Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » TPA Rawa Kucing Dikonversi Menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)

TPA Rawa Kucing Dikonversi Menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
  • visibility 165
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, gardaindonesia.id | Pengelolaan sampah yang ramah lingkungan menjadi isu dunia dengan diangkatnya Municipal Solid Waste Management sebagai tema Hari Habitat Dunia (HHD) 2018. HHD ditetapkan oleh PBB diperingati setiap tahun pada setiap senin pertama bulan Oktober. Selain itu pada setiap 31 Oktober diperingati sebagai Hari Kota Dunia (HKD) dimana tahun ini mengangkat tema Building Sustainable and Resilient Cities.

“Isu sampah telah menjadi perhatian global karena semua negara menghadapi masalah tersebut. Masalah sampah adalah masalah perilaku, karenanya diperlukannya perubahan perilaku masyarakat untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya. Ini merupakan salah satu langkah revolusi mental,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Kementerian PUPR terus melakukan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas Pemerintah Daerah baik dalam infrastruktur maupun sumber daya manusia melakukan pengelolaan persampahan bersama masyarakat.

Salah satunya adalah melakukan rehabilitasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Rehabilitasi TPA dilakukan sejak Januari 2017 dan telah diselesaikan pada April 2018. Rehabilitasi TPA Rawa Kucing dilakukan dengan menerapkan sistem sanitary landfill dari sebelumnya hanya sebagai tempat pembuangan saja tanpa pengolahan (open dumping).

Dengan metode sanitary landfill, sampah dibuang dan ditumpuk di lokasi cekung, dipadatkan dan kemudian ditimbun dengan tanah sehingga tidak menimbulkan bau busuk, mencegah berkembangnya bibit penyakit serta ramah lingkungan. Selain itu juga telah didesain untuk dapat digunakan sebagai sumber energi melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“TPA Rawa Kucing diharapkan bisa menjadi salah satu contoh pengelolaan TPA di Indonesia baik secara teknologi, kelembagaan, maupun operasionalnya,” kata Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Dodi Krispratmadi. Kementerian PUPR telah melakukan serah terima pengelolaan TPA tersebut kepada Pemerintah Daerah pada Mei 2018.

Biaya untuk membangun areal seluas 35 hektar menggunakan APBN Rp 82,73 miliar dengan luas sel landfill 5,2 ha & ketinggian tumpukan sampah rerata 15 meter, maka total massa sampah yg bisa ditampung adalah 409.500 ton. Dengan estimasi sampah yang masuk per hari 900-1000 ton/hari, maka TPA ini akan penuh dalam 410 hari (1-2 tahun).

Namun jika PLTSa (waste to energy) dilaksanakan, dimana hanya residu yakni sekitar 10 % massa sampah yang masuk ke TPA, maka umur TPA sampah akan mencapai 10 kali lipatnya atau lebih dari 10 tahun

Untuk mengurangi bau dan dampak pencemaran, TPA yang menerima sampah rumah tangga dari 13 kecamatan di Kota Tangerang ini menggunakan cover soil dan unit pengolahan lindi (UPL) yang dapat mengolah air busuk dari sampah agar tidak mencemari tanah.

Pekerjaan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR, yakni pembuatan unit pengolahan sampah, perkerasan jalan operasional untuk mempermudah armada truk pengangkut sampah, unit pengolahan lindi, saluran drainase, lampu penerangan jalan, pagar, peralatan ruang uji, dan landmark.

Selain itu, Kementerian PUPR mendorong masyarakat dan komunitas untuk dapat mengolah sampah dengan pendekatan 3R (reuse, recycling dan reduce) sehingga sampah mengalami reduksi sekitar 35% atau sampah yang sampai ke TPA hanya 65% dari volume sampah yang mencapai 900-1.000 ton/hari. Oleh karenanya dibangun unit pengolahan sampah menjadi kompos yang dilakukan oleh masyarakat sekitar.

Kolaborasi Dengan Pemerintah Kota Tangerang

Selain membangun infrastruktur fisik, Kementerian PUPR berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangerang agar TPA Rawa Kucing juga dapat menjadi tempat wisata edukasi tentang pengelolaan sampah oleh para pelajar dan mahasiswa. Di TPA Rawa Kucing, pelajar dan mahasiswa dapat belajar mengenai pembuatan pupuk kompos, pembuatan gas metana yang dibagi menjadi energi panas maupun energi listrik, dan pembibitan pohon.

