Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Temu Majelis Jemaat Baith El Oelanisa, VBL: Gereja Harus Jadi Pusat Belajar

Temu Majelis Jemaat Baith El Oelanisa, VBL: Gereja Harus Jadi Pusat Belajar

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  dalam berbagai kesempatan bertatap muka dengan pemuka agama meminta agar gedung gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah tapi juga menjadi pusat pengembangan pendidikan.

“Gereja harus juga jadi pusat belajar.  Bukan hanya untuk belajar ilmu-ilmu ketuhanan tapi juga ilmu-ilmu lainnya. Gedung gereja dapat juga digunakan sebagai tempat belajar bagi anak usia dini,” terang Gubernur VBL saat beraudiensi dengan Majelis Jemaat Baith El Oelanisa, Baumata Timur Klasis Kupang Tengah, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang,  pada Senin, 5 Juli 2021 di ruang kerjanya.

Kepada Pendeta Petronela Lylho yang memimpin rombongan tersebut,  Gubernur VBL mengharapkan agar gereja jadi pusat informasi dan pembelajaran jarak jauh. “Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah gencar-gencarnya memperluas jaringan internet dan telekomunikasi melalui pendirian berbagai BTS di seluruh pelosok NTT. Gereja dapat memanfaatkan peluang ini dengan gunakan gedung gereja untuk lakukan pembelajaran jarak jauh bagi para siswa dan mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan,” jelas Gubernur VBL.

Terkait dengan permintaan dari para majelis jemaat untuk menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan gereja baru, Gubernur VBL mengharapkan agar kegiatan tersebut dilaksanakan setelah grafik Covid-19 di NTT melandai. “Sekarang ini angka Covid-19 di NTT sebagaimana nasional sedang meningkat. Kita harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Acara ini bisa dijadwalkan ulang setelah angka Covid menurun,” pintanya.

Sementara itu, Pendeta Petronela Lylho  mengungkapkan, pembangunan gereja baru mulai dirintis karena gereja lama yang dibangun pada 28 Agustus 1955 mengalami kerusakan parah setelah dihantam Badai Seroja. “Tentang kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gereja akan disesuaikan dengan anjuran dan jadwal dari Bapa Gubernur karena umat kami di sana berharap Bapa Gubernur berkenan hadir pada kegiatan ini, ” pungkas Pendeta yang sudah dua tahun menjadi gembala di Jemaat Baith El Oelanisa tersebut. (*)

Sumber berita dan foto (*/biro administrasi pimpinan setda ntt)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Komisi I DPRD TTS Pinta Inspektorat Audit APBD Secara Transparan

    Ketua Komisi I DPRD TTS Pinta Inspektorat Audit APBD Secara Transparan

    • calendar_month Sel, 18 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Loading

    SoE – Garda Indonesia | Ketua Komisi I DPRD Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Uksam Selan meminta Inspektorat TTS sebagai auditor internal pemerintah daerah untuk melakukan audit secara menyeluruh dan transparan terhadap penggunaan APBD tahun 2021, termasuk tahun-tahun sebelumnya yang belum tuntas. “Kita minta inspektorat untuk bekerja dalam koridor tanpa […]

  • Desa Makatakeri Sumba Tengah Optimalkan Lopo Dia Bisa Bank NTT

    Desa Makatakeri Sumba Tengah Optimalkan Lopo Dia Bisa Bank NTT

    • calendar_month Jum, 11 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Tengah, Garda Indonesia | Warga Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah pasca-sentuhan dan pendampingan menjadi Desa Binaan Bank NTT, meski di tengah pandemi Covid-19 lebih meningkatkan potensi desa dengan memanfaatkan secara optimal Lopo Dia Bisa Bank NTT, di desa yang memiliki “Jejak Tapak dan Bukit Presiden Jokowi” tersebut pun telah familier dengan layanan […]

  • Bukan Pertumpahan Darah, Tapi Cinta Kasih

    Bukan Pertumpahan Darah, Tapi Cinta Kasih

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yohanis Tkikhau Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perbedaan di tengah masyarakat merupakan Anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Perbedaan ini berdampak pada tindakan dan perilaku individu. Namun kita dibekali dengan akal budi untuk bisa membedakan hal yang baik maupun yang buruk, agar kita tetap menjaga keharmonisan hubungan antar sesama. Karena dalam setiap perjalanan kehidupan, kita […]

  • IMO-Indonesia : Perpu No 1 Tahun 2020 Perkuat Daya Tahan & Ekonomi Lebih Kompetitif

    IMO-Indonesia : Perpu No 1 Tahun 2020 Perkuat Daya Tahan & Ekonomi Lebih Kompetitif

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) sebagai pandemi pada sebagian besar negara-negara di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu dan telah menimbulkan korban jiwa, dan kerugian material yang semakin besar, dapat berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi, dan […]

  • Ajak Sinergi BPOM, Gubernur VBL Dorong Riset Obat Faloak dan Izin Edar Sophia

    Ajak Sinergi BPOM, Gubernur VBL Dorong Riset Obat Faloak dan Izin Edar Sophia

    • calendar_month Kam, 18 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat menerima audiensi Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) NTT, Tamran Ismail, S.Si, MP di ruang kerja Gubernur, pada Rabu, 17 Maret 2021; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak BPOM NTT bersinergi untuk memfasilitasi pengembangan riset Faloak  untuk menyembuhkan penyakit Hepatitis C dan Izin Edar Sophia di dalam negeri. […]

  • Gubernur VBL Dapati Program Maek Bako Gagal di Belu, Plt Sekda Tuduh Warga Curi

    Gubernur VBL Dapati Program Maek Bako Gagal di Belu, Plt Sekda Tuduh Warga Curi

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Program Tanam Maek Bako merupakan salah satu program unggulan Bupati Belu, Wilibrodus Lay dan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan yang menelan anggaran 1,3 Miliar, ternyata gagal. Hal ini diketahui setelah gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meninjau secara langsung lokasi penanaman Maek Bako (Porang) oleh pemda Belu di Hutan Jati […]

expand_less