Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Bupati Andreas Dukung Perlindungan Indikasi Geografis di Ngada

Bupati Andreas Dukung Perlindungan Indikasi Geografis di Ngada

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
  • visibility 48
  • comment 0 komentar

Loading

Bajawa, Garda Indonesia | Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur (Kemenkumham NTT), Marciana Dominika Jone didampingi Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Erni Mamo Li, Tim Ahli Indikasi Geografis dan Kepala Rutan Kelas IIB Bajawa, Mustawan beraudiensi dengan Bupati Ngada, Andreas Paru pada Selasa, 9 Agustus 2022.

Rombongan Kakanwil Kemenkumham NTT, Bupati Ngada, dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Bernard Bura berdiskusi dengan Ketua MPIG Kopi Arabika Flores Bajawa, Rikardus Nuga terkait upaya dan kendala MPIG Kopi AFB dalam mempertahankan karakteristik, mutu, dan reputasi Kopi Arabika Flores Bajawa.

Merci Jone sapaan akrab Kakanwil Kemenkumham NTT mengungkapkan terdapat beberapa permasalahan dalam keberlangsungan produk Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Bajawa antara lain menurunnya produksi saat harga Kopi terus meningkat, lemahnya pengawasan yang mengakibatkan masuknya oknum tengkulak yang membeli kopi dari petani dan mengolah di luar SOP yang telah ditetapkan, serta beredarnya produk olahan kopi yang tidak tertera dalam Dokumen Deskripsi IG, namun menggunakan logo IG Kopi Arabika Flores Bajawa.

Hal-hal tersebut, tekan Merci Jone, dapat menyebabkan turunnya reputasi dari Kopi Arabika Flores Bajawa dan sertifikasi indikasi geografis dari Kopi Arabika Flores Bajawa terancam dicabut. “Kami berterima kasih atas terbentuknya Perda Kabupaten Ngada nomor 8 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan kekayaan intelektual. Kami berharap Perda ini menjadi payung hukum dalam keberlangsungan produk Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Bajawa,” ujarnya.

Merci Jone menekankan bahwa Kabupaten Ngada memiliki banyak potensi Indikasi Geografis yang belum didaftar seperti Alpukat Bajawa dan Terung Belanda yang dapat tumbuh baik di pegunungan/dataran tinggi, namun produksinya terus menurun dari tahun ke tahun. Reputasi dari kedua produk sudah cukup terkenal hingga level nasional sehingga diharapkan adanya program budidaya yang baik agar produk tersebut dapat didaftar sebagai Indikasi Geografis asal Kabupaten Ngada

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Ngada memiliki potensi produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yakni bambu yang belum mendapat perhatian optimal dalam pengembangan dan pemanfaatannya. “Bambu di Kabupaten Ngada sudah sangat dikenal dan memiliki potensi luar biasa untuk menjadi sumber bahan baku berbagai produk, tentu hal ini akan diikuti dengan begitu banyak potensi kekayaan intelektual yang bisa didaftar seperti Indikasi Geografis, Paten, Merek dan Desain Industri,” tuturnya.

Ketua MPIG Kopi Arabika Flores Bajawa, Rikardus Nuga memohon dukungan penuh dari Pemda Ngada melalui OPD terkait dan pihak Kemenkumham dalam menjalankan program pengembangan produk IG oleh MPIG Kopi Arabika Flores Bajawa yang dirasa belum optimal saat ini.

“Kami mengharapkan adanya intervensi pemerintah baik pusat maupun daerah sehingga produk kebanggaan masyarakat Ngada ini dapat terus eksis di kancah internasional,” ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Ngada mengungkapkan bahwa Pemda Ngada telah merencanakan program pengembangan bambu yang terintegrasi dan telah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak baik kementerian, lembaga maupun swasta untuk mendukung pemanfaatan bambu dalam menggerakkan perekonomian.

“Dari 12 kecamatan di Ngada, ada 10 kecamatan yang punya potensi bambu. Hampir 100 desa dari 135 desa di Ngada,” ujarnya.

