemimpinan tersebut, PLN Group juga meraih […]

expand_less