Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Abu Janda : Si Penjaga Kebinekaan Indonesia

Abu Janda : Si Penjaga Kebinekaan Indonesia

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 31 Jan 2021
  • visibility 107
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Rudi S Kamri

Abu Janda atau Permadi Arya adalah salah satu sahabat saya yang unik dan nyentrik. Saat bicara dengan dia apalagi yang berkaitan dengan kebangsaan dan nasionalisme dia akan antusias, ekspresif seolah seluruh tubuhnya ikut bergerak dan berbicara. Apalagi saat diajak diskusi masalah intoleransi dan radikalisme, dia pasti meledak-ledak, reaktif dan terlihat dengan nyata dia adalah anak bangsa yang sangat cinta Indonesia.

Meskipun terkesan urakan dan menggelegar suaranya, dia pribadi yang sangat rendah hati dan sangat menghargai siapa pun yang diajak bicara apalagi kepada orang yang lebih senior usianya seperti saya. Kami satu pihak dalam menjaga marwah NKRI dan Pancasila. Dia secara bercanda, pernah menyebut saya komandan dalam peperangan melawan Intoleransi dan radikalisme di negeri ini, dan dia adalah Panglima Perang yang ada di garis depan. Dia memang hobi melucu dan bercanda.

Tidak bisa dipungkiri, Permadi Arya adalah pribadi yang unik dan menarik. Kecintaannya pada budaya dan agama disimbolkan dalam style berbusana sehari-hari, sering pakai jaket Banser plus blangkon sebagai tutup kepala. Bagi saya hal ini bukan sekadar pilihan berbusana yang nyeleneh tapi Permadi Arya ingin memberi pesan kebangsaan bahwa agama dan budaya harus saling padu padan, asih-asah-asuh.

Sekarang sahabat unik saya ini sedang tersandung masalah. Sesuatu yang biasa dan lumrah terjadi pada pegiat sosial seperti kami. Ini konsekuensi logis dari perjuangan kami dalam menjaga keindonesiaan Indonesia. Saya sudah bicara banyak dengan Permadi Arya. Saya berikan dukungan dan saran apa yang harus dilakukan. Karena saya pun juga pernah dan sedang tersandung masalah yang serupa tapi tak sama.

Ada dua kasus yang sedang menerpa Permadi Arya. Pertama, kasus pelaporan dugaan tindakan rasisme terhadap Natalius Pigai. Kedua, kasus dugaan penodaan agama. Dua kasus tersebut Permadi Arya dilaporkan oleh Haris Pertama, orang yang mengatasnamakan dirinya Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Saya menduga ada dendam pribadi antara Haris Pertama dengan Permadi Arya.

Kasus yang pertama, terkait rasisme terhadap Natalius Pigai, ini jelas kasus yang mengada-ada. Haris Pertama hanya cari sensasi. Bagaimana mungkin ciutan di Twitter tanggal 2 Januari 2021 baru dilaporkan sekarang. Dan seolah-olah berkaitan dengan kasus rasisme yang dilakukan oleh Ambrocius Nababan terhadap orang sama yang terjadi saat ini. Ini kasus ecek-ecek, saya yakin Polri akan kesulitan menemukan unsur pidananya karena istilah ‘evolusi otak’ itu ambigu dan multi tafsir. Saya yakin kalaupun kasus ini tetap diproses, Tim Pengacara Permadi Arya akan dengan sangat mudah menepisnya.

Untuk kasus kedua yaitu twittwar antara Tengku Zulkarnaen versus Permadi Arya yang ada narasi Islam arogan, secara obyektif harus saya katakan Permadi Arya masuk garis offside. Tapi bagi saya dengan mempertimbangkan banyak hal, seharusnya kasus seperti tidak perlu harus diselesaikan secara hukum. Ada jalan yang lebih Islami dan bermartabat yaitu dengan tabbayun dan Permadi Arya harus legowo untuk minta maaf kepada umat Islam sambil menjelaskan secara rendah hati dan bijak apa yang sebenarnya dia maksudkan dalam cuitannya tersebut. Bisa jadi kita salah memaknai. Pada intinya dengan rendah hati Permadi Arya harus sowan ke beberapa ormas besar keagamaan seperti Muhammadiyah dan NU serta tokoh-tokoh agama yang lain.

Permadi Arya adalah manusia biasa. Dia juga bisa salah. Kalau dia dianggap salah, mari kita luruskan dan kita nasihati. Dia salah satu anak bangsa yang gigih berjuang mempertahankan keindonesiaan kita. Kita tidak perlu membenarkan kesalahan yang dia buat, tapi kita juga tidak perlu menghakimi dia di luar batas kepatutan. Jangan pula ada yang mengail di air keruh di kasus ini. Apalagi memanfaatkan kasus ini untuk panjat sosial (Pansos) dan panjat politik (Panpol). Pasti akan saya lawan dengan keras dan pedas.

