Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Advokasi Sekolah Inklusif, Reza Rahadian Temui Bupati Sumba Barat

Advokasi Sekolah Inklusif, Reza Rahadian Temui Bupati Sumba Barat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 29 Mei 2022
  • visibility 107
  • comment 0 komentar

Loading

Waikabubak, Garda Indonesia | Aktor sekaligus Duta Persahabatan YAPPIKA-ActionAid, Reza Rahadian berkunjung ke SDN Palamoko dan SDN Rajaka di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di kedua sekolah tersebut, Reza berbincang dengan murid-murid, guru dan anggota komunitas sekolah terkait kondisi dan situasi di sekolah.

SDN Palamoko dan SDN Rajaka adalah 2 di antara 10 sekolah dampingan YAPPIKA-ActionAid di Kabupaten Sumba Barat melalui Program Sekolah Aman. Sejak tahun 2018, YAPPIKAActionAid bekerja sama dengan Yayasan Bahtera berhasil melakukan advokasi perbaikan infrastruktur di 9 Sekolah Dasar Negeri, menguatkan peran komunitas sekolah dalam mendampingi orang tua siswa dalam mengakses PIP/KIP, melakukan upaya dalam perbaikan perbaruan DAPODIK, melakukan advokasi anggaran dalam upaya menaikkan alokasi anggaran infrastruktur pendidikan di tingkat kabupaten dan nasional, serta berhasil mendorong berfungsinya SP4N/LAPOR!

Kehadiran Reza bersama Direktur Eksekutif YAPPIKA-ActionAid Fransisca Fitri bertujuan mengkomunikasikan skema Program Sekolah Aman kepada Pemda Sumba Barat pada tahun 2022. Adapun skema program sekolah aman dan inklusif guna mengadvokasi perbaikan sekolah rusak, menyusun dan membuat rintisan sekolah inklusif, membuat kebun gizi tingkat komunal dan rumah tangga dalam rangka menjangkau pemenuhan kecukupan nutrisi.

Dalam jamuan makan malam yang berlangsung di rumah dinas Bupati Sumba Barat pada Jumat malam, 27 Mei 2022, Reza menceritakan kunjungannya ke SDN Palamoko yang hingga saat ini mengalami keterbatasan infrastruktur dengan ruang kelas rusak, tidak terjangkau aliran listrik, serta akses air yang terkendala.

“Kalau dibilang layak, tidak layak karena tidak aman untuk sekolah. Saya sangat berharap besar Bapak Bupati bisa memberikan instruksi secara langsung kepada perangkat di kabupaten untuk bisa menangani secara cepat karena sekolah ini butuh perbaikan,” ujar Reza.

Selain persoalan infrastruktur pendidikan, Reza juga menyampaikan tentang pendidikan inklusif yang memerhatikan kebutuhan siswa serta pentingnya ketercukupan nutrisi bagi siswa untuk belajar dengan optimal.

Reza Rahadian saat berdialog dengan anak SD di Sumba Barat

Senada dengan Reza, Direktur Eksekutif YAPPIKA-ActionAid Fransisca Fitri menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapan sekolah akan kondisi siswa yang memiliki kebutuhan khusus agar bisa bersekolah di sekolah umum yang dekat dengan tempat tinggalnya. Fransisca juga menjelaskan skema intervensi di bidang nutrisi yang dilakukan bersama pihak sekolah dengan memanfaatkan aset berupa lahan untuk ditanami tumbuhan yang dapat diolah.

Menanggapi fakta-fakta yang disampaikan Reza dan Fransisca, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, menyatakan total APBD Kabupaten Sumba Barat yang diperuntukkan bagi sektor pendidikan telah melebihi regulasi nasional di atas 20 persen. Di sisi lain, banyak sekolah yang perlu ditangani dan menjadi prioritas pemerintah daerah.

Hingga saat ini, ungkap Yohanis Dade, SDN Palamoko belum dimasukkan dalam anggaran tahun 2022. Namun jika memungkinkan, akan masuk ke anggaran tahun 2023. Selain itu, pemerintah daerah masih mengupayakan ketersediaan aliran listrik dan harapannya di tahun 2023 bisa tersebar di sekolah-sekolah di Kabupaten Sumba Barat.

“Salah satu misi kami itu pendidikan. Karena kalau tanpa pendidikan itu susah. Dan juga pendidikan tidak bisa berjalan sendiri jika tidak ditopang oleh kesehatan. Kesehatan juga tidak bisa berjalan sendiri kalau tidak ditopang oleh pertanian dan perekonomian sehingga saya sangat berharap semua program bisa bersinergi,” urai Yohanis Dade.

Kemudian pada Sabtu, 28 Mei 2022, Reza melanjutkan kunjungan ke SDN Rajaka untuk melihat perbaikan ruang kelas yang telah dilakukan oleh Pemda Sumba Barat di tahun 2019 dari hasil advokasi bersama antara komunitas sekolah SDN Rajaka, Yayasan Bahtera, dan YAPPIKAActionAid. Dalam kunjungan ini, SDN Rajaka diresmikan sebagai Rintisan Sekolah Inklusif oleh Plt. Kadis Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat Yermias Ndapa Doda. Sekolah ini hadir sebagai percontohan sekolah di Sumba Barat yang memfasilitasi kebutuhan anak disabilitas, mengupayakan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa kurang mampu, dan mengembangkan kebun gizi di lahan sekolah.

