Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bahasa Sastra » Sumbu Apresiasi Kantor Bahasa Provinsi NTT Kepada A A Nafis

Sumbu Apresiasi Kantor Bahasa Provinsi NTT Kepada A A Nafis

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
  • visibility 266
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang | Kantor Bahasa Provinsi NTT mengapresiasikan hasil karya Haji Ali Akbar Navis (17 November 1924 – 22 Maret 2003; dikenal dengan nama A.A. Navis) seorang sastrawan, kritikus budaya, dan politikus Indonesia asal Sumatra Barat. Ia terkenal karena cerita pendeknya Robohnya Surau Kami (1956). Novelnya yang berjudul “Saraswati” diterbitkan kembali oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2002.

Sumbu apresiasi terhadap karya A A Nafis yang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa di dunia dan berhasil masuk dalam sastra dunia, diejawantahkan Kantor Bahasa Provinsi NTT dalam perhelatan gelar wicara dan lomba membaca puisi memperingati 100 tahun Sastrawan A. A. Navis.

Ragam lantunan puisi karya A A Nafis diperlombakan Kantor Bahasa Provinsi NTT dan diikuti oleh 24 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan komunitas atau sanggar literasi pada Kamis, 10 Oktober 2024 pukul 08.00 —selesai di aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Elis Setiati, S.Pd., M.Hum. kepada media ini mengatakan, A A Nafis memiliki karya penuh kritikan dan satir, namun nilai-nilai dalam karyanya telah dinikmati oleh negara-negara yang telah masuk dalam UNESCO dan telah menerapkan penginternasionalan bahasa Indonesia.

“Karya A A Nafis universal dan telah menjadi pembaharu yang mendorong para sastrawan Indonesia dapat belajar ke luar negeri,” ungkap Elis Setiadi sembari mengungkapkan karya A A Nafis punya puisi air, perubahan iklim, bumi, dan dapat dinikmati oleh generasi muda.

Adapun lomba membaca puisi memperingati 100 Tahun A. A. Navis yang dihelat Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur dan berdasarkan penilaian juri didapatkan 6 pemenang antara lain:

  • Pemenang I, Madeleine Hasnamitha Leobisa dari Komunitas Sadar Literasi, hadiah uang tunai Rp700.000,-
  • Pemenang II Petrus Holan Deket Demon dari Universitas Nusa Cendana, hadiah Rp600.000,-
  • Pemenang III Maria Fransiska Somi Boli dari Unwira, hadiah Rp500.000,-
  • Pemenang IV, Philiphs Soubirus H. Ola dari Komunitas Sadar Literasi, hadiah Rp400.000,-
  • Pemenang V Yosefa Novriani Assitdari Universitas Nusa Cendana, hadiah Rp300.000,-
  • Pemenang VI Bernadete Anisa Neo dari Universitas Nusa Cendana, hadiah Rp200.000,-

Pose para anggota komunitas literasi dan pemenang lomba membaca puisi karya A A Nafis. Foto : Roni Banase

Biografi A A Nafis

Ali Akbar Navis lahir di Kampung Jawa, Padangpanjang pada 17 November 1924. Ayahnya bernama Nafis Sutan Marajo, mandor kepala Staatsspoorwegen. Ibunya bernama Sawiyah. Ia menyelesaikan studi di Ruang Pendidik Institut Nasional Syafei (INS) di Kayutanam pada tahun 1946.

Selepas sekolah, Navis pernah bekerja sebagai seorang pegawai pada sebuah pabrik porselen di Padang Panjang, kota kelahirannya. Ia kemudian menjadi seorang pegawai negeri. Dari tahun 1952 hingga 1955, ia merupakan Kepala Bagian Kesenian pada Jawatan Kebudayaan Sumatra Tengah, berkedudukan di Bukittinggi.

Pada awal kariernya, Navis aktif di dunia jurnalistik. Ia juga pernah memimpin harian Semangat sebagai pemimpin redaksi dari tahun 1971 hingga 1972. Dari tahun 1950—1958, ia juga pernah berperan sebagai penasihat ahli untuk RRI Studio Bukittinggi. Terakhir, ia bekerja sebagai manajer umum bagi percetakan Singgalang dari tahun 1982—1984.

