Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Advokasi Sekolah Inklusif, Reza Rahadian Temui Bupati Sumba Barat

Advokasi Sekolah Inklusif, Reza Rahadian Temui Bupati Sumba Barat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 29 Mei 2022
  • visibility 162
  • comment 0 komentar

Loading

Waikabubak, Garda Indonesia | Aktor sekaligus Duta Persahabatan YAPPIKA-ActionAid, Reza Rahadian berkunjung ke SDN Palamoko dan SDN Rajaka di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di kedua sekolah tersebut, Reza berbincang dengan murid-murid, guru dan anggota komunitas sekolah terkait kondisi dan situasi di sekolah.

SDN Palamoko dan SDN Rajaka adalah 2 di antara 10 sekolah dampingan YAPPIKA-ActionAid di Kabupaten Sumba Barat melalui Program Sekolah Aman. Sejak tahun 2018, YAPPIKAActionAid bekerja sama dengan Yayasan Bahtera berhasil melakukan advokasi perbaikan infrastruktur di 9 Sekolah Dasar Negeri, menguatkan peran komunitas sekolah dalam mendampingi orang tua siswa dalam mengakses PIP/KIP, melakukan upaya dalam perbaikan perbaruan DAPODIK, melakukan advokasi anggaran dalam upaya menaikkan alokasi anggaran infrastruktur pendidikan di tingkat kabupaten dan nasional, serta berhasil mendorong berfungsinya SP4N/LAPOR!

Kehadiran Reza bersama Direktur Eksekutif YAPPIKA-ActionAid Fransisca Fitri bertujuan mengkomunikasikan skema Program Sekolah Aman kepada Pemda Sumba Barat pada tahun 2022. Adapun skema program sekolah aman dan inklusif guna mengadvokasi perbaikan sekolah rusak, menyusun dan membuat rintisan sekolah inklusif, membuat kebun gizi tingkat komunal dan rumah tangga dalam rangka menjangkau pemenuhan kecukupan nutrisi.

Dalam jamuan makan malam yang berlangsung di rumah dinas Bupati Sumba Barat pada Jumat malam, 27 Mei 2022, Reza menceritakan kunjungannya ke SDN Palamoko yang hingga saat ini mengalami keterbatasan infrastruktur dengan ruang kelas rusak, tidak terjangkau aliran listrik, serta akses air yang terkendala.

“Kalau dibilang layak, tidak layak karena tidak aman untuk sekolah. Saya sangat berharap besar Bapak Bupati bisa memberikan instruksi secara langsung kepada perangkat di kabupaten untuk bisa menangani secara cepat karena sekolah ini butuh perbaikan,” ujar Reza.

Selain persoalan infrastruktur pendidikan, Reza juga menyampaikan tentang pendidikan inklusif yang memerhatikan kebutuhan siswa serta pentingnya ketercukupan nutrisi bagi siswa untuk belajar dengan optimal.

Reza Rahadian saat berdialog dengan anak SD di Sumba Barat

Senada dengan Reza, Direktur Eksekutif YAPPIKA-ActionAid Fransisca Fitri menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapan sekolah akan kondisi siswa yang memiliki kebutuhan khusus agar bisa bersekolah di sekolah umum yang dekat dengan tempat tinggalnya. Fransisca juga menjelaskan skema intervensi di bidang nutrisi yang dilakukan bersama pihak sekolah dengan memanfaatkan aset berupa lahan untuk ditanami tumbuhan yang dapat diolah.

Menanggapi fakta-fakta yang disampaikan Reza dan Fransisca, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, menyatakan total APBD Kabupaten Sumba Barat yang diperuntukkan bagi sektor pendidikan telah melebihi regulasi nasional di atas 20 persen. Di sisi lain, banyak sekolah yang perlu ditangani dan menjadi prioritas pemerintah daerah.

Hingga saat ini, ungkap Yohanis Dade, SDN Palamoko belum dimasukkan dalam anggaran tahun 2022. Namun jika memungkinkan, akan masuk ke anggaran tahun 2023. Selain itu, pemerintah daerah masih mengupayakan ketersediaan aliran listrik dan harapannya di tahun 2023 bisa tersebar di sekolah-sekolah di Kabupaten Sumba Barat.

“Salah satu misi kami itu pendidikan. Karena kalau tanpa pendidikan itu susah. Dan juga pendidikan tidak bisa berjalan sendiri jika tidak ditopang oleh kesehatan. Kesehatan juga tidak bisa berjalan sendiri kalau tidak ditopang oleh pertanian dan perekonomian sehingga saya sangat berharap semua program bisa bersinergi,” urai Yohanis Dade.

