Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Lanyalla, Politik, dan Sepak Bola

Lanyalla, Politik, dan Sepak Bola

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 15 Jan 2023
  • visibility 114
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Muliansyah A. Ways

Tiga hal yang tak bisa dipisahkan dalam peristiwa hari ini, sosok yang Bernama asli AA Lanyalla Mahmud Mattalitti, pria yang selama ini dikenal sebagai seorang tokoh anti tesa terhadap kelompok oligarki, mafia dan menjadi diri sendiri untuk kepentingan bangsa dan negara. LaNyalla hadir sebagai pribadi yang memberikan warna baru perpolitikan nasional bangsa ini, walaupun memang akan berhadapan dengan berbagai kelompok yang pro oligarki, pro mafia dan pro yang merusak sendi – sendi bangsa Indonesia yang besar ini.

Sosok AA LaNyalla Mahmud Mattalitti atau lebih dikenal dengan sapaan LaNyalla yang lahir di Jakarta, 10 Mei 1959. Ia besar dari keluarga berpendidikan dan pengusaha. Ayahnya Mahmud Mattalitti yang merupakan dosen yang pernah dipercaya sebagai Pembantu Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya dan kakeknya Haji Mattalitti adalah seorang saudagar Bugis-Makassar yang cukup disegani di Surabaya, Jawa Timur saat itu.

LaNyalla menghabiskan sebagian besar hidupnya di Surabaya. Ia mengenyam pendidikan di SD Bhinneka Bhakti, Surabaya. Kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Surabaya, SMA Negeri 3 Surabaya, serta mengambil kuliah Teknik Sipil di Universitas Brawijaya.

Semenjak kecil, LaNyalla memiliki sifat bebal dan pemberani, bahkan orang tuanya pun menyerah menghadapi sosok LaNyalla yang kerap bikin “onar” hingga Ia sampai dimasukkan ke pondok pesantren di Bekasi, Jawa Barat yang akhirnya tidak berhasil dalam pondokan juga.

LaNyalla dewasa menjadi perbincangan di berbagai kalangan sejawatnya, karena Ia juga ikut mengumpulkan Preman – preman dalam perkumpulannya, sehingga prasangka “LaNyalla seorang preman” hingga kini masih menjadi cerita – cerita di sepanjang perjalanan LaNyalla.

Seorang pengusaha unggul dari Surabaya, LaNyalla kini menjadi terang benderang sebagai seorang tokoh nasional yang memiliki sepak terjang hingga gagasan politik yang ditorehkan dalam agenda – agenda politik yang ia emban hari ini sebagai Ketua DPD RI.

Lanyalla, Politisi Antitesa dan Politik Pengabdian

Apa pun alasannya, LaNyalla merupakan mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang kini menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, La Nyalla Mattalitti, tercatat memiliki jalan politik yang berliku. Di mana sosok tersebut pernah maju mencalonkan diri menjadi calon gubernur Jawa Timur beberapa tahun lalu. Namun, niatnya gagal karena tidak mendapat dukungan dari partai tempat dia bernaung saat itu, Partai Gerindra.

Kemudian berjalanya waktu, LaNyalla telah menyatakan diri mendukung capres petahana Joko Widodo pada pilpres 2019. Tidak hanya itu, Lanyalla juga beberapa kali mengucapkan pernyataan kontroversial mengenai Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, mantan atasannya saat masih bercokol di Partai Gerindra. Tentu, LaNyalla Mattalitti menjadi sosok yang menarik, yaitu politisi yang pernah mendukung dua kubu politik yang berbeda, yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Pada akhirnya, LaNyalla pun memilih jalan tengah menjadi seorang tokoh publik di jabatan Ketua DPD RI hingga kini, jabatan tersebut adalah tempat pengabdian LaNyalla dalam menyuarakan kepentingan bangsa dan negara. Di tempat inilah, LaNyalla hadir sebagai penyambung lidah rakyat Indonesia dan jembatan emas untuk kepentingan dan kebaikan Bersama dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tempat ini pula, LaNyalla menjadikan sebagai ladang pengabdiannya lebih besar, inilah penulis maksud sebagai Politik Pengabdian, karena bisa jadi menjadi suara LaNyalla lebih di dengar dibandingkan sebagai seorang pengusaha sukses. Sebagai seorang Senator Jawa Timur dan Ketua DPD RI, LaNyalla dapat berkesempatan membangunkan semangat DPD RI sebagai berjuang untuk kebaikan, mendorong puluhan UU demi kemaslahatan umat, mendukung dan menolak demi kebutuhan dan efisiensi bersama.

Akhirnya menjadi Primadona, LaNyalla dianggap sebagai penentang pemerintah padahal hanya ingin mengingatkan pemerintah, mendorong PT – 0 %, menolak Oligarki, meminta Kembali ke UUD 1945 tapi dengan syarat adendum, dan sejumlah gagasan politik yang LaNyalla ingin memperjuangkan itu.

