Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Dugaan Suap Rachel Vennya Kabur Saat Karantina, Bareskrim Periksa 3 Saksi

Dugaan Suap Rachel Vennya Kabur Saat Karantina, Bareskrim Periksa 3 Saksi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 9 Jan 2022
  • visibility 46
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Dugaan suap demi bisa kabur karantina yang dilakukan selebgram Rachel Vennya dilaporkan ke Bareskrim Polri. Bareskrim mulai mengusut dugaan suap Rachel Vennya untuk kabur karantina tersebut.

“Kami sampaikan bahwa kasus tersebut dilaporkan melalui aplikasi Dumas Presisi terkait kasus suap karantina. Dan tentu setelah menerima laporan, ditindaklanjuti Bareskrim,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 7 Januari 2022.

Ramadhan menjelaskan Bareskrim tengah melakukan penyelidikan. Sampai saat ini, sudah ada 3 saksi yang diperiksa polisi. “Saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan. Dan telah dilakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi. Tentu kasus ini masih berproses,” tuturnya.

Ramadhan memastikan kasus dugaan suap oleh Rachel Vennya terus berproses. Rachel Vennya sendiri belum diperiksa Bareskrim. “Artinya kasus ini masih dalam pendalaman oleh Bareskrim. Sampai saat ini sudah 3 orang telah telah dimintai keterangannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendatangi Bareskrim Polri untuk menyerahkan bukti aduannya terkait dugaan suap Rachel Vennya yang tak karantina. MAKI menyerahkan barang bukti berupa berkas-berkas yang diperolehnya dari Pengadilan Negeri Tangerang.

“Hari ini saya ke Bareskrim Mabes Polri dalam rangka menindaklanjuti laporan saya, yang kirim lewat email dan pos Minggu kemarin karena saya waktu itu masih ada di Solo. Ke sini dalam rangka menindaklanjuti itu dengan menyerahkan barang bukti, yaitu berkas-berkas, saya peroleh dari proses Pengadilan di PN Tangerang,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan, pada Selasa, 21 Desember 2021.

“Makanya saya serahkan buktinya dengan kalimat dugaan-dugaan bahwa saya meyakini ini ada dugaan pungli dan suap karena uang dari Rachel kepada Ovelina itu kemudian yang 30 juta kepada Kania. Kania ini jelas kemudian adalah aparatur negara,” sambungnya.

Dalam kasus ini, Menko Polhukam Mahfud Md juga berpendapat suap Rp 40 juta yang diberikan Rachel Vennya kepada Ovelina Pratiwi masuk kategori pungli. Dia meminta agar pungli tersebut diusut tuntas.

“Ya, makanya saya singgung itu (suap Rachel Vennya) termasuk dari pungli, biar nanti diproses secara hukum. Kan ada hukumnya,” kata Mahfud di Jakarta, pada Rabu, 15 Desember 2021.

Jadi yang saya baca di pengadilan, tandas Mahfud, itu pengakuannya: Saya (Rachel Vennya) bayar ke mbak ini Rp 40 juta, lalu disetor ke ASN suatu institusi itu sekian.

“Nanti saya mau sampaikan agar itu diusut, biar enggak biasa melakukan itu,” tekan Mahfud. (*)

Sumber (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskon Tiket Pesawat Berlaku Juni—Juli 2025

    Diskon Tiket Pesawat Berlaku Juni—Juli 2025

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan stimulus ini diharapkan penyebaran bisa lebih rata. Stimulus ini pun diharapkan dapat meningkatkan daya beli secara lebih luas, dan perputaran ekonominya jauh lebih terasa.   Jakarta | Pemerintah bakal mengucurkan dana sebesar Rp24,44 triliun untuk program stimulus ekonomi. Ada 5 (lima) stimulus yang akan diberikan pada periode Juni hingga […]

  • Ketua DPR: ‘Konsolidasikan Semua BPBD untuk Antisipasi Bencana’

    Ketua DPR: ‘Konsolidasikan Semua BPBD untuk Antisipasi Bencana’

    • calendar_month Ming, 13 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Semua kepala daerah yang wilayahnya berpotensi mengalami gangguan alam hendaknya mulai waspada dan siaga. Semua unsur di dalam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hendaknya mulai dikonsolidasi dan antisipatif. Terjadi rangkaian gempa bumi di sejumlah daerah sejak jumat (11—12 Januari 2019 malam). Terjadi gempa bumi Kepulauan Banda, Bengkulu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan […]

  • Bupati Belu Sebut Tanggal 1 Agustus 2021 Masyarakat Belu Berobat Gratis

    Bupati Belu Sebut Tanggal 1 Agustus 2021 Masyarakat Belu Berobat Gratis

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | “Mulai tanggal 1 Agustus 2021, seluruh masyarakat Belu sudah berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP”, sebut Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH., FINASIM., didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. bersama rombongan saat memantau secara langsung kondisi Puskesmas Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) […]

  • Rakerda PAPPRI & Konser Musik di Pantai Otan, VBL : Bupati & Wali Kota Harus Dukung Seni

    Rakerda PAPPRI & Konser Musik di Pantai Otan, VBL : Bupati & Wali Kota Harus Dukung Seni

    • calendar_month Ming, 14 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Loading

    Otan, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi kepada jajaran DPD PAPPRI NTT di bawah kepemimpinan Adriana Kalla, atau akrab dikenal Aki Kalla bersama seluruh DPC PAPPRI se-NTT pada Jumat, 12 November 2021, melaksanakan rapat kerja daerah (Rakerda) perdana di Pantai Otan, Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang. Hadir bersama Mr. […]

  • Kedaulatan Pangan di Tangan Petani

    Kedaulatan Pangan di Tangan Petani

    • calendar_month Sel, 13 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Yucundianus Lepa Dapatkah petani negeri ini memiliki kedaulatan pangan sebagaimana impian banyak orang? Pertanyaan seperti ini akan terus mengganggu manakala petani kita tidak memiliki otonomi atas pangan yang dihasilkan, terpuruk tingkat kesejahteraannya, tidak terlindungi, menjadi mangsa para tengkulak dan hampir pasti menjadi sumber produksi kemiskinan. Apakah kedaulatan pangan itu? Kedaulatan pangan merupakan pemenuhan hak […]

  • Murid SD Kasih Yobel Kupang Belajar Manfaat Hingga Bahaya Listrik

    Murid SD Kasih Yobel Kupang Belajar Manfaat Hingga Bahaya Listrik

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Meilani Naomi Adangla, S.Pd., Wakepsek SD Kasih Yobel menyambut baik dan mengapresiasi langkah PLN yang peduli terhadap pendidikan karakter dan keselamatan siswa.   Kupang | Guna mengedukasi dan mengenalkan manfaat dan bahaya listrik sejak dini kepada siswa-siswi SD Kasih Yobel Kota Kupang, maka PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) Kupang menghelat sosialisasi bertema “Listrik […]

expand_less