Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » BMKG: Cuaca Dingin Juli Tak Terkait Fenomena Aphelion

BMKG: Cuaca Dingin Juli Tak Terkait Fenomena Aphelion

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Isu Fenomena Aphelion beredar santer di pesan grup WhatsApp dan ke berbagai platform media sosial. Ini pesan tersebut, “Mulai besok jam 05.27, kita akan mengalami Fenomena Aphelion, di mana letak Bumi akan sangat jauh dari Matahari. Kita tidak bisa melihat fenomena tersebut, tapi kita bisa merasakan dampaknya. Ini akan berlangsung sampai bulan Agustus. Kita akan mengalami cuaca yg dingin melebihi cuaca dingin sebelumnya, yang akan berdampak meriang flu, batuk sesak nafas dll. Oleh karena itu mari kita semua tingkatkan imun dengan banyak meminum vitamin atau suplemen agar imun kita kuat. Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan-Nya.”

Fenomena Aphelion di Indonesia belakangan membuat geger masyarakat Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) mencatat bahwa hebohnya isu fenomena Aphelion tersebar dengan sangat cepat dan cukup meresahkan masyarakat. Masyarakat dihebohkan dengan isu cuaca dingin yang terjadi belakangan di Indonesia karena fenomena Aphelion. Di mana yang beredar, Aphelion terjadi diakibatkan karena jarak bumi dengan matahari dalam titik terjauh saat periode revolusi

BMKG menjelaskan, bahwa sebenarnya fenomena Aphelion adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli.  Sementara kondisi cuaca dingin yang terjadi di wilayah Indonesia pada periode bulan Juli tidak terkait dengan fenomena Aphelion.

“Saat Aphelion, posisi matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari bumi. Kendati begitu, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer atau cuaca di permukaan bumi,” terang Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat BMKG pada Sabtu, 8 Juli 2023 seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

Fenomena suhu udara dingin, urai BMKG, sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau pada Juli—September. Saat ini wilayah Pulau Jawa hingga NTT berada pada musim kemarau. Periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur-tenggara yang berasal dari Benua Australia.

Pada Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin. Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia yang bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudra Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin, sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin.

“Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh ke suhu yang dingin di malam hari. Sebab, tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer,” ungkap BMKG.

Tak hanya itu, langit yang cenderung bersih awannya (clear sky) akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar sehingga kemudian membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari. Hal ini yang kemudian membuat udara terasa lebih dingin terutama pada malam hari.

“Fenomena ini merupakan hal yang biasa terjadi tiap tahun, bahkan hal ini pula yang nanti dapat menyebabkan beberapa tempat seperti di Dieng dan dataran tinggi atau wilayah pegunungan lainnya, berpotensi terjadi embun es (embun upas) yang dikira salju oleh sebagian orang.” tandas BMKG.(*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah 174 Orang Tewas, Istana Belum Cap Status Darurat Nasional

    Sudah 174 Orang Tewas, Istana Belum Cap Status Darurat Nasional

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Rosadi Jamani Saya mencoba menyuguhkan tulisan secara komprehensif. Cukup lama mengumpulkan data-datanya. Ini terkait Bencana Sumatera yang sudah memakan korban 174 jiwa. Pada detik-detik terakhir November 2025, tepatnya 29 November, ketika siklon tropis Senyar masih mengamuk dengan hujan deras yang tak kunjung reda, Pulau Sumatera memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara paling mengerikan yang […]

  • KADIN Dorong Industri Kelapa dan Manfaatkan Peluang Ekspor

    KADIN Dorong Industri Kelapa dan Manfaatkan Peluang Ekspor

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) Eddy Ganefo mengharapkan kerja cepat dan nyata dari para pengusaha yang bergerak di sektor industri kelapa demi tercapainya industri kelapa berkelas dunia. ”Indonesia merupakan negara dengan basis produksi kelapa terbesar di dunia namun potensi yang besar itu belum digarap secara maksimal,” ujar […]

  • Kemendagri Jemput Bola Ganti Dokumen Kependudukan Warga Terdampak Banjir

    Kemendagri Jemput Bola Ganti Dokumen Kependudukan Warga Terdampak Banjir

    • calendar_month Ming, 5 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melakukan aksi jemput bola mengunjungi warga terdampak banjir di beberapa wilayah. Kunjungan pertama dilakukan Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh ke Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara, pada Sabtu, 4 Januari 2020 untuk mengganti dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat banjir. “Hari […]

  • Mimpi Kosong Naturalisasi Akhirnya Pupus oleh Program Normalisasi

    Mimpi Kosong Naturalisasi Akhirnya Pupus oleh Program Normalisasi

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Rudi S Kamri Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan bahwa program normalisasi sungai Ciliwung dan kali Pasanggrahan serta sodetan sungai Ciliwung yang diarahkan ke Banjir Kanal Timur (BKT) harus dilanjutkan. Keputusan tegas tersebut diputuskan dalam sebuah rapat terbatas tentang pengendalian program banjir pada Jumat, 3 Januari 2020. Keputusan yang tidak boleh ditawar dari Presiden Jokowi […]

  • Warga Kupang Mengeluh, Pandawa Ganjar Bantu Air Bersih

    Warga Kupang Mengeluh, Pandawa Ganjar Bantu Air Bersih

    • calendar_month Ming, 19 Nov 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kesulitan air bersih mulai dirasakan warga di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasalnya, ketersediaan air di desa mereka mulai mengering, hal tersebut sontak dikeluhkan oleh sejumlah warga setempat. Melihat kondisi tersebut, Pandawa Ganjar menginisiasi penyediaan air bersih dengan menyediakan 5.000 liter air bersih untuk digunakan warga. Selain itu, […]

  • Perubahan Keempat RUU MK dari Panja DPR diterima Pemerintah

    Perubahan Keempat RUU MK dari Panja DPR diterima Pemerintah

    • calendar_month Sen, 13 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa pemerintah menerima hasil pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (RUU MK) di tingkat Panitia Kerja (Panja). “Atas nama Pemerintah, kami menerima hasil pembahasan RUU di tingkat panitia kerja (Panja), yang […]

expand_less