Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Terorisme dan Media Massa

Terorisme dan Media Massa

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 30 Des 2020
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Warsito hadi – APN Kemhan

Suksesnya Satgas Tinombala menewaskan Santoso beberapa waktu lalu, belum menyurutkan kelompok radikal di Indonesia untuk berhenti menjadi teroris. Terorisme terjadi karena adanya  akibat dari adanya paham radikal yang sudah tertanam dalam pikiran bertemu dengan lingkungan, pelatihan, logistik, keuangan, pemimpin/tokoh, senjata, dan momentum untuk melakukan sebuah gerakan yang kemudian berujung pada sebuah aksi teror.

Pemahaman Terorisme.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi IV, teror adalah usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. Teroris adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik. Terorisme adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan.

Terorisme merupakan kejahatan luar biasa, bahkan tergolong sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan serta kejahatan transnasional. Terorisme merupakan tindakan yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara luas, atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, yang mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas umum, fasilitas internasional.

Menurut PBB, terorisme adalah sebuah metode yang menimbulkan keresahan dengan menggunakan tindakan kekerasan yang berulang-ulang, dilaksanakan secara semi klandestin oleh individu, kelompok maupun Negara, dengan tujuan kriminal atau politik yang unik, dimana berlawanan dengan pembunuhan – sasaran langsung tindakan kekerasan bukanlah sasaran utama.

Terorisme memliki jaringan yang luas dan merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan nasional serta merugikan kesejahteraan masyarakat sehingga perlu dilakukan pemberantasan yang berencana dan berkesinambungan.

Sedangkan menurut UU No 5 Tahun 2018 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, di mana Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, Iingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Media Massa dan Terorisme

Media  massa merupakan sarana dan saluran alat komunikasi dalam menyebarkan berita dan informasi kepada masyarakat, di mana media massa memiliki peran yang penting dalam berbagai aspek kehidupan, mengingat fungsinya untuk menyebarkan informasi bagi masyarakat.

Media massa khususnya media sosial (medsos) memiliki kekuatan kuat dalam mempengaruhi pesan-pesan kepada masyarakat, yang mana informasi dan berita dapat mendikte dan mengarahkan masyarakat apa yang harus dilakukan sehingga dampak ini tidak hanya berlaku pada individu, namun juga menimpa kepada masyarakat secara keseluruhan yang mengakses media sosial tersebut.

Dari berbagai perbincangan berkaitan dengan radikalisme di medsos dapat dikatakan bahwa awal tumbuhnya radikalisme antara lain dikarenakan adanya sistem demokrasi yang buruk, kaum kafir adalah musuh yang akan menghancurkan umat beragama dan sebagainya.   Disadari adanya framing yang sengaja  dibentuk dalam medsos antara lain adanya umat beragama tertentu ditindas, didzolimi dan diperlakukan tidak adil dan sebagainya, dan inilah sebenarnya narasi besar yang dapat menumbuhkan paham radikalisme dan esktrimisme dalam masyarakat.

Menurut beberapa pakar medsos, nalar narasi sangat berperan dalam seseorang untuk melakukan ataupun meyakini sesuatu itu atau tafsir atas teks, dan dalam radikalisme yang dilakukan tafsir dalam realitas. Oleh karena itu, interpretasi media sosial tidak pernah memberikan realitas yang sebenarnya sehingga orang sangat mudah percaya medsos tanpa klarifikasi atas narasi-narasi radikal yang tertuang dalam medsos tersebut.

Teror dapat muncul karena tersumbatnya atau tidak lancarnya aliran komunikasi antara pemerintah dan rakyat,  selain itu peran media juga bisa memunculkan teror di mana media kadang memunculkan berita yang tidak baik, tokoh agama dalam menyampaikan khotbah dan  berdakwah yang kurang mendidik dan juga peran aparat penegak hukum yang tidak adil dapat menyebabkan timbulnya aksi teror dan sebagainya.

Pelibatan media massa sebagai sarana yang sangat efektif dalam penanggulangan terorisme, hal ini tidak dapat dilepaskan bahwa media massa merupakan salah satu elemen terpenting “pihak ketiga” yang selalu diperebutkan oleh pihak teroris di satu sisi untuk mempengaruhi dan mengajak masyarakat untuk mengikuti faham radikal mereka melalui berbagai konsten dan doktrin yang menyentuh emosional setiap pembaca, dan di sisi lain pemerintah dengan upayanya melalui media massa menangkal penyebaran faham teroris.

