Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan dan Perbankan » Menuju Merdeka Belajar, Bank NTT Konsisten Edukasi Literasi Keuangan

Menuju Merdeka Belajar, Bank NTT Konsisten Edukasi Literasi Keuangan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 7 Mei 2021
  • visibility 130
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho memaparkan program Bank NTT yang mendukung Literasi Keuangan dan pro kepada pelajar guna mendorong generasi muda NTT untuk dapat merdeka dalam berpikir, kreatif dan secara mandiri berekspresi. Pemaparan Alex Riwu Kaho (sapaan akrabnya, red) disampaikan dalam temu wicara atau talk show Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 bersama Bank NTT, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT yang dihelat pada Kamis siang, 6 Mei 2021 di salah satu hotel di Kota Kupang.

Mengedepankan protokol kesehatan ketat yang mana setiap peserta dari perwakilan siswa dan guru dari SMP/SMA/SMK dan Perguruan Tinggi se-Kota Kupang yang menjadi mitra Bank NTT, wajib mengikuti rapid test antigen dan dinyatakan negatif yang selanjutnya boleh mengikuti temu wicara yang mengusung tema “Melalui Literasi Inklusi Keuangan, NTT Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar” ini menjadikan momentum Hari Pendidikan Nasional sebagai dasar untuk membangkitkan semangat belajar di masa Pandemi Covid-19 guna mewujudkan “Merdeka Belajar”.

Temu Wicara yang berfokus membahas tentang Literasi Keuangan dan Merdeka Belajar tersebut dipandu moderator Feby Angi Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Nusa Cendana Kupang, dihelat secara tatap muka dan virtual meeting dengan pembicara atau keynote speaker yaitu Linus Lusi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi; Kasubag Administrasi/Plh. Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Perwakilan NTT, Dony Prasetyo dan Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan turut memberikan spesial testimoni Dinna Noach Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Disabilitas (Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Program Ramai Skali Bank NTT 2019,red).

Alex Riwu Kaho saat memaparkan program Literasi Keuangan Bank NTT dalam mendukung Program Merdeka Belajar

Bank NTT, tegas Alex Riwu Kaho, konsisten mendukung program inisiatif “Merdeka Belajar” guna mendorong generasi muda NTT agar dapat merdeka berpikir, inovatif, dan mandiri secara finansial. “Sebagai bentuk dukungan terhadap Pendidikan di Provinsi NTT, maka Bank NTT memberikan Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) kepada 1.000 Pelajar sesuai program OJK Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) selama bulan Inklusi keuangan Mei sampai Oktober.

Alex Riwu Kaho, ponakan dari Tokoh Pendidikan NTT, Bapak Robert Riwu Kaho (anak dari Bapak Simon Riwu Kaho mantan Kepala Cabang Bank NTT Atambua, red) ini pun menekankan 3 (tiga) komponen yang mendukung Literasi Keuangan yakni murid, guru, dan orang tua. “Bank NTT telah membangun sistem guna membangun kemerdekaan belajar, berpikir, dan berekspresi melalui produk yang dikemas oleh teman-teman dari Direktorat Dana Bank NTT yang menyelenggarakan aktivitas yang edukasi dan berharap dari setiap kegiatan dapat memicu pengetahuan Literasi Keuangan,” paparnya.

Bank NTT konsisten menghasilkan kegiatan Literasi Keuangan yang variatif dan dikemas dalam situasi sulit dapat terbantu dengan Aplikasi Pendidikan. “Tantangan ke depan bakal sangat menantang, sehingga anak harus diisi dengan pengetahuan Literasi Keuangan sehingga mampu mandiri, berpikir kreatif  dan berekspresi yang dapat menjadi pondasi,” ucapnya.

Penyerahan secara simbolis Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) kepada 1.000 Pelajar sesuai program OJK Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) selama bulan Inklusi keuangan Mei sampai Oktober; dari Direktur Umum Bank NTT, Yohanes Landu Praing kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi

Bank NTT butuh sinergisitas dan kolaborasi, imbuh Alex, anak-anak mulai terlatih menggunakan aplikasi Perbankan yang sehat berupa mobile banking serta berperan serta dalam berbagai lomba yang mendorong peningkatan Literasi Keuangan.

Kenapa konsep Merdeka Belajar dimunculkan dan diterapkan di NTT?

Linus Lusi menjabarkan tentang konsep Merdeka Belajar dari Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim; ketika Pendidikan Indonesia diterapkan pada tahun 1947 banyak mengalami hambatan yang mana harus mengikuti tren gobalisasi yang bertumbuh kembang, maka Merdeka Belajar dalam konsep aplikasi oleh para guru adalah mengoptimalkan, mengeksplorasi berbagai multi-kecerdasan para siswa sehingga dapat mengerti secara jelas, berpikir kritis dari sebuah subyek dan objek pembelajaran dan siswa sebagai sentra pembelajaran.

Linus Lusi mengungkapkan bahwa dalam konteks Nusa Tenggara Timur, kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter di sekolah menuai sorotan (dapat dilihat di rekam jejak di media sosial dan media massa). “Bagaimana seorang anak kandung bisa memperkarakan ibu kandungnya,” ungkapnya seraya berkata ketika ditanya berasal dari sekolah mana.

Merdeka Belajar, urai Linus Lusi, bukan merdeka segalanya, namun perlu variabel dan indikator sebagai bingkai di dalam desain pembelajaran. “Dalam sektor pendidikan, gaya belajar seperti membelenggu (datang, duduk, diam, catat, dan lipat tangan) karena tidak ada dialektika ketika terjun dalam berbagai sektor pendidikan sehingga kepatuhan tumbuh dan berkembang adalah kepatuhan semu. Dan dengan konsep belajar ini (Merdeka Belajar, red), anak perlu memiliki jati diri dan konsep demokrasi pembelajaran,” bebernya.