Untuk diketahui, sejak tahun 2016, YAPPIKA-ActionAid telah melakukan advokasi dan kampanye mengenai Sekolah Aman di Indonesia, baik di tingkat nasional melalui dialog dengan pemerintah pusat maupun di daerah. Secara khusus, YAPPIKA-ActionAid telah bekerja di sejumlah kabupaten, yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Kupang, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sambas.

Hingga tahun 2021, YAPPIKA-ActionAid telah bekerja sama dengan para lembaga mitra di masing-masing daerah, telah mengadvokasi 92 Sekolah Dasar Negeri yang rusak bersama 2.091 orang anggota komunitas sekolah. Hasilnya, 61 Sekolah Dasar Negeri yang rusak telah diperbaiki dengan berbagai skema pendanaan, 19 Sekolah Dasar Negeri memiliki toilet yang terpisah bagi anak perempuan dan laki-laki, peningkatan pengetahuan tentang pendidikan inklusi di 30 Sekolah Dasar Negeri, serta pengembangan kebun gizi untuk edukasi pentingnya kecukupan nutrisi bagi tumbuh kembang anak yang sehat di beberapa sekolah, termasuk di kabupaten Sumba Barat.(*)

Sumber (*/YAPPIKA-ActionAid)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alex Frans Cabut Gugatan; Kudji Herewila Lanjutkan Proses Hukum

    Alex Frans Cabut Gugatan; Kudji Herewila Lanjutkan Proses Hukum

    • calendar_month Kam, 9 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Kisruh hukum antara penggugat; Pemilik dan Penanggung Jawab Kantor Hukum ALF Law Office, Alexander Frans,SH., dan tergugat Dosen Fakultas Pertanian Undana Kupang; Ir Kudji Herewila, perihal Gugatan Ingkar Janji dengan Nomor Perkara 160/Pdt.G/2018/PNKupang tertanggal 2 Juli 2018; akhirnya dicabut oleh Alex Frans pada Hari Rabu/8 Agustus 2018. Gugatan Ingkar Janji/Wanprestasi dari Pengacara […]

  • dr Domi Mere : NTT Tambah 1 Kasus Positif Covid-19

    dr Domi Mere : NTT Tambah 1 Kasus Positif Covid-19

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertambah lagi 1 (satu) kasus Positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara (NTT), sehingga kasus positif Covid-19 tercatat hingga Senin, 4 Mei 2020 sebanyak 11 kasus (1 kasus telah sembuh, 7 kasus dirawat di RS Bhayangkara Kupang, 2 kasus di Labuan Bajo, dan 1 kasus baru). Kepastian penambahan kasus […]

  • Doktor Kedua Ilmu Peternakan Pascasarjana Undana Dikukuhkan

    Doktor Kedua Ilmu Peternakan Pascasarjana Undana Dikukuhkan

    • calendar_month Rab, 30 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id |Sidang promosi doktor program studi S3 Ilmu Peternakan pascasarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Rabu/30/1/2019 pukul 10.00—12.35 WITA, berhasil meneguhkan Gemini Ermiani Mercurina Malelak sebagai Doktor Perempuan Kedua Ilmu Peternakan. Mengangkat judul disertasi ‘Optimalisasi Kualitas Se’i Yang Diolah dari Daging Sapi Bali Betina Afkir dengan Skor Kondisi Tubuh dan Teknik Pengolahan Berbeda’, promovenda […]

  • Pelatihan Program Malaria PERDHAKI NTT, Ini Tiga Pesan Dokter Herman Man

    Pelatihan Program Malaria PERDHAKI NTT, Ini Tiga Pesan Dokter Herman Man

    • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Staf dalam Pengelolaan Program Malaria GFATM Penguatan Komunitas Region Nusa Tenggara Timur, pada Selasa sore, 23 Februari 2021 bertempat di salah satu hotel. Pelatihan ini diprakarsai oleh  Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI) selaku Principal Recipient (PR) untuk […]

  • Kini, Bank NTT Punya 33 Mesin CRM di Seluruh Kantor Cabang

    Kini, Bank NTT Punya 33 Mesin CRM di Seluruh Kantor Cabang

    • calendar_month Sab, 17 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Tiada habisnya berinovasi dalam layanan perbankan. Itulah Bank NTT saat ini. Hari demi hari, BPD yang kian menginspirasi negeri ini mewujudkan visi dan misinya sebagai bank yang sehat, kuat serta terpercaya. Bahkan mereka pun membuktikan ke publik sebagai bank yang seutuhnya menjadi pelopor penggerak ekonomi rakyat yang sukses menggali sumber potensi […]

  • Pompa Hidram SPK Dinikmati Warga Desa Panama Lembata

    Pompa Hidram SPK Dinikmati Warga Desa Panama Lembata

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Lembata | Calon gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi (SPK) memanfaatkan masa kampanye dengan turun menyapa masyarakat hingga ke pedalaman. Tekad kuat purnawirawan TNI berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) ini untuk menyejahterakan seluruh masyarakat, membuatnya tak mengenal lelah dan telah mengunjungi banyak desa di seantero NTT. Namun jangan salah, hal ini memang sudah terbiasa […]

expand_less