Selain itu terdapat ruang terbuka hijau yakni Bukit Ambekan yang kerap kali dijadikan tempat istirahat dan swafoto para pengunjung. Bukit tersebut merupakan sampah yang sudah dipadatkan, ditimbun tanah dan dilakukan penghijauan.

Dengan hadirnya berbagai fasilitas seperti Taman, Kolam Penangkaran Ikan, Green House, Kebun Binatang Mini, hingga Lapangan Sepak Bola membuat TPA Rawa Kucing semakin menarik dikunjungi. TPA Rawa Kucing menjadi salah satu contoh tempat pemrosesan sampah yang disambut baik kehadirannya oleh warga sekitar. (*/Biro KomPub PUPR)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meja Kerja versi Laka Lena, Bersepakat NTT Lumbung Pangan

    Meja Kerja versi Laka Lena, Bersepakat NTT Lumbung Pangan

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Pertemuan penuh keakraban pada Sabtu, 14 Juni 2025 ini mengisyaratkan asa dan sinyal menuju kemandirian hingga menjadikan NTT sebagai lumbung pangan di Indonesia Timur.   Jakarta | Sebelumnya mereka lawan politik dalam perhelatan Pilgub 2024, namun kini mereka duduk satu meja, bersama membahas kemaslahatan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka dipertemukan dalam suasana keakraban di […]

  • Presiden Apresiasi Kinerja Gugus Tugas, Tenaga Medis, TNI/Polri Hingga RT/RW

    Presiden Apresiasi Kinerja Gugus Tugas, Tenaga Medis, TNI/Polri Hingga RT/RW

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Jokowi saat kunjungan ke Kantor Gugus Tugas Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pramuka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Rabu, 10 Juni 2020, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Gugus Tugas di tingkat pusat sampai ke daerah, sampai tingkat desa, RT maupun RW. ”Dan […]

  • Semarak Fun Run 7,7 K Lantamal VII Peringati HUT Ke-77 TNI AL

    Semarak Fun Run 7,7 K Lantamal VII Peringati HUT Ke-77 TNI AL

    • calendar_month Ming, 11 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Memperingati HUT ke–77 TNI AL pada 10 September, maka Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII menghelat fun run 7,7 K pada Minggu, 11 September 2022. Fun Run 7,7 K terpusat di Balai Samudra, Jl. Boulevard, Jakarta Utara, dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono secara […]

  • Penjualan Retail Mobil Periode Juni—Juli 2025 Tembus 62.770 Unit

    Penjualan Retail Mobil Periode Juni—Juli 2025 Tembus 62.770 Unit

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Loading

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat peningkatan tipis angka penjualan retail mobil pada Juni 2025.   Jakarta | Penjualan mobil di Indonesia mencatat kenaikan pada Juli 2025, baik secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) maupun retail sales (dari diler ke konsumen). Data Gaikindo menunjukkan, penjualan wholesales mencapai 60.552 unit atau naik 4,8 persen […]

  • Insiden ‘Force Down’, Menko Polhukam: Penting Ada Koordinasi Lintas Lembaga

    Insiden ‘Force Down’, Menko Polhukam: Penting Ada Koordinasi Lintas Lembaga

    • calendar_month Sab, 5 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan pentingnya koordinasi antara Kementerian dan Lembaga dalam penanganan pesawat udara yang dipaksa mendarat (force down). Karena itu, Kemenko Polhukam menginisiasi pembuatan Kesepakatan Bersama Penanganan Pesawat Udara Asing Setelah Pemaksaan Mendarat (Force Down). “Force down yang dilakukan TNI AU kepada Ethiopian Airlines pada 14 Januari 2019 yang […]

  • Menteri Bintang Puspayoga : Hari Ibu Bukanlah Sekadar ‘Mothers Day’

    Menteri Bintang Puspayoga : Hari Ibu Bukanlah Sekadar ‘Mothers Day’

    • calendar_month Ming, 22 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Semarang, Garda Indonesia | “Hari Ibu bukanlah ‘mothers day’ karena makna Hari Ibu lebih pada memberikan ruang gerak dan dorongan semangat terhadap perempuan untuk terus berjuang, mengeksplorasi diri, dan menginspirasi sesama,” ungkap Menteri PPPA, Bintang Puspayoga pada Konferensi Pers Peringatan Hari Ibu Ke-91 pada Sabtu, 21 Desember 2019 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sesuai dengan […]

expand_less