Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ferdinand Marcos Bagi Jokowi Dibanding PDI Perjuangan

Ferdinand Marcos Bagi Jokowi Dibanding PDI Perjuangan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
  • visibility 103
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Jhon Sitorus

Jagat maya dan nyata Indonesia cukup heboh tanpa kehadiran Jokowi di ulang tahun PDI Perjuangan, partai yang melahirkan dan membesarkan namanya dari tidak dikenal siapa-siapa hingga jadi RI 1.

Bayangkan, di hari yang sama kala PDI Perjuangan menyanyikan Mars PDIP yang syahdu dan bikin merinding itu, Jokowi malah tertawa dengan anak presiden “terkorup” dalam sejarah dunia, Ferdinand Marcos. Dia 11 12 dengan Soeharto, yang juga mendapat predikat “terkorup” setelah Marcos.

Dalihnya sih menjalin hubungan diplomatik antara kedua negara dan pertemuan ini sudah dijadwalkan jauh-jauh hari.

Well, pertemuan dengan Marcos Bongbong benar sudah dijadwalkan jauh-jauh hari, tapi jadwal dan tanggal ultah PDIP tentu sudah ada jauh sebelum Jokowi jadi Presiden dan kunjungan ke Filipina dijadwalkan.

Ini sekaligus menjadi pertama kalinya Jokowi tidak menghadiri ulang tahun PDI Perjuangan semasa  karier politiknya, pas di masa terakhir menjelang pensiun sebagai Presiden, setelah PDI Perjuangan memberi segalanya untuk Jokowi.

Saya tidak ingin terlalu dalam membahas itu, karena yang namanya kepentingan pasti bisa membelokkan hati nurani bahkan dengan cara yang “sadis”.

Memilih bertemu Marcos Bongbong di hari ulang tahun PDI Perjuangan tentu bukan sekadar pertemuan diplomatik. Ada hal yang diperjuangkan demi kesinambungan kekuasaan dan anak kandung yang sedang nyapres sebagaimana Marcos Bongbong melanjutkan kampanye membohongi publik bahwa era Ferdinand Marcos “begitu jaya.” Ya, mirip-mirip Golkar yang menghidupkan mayat Soeharto belakangan ini “piyer kabare? Penak jamanku toh?”

Yang perlu kita ketahui adalah, Pilpres Filipina 2022 memiliki kemiripan dengan Pilpres Indonesia 2024. Marcos Bongbong, anak diktator Filipina yang berkuasa selama 21 tahun dengan segala tindak korupsi besar-besaran, pelanggaran HAM dan krisis ekonomi yang melanda Filipina maju sebagai Capres. Uniknya, Cawapresnya adalah putri presiden petahana Rodrigo Duterte, Sara Duterte.

Kondisi yang sama di Indonesia, Prabowo menantu presiden korup dan diktator “Soeharto” mengambil anak petahana Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapresnya. Baik Sara maupun Gibran adalah sama-sama wali kota sebelum jadi cawapres.

Tak hanya memiliki kesamaan latar belakang. Metode kampanye juga sama. Marcos Bongbong sukses menang di Filipina berkat Influencer dan Buzzer media sosial yang dibayar untuk membodohi publik dari masa lalu ayah Bongbong yang kelam dan penuh dengan darah. Mereka dituntut untuk memainkan emosi anak muda demi meraih simpati lewat joget-joget, kampanye lucu-lucuan dan nangis-nangis.

Pun begitu dengan Prabowo Gibran. Mereka mengoptimalkan kampanye media sosial dengan tagline gemoy, joget-joget dan menangisi kekalahan dipanggung debat.

Mereka paham, anak muda lebih tertarik dengan joget-joget “alay” daripada bicara program dan visi misi. Makanya, program yang ditawarkan juga mirip, makan gratis dan susu gratis, tidak lebih dari itu.

Marcos Bombong juga menggunakan aparat dengan kekuatan penuh untuk menggiring opini, mengintimidasi warga hingga manipulasi lembaga survei untuk mempengaruhi opini publik.

Cara ini persis sedang terjadi di Indonesia. Dari latar belakang hingga metode kampanye, semua mirip. Maka, kedatangan Jokowi ke Filipina bisa saja negosiasi berkedok diplomasi bilateral demi memastikan nasib sang pangeran dan menantu diktator.

