Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Budidaya Jahe Merah Kelompok Tani Gugok Gelam dengan CSR Bintang Toedjoe

Budidaya Jahe Merah Kelompok Tani Gugok Gelam dengan CSR Bintang Toedjoe

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 28 Nov 2018
  • visibility 41
  • comment 0 komentar

Loading

Prabumulih, gardaindonesia.id | Budidaya Jahe Merah dari PT Bintang Toedjoe, salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk diadakan di aula Kantor Lurah Sukaraja dan lahan perkebunan kelompok tani gugok gelam Kota Prabumulih Sumatera Selatan, Selasa (27/11/2018).

Lurah Sukaraja mengucapkan terima kasih dengan adanya pelatihan budidaya jahe merah dari PT Bintang Toedjoe.
“Harapan kita bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan ekonomi warga Kelurahan Sukaraja. Kami dari pemerintah menyambut baik pelatihan ini,” ungkapnya.

Marketing dan PR Manager PT Bintang Toedjoe Sumarwoto, mengatakan, bahwa sosialisasi budidaya jahe merah ini merupakan pertama kali diadakan bersama komunitas-komunitas petani.
“Ini merupakan Multi Event CSR PT Bintang Toedjoe dalam rangka memberikan atau mengembalikan hak masyarakat kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan. Kami tidak pernah mau memberikan dalam bentuk uang, namun memberikan pelatihan dan memberikan bibit gratis dan hormon gratis, tetapi bukan dalam bentuk kuota yang besar. Kita memberikan kuota sebagai uji coba dan akan melihat minat masyarakat tertarik atau tidak,” ujarnya.

Lanjut Sumarwoto, penanaman jahe merah hanya bisa ditanam oleh negara yang memiliki dua musim. Jadi yang bisa menanam ini hanyalah Indonesia. Hal ini sangat menguntungkan bagi masyarakat, karena persoalan masyarakat ini adalah aktivitas pemasaran.

Sedangkan PT Bintang Toedjoe memberikan komitmen untuk membeli tapi dengan harga yang sudah standar dan harga standar kami adalah Rp 74.000/kg kering dengan kadar air 12%.

“Bibit yang diberikan secara gratis ini, akan kami pantau langsung secara terus menerus dari awal pembibitan penanaman maupun kendala para petani. Hal ini adalah bentuk atau bukti CSR PT Bintang Toejdoe yang ingin dekat dengan masyarakat dan CSR yang kita berikan dirasakan masyarakat tepat sasaran,” jelasnya.

Antusias warga terlihat dari sekitar 50 peserta kelompok tani gugok gelam yang mengikuti pelatihan dimulai dari pemberian bibit hingga cara-cara penanaman jahe merah yang dilakukan di lahan salah satu warga.

Sumber berita (*/Abi Samran-Team IMO Sumatera Selatan)
Editor : (+rony banase-IMO NTT)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesehatan Lingkungan Jadi Perhatian Utama Gereja Bait El Penfui Kupang

    Kesehatan Lingkungan Jadi Perhatian Utama Gereja Bait El Penfui Kupang

    • calendar_month Sab, 23 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Mewaspadai wabah demam berdarah dan memberikan edukasi tentang kesehatan lingkungan kepada masyarakat dan jemaat Gereja Bait El Kampung Baru Penfui Kupang, maka memasuki Minggu Pra Paskah Keempat, Panitia Hari Raya Gerejawi (PHRG) mengadakan senam bersama, pemeriksaan kesehatan, sosialisasi dan penyuluhan dan aksi bersih lingkungan pada Sabtu/23 Maret 2019 pukul 06.00 WITA—selesai […]

  • Pulih dari Covid-19, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi Kembali Berkantor

    Pulih dari Covid-19, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi Kembali Berkantor

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,  Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT,  Josef A. Nae Soi (JNS) dinyatakan sembuh dari Covid-19. Kondisi kesehatan terkini dari pasangan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) tersebut diungkapkannya saat memberikan keterangan pers kepada para wartawan bertempat di ruang rapat gubernur pada Senin, 25 Januari 2020. “Puji Tuhan dan terima kasih atas dukungan dan doa […]

  • Gubernur VBL Ajak Pihak Gereja Bangun Ekonomi Masyarakat

    Gubernur VBL Ajak Pihak Gereja Bangun Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Rab, 29 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat bertemu dengan pengurus baru Majelis Pekerja Harian (MPH) Persekutuan Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Nusa Tenggara Timur masa bakti 2019—2024 di ruang kerjanya, Selasa, 28 Mei 2019, menyampaikan paling sedih, kalau dengar masyarakat bilang panen banyak, tapi tidak bisa jual. “Itu karena salah kita pemimpinnya, […]

  • Kombes Pol Nelson Quintas.: Kota Kupang Relatif Terkendali dari Narkotika

    Kombes Pol Nelson Quintas.: Kota Kupang Relatif Terkendali dari Narkotika

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Loading

    “Kita bangga Kota Kupang dan NTT tak seperti kota besar dan provinsi lain di Indonesia,” tekan Kepala BNN Kota Kupang, Kombes Pol Nelson Quintas yang sempat pula menangkap pengedar narkoba dari India.   Kota Kupang | Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama Kota Kupang cenderung tak seperti beberapa kota besar di Indonesia yang masif dari bahaya […]

  • PLN UIW NTT ‘Energize’ Gardu Induk 150 KV Tenau & SUTT 150 KV Bolok-Tenau

    PLN UIW NTT ‘Energize’ Gardu Induk 150 KV Tenau & SUTT 150 KV Bolok-Tenau

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIW NTT) berhasil melakukan energize ‘pemberian tegangan pertama’ untuk mengoperasikan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV Bolok-Tenau dengan panjang jaringan 19 kms (kilo meter sirkuit) dan 31 jumlah tapak tower, tersambung dari Gardu Induk Bolok di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat sampai Gardu Induk […]

  • Generasi Muda dan Bela Negara

    Generasi Muda dan Bela Negara

    • calendar_month Rab, 16 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Warsito hadi – APN Kemhan Pesatnya kemajuan dan perkembangan Iptek mendorong cepatnya perubahan di era globalisasi sangat mempengaruhi pola dan pemikiran bagi generasi muda menghadapi setiap tantangan, hambatan dan ancaman dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan (ipoleksosbudhankam). Maka, perlu disiapkan generasi muda yang dapat menghadapi dan mengantisipasi perubahan tersebut. […]

expand_less