Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Tantangan Pendidikan Filsafat dan Perlunya Polisi Berkarakter

Tantangan Pendidikan Filsafat dan Perlunya Polisi Berkarakter

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 3 Feb 2023
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Irjen Pol (P) Drs. Sisno Adiwinoto, M.M.

Ke depan diprediksi masih akan ada elite atau kelompok kepentingan tertentu yang akan terus mempersoalkan “posisi Polri.” Hal ini karena polisi memang selalu “seksi.” Saat ini dan terutama ke depan, sangat diperlukan sosok anggota Polri yang berkarakter.

Nah, karakter bagaimana yang dibutuhkan ke depan, jawabannya tegas: polisi yang berkarakter, berkepribadian, berperilaku, serta berwatak Bhayangkara Negara, di samping polisi yang profesional dan humanis.

Harus diakui secara jujur elite Polri atau perwira tinggi (PATI) mungkin masih ada yang belum berkarakter dan memiliki kemampuan untuk membangun argumen menghadapi elite atau kelompok tertentu yang ingin mempersoalkan keberadaan Polri.

Perlu ilmu dibekali ilmu

Masalah mendasar yang perlu mendapat perhatian adalah pendidikan awal dan pendidikan lanjutan. Dalam kaitan ini, anggota Polri perlu dibekali ilmu yang cukup dalam mengemban tugasnya.

Ilmu itu, pertama sejarah dan filsafat kepolisian (Polri). Tujuan yang hendak dicapai dari pembelajaran ini, agar calon  maupun anggota Polri memahami bahwa menjadi anggota Polri bukan sekadar menerima tugas dari negara seperti disebutkan dalam  konstitusi dan UU 2/2002 yaitu sebagai pemelihara keamanan; penegak hukum; dan pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, tetapi juga  tugas tersebut sebagai kristalisasi kepercayaan masyarakat kepada sebuah institusi yang disebut Polisi.

Kepercayaan sejalan dengan teori kontrak sosial yaitu perjanjian antara rakyat dengan para pemimpinnya atau antara manusia-manusia yang tergabung di dalam komunitas tertentu. Pada sisi lain peran kesejarahan Polri tidak bisa dianggap sederhana untuk diabaikan. Jangan sampai hal ini bisa menjadi kelemahan Polri baik sebagai institusi maupun sebagai pribadi.

Polri harus mampu “berjuang atau bersuara lantang” meyakinkan Polri yang sesungguhnya juga punya peran sejarah dalam berdirinya NKRI. Keberadaan Polri sudah ada sejak Polisi Istimewa memproklamasikan diri menjadi Polisi Indonesia pada 21 Agustus 1945.

Pada sisi filsafat kepolisian yang perlu ditekankan sifat  universal polisi di dunia. Setidaknya ada 4 (empat) hal yakni:

Pertama, to fight the crime, to love humanity and to help delinquent.

Kedua, menyatakan yang benar adalah yang benar-benar BENAR, bukan yang dibenarkan.

Ketiga, tidak  pernah berharap  “terima kasih” dalam melaksanakan tugas.

Keempat, tidak ada untaian kembang dan tidak ada air mata ketika seorang polisi meninggal dunia dalam tugas.

Ilmu pengetahuan kedua, pengetahuan perbandingan kepolisian di beberapa negara atau sistem kepolisian di dunia. Tujuan pembelajaran ini agar para anggota Polri dibekali pengetahuan polisi di seluruh dunia pada prinsipnya sama.

Berangkat dari teori Plato tentang pembagian tugas negara, ada empat : defence, diplomatie, finance, police. Tugas tersebut diberikan rakyat kepada negara dan representasi negara adalah kepala negara.

Poin inilah yang perlu dipahami oleh segenap insan Polri, sehingga punya pijakan pengetahuan tentang kepolisian yang bersifat universal, dan dapat membangun argumen dalam menghadapi berbagai kelompok kepentingan yang menyoal tentang Polri.

Jangan dibanding-bandingkan

Saat ini sedang hit lagu “Ojo Dibanding-bandingke. ”Khusus Kepolisian Indonesia, lirik lagu itu jug tepat untuk diterapkan buat posisi Polri. Dalam hal ini jangan dibandingkan polisi Indonesia (Polri) dengan negara-negara yang kepolisiannya tidak bersifat nasional. Hadirnya Kepolisian Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia menjadi sebuah negara bangsa.

Di ASEAN yang Kepolisiannya bersifat nasional antara lain Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina dan  Thailand.

Selanjutnya ilmu pengetahuan ketiga yang diperlukan, Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi dan penerapannya perlu terus dievaluasi. Hal ini terkait dan terutama dengan derasnya upaya para pihak untuk “mengerdilkan” fungsi, peranan, tugas dan kewenangan Polri.

Ilmu pengetahuan keempat yang perlu dipahami, “penerapan tugas dan kewajiban Polri sesuai konstitusi dan perundangan, kiranya lebih mengutamakan Harkamtibmas” ( to protect and to served ) daripada Penegakan Hukum.

Tidak cukup hanya hukum pidana

Selanjutnya, kelima , tetap perlu dibekali Ilmu Hukum. Dalam hal ini “ilmu hukum” yang dimaksud bukan hanya hukum pidana saja, tetapi juga lain yang terkait dengan tugas-tugas kepolisian dan perkembangan zaman, seperti hukum perdata, hukum Administrasi Negara, dan hukum bisnis, serta lain-lain aspek hukum yang ada.