Selain itu, tegas Linus Lusi, perlu adanya perubahan gaya belajar dan ruang aktualisasi diri di dalam berbagai ragam kegiatan belajar mengajar dapat mempengaruhi indeks demokrasi pembelajaran.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi

Isu Literasi Keuangan pun, tandas Linus Lusi, harus dibumikan dengan melatih anak menabung sejak dini, misalnya pada tahun 1985 melalui gerakan menabung. “Perlu diberlakukan Kurikulum Literasi Keuangan belajar mengelola tata keuangan dan sikap konsumtif anak NTT, perlu didorong adanya minat menabung dan perlu dikaji tingkat partisipasi menabung,” pungkasnya.

Sementara itu, Dony Prasetyo, perwakilan otoritas jasa keuangan (OJK) Perwakilan NTT menandaskan peran OJK dalam mengoptimalkan gerakan Literasi Keuangan melalui “Satu Rekening Satu Pelajar” (KEJAR) pada 2019 dan gerakan Indonesia Menabung melalui Simpanan Pelajar (Simpel).

“Sebanyak 16 ribu rekening (dari total 13 ribu pelajar [data tahun 2020]) dengan total saldo tabungan sebesar Rp.500 miliar disimpan di rekening Simpel oleh pelajar NTT di seluruh bank (data per April 2021),” urainya sembari menyampaikan bertujuan meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan.

Tingkat Literasi Keuangan di NTT, ungkap Dony, masih di bawah nasionalis sebesar 28,82 persen lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 38 persen. “Dari 100 pelajar hanya 28 pelajar tahu dan paham tentang manfaat menabung sisanya belum tahu, dan kami berupaya untuk meningkatkan Literasi Inklusi Keuangan ke 29 persen di tahun 2024 dan akan terus berlanjut,” urainya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tujuh Spot Wisata Unggulan 2026 Alternatif Pilihan Utama Berlibur

    Tujuh Spot Wisata Unggulan 2026 Alternatif Pilihan Utama Berlibur

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Ferdy Daud
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Loading

    Memasuki tahun 2026, sektor pariwisata diprediksi memasuki fase pertumbuhan signifikan, ditandai dengan hadirnya berbagai destinasi baru yang menawarkan pengalaman berlibur yang lebih menakjubkan. Pemerintah Indonesia secara strategis terus mendorong pengembangan destinasi wisata berkualitas, dengan fokus pada peningkatan akses transportasi, fasilitas publik, konektivitas digital, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Hal tersebut bertujuan untuk menghadirkan pengalaman wisata yang […]

  • Via Program Lisdes 2025—2029, PLN Siap Listriki 780 Ribu Rumah

    Via Program Lisdes 2025—2029, PLN Siap Listriki 780 Ribu Rumah

    • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Lisdes merupakan program pemerintah melalui penugasan kepada PLN untuk menghadirkan listrik di seluruh wilayah termasuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Hingga akhir tahun 2024, sebanyak 83.693 desa dan kelurahan telah menikmati listrik.   Jakarta | PT PLN (Persero) menyatakan kesiapannya mendukung arahan pemerintah dalam menjalankan Program Listrik Desa (Lisdes) guna menerangi sekitar 780 ribu […]

  • Presiden Jokowi Disambut Upacara Kenegaraan di Canberra Australia

    Presiden Jokowi Disambut Upacara Kenegaraan di Canberra Australia

    • calendar_month Ming, 9 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Canberra, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo disambut upacara kenegaraan oleh Gubernur Jenderal Australia David Hurley dan Ibu Linda Hurley di Government House, Canberra, Australia, pada Minggu, 9 Februari 2020. Kunjungan ke Government House ini merupakan agenda pertama Presiden Jokowi di hari kedua berada di Canberra. Tiba di State Entrance, Presiden Jokowi disambut oleh Gubernur […]

  • Ada 16 Fasilitas Rehabilitasi Pecandu & Korban Penyalahgunaan Narkoba di NTT

    Ada 16 Fasilitas Rehabilitasi Pecandu & Korban Penyalahgunaan Narkoba di NTT

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan capaian kinerja yang telah berhasil melaksanakan tugas utama di bidang P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) yang menjadi tugas dan tanggung jawab berkaitan dengan Program Rehabilitasi Berkelanjutan. Dalam sesi press release yang dihelat oleh Bidang Rehabilitasi […]

  • PLN Peduli Bantu Gerobak Listrik Bagi UMKM di Labuan Bajo

    PLN Peduli Bantu Gerobak Listrik Bagi UMKM di Labuan Bajo

    • calendar_month Jum, 2 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Sebagai wujud tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan, PLN Peduli melalui PLN UPP (unit pelaksana proyek) Nusa Tenggara 2 menyalurkan 2 (dua) unit bantuan gerobak listrik kepada pelaku UMKM di Labuan Bajo yang diserahkan melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM Kabupaten Manggarai Barat. Penyerahan bantuan diserahkan langsung oleh Manager […]

  • Ikatan Keluarga Ngada Kupang Nyatakan Dukung SIAGA

    Ikatan Keluarga Ngada Kupang Nyatakan Dukung SIAGA

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Calon gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi (SPK) merupakan putra asli NTT yang sangat mencintai tanah kelahirannya. Ini SPK buktikan dengan menghadirkan solusi atas masalah kesulitan air yang sering dikeluhkan para masyarakat NTT khususnya para petani dengan menghadirkan pompa hidram. Gagasan menghadirkan pompa hidram untuk petani NTT memantik rasa simpatik dan dukungan dari berbagai […]

expand_less