Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » NTT Butuh Sosok Pemimpin Seperti Simon Petrus Kamlasi

NTT Butuh Sosok Pemimpin Seperti Simon Petrus Kamlasi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Loading

Lewoleba | Robet Eri Suciadi, warga Kabupaten Lembata menyebut calon gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi (SPK) sebagai titisan dari mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ben Mboi.

Simon Petrus Kamlasi (SPK) disebut sebagai titisan mantan Gubernur NTT, Ben Mboi dikarenakan program – program yang diutarakan sama persis atau sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Ben Mboi.

“Saya baru temukan calon gubernur NTT seperti Simon Petrus Kamlasi yang gaya berbicara dan program – program yang direncanakan sama persis dengan apa yang dibuat oleh mantan Gubernur NTT, Ben Boi,” tegas Robet Eri Suciadi dalam acara tatap muka bersama calon gubernur MTT, Simon Petrus Kamlasi di Lembata, Rabu 9 Oktober 2024.

Robet mengatakan, selama 30 tahun aktif sebagai pegawai negeri sipil (PNS) pada Pemprov NTT, dirinya baru menemukan satu – satunya calon gubernur NTT yang bisa mengadopsi program – program Ben Mboi.

“Satu – satunya calon Gubernur NTT yang baru saya temukan seperti Simon Petrus Kamlasi yang berbicara teknis dan terukur serta berpihak kepada masyarakat,” ungkap Robet.

Menurut Robet, program – program yang diutarakan oleh SPK sebagai calon gubernur NTT adalah program – program yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat NTT.

Ditambahkan Robet, Simon Petrus Kamlasi merupakan sosok calon gubernur NTT yang sangat luar biasa dan dibutuhkan oleh masyarakat NTT.

“NTT butuh sentuhan estetika dan ekologi seperti yang dibicarakan oleh Simon Petrus Kamlasi (SPK). Dan, saya anggap Simon Petrus Kamlasi layak dan pantas pimpin NTT,” kata Robet Eri Suciadi.

Dalam kesempatan yang sama, Muhamad Kasim menegaskan bahwa NTT merupakan daerah antropologi yang mana membutuhkan seorang pemimpin yang berasal dari eks militer atau mantan prajurit TNI.

“Jujur NTT membutuhkan seorang pemimpin yang berasal dari eks prajurit seperti Simon Petrus Kamlasi (SPK) karena NTT merupakan daerah antropologi,” ujar Muhamad Kasim.(*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Natal dr Herman Man : Ayo Prihatin & Berkomunikasi dalam Damai

    Pesan Natal dr Herman Man : Ayo Prihatin & Berkomunikasi dalam Damai

    • calendar_month Sab, 26 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menyampaikan ucapan Selamat Natal, 25 Desember 2020, kelahiran Kristus dalam suasana keprihatinan karena Ia ditolak dan lahir di kandang; semoga Natal ini membuahkan berkat, warga kota juga ikut prihatin untuk terlibat dalam menangani Covid-19. Karena, menurut Wakil Wali Kota Kupang yang berprofesi sebagai […]

  • Mahkamah Konstitusi Tiadakan “Pemilu Lima Kotak” Mulai Tahun 2029

    Mahkamah Konstitusi Tiadakan “Pemilu Lima Kotak” Mulai Tahun 2029

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Mahkamah Konstitusi juga menilai penyelenggaraan pemilu secara berdekatan menimbulkan beban berat bagi penyelenggara, berisiko menurunkan kualitas pemilu, memicu kejenuhan pemilih.   Jakarta | Mahkamah Konstitusi memutuskan mulai pada Pemilu 2029, pemilihan umum nasional dan daerah tidak lagi diselenggarakan secara serentak dalam satu waktu seperti model “lima kotak” yang selama ini berlaku. Pemilu nasional untuk memilih […]

  • TP PKK Belu Diseminasi Program Desa Sehat & Belu Berbunga

    TP PKK Belu Diseminasi Program Desa Sehat & Belu Berbunga

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ny. Dra.  Freny Indriani Yanuarika Taolin didampingi wakil ketua, Ny. Rinawati Br. P. A., Haleserens, S.E, M.M. melakukan diseminasi program Desa Sehat & Belu Berbunga di aula Kecamatan Nanaet Duabesi pada Senin, 6 September 2021. […]

  • Tahun 2021, Kementerian PPPA Kembali Evaluasi Kab/Kota Layak Anak

    Tahun 2021, Kementerian PPPA Kembali Evaluasi Kab/Kota Layak Anak

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) kembali melaksanakan Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), setelah pelaksanaannya sempat ditunda selama 1 tahun akibat pandemi Covid-19. Pada pembukaan Evaluasi KLA secara luring dan daring pada Selasa, 9 Maret 2021, Sekretaris Kementerian PPPA Pribudiarta N Sitepu menuturkan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak […]

  • Julie Laiskodat Ajak ‘Mr Teen & Mrs Teenager’ Eksplorasi Potensi NTT

    Julie Laiskodat Ajak ‘Mr Teen & Mrs Teenager’ Eksplorasi Potensi NTT

    • calendar_month Kam, 5 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki 737 motif tenun, masing-masing motif tenun tersebut mempunyai nilai cerita. NTT pun memiliki kehormatan dan kebanggaan, di kala Presiden Jokowi mengenakan tenun NTT saat Sidang MPR (tenun Sabu Raijua, red) pada Jumat, 14 Agustus 2020, menyampaikan pidato di Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2020 dan […]

  • Bimtek APH : Negara Harus Hadir dalam Penanganan Korban KDRT & TPPO

    Bimtek APH : Negara Harus Hadir dalam Penanganan Korban KDRT & TPPO

    • calendar_month Rab, 11 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap kelompok rentan marginal yakni perempuan dan anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menjadi perhatian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2016 yang dilaksanakan oleh BPS menunjukkan […]

expand_less