Membangun Kejayaan Sepak Bola Indonesia

Soal sepak bola Indonesia jangan ragu – ragu kalau manusia ini, sosok LaNyalla dan sepak bola adalah ibarat buah pinang dibelah dua, tetapi dalam satu akar.

LaNyalla memiliki batin yang kuat untuk kebanggaan bola kaki di Indonesia, bahkan Ia optimis atas masa depan bola Indonesia dan kejayaannya.

Selain sebagai seorang pengusaha, LaNyalla juga diamanah sebagai seorang pengabdi politik di DPD RI serta tak berhentinya LaNyalla terus membangun sepak bola di Indonesia. Wadah LaNyalla Academia adalah tempat membangun generasi sepak bola Indonesia, membangun SDM bola menjadi giat LaNyalla Mattalitti, yang akhirnya melahirkan sekolah – sekolah bola di Indonesia di antaranya Aceh, Lampung, Jawa Timur, Kaltim, Sulawesi, Maluku Utara dan Papua.

Kini, LaNyalla menginginkan Indonesia harus memiliki satu kesatuan bola yang kuat, agar bisa menjadi sepak bola hingga di dunia internasional dan Berjaya di masa – masa akan datang. Pilihan LaNyalla untuk ke PSSI sebagai Ketua Umum adalah langkah tepat untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia, PSSI maju – Sepak Bola Indonesia Jaya.(*)

Jakarta, 11 Januari 2023

*/Penulis merupakan Pemerhati Demokrasi dan Politik Lokal

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • September 2021, Persentase Penduduk Miskin NTT Turun 0,55 Persen

    September 2021, Persentase Penduduk Miskin NTT Turun 0,55 Persen

    • calendar_month Sen, 17 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis persentase penduduk miskin, menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic need approach) untuk mengukur kemiskinan. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan). Metode […]

  • ‘Hacker Data’ Sasar 10 Kementerian Jadi Atensi Polri

    ‘Hacker Data’ Sasar 10 Kementerian Jadi Atensi Polri

    • calendar_month Sel, 14 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri akan berkoordinasi dengan sejumlah Kementerian atau Lembaga yang dikabarkan mengalami peretasan atau upaya pembobolan jaringan internal oleh hacker dari China. Diketahui, upaya peretasan itu sekiranya menyasar pada 10 kementerian dan lembaga Pemerintah Indonesia, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN). Hal itu, dilaporkan oleh peneliti keamanan internet The Record, Insikt Group. “Ya dikoordinasikan ke kementerian tersebut,” […]

  • Indonesia-Korea Jalin Kerja Sama, Sekoper Cinta di Jawa Barat Jadi ‘Pilot Project’

    Indonesia-Korea Jalin Kerja Sama, Sekoper Cinta di Jawa Barat Jadi ‘Pilot Project’

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sepakat melakukan kerja sama di bidang pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Melalui Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea Selatan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia, Proyek Bantuan Pembangunan Pemerintah Korea Untuk Mendukung Pemberdayaan Perempuan di Indonesia akan dilakukan. Kedua […]

  • JasNas Anti TPPO : Hukum Oknum Artis Pelaku Prostitusi Online Pakai UU TPPO

    JasNas Anti TPPO : Hukum Oknum Artis Pelaku Prostitusi Online Pakai UU TPPO

    • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polda Metro Jaya pada tanggal 13 Maret 2021 melakukan operasi penggerebekan terhadap sebuah hotel yang terletak di Tangerang, diduga menjadi tempat aktivitas terjadinya perdagangan orang untuk tujuan prostitusi, diduga melibatkan artis berinisial CA yang merupakan pemilik hotel. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/03/20/saraswati-prostitusi-online-melibatkan-anak-harus-dihentikan/ Menyoroti persoalan di atas, Jaringan Nasional Anti TPPO (JarNas Anti […]

  • LAGI! Biro Umum Setda NTT Helat Lomba Kebersihan Antar-Dinas

    LAGI! Biro Umum Setda NTT Helat Lomba Kebersihan Antar-Dinas

    • calendar_month Sel, 12 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menghelat lomba kebersihan antar-dinas/instansi tahun 2023. Lomba yang digagas oleh Biro Umum ini dilaksanakan pada 13—15 Desember 2023. Tak hanya itu, lomba kebersihan dalam momentum Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 ini juga dihelat lomba kreativitas ornamen Natal. Pada 3 (tiga) tahun sebelumnya, Biro […]

  • Siapa Menyetujui Anggaran Formula-E? Ayo Ikut Bertanggung-jawab!

    Siapa Menyetujui Anggaran Formula-E? Ayo Ikut Bertanggung-jawab!

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Barusan Fraksi PAN di DPRD DKI Jakarta berkilah, bahwa anggaran perhelatan balapan mobil listrik Formula-E itu sudah disetujui oleh Dewan (DPRD DKI Jakarta). Adalah Zita Anjani, dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang sudah jelas mengatakan tidak setuju dengan rencana usulan interpelasi dari PDIP dan PSI terkait Formula-E. Alasannya, karena event […]

expand_less