Posisi media massa yang strategis dalam penanggulangan terorisme dikemukakan oleh Paul Wilkinson yang mengatakan, pengaruh media massa pada dasarnya memiliki peran penting dalam menentukan pengetahuan dan persepsi publik untuk mengubah yang salah menjadi benar. Di samping itu, jurnalis harus terus menyadari bahwa dirinya sedang mengemban misi menyampaikan informasi yang bertujuan mengedukasi publik. Bagi kalangan teroris, keberadaan media massa dianggap sangat penting dalam rangka propaganda, sehingga aksi yang dilakukan teroris dapat direkam dan disuarakan oleh media massa.

Akhirnya pemerintah didorong harus bekerja keras dan intensif untuk selalu melakukan pendekatan dan menjalin kerja sama dalam rangka penggalangan terhadap media massa baik cetak, elektronik dan online, termasuk pendekatan terhadap kelompok blogger dan netizen di dunia media sosial.  Selain itu, pemerintah harus juga melakukan edukasi dan literasi kepada pengguna media sosial, karena mereka menjadi titik rentan terutama kelompok milenial yang disasar oleh kelompok radikal dalam mengampanyekan ideologi mereka yang salah satunya melalui jalur media massa yang terus berkembang pesat di Indonesia. (*)

Foto utama oleh kriminalitas.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilematik Sopia, Kepala LRT Undana Kupang: “Sopia Tanggung Jawab Bersama!”

    Dilematik Sopia, Kepala LRT Undana Kupang: “Sopia Tanggung Jawab Bersama!”

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Peluncuran minuman beralkohol Sopia pada Rabu, 19 Juni 2019 di Lab Biosains Undana atas kerja sama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, dan PT. NAM Kupang, menjadi hal yang masih diperbincangkan sampai saat ini berkaitan dengan baik atau buruk dari peluncuran Sopia (sopi asli). Baca juga […]

  • Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

    Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jahe Merah atau empon-empon (bahasa Jawa, red) atau Zingiber officinale var. Rubrum adalah tanaman dengan rimpang berwarna merah dan ukurannya lebih kecil dari jahe putih/kuning (jahe badak). Dilansir dari Kompas.com, Jahe merah menjadi salah satu ramuan tradisional yang paling sering diolah menjadi minuman yang dapat menghangatkan badan saat cuaca hujan. Namun, […]

  • Gempa M 6.8 Guncang Wilayah Maluku

    Gempa M 6.8 Guncang Wilayah Maluku

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku, Garda Indonesia | Gempa bumi dengan magnitude 6.8 mengguncang wilayah Maluku pada Kamis, 26 September 2019 pukul 08.46 WIT. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis parameter gempa terjadi pada 40 km timur laut Ambon – Maluku dengan kedalaman 10 km. BMKG merilis tidak adanya potensi tsunami. Berdasarkan informasi BMKG, gempa bumi dirasakan di […]

  • Hari Pers Nasional 2023, Ketum IMO: Momentum Bangun Industri Media

    Hari Pers Nasional 2023, Ketum IMO: Momentum Bangun Industri Media

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Segenap insan pers di tanah air sedang menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada Kamis, 9 Februari 2023. Sesuai tema yang diusung pada hari lahir (harlah) pers nasional kali ini, yakni “pers bebas, demokrasi bermartabat,” diharapkan dinamika media di Indonesia selalu dalam kemerdekaannya dalam menyampaikan fakta-fakta sebagai bagian dari komitmen merawat […]

  • Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Helat Nobar Film Melawan Hoaks

    Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Helat Nobar Film Melawan Hoaks

    • calendar_month Ming, 12 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) yang gencar melakukan advokasi melawan hoaks berhasil memproduksi film terbaru berjudul “Dunia Tanpa Hoax (Film Ikan Pari)”. Film yang diproduksi tahun 2022 ini siap digunakan sebagai materi kampanye cerdas melawan hoaks ke masyarakat Indonesia. Kupang menjadi kota pertama yang menjadi pilihan MAFINDO sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi. […]

  • Usai Kunjungan ke NTT, Jokowi Tinjau Tanggul Sungai Citarum di Bekasi

    Usai Kunjungan ke NTT, Jokowi Tinjau Tanggul Sungai Citarum di Bekasi

    • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Loading

    Bekasi, Garda Indonesia | Usai melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 23 Februari 2021, kemudian keesokan harinya, Presiden Joko Widodo meninjau langsung tanggul Sungai Citarum yang terletak di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 24 Februari 2021. Tanggul tersebut jebol pada Sabtu malam, 20 Februari 2021 sehingga […]

expand_less