Kemudian pada Sabtu, 28 Mei 2022, Reza melanjutkan kunjungan ke SDN Rajaka untuk melihat perbaikan ruang kelas yang telah dilakukan oleh Pemda Sumba Barat di tahun 2019 dari hasil advokasi bersama antara komunitas sekolah SDN Rajaka, Yayasan Bahtera, dan YAPPIKAActionAid. Dalam kunjungan ini, SDN Rajaka diresmikan sebagai Rintisan Sekolah Inklusif oleh Plt. Kadis Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat Yermias Ndapa Doda. Sekolah ini hadir sebagai percontohan sekolah di Sumba Barat yang memfasilitasi kebutuhan anak disabilitas, mengupayakan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa kurang mampu, dan mengembangkan kebun gizi di lahan sekolah.

Untuk diketahui, sejak tahun 2016, YAPPIKA-ActionAid telah melakukan advokasi dan kampanye mengenai Sekolah Aman di Indonesia, baik di tingkat nasional melalui dialog dengan pemerintah pusat maupun di daerah. Secara khusus, YAPPIKA-ActionAid telah bekerja di sejumlah kabupaten, yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Kupang, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sambas.

Hingga tahun 2021, YAPPIKA-ActionAid telah bekerja sama dengan para lembaga mitra di masing-masing daerah, telah mengadvokasi 92 Sekolah Dasar Negeri yang rusak bersama 2.091 orang anggota komunitas sekolah. Hasilnya, 61 Sekolah Dasar Negeri yang rusak telah diperbaiki dengan berbagai skema pendanaan, 19 Sekolah Dasar Negeri memiliki toilet yang terpisah bagi anak perempuan dan laki-laki, peningkatan pengetahuan tentang pendidikan inklusi di 30 Sekolah Dasar Negeri, serta pengembangan kebun gizi untuk edukasi pentingnya kecukupan nutrisi bagi tumbuh kembang anak yang sehat di beberapa sekolah, termasuk di kabupaten Sumba Barat.(*)

Sumber (*/YAPPIKA-ActionAid)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akhir 2019, RSUD S. K. Lerik Bersertifikasi Internasional

    Akhir 2019, RSUD S. K. Lerik Bersertifikasi Internasional

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S. K. Lerik Kota Kupang berkomitmen mendapatkan sertifikasi ISO pada akhir tahun 2019. Hal itu ditandai dengan melakukan pembenahan dan juga melengkapi dokumen Pedoman Mutu Pelaksanaan ISO 9001: 2015, yang diserahkan langsung oleh Direktris RSUD S. K. Lerik, dr. Marsiana Y. Halek kepada Wali Kota […]

  • Merci Jone : Makanan dan Minuman  di Rutan Harus Layak dan Sesuai

    Merci Jone : Makanan dan Minuman di Rutan Harus Layak dan Sesuai

    • calendar_month Ming, 31 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-TTU, Garda Indonesia | Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) NTT, Marciana Dominika Jone melakukan kunjungan dan meninjau langsung pelayanan kepada warga binaan di rumah tahanan (Rutan) Klas IIB Kefamenanu dan Rutan SoE pada Sabtu, 30 Januari 2021. Merci Jone (sapaan akrab dari Kakanwil perempuan pertama di NTT, red) dalam kunjungannya didampingi […]

  • Kasus Covid-19 Melonjak, Ketua DPD RI Minta Tunda Sekolah Tatap Muka

    Kasus Covid-19 Melonjak, Ketua DPD RI Minta Tunda Sekolah Tatap Muka

    • calendar_month Rab, 23 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah menunda rencana pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran baru, Juli 2021. Pasalnya, terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi. Bahkan, jumlah anak-anak yang terinfeksi virus tersebut sangat tinggi. Berdasarkan catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), persentase anak-anak yang terinfeksi Covid-19 mencapai […]

  • Tak Punya Kantor Sendiri, Ini Harapan Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT

    Tak Punya Kantor Sendiri, Ini Harapan Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT

    • calendar_month Jum, 14 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berdiri pada 23 Juli 2009 hingga sekarang. Kantor pertama berlokasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, kantor kedua berlokasi di Jalan El Tari. Kemudian, 2 kali berpindah tempat, dan sekarang berada di Kompleks […]

  • Tsunami Selat Sunda: 43 Meninggal, 584 Luka-Luka & 2 Orang Hilang

    Tsunami Selat Sunda: 43 Meninggal, 584 Luka-Luka & 2 Orang Hilang

    • calendar_month Ming, 23 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WITA, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Hingga 23/12/2018 pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 40 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang […]

  • Kristiana Muki—Sosok Sederhana Pemerhati Anak dan Perempuan

    Kristiana Muki—Sosok Sederhana Pemerhati Anak dan Perempuan

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | Sebelum melihat lebih dekat dan membangun komunikasi, tentunya bakal muncul beragam perspektif tentang sosok Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Partai NasDem, Kristiana Muki, S.Pd., M.Si. Kristiana Muki ternyata merupakan sosok sederhana dan peduli serta memberikan atensi khusus terhadap isu anak dan perempuan. Dijumpai di rumahnya pada Selasa siang, 23 Juni […]

expand_less