Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Prabowo Subianto: Kami Adalah Jembatan, Menuju Indonesia Emas 2045

Prabowo Subianto: Kami Adalah Jembatan, Menuju Indonesia Emas 2045

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
  • visibility 216
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Itu metafora yang digambarkan Prabowo Subianto tentang dirinya (dan generasinya). Joko Widodo (dan para presiden pendahulu) telah menyiapkan fondasinya, generasi-Z dan generasi milenial Indonesia yang mesti menjelang era keemasan Indonesia.

Gibran Rakabuming Raka adalah representasi dari generasi muda,  mereka yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan. Tiga masa kepemimpinan ke depan, kata Jokowi, itu masa yang sangat kritikal.

Harus hati-hati dan sungguh-sungguh diperjuangkan agar apa-apa yang sudah dengan sangat baik dikerjakan Jokowi sekarang bisa berkelanjutan. Kita harus bergerak menjemput era keemasan, era Indonesia Emas 2045.

Tidak gampang memang. Tahap demi tahap mesti dilampaui dengan cerdas dan cerdik serta stamina bangsa yang terjaga. Cerdas membaca lingkungan (geo-politik) dan menerjemahkannya dalam geo-strategi. Cerdik menyiasati halang-rintang yang dipasang para brutus. Jaga stamina pertarungan bakal jadi berjangka panjang.

Nawa-cita Jokowi ke Asta-cita Prabowo adalah keberlanjutan yang menjadi “jembatan” seperti metafora yang digambarkan Prabowo. Prabowo-Gibran adalah perjuangan melanjutkan Jokowisme.

Ini rupanya tidak disukai oleh banyak negara asing yang merasa tersaingi. Utamanya dari mereka yang selama ini “menikmati” bahan-bahan mentah dari Indonesia.

Selain sebagai sumber bahan mentah, mereka juga menyerbu Indonesia dengan produk-produk (barang jadi) branded maupun komoditi. Indonesia sekedar jadi sumber bahan mentah dan sekaligus pasar. Jumlah penduduk yang 274 juta secara statistik memang sangatlah atraktif.

Dari dalam negeri sendiri tantangan dan ancamannya pun tak kurang seram dan jahatnya. Berbagai isu sengaja diciptakan (di-create) agar keberlanjutan itu terjegal di tengah jalan.

Sampai saat ini diyakini oleh mereka bahwa Prabowo-Gibran tak terbendung lagi, maka para brutus lokal itu pun berimajinasi untuk memakzulkan Jokowi di tengah jalan.

Gerakan kelompok frustrasi ini tidak bisa lagi berpikir jernih. Bagaimana titik tolak pemikiran atau asumsi dasarnya? Apakah Jokowi terindikasi melakukan 5 pelanggaran hukum seperti tertera di UUD 1945 yang menjadi syarat pemakzulan (impeachment) seorang presiden:

Pengkhianatan terhadap negara? Korupsi? Penyuapan? tindak pidana berat lainnya? atau perbuatan tercela? Tidak ada bukan. Lalu, apakah Jokowi tidak memenuhi syarat sebagai presiden? …ah, memang sudah kalap dan akhirnya panik. Sehingga pemikirannya butek dan tindakannya jadi ngawur semua. Belum lagi kita bicara soal prosedur pemakzulan, ah ruwet.

Kelompok Petisi 100 kita sebut saja sebagai kelompok frustrasi. Mereka tidak bisa melihat visi kebangsaan Jokowi untuk melampaui tiga masa kepemimpinan kritis ke depan. Membangun dan mempersatukan kekuatan politik riil agar proyek besar pembangunan bisa berjalan efektif dan efisien. Eksekutif dan legislatif yang solid.

Prabowo-Gibran akhirnya menjadi simbol pemersatu bangsa yang bertekad melawan tantangan dan ancaman negara-negara asing maupun brutus-brutus dalam negeri yang ingin menggagalkan proyek Indonesia Emas 2045.

Secara konstitusional dan juga secara etis presiden boleh berkampanye, boleh memihak. Ini juga logika yang coba dibelokkan dan dibengkokkan. Sudahlah, percuma meladeni kelompok frustrasi ini.