Bupati Ngada pun telah mengarahkan pemerintah desa untuk memanfaatkan semua potensi desa untuk kepentingan rakyat desa. Bahkan, dana desa bisa digunakan untuk pengembangan potensi bambu di desa.(*)

Sumber (*/Humas Kumham NTT)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sembilan Desember, Ada Cinta!

    Sembilan Desember, Ada Cinta!

    • calendar_month Sen, 28 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Penulis : Melkianus Nino Pagi meronda begitu cepat oleh kesibukan, yang tak bisa merasakan putaran lajunya. Ujung terang makin di tepian pandang mata. Senja menyapa, Selamat datang generasi. Jingga itu, warna barat melukis perpisahan. Versa dan Matic Beat, Pop siap balik arah untuk kembali. Tinggalkan Kota Baru, dusun kecil di bagian barat yang jauh dari […]

  • Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang Helat Lomba Kebersihan antar-Instansi

    Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang Helat Lomba Kebersihan antar-Instansi

    • calendar_month Kam, 12 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Menyongsong HUT ke-21 Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang pada 7 Desember 2020, maka panitia kegiatan menghelat lomba kebersihan antar-instansi, dinas, badan, dan perusahaan daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang. Sekitar 54 kantor, dinas, badan, dan perusahaan daerah lingkup Pemkot Kupang Bakal mengikuti lomba kebersihan yang bakal dinilai oleh dewan juri pada […]

  • Jadi Model Pertanian Terintegrasi, Sumba Tengah Berbenah Diri Pasca-Badai

    Jadi Model Pertanian Terintegrasi, Sumba Tengah Berbenah Diri Pasca-Badai

    • calendar_month Jum, 16 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Tengah, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menjadikan Kabupaten Sumba Tengah sebagai Model Pertanian Terintegrasi di NTT. Penekanan VBL tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Panen Padi di Lokasi Food Estate pada Kamis, 15 April 2021. “Tahun depan (2022), diharapkan dukungan masyarakat melalui DPRD Provinsi, kami menganggarkan Pabrik Pakan Ternak […]

  • Kapal Tenggelam di Selat Pukuafu, 2 Anak Tewas & 8 Orang Belum Ditemukan

    Kapal Tenggelam di Selat Pukuafu, 2 Anak Tewas & 8 Orang Belum Ditemukan

    • calendar_month Ming, 5 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kasus kecelakaan laut di perairan Selat Pukuafu, dialami oleh Perahu Lempara [perahu penangkap ikan] “Kasih 25” milik Yos Doro beralamat di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Lampara [perahu penangkap ikan] tersebut berangkat dari pelabuhan laut Tablolong sekira pukul 09.00 WITA dengan tujuan ke pulau Pulau Rote, setibanya di perairan […]

  • Hari Maritim Nasional 2023 Dihelat di NTT, Dihadiri Presiden Jokowi

    Hari Maritim Nasional 2023 Dihelat di NTT, Dihadiri Presiden Jokowi

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki garis pantai sepanjang 5.700 km2 (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, 2019) dan luas laut mencapai 151.414,05 km2 (Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2008) sementara luas daratan mencapai 47.349,9 km2. Provinsi NTT merupakan provinsi kepulauan dengan sebaran mencapai 1.192 pulau besar dan kecil (523 pulau belum berpenghuni). […]

  • 8 Destinasi NTT Masuk Nominasi API 2020, ‘Lonely Planet’ Harap Masuk Top 10 Dunia

    8 Destinasi NTT Masuk Nominasi API 2020, ‘Lonely Planet’ Harap Masuk Top 10 Dunia

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan Lonely Planet telah menghubunginya serta mengharapkan agar NTT tetap masuk 10 destinasi terbaik dunia 2021. “Penerbit buku travelling terkemuka di dunia ini baru saja menghubungi saya dan mengharapkan NTT tetap jadi salah satu dari 10 daerah tujuan destinasi pariwisata dunia atau Top 10 tahun […]

expand_less