Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Soal Impor Garam Pernah Bikin Jokowi Murka, Lalu Bagaimana?

Soal Impor Garam Pernah Bikin Jokowi Murka, Lalu Bagaimana?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 21 Mar 2021
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Berapa kebutuhan (konsumsi) garam nasional kita? Dan berapa produksi nasionalnya? Seperti biasa, data mendasar seperti ini ada beberapa versi. Salah satu versi, bilang kebutuhan konsumsinya sekitar 4,4 juta ton (2021). Sementara produksi garam nasional sekitar 2,5 juta ton. Jadi, masih defisit sekitar 1,9 juta ton. Lalu, bagaimana? Ya impor! Lagi-lagi impor. Untuk jangka pendek ya apa boleh buat.

Yang jadi soal adalah solusi kita selalu untuk jangka pendek! Ya, sependek akal dan visi pembuat kebijakan yang terus berkutat dengan ambisi jangka pendeknya.

Jokowi kabarnya pernah ‘murka’ lantaran jajarannya tidak mampu mengatasi penyakit impor garam yang sudah mendarah daging dari dulu. Kementerian KKP sempat ada prahara soal lobster yang menyeret Menteri Edhy Prabowo ke KPK. Dulu, lebih sibuk korupsi lobster ketimbang mencari solusi swasembada garam.

Pokoknya, semua serba jangka pendek-lah. Apalagi kalau ada kesempatan dalam kesempitan untuk melakukan impor sebagai jalan keluar jangka pendek.

Dari defisit 1,9 juta ton itu kabarnya pemerintah mau impor sebesar 3 juta ton! Lho kok bablas? Kebanyakannya kok sampai 1,1 juta ton. Buat ‘iron-stock’ juga kah?

Kita tidak tahu persis. Sama tidak tahunya tentang seberapa besar sebetulnya kebutuhan versus produksi real garam nasional. Jadi semua serba meraba-raba saja, lantaran data persis tidak ada. Kalau pun sementara ini ada pihak yang berani kasih data misalnya, maka kita tidak bisa percaya begitu saja. Maaf ya.

Sehingga angka rencana importasi 3 juta ton garam itu, ya kita tidak bisa terlalu menyalahkannya, tapi juga tidak bisa membenarkannya begitu saja.

Mencari keseimbangan supply-demand untuk program importasi garam ini memang kerja yang butuh bola kristal dan ilmu gaib tingkat dewa.

Mungkin serupa juga dengan beberapa komoditi lain seperti gula, jagung, bawang putih, kedelai, daging sapi, buah-buahan dan banyak komoditi pangan atau hortikultura lain yang masih mesti kita impor (terus-terusan).

Maka, menabur stok dengan rencana impor garam sampai 3 juta ton itu kebanyakan atau terlalu sedikit, ya kita hanya bisa tahu setelah mencicipinya nanti. Kalau pas ya jadi terasa gurih, tapi kalau overdosis malah bisa jadi pahit. Semua bisa diketahui post-factum, setelah kejadian. Tak ada perkiraan (forecasting) yang adekuat.

Soal garam ini memang ironis. Indonesia dengan garis pantai sepanjang 95.181 km merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada yang punya garis pantai sepanjang 202.800 kilometer. Plus luas perairan laut mencapai 5,8 juta kilometer persegi merupakan 71% dari keseluruhan wilayah Indonesia.

Dengan kenyataan geografis seperti itu, apakah kita tidak bisa menciduk air laut itu lalu diserahkan kepada sinar matahari anugerah Tuhan yang melimpah di area khatulistiwa ini untuk kemudian jadi garam? Mau tambah yodium? ya tinggal tambah proses sedikit. Masukan larutan KI03 ke dalam sprayer sesuai dengan formula yang ditentukan.

Dengan sedikit arahan dan pembinaan dari instansi yang kompeten, para Petani Garam tentu bisa memenuhi kualifikasi (kualitas) garam industri juga dengan kadar Natrium Chlorida (NaCl) 97%. Ditambah bantuan permodalan dan mekanisasi tak tertutup kemungkinan Indonesia bisa jadi eksportir garam dunia.

Intinya, proses produksinya amat sangat sederhana. Bahan bakunya melimpah ruah. Jadi apanya yang salah ini? Sehingga kita masih terus impor garam?

Dulu di sekitar tahun 1930-an Indonesia juga pernah jadi eksportir gula terbesar kedua di dunia setelah Kuba. Sekarang kita jadi importir gula terbesar di dunia. Ironis. Apakah hal serupa ini bakal terus-terusan terjadi juga di industri garam? Bukankah ini ironis bagi sebuah negara maritim?