Ingat, jendela kesempatan ada di tiga masa kepemimpinan ke depan. Jangan sampai itu dibegal kelompok-kelompok oportunis yang hanya memikirkan diri sendiri.

Jangan takut. Tabrak, nomor dua torang gas!

Cirebon, Minggu 28 Januari 2024

Penulis merupakan Direktur Eksekutif, Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kirab Obor Paskah Nasional 2019,Bakal Dideklarasi ‘Women as Peace Maker’

    Kirab Obor Paskah Nasional 2019,Bakal Dideklarasi ‘Women as Peace Maker’

    • calendar_month Sen, 6 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise bersama dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan melakukan pelepasan Kirab Obor Paskah Nasional 2019 menuju Tanah Poso, Minggu, 5 Mei 2019 petang di Balaikota Jakarta. Kirab Obor Paskah Nasional 2019 ini akan dibawa menuju Tanah Poso dan tiba di puncak acara […]

  • Kemen PUPR : Pentingnya Aspek Kebencanaan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah

    Kemen PUPR : Pentingnya Aspek Kebencanaan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Kam, 22 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Dua kejadian bencana gempa bumi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Palu, Sigi, Donggala, Sulawesi Tengah menjadi pengingat bahwa Indonesia merupakan negara dengan kerentanan tinggi terhadap bencana. Dalam upaya mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat bencana, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus mensosialisasikan kepada Pemerintah Daerah agar aspek kebencanaan menjadi pertimbangan […]

  • Uji Materi UU Pers Resmi Diajukan ke Mahkamah Konstitusi

    Uji Materi UU Pers Resmi Diajukan ke Mahkamah Konstitusi

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Permohonan pengujian materiil Pasal 15 ayat (2) huruf f dan ayat (5) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, resmi didaftarkan di Mahkamah Konstitusi dengan Nomor Online : 31/PAN.ONLINE/2021 pada Rabu 7 Juli 2021. Pemohon uji materi UU Pers ini tercatat atas nama […]

  • Patroli Satgas Pamtas 641/Bru Berhasil Amankan 5,4 Ton Bawang Selundupan

    Patroli Satgas Pamtas 641/Bru Berhasil Amankan 5,4 Ton Bawang Selundupan

    • calendar_month Sab, 1 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Sanggau, Garda Indonesia | Rutin menggelar patroli, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider 641/Beruang pada Jumat, 31 Januari 2020 berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bawang merah seberat 5,4 ton (300 karung) asal Malaysia. 300 karung bawang merah ilegal tersebut diamankan satgas di jalan tikus Dusun Segumun, Desa Lubuk Sabuk, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau Provinsi […]

  • KPK RI : ‘Konflik Kepentingan Pemicu Korupsi di Indonesia!’

    KPK RI : ‘Konflik Kepentingan Pemicu Korupsi di Indonesia!’

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Ketua KPK RI, Saut Situmorang mengajak para Bupati/Walikota se-NTT untuk menghindari conflict of interest atau konflik kepentingan dalam menjalankan pemerintahan. Korupsi tidak akan pernah selesai kalau kita tidak mau berubah. “Setelah pemimpin itu selesai dipilih oleh rakyat, berikutnya adalah urusan bapak (pemimpin) dengan Tuhan bapak. Tidak boleh ada yang ngatur-ngatur. […]

  • Fermin Aldeguer Raih Kemenangan Perdana di MotoGP Mandalika 2025

    Fermin Aldeguer Raih Kemenangan Perdana di MotoGP Mandalika 2025

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Loading

    Fermin Aldeguer meraih kemenangan dalam balapan yang diwarnai tersingkirnya Juara Dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, dan Marco Bezzecchi di Pertamina Grand Prix Indonesia di Mandalika.   Lombok | Balapan yang penuh aksi dan drama di Pertamina Mandalika International Circuit. Sejak lap pertama, hingga lap terakhir, fans MotoGP disuguhkan tontonan yang memicu adrenalin. Dan yang menjadi […]

expand_less