Selain itu, Navis aktif pula sebagai seorang pengajar dan akademisi. Ia tercatat pernah mengajar sebagai guru gambar di Sekolah Kepanduan Putri Bukittinggi (1955—1958)dan dosen luar biasa pada Akademi Seni Karawitan Indonesia (kini Institut Seni Indonesia) Padang Panjang dan Fakultas Sastra (kini Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Andalas.

Dari tahun 1972 hingga 1982, Navis duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat sebagai wakil dari Golkar. Di partai ini, ia pernah duduk sebagai anggota Dewan Pertimbangan DPD Golkar Sumbar periode 1994 hingga 1999.

Karya spektakuler (cerita pendek) A A Nafis di antaranya Robohnya Surau Kami (1955), Hudjan Panas (1963), Bianglala (1963), Hujan Panas dan Kabut Musim (1990), Jodoh (1999), Kabut Negeri si Dali (2001), dan Bertanya Kerbau Pada Pedati (2002).

Penulis (+roni banase)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Noebaun, Desa Binaan Bank NTT yang Menginspirasi

    Noebaun, Desa Binaan Bank NTT yang Menginspirasi

    • calendar_month Sen, 21 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Kefamenanu, Garda Indonesia | Desa Noebaun, Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), adalah satu dari lima desa yang direkomendasikan oleh Bank NTT Cabang Kefamenanu, untuk mengikuti kompetisi antar desa dalam Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022. Dan pada Sabtu, 19 November 2022, juri festival, Stenly Boymau, berkunjung ke desa itu. […]

  • Forum PRB NTT Susun Roadmap Penanggulangan Bencana 2022—2026

    Forum PRB NTT Susun Roadmap Penanggulangan Bencana 2022—2026

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) adalah platform kolaborasi multipihak atau pentahelix penanggulangan bencana. Keberadaan Forum PRB bertujuan meningkatkan partisipasi dan kemitraan para pihak, yakni pemerintah, media massa, akademisi, masyarakat dan dunia usaha. Di Provinsi NTT, Forum PRB telah terbentuk sejak tahun 2018, melalui musyawarah daerah (Musda) I tahun 2012 terbentuk kepengurusan […]

  • Semasa Idul Fitri 2024 PLN Sukses Layani Kelistrikan Nasional

    Semasa Idul Fitri 2024 PLN Sukses Layani Kelistrikan Nasional

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) sukses menyediakan pasokan listrik andal selama periode siaga Ramadan dan Idul Fitri 1445 Hijriah terhitung sejak 3—19  April 2024. Selama masa siaga tersebut, beban puncak nasional tertinggi mencapai 42.948 megawatt (MW) dengan daya mampu pasok sebesar 52.916 MW. Sementara, pada Idul Fitri 1445 H (10 April 2024), beban […]

  • George Hadjoh Minta Maaf dan Berpesan Kepada Fahrensy Funay

    George Hadjoh Minta Maaf dan Berpesan Kepada Fahrensy Funay

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Wali Kota Kupang periode 2022—2023, George Melkianus Hadjoh meminta maaf kepada masyarakat. Ucapan tersebut disampaikannya pada perhelatan festival rakyat HUT Ke-78 Republik Indonesia pada Senin malam, 21 Agustus 2023 di lapangan pantai Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Permohonan maaf George Hadjoh tersebut disampaikannya […]

  • Presiden Joko Widodo Lantik Doni Monardo Jadi Kepala BNPB

    Presiden Joko Widodo Lantik Doni Monardo Jadi Kepala BNPB

    • calendar_month Rab, 9 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Presiden Joko Widodo resmi melantik Letnan Jenderal TNI Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu/9 Januari 2019. Doni Monardo dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 5/P Tahun 2019 tentang Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Dirinya dalam acara pelantikan tersebut juga diambil […]

  • MRS Kalah di Praperadilan: Tanda Rontoknya Dukungan Sang Dalang

    MRS Kalah di Praperadilan: Tanda Rontoknya Dukungan Sang Dalang

    • calendar_month Rab, 13 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rudi S Kamri Melihat nasib Muhammad Rizieq Shihab (MRS) saat ini dibanding dua bulan lalu seperti bumi dan langit atau perbandingan yang sangat mencolok 180 derajat. Saat tanggal 10 November 2020 lalu dia pulang dielu-elukan bak pahlawan. Konon katanya hari kepulangannya pun sengaja ‘di-setting’ bertepatan dengan Hari Pahlawan. Alih-alih seperti Ayatullah Khomeini yang […]

expand_less