Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Jangan Jadi Beban Bapakmu ya Mas !

Jangan Jadi Beban Bapakmu ya Mas !

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 11 Des 2020
  • visibility 38
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Rudi S Kamri

Meskipun belum ada pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat maupun daerah, sudah hampir dapat dipastikan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka akan menjadi Wali Kota Surakarta (Solo). Begitu pun sang menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution juga akan menjadi Wali Kota Medan. Hasil Quick Count Gibran telak memenangi kontestasi dengan meraup suara 87,16%. Sedangkan Bobby hanya menang tipis dari pasangan AMAN dengan meraup suara 54,29%.

Kemenangan mereka sebetulnya tidak terlalu mengagetkan. Dalam pepatah Jawa ada ucapan pas buat mereka: “Menang ora kondang, Kalah bakal wirang” (menang tidak menjadi hebat atau populer, tapi kalau kalah akan menjadi aib yang memalukan). Ini realitas yang harus dihadapi oleh Gibran-Bobby. Keberadaan mereka di kancah perpolitikan lokal dan nasional yang sangat instan tidak bisa dilepaskan dengan status mereka sebagai anak-menantu Presiden Jokowi. Keberhasilan mereka mendapatkan rekomendasi dari partai pun tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Bapak atau mertuanya. Ini realitas juga yang harus diakui.

Saya yakin kemenangan mereka di daerah masing-masing pun juga ada pengaruh dari nama besar dari Presiden Jokowi. Tanpa embel-embel anak-menantu Presiden, saya meyakini mereka akan tidak mudah mendapatkan kemampuan untuk memenangi kontestasi Pilkada kali ini. Itu suatu kenyataan yang harus diakui sekaligus menjadi beban yang cukup berat bagi keduanya.

Tugas sejarah mereka dalam menjalani tugas negara menjadi wali kota akan menjadi tantangan yang tidak mudah bagi keduanya. Di bawah bayang-bayang kesuksesan seorang Joko Widodo yang mengukir sejarah fenomenal saat menjadi kepala daerah di negeri ini, adalah beban yang maha berat bagi Gibran-Bobby ke depannya. Ini beban sekaligus menjadi tantangan bagi keduanya, apakah mereka mampu keluar dari bayang-bayang besar seorang Jokowi dan mampu menulis tinta emas sejarah atas prestasi sendiri, waktu yang akan membuktikan. Kita lihat saja nanti.

Namun sejatinya tugas mereka tidak berat-berat amat. Kalau keduanya mau dan mampu meng-copy paste plus memodifikasi langkah brilian Jokowi saat menjadi kepala daerah, itu sudah menjadi ‘guide-line‘ yang meringankan langkah kerja mereka ke depannya. Apalagi mereka juga mempunyai mentor yang super andal yaitu Presiden Jokowi. Seharusnya jalan mereka jauh lebih mudah untuk menjadi pejabat publik.

Saya hanya berharap keberadaan mereka dalam pusaran pemerintahan di negeri ini tidak menjadi beban Presiden Jokowi. Mereka harus lebih bersih, tidak koruptif dan mampu membuat gebrakan ala milenial di kota masing-masing. Kemampuan mereka membuat inovasi untuk membangun daerahnya adalah salah kunci mereka untuk keluar dari bayang-bayang besar Bapak-Mertuanya. Tanpa ada inovasi spektakuler, mereka sudah pasti tetap terjerat apologi hanya anak-menantu Presiden.

Saya berharap mereka mampu membangun monumen sejarah atas prestasi sendiri, bukan monumen politik dinasti yang sudah pasti akan tetap berembus kencang menerpa mereka sepanjang tugas kepemimpinan mereka.

Semoga bisa dan kita lihat saja nanti.

Foto (*/istimewa)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laksamana Yudo Margono Resmi Dilantik Jadi Panglima TNI

    Laksamana Yudo Margono Resmi Dilantik Jadi Panglima TNI

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Usai melalui proses panjang, Laksamana Yudo Margono resmi dilantik menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggantikan Jenderal TNI Andhika Perkasa. Proses pelantikan dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Senin, 19 Desember 2022 di Istana Negara. Pelantikan itu berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 91/TNI Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima […]

  • Operasi Madago Raya, Kapolda Sulteng Masuk Hutan & Cari DPO MIT Poso

    Operasi Madago Raya, Kapolda Sulteng Masuk Hutan & Cari DPO MIT Poso

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Poso-Sulteng, Garda Indonesia | Usai memberikan arahan kepada seluruh perwira yang terlibat dalam Operasi Madago Raya dan tak ingin berlama-lama di Posko Taktis Tokorondo Poso, Sulawesi Tengah; Kapolda Sulteng bersama Danrem 132 Tadulako kembali menarik gas motor trail menyasar wilayah Kecamatan Poso Pesisir Utara (PPU) menjadi target rute patroli untuk memberikan jaminan keamanan dan mendekatkan […]

  • Finalisasi Data Korban Bencana NTT Tahap I 30 April, Verifikasi II 3 Mei

    Finalisasi Data Korban Bencana NTT Tahap I 30 April, Verifikasi II 3 Mei

    • calendar_month Kam, 29 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan batas akhir penyampaian data korban bencana seharusnya pada Senin, 26 April 2021. Namun, masih ada beberapa kabupaten yang belum memasukkan data-data tersebut. Hal ini tentu sangat memalukan. Demikian penegasannya saat penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap I pasca-bencana Siklon Tropis Seroja dari BNPB kepada […]

  • Keluarga Besar Putra Putri Polri Daftar Anggota Via Aplikasi KBPP Polri

    Keluarga Besar Putra Putri Polri Daftar Anggota Via Aplikasi KBPP Polri

    • calendar_month Sel, 30 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pasca-pengukuhan dan pelantikan oleh Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Dr. Evita Nursanty, MSc. bersama Kapolda NTT, Irjen Pol Setyo Budiyanto saat musyawarah daerah (Musda) V yang bertempat di ruang rapat utama Markas Polda NTT pada Sabtu, 20 Agustus 2022, maka kepengurusan KBPP Polri Provinsi NTT dinakhodai Ir. Lay […]

  • Poli Boimau—Kiper Masa Depan dari TTS dalam ETMC 2019

    Poli Boimau—Kiper Masa Depan dari TTS dalam ETMC 2019

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka-NTT, Garda Indonesia | Partai per delapan besar Turnamen Sepak Bola El Tari Memorial Cup ( ETMC) 2019, saat pertandingan Perse Ende vs Perss SoE, pada Jumat 19 Juli 2019 lalu menjadi salah satu momen paling menegangkan sepanjang perhelatan ETMC 2019 yang berlangsung di lapangan utama Betun, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pertandingan yang […]

  • “Kasus Besipae” Niko Manao Pertanyakan Peran Enam Anggota DPRD NTT

    “Kasus Besipae” Niko Manao Pertanyakan Peran Enam Anggota DPRD NTT

    • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Besipae, Garda Indonesia | Nikodemus Manao mewakili warga Besipae menyampaikan keluhan dan mempertanyakan 6 (enam) orang perwakilan anggota DPRD Provinsi NTT dari daerah pemilihan Timor Tengah Selatan (TTS). “Dari enam orang anggota DPRD yang mewakili TTS ke provinsi yaitu, Emelia Nomleni, Ince Sayuna, Reni Un, Obed Naitboho, Eduart Lione, Yohanis Lakapu, mereka duduk di sana […]

expand_less