Pesan khusus saya buat sahabat dan adik saya Permadi Arya. Jangan putus harapan dan semangat, selalu berpikir bijak, berani minta maaf dan hadapi semua dengan kerendahan hati. Konsekuensi dari sebuah perjuangan adalah terbentur, terkadang terluka dan terkadang terjatuh. Tapi hal itu tidak harus membuat kita terpuruk dan tidak bangkit lagi. Karena perjuangan kita masih panjang membentang.

Selama paham kekhilafan yang diusung eks kelompok HTI dan kelompok Ihwanul Muslimin dan kroni-kroninya masih ada di negeri ini, perjuangan kita untuk melawan mereka tidak akan pernah berhenti.(*)

Foto utama (*/istimewa/kumbanews)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puting Beliung Terjang 4 Kelurahan di Bogor Selatan; 1 Orang Meninggal

    Puting Beliung Terjang 4 Kelurahan di Bogor Selatan; 1 Orang Meninggal

    • calendar_month Jum, 7 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, gardaindonesia.id | Cuaca mendung gelap akibat adanya awan Cumulonimbus telah menyebabkan bencana puting beliung menerjang wilayah Bogor Selatan Kota Bogor pada 6/12/2018 pukul 15.00 WIB. Puting beliung kemudian disertai hujan deras dan pohon tumbang melanda wilayah Kelurahan Cipaku, Kelurahan Batutulis, Kelurahan Pamoyanan dan Kelurahan Lawanggintung Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. Sutopo Purwo Nugroho Kepala […]

  • Rembuk Rakyat PSI : Mahfud MD Layak Jadi Calon Presiden

    Rembuk Rakyat PSI : Mahfud MD Layak Jadi Calon Presiden

    • calendar_month Sel, 7 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Dalam mengelola bangsa ini, nilai kebangsaan itu nomor satu. Dan kebangsaan yang dipikirkan almarhum Gus Dur adalah kebangsaan berbasis pada konstitusi dan citizenship principle. Kalau kita lihat secara intens, Pak Mahfud selalu mengedepankan citizenship ini. Nah, itu adalah kunci Indonesia untuk mengatasi kesemrawutan di tengah ancaman politik identitas,” kata pengamat politik […]

  • Pelayanan Traktor Distanbun Belu Tak Merata, Warga Desa Duakoran Kesal

    Pelayanan Traktor Distanbun Belu Tak Merata, Warga Desa Duakoran Kesal

    • calendar_month Sel, 1 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa mengemukakan bahwa pelayanan traktor Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Belu harus merata. Kepala dinas terkait, wajib mengontrol kerja para operatornya di setiap desa se–Kabupaten Belu. “Dua hari lalu, saya baru telepon kepala dinas. Tolong cek operator, jangan sampai dia kerja hanya pilih […]

  • Bank NTT Luncurkan Tabungan Pensiun untuk ASN Hingga Masyarakat

    Bank NTT Luncurkan Tabungan Pensiun untuk ASN Hingga Masyarakat

    • calendar_month Jum, 7 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT) menginisiasi Tabungan Pensiun yang sejatinya merupakan tabungan berjangka. Tabungan ini pengendapan dan simpanannya sampai dengan jangka waktu Batas Usia Pensiun (BUP). Dan bahkan Tabungan Pensiun Bank NTT, yang singkatan nama/call name “TENUN NTT”,  merupakan pengembangan inovasi produk baru simpanan tabungan Bank […]

  • Usai Perjalanan ke Mamuju, Ketua Satgas Doni Monardo Positif Covid-19

    Usai Perjalanan ke Mamuju, Ketua Satgas Doni Monardo Positif Covid-19

    • calendar_month Sab, 23 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengumumkan dirinya  positif tertular virus corona menyusul  aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan. “Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif Covid-19 dengan CT Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan […]

  • Bupati Alor Pecat & Mutasi Pejabat; AMAPEK Demo ke Bawaslu NTT

    Bupati Alor Pecat & Mutasi Pejabat; AMAPEK Demo ke Bawaslu NTT

    • calendar_month Sel, 28 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Bupati Alor,Amon Djobo, pada tanggal 28 Juli 2018, selaku incumbent/petahana mengganti 6 (enam) pejabat yang terdiri dari 2 (dua) orang pejabat fungsional dan 4 (empat) orang pejabat administrasi melalui surat keputusan bupati bernomor BKPSDM. 820/625/VI/2018. Padahal sesuai UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016, pasal 71 ayat (2), melarang mutasi 6 (enam) bulan […]

expand_less