Sekadar informasi, beberapa negara yang biasa jadi pemasok garam industri ke Indonesia adalah: Australia, tahun 2017 nilainya: USD 76,09 juta dan tahun 2016: USD 70,33 juta. Lalu, disusul India (2017: USD 5,75 juta, 2016: USD 12,56 juta). Kemudian, Selandia Baru (2017: USD 1,16 juta dan 2016: USD 1,22 juta). Denmark (2017: USD 203,22 ribu dan 2016: USD 126,66 ribu).  Jerman (2017: USD 158,18 ribu dan 2016: USD 1,03 juta). Negara lainnya (2017: USD 275,20 ribu dan 2016: USD 757,43 ribu).

Jadi, di tahun 2017 kemarin nilai importasi garam kita mencapai USD 83,5 juta (sekitar Rp 1,2 triliun). Tahun 2016: USD 86 juta (sekitar Rp 1,25 triliun).

Jokowi sempat menyentil jajarannya yang tahu betul mengenai hal ini, namun tidak pernah mencari solusinya secara komprehensif. Jokowi pun mengakui, selama ini persoalan garam hanya disikapi melalui jalan pintas, yaitu impor.

Akhirnya,

Garam, kalau ditabur pada porsi yang pas akan melezatkan, tapi kalau kebanyakan ditabur malah akan jadi pahit! Supaya tidak pahit, bikin strategi nasional untuk ekspor garam saja. Optimalisasi kan potensi alam (garis pantai) kita.

Sabtu, 20 Maret 2021

Penulis merupakan Direktur Kajian Ekonomi, Kebijakan Publik & SDA Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB)

Foto utama oleh Humas Setda Provinsi NTT

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Subianto Pakai IKN Tahun 2028

    Prabowo Subianto Pakai IKN Tahun 2028

    • calendar_month Ming, 3 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, meminta agar pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diselesaikan dalam waktu 4 (empat) tahun.   Jakarta | Pada retret Kabinet Merah Putih di Akademi Militer Magelang, Sabtu, 26 Oktober 2024, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengatakan Prabowo berharap kalau Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR/MPR) RI tahun […]

  • Gubernur NTT Bantu Dana 200 Juta untuk Rumah Sakit Marianum Halilulik

    Gubernur NTT Bantu Dana 200 Juta untuk Rumah Sakit Marianum Halilulik

    • calendar_month Rab, 25 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD–KGEH, FINASIM didampingi Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi menyerahkan bantuan dana hibah dari Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat senilai Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dan alat tes Covid–19, GeNose. Penyerahan bantuan Gubernur VBL tersebut diserahkan oleh Pemda Belu kepada Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik, Desa […]

  • Lantik 6 Pejabat PTP Setda NTT, Gubernur VBL : Perlu Super Tim

    Lantik 6 Pejabat PTP Setda NTT, Gubernur VBL : Perlu Super Tim

    • calendar_month Rab, 30 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 6 (enam) pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) lingkup Setda NTT, dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan pada Rabu siang, 30 Desember 2020 di aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT. Enam pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik di antaranya : Ondy Christian Siagian, S.E., M.Si. Jabatan Lama : Kepala Bagian Pembinaan Advokasi Pengadaan […]

  • Pegawai OJK Dilarang Terima Suap dan Gratifikasi

    Pegawai OJK Dilarang Terima Suap dan Gratifikasi

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan melarang semua pegawainya terlibat dalam praktik penyuapan, termasuk menerima gratifikasi saat menjalankan tugas dan fungsinya dengan selalu menjunjung tinggi kode etik dan taat pada ketentuan yang berlaku. OJK juga berkomitmen untuk selalu menerapkan prinsip tata kelola yang baik termasuk tentang anti penyuapan dan anti-gratifikasi sesuai dengan sistem manajemen […]

  • Cara Lebah Madu Produksi Madu Alami

    Cara Lebah Madu Produksi Madu Alami

    • calendar_month Rab, 19 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Lebah madu mencakup sekitar 7 (tujuh) spesies lebah dalam genus Apis, dari sekitar 20.000 spesies yang ada. Saat ini dikenal sekitar 44 subspesies yang mana mereka memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu, mereka juga membuat sarang dari malam, yang dihasilkan oleh para lebah pekerja di koloni lebah madu. Madu dikatakan asli apabila sepenuhnya dibuat oleh lebah madu tanpa campur tangan manusia. Serangga ini menggunakan lidah atau […]

  • Pemda Belu Resmi Luncurkan Pengobatan Gratis Pakai KTP

    Pemda Belu Resmi Luncurkan Pengobatan Gratis Pakai KTP

    • calendar_month Sen, 26 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Daerah Belu di bawah kepemimpinan Bupati, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD–KGEH, FINASIM. dan Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. meluncurkan secara resmi program pengobatan gratis kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Puskesmas Haliwen, pada Senin, 26 Juli 2021. “Oleh karena itu, hari ini kita hadir di […]

expand_less