Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Di Belakang Layar

Di Belakang Layar

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 26 Agu 2024
  • visibility 150
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Saiful Huda Ems

Ssstttt…terus terang saja semalam saya masih mengusulkan ke PDI Perjuangan agar jangan mencalonkan Anies menjadi Cagub Jakarta 2024, agar PDI Perjuangan tidak mengecewakan kader-kadernya. Namun, ternyata argumen politik saya kalah tajam dibanding “sang pemikir cemerlang” PDI Perjuangan.

Siapa beliau? Tak perlu saya sebut.

Meski demikian ternyata ada titik temu di tengah persilangan pendapat saya dengan beliau, yakni kami sama-sama tahu siapa “monster tersembunyi” di Pilkada Jakarta 2017 dan bagaimana cara kita agar kuat menghadapinya.

Monster kekuasaan yang selama ini selalu membentur-benturkan antara kekuatan Nasionalis dan Islam, monster kekuasaan yang ingin menginjak-injak niat baik dan inti sari pemikiran Bung Karno, Bung Hatta dan para tokoh pendiri bangsa lainnya, yang ingin terciptanya kesatuan dan persatuan nasional di bawah Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Waooowwww…jiwa saya langsung bergetar hebat sesaat setelah menemukan senjata pamungkas untuk memberondong monster kakap yang tersembunyi itu, yakni harus mengusung Anies Baswedan dan Rano Karno menjadi pasangan Cagub dan Cawagub Jakarta 2024.

Kepada seluruh bangsa Indonesia, khususnya warga Jakarta dan para kader serta simpatisan PDI Perjuangan, terimalah kado terindah dari Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang ingin menyatukan kita semua yang selama ini bercerai berai karena ulah monster pendusta dan penghianat negara ini.

Anies Baswedan-Rano Karno adalah obat mujarab untuk mengobati luka-luka keharmonisan berbangsa dan bernegara, sebagai dampak Pilkada Jakarta 2017 yang telah lewat.

Meskipun kami sadar pilihan PDI Perjuangan kali ini akan menimbulkan sedikit luka di hati beberapa pendukungnya yang masih belum cermat meneropong masalah yang sesungguhnya.

Kalian ingin PDI Perjuangan di seluruh pelosok tanah air kembali terinjak-injak oleh monster kekuasaan itu, atau kah kalian ingin melihat banteng kembali perkasa dan menyeruduk monster kekuasaan hingga remuk benteng-benteng keangkuhannya?.

Jika ingin melihat banteng kembali perkasa, jika kalian ingin melihat monster kekuasaan terjungkal dari singgasana keangkuhannya, jika kalian ingin semua pemeluk agama dan semua suku serta ras kembali bersatu padu di rengkuhan Nusantara Ibu Pertiwimu, maka terimalah dengan ikhlas dan gembira pencalonan Anies Baswedan dan Rano Karno oleh PDI Perjuangan untuk Pilkada Jakarta 2024 !.

Terima kasih Ibu Megawati Soekarnoputri…Terima kasih PDI Perjuangan! (*)

Senin, 26 Agustus 2024

Penulis merupakan lawyer dan pemerhati politik

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecurangan, Lagu Lama Selalu Dinyanyikan Para Pecundang

    Kecurangan, Lagu Lama Selalu Dinyanyikan Para Pecundang

    • calendar_month Ming, 18 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Tuduhan terjadi kecurangan biasanya disampaikan oleh pihak yang kalah. Begitu pernah disampaikan Profesor Mahfud MD dengan sangat lugas. Itu terjadi beberapa tahun lalu ketika pihak rival Jokowi menggugat ke Mahkamah Konstitusi saat perhelatan pilpres 2019 usai. Sekarang (2024) terulang lagi, yang kalah melancarkan tuduhan curang. Namun situasinya agak anomali. Anomali bagaimana? […]

  • Refleksi Peringatan Hari Ibu, Meneladani Nilai Positif Pejuang Perempuan

    Refleksi Peringatan Hari Ibu, Meneladani Nilai Positif Pejuang Perempuan

    • calendar_month Ming, 13 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Bandung, Garda Indonesia | Perjuangan perempuan Indonesia hari ini tidak akan mudah tanpa peran pejuang perempuan di masa lalu. Nokky Katidjah Magnar, salah satu pejuang perempuan pelaku sejarah Bandung Lautan Api mengisahkan pengalamannya di tahun 1945, saat masih usia remaja. Ia bersama teman-temanya harus rela putus sekolah dan menjadi pejuang perempuan serta terlibat dalam merebut […]

  • Komunitas TTS Adil Sejahtera: Lawan Ketidakadilan Untuk Capai Kesejahteraan

    Komunitas TTS Adil Sejahtera: Lawan Ketidakadilan Untuk Capai Kesejahteraan

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    So’E-TTS, Garda Indonesia | Kita tidak bisa membantah bahwa hari ini, banyak masyarakat di pedesaan berteriak dalam diam karena suara mereka tidak selantang suara para wakil rakyat untuk menyampaikan keluhan mereka. Masyarakat membutuhkan orang-orang yang peduli dan mau mendengarkan serta menyuarakan kegetiran yang tengah terjadi. Komunitas Timor Tengah Selatan (TTS) Adil Sejahtera merupakan sebuah wadah […]

  • Kantor Imigrasi Labuan Bajo Bakal Naik Status Klas II, Pemprov NTT Apresiasi

    Kantor Imigrasi Labuan Bajo Bakal Naik Status Klas II, Pemprov NTT Apresiasi

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi saat menerima uudiensi Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkunham) di ruang kerjanya pada Rabu, 10 Maret 2021; mengapresiasi  dukungan Kementerian Hukum dan HAM untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT agar turut berkontribusi dalam mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super […]

  • AXA Mandiri–Jangan Gegara Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga!

    AXA Mandiri–Jangan Gegara Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga!

    • calendar_month Jum, 23 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Dibandingkan dengan perusahaan asuransi jiwa seperti Jiwasraya, Asabri, Bumiputera dan WanaArtha Life yang sudah atau sedang babak belur, tentu saja AXA Mandiri jauh berbeda. Ia adalah perusahaan yang jauh lebih sehat. Paling tidak sehat jika ditilik dari kinerja yang tercermin di laporan keuangannya. Yang terakhir dirilis adalah laporan keuangan kuartal empat […]

  • BMKG WARNING! Ancaman Banjir Lahar Hujan Gunung Lewotobi

    BMKG WARNING! Ancaman Banjir Lahar Hujan Gunung Lewotobi

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Banjir lahar hujan adalah banjir besar dan cepat yang terjadi ketika air hujan bercampur dengan material vulkanik dari erupsi gunung berapi. Material vulkanik tersebut bisa berupa pasir, abu, dan bebatuan yang juga bercampur dengan kayu atau pohon. Banjir lahar hujan, seperti yang terjadi di Sumatra Barat, bisa mengancam nyawa, menutup pemukiman, dan mengangkut batu-batu besar […]

expand_less