Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Human Trafficking » Polres Tanjab Barat Dinilai Tak Serius Ungkap Kasus TPPO Anak

Polres Tanjab Barat Dinilai Tak Serius Ungkap Kasus TPPO Anak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 6 Feb 2023
  • visibility 212
  • comment 0 komentar

Loading

Jambi, Garda Indonesia | Hingga kini belum ada kejelasan dari Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung (Tanjab) Barat dalam mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan anak di bawah umur, sejak keluarga korban melaporkan ke polisi pada Sabtu, 21 Januari 2023 lalu.

Baca juga: 

https://gardaindonesia.id/2023/01/polisi-tindaklanjuti-kasus-tppo-teman-jual-teman-di-jambi/

Hingga saat ini, sudah terhitung 15 hari sejak keluarga korban melaporkan ke polisi, tapi belum ada kejelasan terkait kasus TPPO yang menimpa kedua korban. Seolah-olah pihak kepolisian Tanjab Barat tidak serius untuk menangani kasus tersebut.

Ibu korban, RK mendapatkan kabar yang beredar di tengah-tengah masyarakat Tanjab Barat bahwa pelaku yang menjual anak dan ponakannya masih berkeliaran. Bahkan, tak lama ini pelaku berinisial J melangsungkan pernikahannya.

“Percuma saja kamu melapor ke polisi. Tak akan ditanggapinya. Tengoklah J sudah menikah. Terlihat foto J menggunakan baju pengantin bersama suaminya dan keluarganya yang beredar di media sosial,” jelas RK usai mendapat kabar yang beredar di tengah masyarakat pada Minggu, 5 Februari 2023.

Baca juga:

https://gardaindonesia.id/2023/01/human-trafficking-di-jambi-teman-jual-teman/

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Tanjab Barat, Yuliawati menyampaikan bahwa dalam kasus TPPO ini meminta pihak Polres Tanjab Barat secepatnya untuk menangkap pelaku dan siapa saja yang terlibat.

Dijelaskan Yuliawati bahwa, pihak kepolisian sudah mengantongi identitas pelaku dan siapa saja yang terlibat dalam TPPO ini. Namun kenyataannya, sampai hari ini pelaku masih berkeliaran. Berarti ini bentuk tidak keseriusan Polisi Tanjab Barat dalam menuntaskan kejahatan anak di bawah umur di wilayahnya.

“Dengan adanya jejak kasus awal ini seharusnya pihak kepolisian segera menuntaskan tindak kejahatan anak di bawah umur di wilayah Tanjab Barat,” jelas Yuliawati sekaligus pendamping korban TPPO, saat dihubungi melalui WhatsApp pada Senin, 6 Februari 2023.

Dalam minggu ini, pihaknya fokus dalam penanganan psikologis kedua korban TPPO bersama keluarga akan mengupayakan korban mendapatkan perlindungan dan haknya.

“Karena khawatirkan, adanya upaya-upaya dari pelaku untuk berkomunikasi bersama korban untuk diajak damai dengan dalih mau dinikahkan,” ungkapnya.

Ketika kasus ini tidak terungkap, maka bisa dipastikan adanya kasus-kasus anak lainnya. Mungkin ini sebagian yang terungkap karena keluarga korban berhasil menemukan anaknya. Bisa jadi masih banyaknya korban anak di bawah umur yang tidak berani untuk bicara atau speak up karena malu.

Terpisah, Kapolres Tanjab Barat, Padli saat dikonfirmasi chat via WhatsApp hanya di-read bertanda centang biru namun tak dibalas. Saat ditelepon dijawab, katanya ada tamu coba hubungi langsung ke Kasat Reskrim.

Sementara itu, saat dihubungi Kasat Reskrim Septia Intan Putri melalui chat via WhatsApp tidak dibalasnya, berulang kali dihubungi via telepon bernada aktif, namun tidak diangkat/dijawab.(*)

Sumber (*/Wjs)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasan Nasbi Sindir Purbaya : Jangan Merasa Pintar Sendiri, Negara Butuh Kerjasama

    Hasan Nasbi Sindir Purbaya : Jangan Merasa Pintar Sendiri, Negara Butuh Kerjasama

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Loading

    Sindiran itu muncul setelah Purbaya menuding sejumlah pemerintah daerah menimbun dana publik tanpa segera digunakan untuk kepentingan masyarakat.   Jakarta | Suasana politik di lingkar pemerintahan kembali memanas setelah pengamat politik sekaligus pendiri Public Virtue Initiatives, Hasan Nasbi, melontarkan kritik tajam terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Melalui unggahan di platform X, Hasan menyoroti gaya […]

  • Layanan Digital Bank NTT Terus Bertransformasi

    Layanan Digital Bank NTT Terus Bertransformasi

    • calendar_month Ming, 17 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Jika ditanya seperti apa kondisi Bank NTT hari ini dalam menjalankan layanan perbankan, maka sudah bisa dipastikan bahwa bank kebanggaan milik masyarakat NTT ini sedang dalam kondisi prima. Bahkan, Bank NTT kian mapan menatap era digitalisasi layanan perbankan. Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT, Hilarius Minggu, menegaskan hal itu di […]

  • “Sumba“ Dijadikan Kota Inflasi Baru

    “Sumba“ Dijadikan Kota Inflasi Baru

    • calendar_month Kam, 2 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjadikan Sumba sebagai Kota Inflasi Baru. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwailapia,S.H, M.Si., Rabu/1 Agustus 2018 usai sesi jumpa pers bersama awak media dan stakeholder. Penambahan Sumba yakni Kota Waingapu sebagai Kota Inflasi Baru akan dilaksanakan di tahun depan; Karena […]

  • Teken MoU Kesehatan, Warga Malaka Berobat Gratis di RSUD Atambua

    Teken MoU Kesehatan, Warga Malaka Berobat Gratis di RSUD Atambua

    • calendar_month Sel, 31 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Kabupaten Malaka dan Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menandatangani nota kesepahaman (MoU — Memorandum of Understanding) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bidang pelayanan kesehatan gratis di ruang rapat Bupati Belu pada Senin, 30 Agustus 2021. Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, M.H. pada kesempatan pertama, menyebut Kabupaten Malaka sebagai anak […]

  • 45 Siswa SMPK Giovanni Kupang Ikut Asesmen Nasional 2024

    45 Siswa SMPK Giovanni Kupang Ikut Asesmen Nasional 2024

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Asesmen Nasional adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Asesmen Nasional dilaksanakan dengan 3 (tiga) instrumen yaitu asesmen kompetensi minimum (AKM literasi, numerasi), survei karakter dan survei lingkungan belajar. Asesmen Nasional diadakan […]

  • Bantuan Presiden Rp.2,4 Juta Per Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Dikucurkan

    Bantuan Presiden Rp.2,4 Juta Per Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Dikucurkan

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Jokowi mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mulai menyerahkan bantuan modal kerja bernama Bantuan Presiden (Banpres) Produktif kepada 9,1 juta pelaku usaha mikro dan kecil dari seluruh Indonesia untuk tambahan modal kerja yang dapat meringankan beban di kala pandemi ini. “Pemerintah minggu depan akan membagikan yang namanya modal kerja […]

expand_less