Polri Perlu terus membuka diri untuk  memperluas wawasan insan polisi dengan disiplin Ilmu di luar ilmu hukum, seperti Ilmu ekonomi, ilmu politik, kebijakan publik, sosiologi, budaya, wawasan nusantara, wawasan Kebangsaan dan “wawasan Keamanan Nasional” dan bahkan entrepreneurship.

Semua itu bertujuan untuk memperluas wawasan dan cakrawala pemikiran setiap anggota polisi sesuai dengan jenjang jabatan dan tanggung-jawabnya.

Membangun nilai moral

Maka dalam rangka membangun karakter anggota Polri yang Berintegritas yaitu polisi yang jujur, bertanggung-jawab dan disiplin, perlu juga penanaman nilai-nilai moral keagamaan, etika, dan moral bangsa. Nilai-nilai moral itu patut dibangun dan ditumbuh-kembangkan  secara berlanjut dan berkesinambungan.

Kiranya saatnya sekarang kepada “generasi antara dan generasi baru Polri” walaupun mungkin sudah dibekali dengan ilmu dan pengetahuan dimaksud di atas, namun perlu diintensifkan untuk bisa lebih dipahami dan diamalkan.

Juga yang selama ini sudah ada pelajaran sejarah Polri dan filsafat Polri serta pengetahuan sistem kepolisian di dunia, tetapi perlu diperkuat lagi dalam proses pendidikan awal maupun lanjutan Polri dan perlunya digalakkan terus pelaksanaan Santi Aji dan Santi Karma secara terprogram.(*)

*/Penulis merupakan Pengamat Kepolisian/ Ketua Penasihat Ahli Kapolri

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Empat Desa di Manggarai Demonstrasi Bisu Jalan Rusak

    Warga Empat Desa di Manggarai Demonstrasi Bisu Jalan Rusak

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Loading

    Kerusakan jalan ini berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Warga kesulitan mengakses ke kota untuk menjual hasil pertanian seperti kopi, kemiri, dan kakao.   Manggarai | Demonstrasi sebagai bentuk ekspresi politik dan sosial merupakan fenomena penting dalam dinamika masyarakat modern. Dalam konteks pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, peran partisipasi masyarakat sangat krusial untuk menjamin keberlanjutan dan […]

  • Hanya di Kota Kupang, Lomba Tutur Adat Anak Pakai Bahasa Inggris

    Hanya di Kota Kupang, Lomba Tutur Adat Anak Pakai Bahasa Inggris

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Tutur adat yang dilakukan orang Timor (suku yang mendiami pulau Timor, red) memiliki arti sejarah, yang mana dilakukan pada acara atau ritus tradisional, seperti upacara perkawinan, penerimaan tamu dan upacara adat lainnya. Tutur adat atau Natoni dilakukan dengan cara berpidato atau juga saling menjawab yang dilakukan oleh beberapa orang. Penggunaan […]

  • Karo Humas Pemprov NTT : Hoaks! ODP Meninggal di RS Leona Terpapar Corona

    Karo Humas Pemprov NTT : Hoaks! ODP Meninggal di RS Leona Terpapar Corona

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Karo Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara (NTT), Dr. Jelamu Ardu Marius pada Kamis, 2 April 2020 pukul 14.00 WITA mengklarifikasi berita yang beredar di berbagai platform media sosial tentang perihal meninggal seorang ibu beranak satu asal Baumata […]

  • Pemda Belu Kucur Anggaran 12 Miliar Rupiah untuk Kesehatan Gratis

    Pemda Belu Kucur Anggaran 12 Miliar Rupiah untuk Kesehatan Gratis

    • calendar_month Sen, 26 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah daerah (Pemda) Belu mengucurkan anggaran senilai 12 miliar rupiah guna mendukung pencanangan program pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Demikian disampaikan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM. didampingi  Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. kepada awak media usai kegiatan […]

  • Tanggapi Kritik BEM UI, Presiden Jokowi: Mereka Sedang Belajar Berekspresi

    Tanggapi Kritik BEM UI, Presiden Jokowi: Mereka Sedang Belajar Berekspresi

    • calendar_month Rab, 30 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) pada Sabtu, 26 Juni 2021, melontarkan kritik kepada Presiden Joko Widodo yang disampaikan melalui unggahan di akun Twitter resmi @BEMUI_Official. Dalam unggahan tersebut, BEM UI menyebut Presiden Joko Widodo sebagai “The King of Lip Service”. Kritik serupa sebelumnya pernah juga diterima Presiden dari sejumlah […]

  • Menelisik Ritual Golo Kowa Hole Sabu Raijua

    Menelisik Ritual Golo Kowa Hole Sabu Raijua

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Loading

    “Bersyukur tahun ini (2022, red) bisa ikut ambil bagian dalam ritual Golo Kowa Hole di tanah leluhur Hawu Mehara (baca Sabu Mesara, red), Semoga Sabu Raijua tetap diberkati dan dijauhkan dari hal buruk, dan tahun berikut tanah ini bisa berikan panen yang melimpah sehingga masyarakat bisa sejahtera,” demikian penggalan status dari Eva Mita Savu di […]

expand_less