Apalagi Jokowi sedang pusing, maklum Prabowo tak perform dipanggung debat, selalu dikangkangi oleh Ganjar & Anies.

Walau belakangan ini, rakyat Filipina muak dengan Marcos Bongbong. Influencer banyak yang minta maaf karena telah “membohongi” publik. Anak2 muda mulai sadar bahwa Presiden mereka anak seorang “diktator kejam”.

Ya, namanya penyesalan, selalu datang terlambat. Tinggal kita saja, mau tidak mengambil pelajaran dari contoh yang gamblang ini? Mau membawa kita terjerumus seperti Filipina? Mau kembali ke era Orde Baru?

BTW, Soeharto dan Ferdinand Marcos itu teman baik loh hehehe.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UIW NTT Ajak Media ‘On The Spot’ PLTU Timor

    PLN UIW NTT Ajak Media ‘On The Spot’ PLTU Timor

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    PLN UIW NTT memaparkan berbagai upaya yang dilakukan untuk memastikan operasional pembangkit berjalan dengan aman, andal, dan berkelanjutan di tengah tantangan geografis NTT.   Kupang | PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) memperkuat sinergi dengan media melalui kegiatan media gathering yang dilanjutkan dengan kunjungan langsung (site visit) ke Pembangkit Listrik Tenaga […]

  • ‘Coffee Morning DPMPTSP’: Bank NTT Bakal Jadi Mitra Investor & Pengusaha

    ‘Coffee Morning DPMPTSP’: Bank NTT Bakal Jadi Mitra Investor & Pengusaha

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya untuk memaksimalkan dukungan kepada investor yang telah berinvestasi untuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi NTT(ME NTT) dalam mendukung spirit NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Dan, dalam rangka peningkatan iklim usaha dan iklim investasi maupun penciptaan lapangan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bank Pemerintah Daerah (Bank NTT) […]

  • Bank Jatim Berbisnis dengan Bank NTT

    Bank Jatim Berbisnis dengan Bank NTT

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Jajaran Direksi Bank Jatim melakukan kunjungan kerja ke Bank NTT dalam rangka rencana kerjasama bisnis atau business opportunity offering pada Senin pagi, 24 Oktober 2022 pukul 10.00 WITA—selesai. Hadir Direktur Komersial Korporasi merangkap Pjs. Direktur Keuangan Bank Jatim, Edy Masrianto; Direktur Konsumer, Ritel, dan Syariah, Arief Wicaksono; Pimpinan Corporate Secretary, Budi […]

  • Era Gubernur Laiskodat, Inspektorat Daerah Raih Predikat Sangat Berhasil

    Era Gubernur Laiskodat, Inspektorat Daerah Raih Predikat Sangat Berhasil

    • calendar_month Jum, 1 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebagai pelayan masyarakat, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dituntut untuk tanggap terhadap kebutuhan dan tuntutan masyarakat dengan memberikan pelayanan terbaik, transparan dan berkualitas. Guna menggapai visi dan misi serta pemenuhan target-target yang ada dalam RPJMD provinsi NTT, maka perangkat daerah telah membuat perjanjian kinerja tahun 2021 dengan Gubernur Nusa Tenggara […]

  • Sekda Provinsi DKI Jakarta Wafat, Wapres Ma’aruf Amin Sampaikan Duka Cita

    Sekda Provinsi DKI Jakarta Wafat, Wapres Ma’aruf Amin Sampaikan Duka Cita

    • calendar_month Kam, 17 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menyatakan turut berduka cita atas wafatnya Dr. H. Saefullah, M.Pd., Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta. “Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke rahmatullah Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Bapak Dr. H. Saefullah, M. Pd.,” ucapnya di Kediaman Resmi […]

  • Hanya di Bali, Nyepi 2025 Pemprov Bali Stop Data Internet

    Hanya di Bali, Nyepi 2025 Pemprov Bali Stop Data Internet

    • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga sudah mengumumkan mengenai pembatasan jaringan internet serta siaran televisi dan radio di Bali tersebut.   Denpasar | Pemprov Bali memanfaatkan layanan short massage service (SMS) untuk menyampaikan informasi terkait pembatasan layanan data seluler dan internet protocol television (IPTV [layanan televisi yang menggunakan jaringan internet untuk mengirimkan konten video dan […]

expand_less