Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Petugas Partai, Lumpuhnya Pancasila Tidak Kurang Tidak Lebih!

Petugas Partai, Lumpuhnya Pancasila Tidak Kurang Tidak Lebih!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 2 Jun 2021
  • visibility 175
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Petugas partai atau petugas rakyat? Begitu pertanyaan Prof. Franz Magnis-Suseno beberapa tahun yang lalu. Lantaran bukankah seseorang (yang berasal dari kader partai mana pun) saat dilantik jadi presiden, gubernur, bupati/wali kota, atau pejabat apa pun, maka saat itu ia sudah jadi petugas rakyat?

Rakyat mana? Ya, rakyat Indonesia, yang berfalsafah dan berlandaskan Pancasila. Tidak kurang tidak lebih.

Lalu di mana peran atau fungsi parpol?

Parpol adalah mesin politik penggerak dinamika politik yang menjadi semacam ‘kawah candradimuka’ untuk menghadirkan kader-kader terbaiknya. Untuk apa? Agar kader-kader itu bisa menggerakkan dinamika politik ke arah cita-cita bersama bangsa, masyarakat adil makmur berdasar Pancasila. Begitu, tidak kurang tidak lebih.

Kalau melenceng dari itu apa akibatnya? Pancasila lumpuh!

Megawati, Prof.Dr. Ahmad Syafii Maarif dan Prof.Dr. Franz Magnis-Suseno. Tiga nama besar yang trending di seputar peringatan hari kelahiran Pancasila. Megawati lewat pernyataan politiknya, Prof. Syafii Maarif dan Prof. Franz Magnis-Suseno masing-masing menulis artikelnya yang berjudul ‘Lumpuhnya Pancasila’ dan ‘Pancasila, Tidak Kurang Tidak Lebih’.

Petugas partai? Pancasila lumpuh? Ya, tidak kurang tidak lebih!

Paparan Prof. A. Syafii Maarif dengan lugas dan ringkas membuka wawasan kita. Tatkala Pancasila hanya sekedar jadi etalase politik, alias lips-service, beda kelakuan dengan omongan, maka ia cuma sekadar konsep tanpa daya gerak. Lumpuh.

Siapa yang mesti menggerakkannya? Ya, setiap Warga Negara Indonesia (WNI) tak pandang suku, agama, ras dan agamanya. Tidak kurang tidak lebih.

Buah dari pendidikan budi pekerti di lingkungan keluarga dan kerabat dekat selama ini telah membentuk kita semua jadi punya kompas moral, etika dan agama. Dari semua nilai-nilai kebaikan yang telah tertanam dalam sanubari, itulah yang memungkinkan kita bisa menerima Pancasila.

Menjadikan kita Manusia Indonesia yang ber-Pancasila karena kelima silanya ternyata amat sesuai dengan nilai budi pekerti yang selama ini terinternalisasi.

Jadi, dalam politik praktis, sikap Parpol yang kadernya sedang duduk di kursi jabatan publik (eksekutif atau legislatif) seyogianya bisa memosisikan dirinya menjadi lembaga yang mampu mendukung kadernya agar tetap berjalan dalam jalur konstitusional serta moral.

Parpol tidak boleh memperlakukan kadernya itu sebagai instrumen oligarki partai semata demi kepentingan sempit berbau egois dan primordialistik. Karena itu, hanya akan menyeret semuanya ke dalam jebakan korupsi, kolusi dan nepotisme belaka. Dan itu sudah terbukti!

Kader yang diperlakukan seperti itu, atau kader yang mau diperlakukan seperti itu, hanya akan membuat Pancasila menjadi lumpuh.

Tidak kurang tidak lebih!

Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2021

Banjarmasin, 2 Juni 2021

Penulis merupakan Pemerhati Ekonomi-Politik.

Foto utama megawati soekarnoputri oleh radarnonstop.co

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badan Pusat Statistik: Ekonomi NTT Tahun 2019 Tumbuh 5,20 Persen

    Badan Pusat Statistik: Ekonomi NTT Tahun 2019 Tumbuh 5,20 Persen

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ekonomi NTT pada tahun 2019 tumbuh sebesar 5,20 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan Industri Pengolahan sebesar 9,14 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Konsumsi Rumah Tangga sebesar 5,40 persen. Sebelumnya, pada tahun 2018, Pertumbuhan Ekonomi NTT tumbuh 5,13 persen, mengalami sedikit kenaikan […]

  • BERTAMBAH! Hari Libur Cuti Bersama Iduladha 1444H

    BERTAMBAH! Hari Libur Cuti Bersama Iduladha 1444H

    • calendar_month Kam, 22 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa penambahan hari libur cuti bersama dalam rangka Iduladha 1444 H merupakan salah satu upaya untuk mendorong perekonomian di daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden dalam keterangannya di hadapan awak media usai meninjau Pasar Parungpung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 21 Juni 2023. “Ya itu […]

  • Masih Gampang Tersinggung? Habis Gelap, Kapan Terbit Terang?

    Masih Gampang Tersinggung? Habis Gelap, Kapan Terbit Terang?

    • calendar_month Rab, 21 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas “Hentikan semua ucapan atau tindakan yang dapat menyinggung perasaan sesama saudara sebangsa dan setanah air.” – Joko Widodo, 19 Agustus 2019. Lagi -lagi soal penistaan agama. Seperti tidak ada lelahnya bangsa ini menyibukkan diri dengan soal yang satu ini. Apa sih sulitnya untuk membawa urusan agama hanya sebagai urusan privat-vertikal? Alias […]

  • 235 CPNS Kota Kupang TA. 2019 Dibekali Sistem Manajemen Kepegawaian

    235 CPNS Kota Kupang TA. 2019 Dibekali Sistem Manajemen Kepegawaian

    • calendar_month Sel, 9 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 235 orang yang terdiri dari Tenaga Guru 129 orang, Tenaga Kesehatan 75 orang, dan Tenaga Teknis 31 orang mengikuti kegiatan Orientasi dan Pembekalan CPNS Kota Kupang Tahun Anggaran 2019. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari sejak tanggal 9—13 Juli 2019, dengan narasumber dari Pejabat Struktural Pemerintah Kota Kupang […]

  • Wartawan Sinar Pagi Dianiaya Aparat, STOP Tindak Kekerasan!

    Wartawan Sinar Pagi Dianiaya Aparat, STOP Tindak Kekerasan!

    • calendar_month Sel, 1 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Wartawan kembali mendapat perlakuan semena-mena dari oknum aparat kepolisian. Ini terjadi ketika seorang wartawan hendak meliput saat aksi demo berlangsung. Sejatinya jurnalis dalam melakukan tugasnya dilindungi oleh Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang menerangkan bahwa menghalangi tugas wartawan akan dikenakan kurungan penjara selama dua tahun dan atau denda Rp.500.000.000,- ( […]

  • Operasi Yustisi di Malam Tahun Baru, Polres Selayar Pakai Sanksi ‘Push up’

    Operasi Yustisi di Malam Tahun Baru, Polres Selayar Pakai Sanksi ‘Push up’

    • calendar_month Sab, 2 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Selayar, Garda Indonesia | Operasi yustisi gabungan besar-besaran di bawah kendali Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Temmangngaro Machmud S.IK dihelat, tepat di malam pergantian tahun 2021. Operasi yustisi gabungan melibatkan seluruh jajaran aparat kepolisian Polres Kepulauan Selayar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) serta gugus tugas penanganan Covid-19 dipimpin langsung oleh Kepala […]

expand_less