Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pemekaran Timor Tengah Selatan, YNS: Konsolidasi Mulai dari Daerah

Pemekaran Timor Tengah Selatan, YNS: Konsolidasi Mulai dari Daerah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 16 Apr 2025
  • visibility 156
  • comment 1 komentar

Loading

Ditekankan YNS, indikator awal keberhasilan usulan daerah otonomi baru (DOB) adalah bagaimana masyarakat yang akan dimekarkan merasa memiliki dan memahami tujuan dari pemekaran itu sendiri.

 

Jakarta | Gagasan pemekaran wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 2 (dua) daerah otonom baru (DOB), yakni Kabupaten Amanatun dan Kabupaten Amanuban, yang diinisiasi dan digaungkan para tokoh; mendapat tanggapan positif dan reflektif dari tokoh perempuan muda NTT, Yusinta Nenobahan Syarif (YNS). Menurutnya, pemekaran wilayah bukan sekadar urusan administratif dan politik, tapi yang lebih penting adalah kesiapan sosial dan konsolidasi dari akar rumput hingga ke tingkat pusat.

“Pemekaran daerah adalah pekerjaan besar. Saya mengikuti dinamika usulan DOB, pendapat beberapa tokoh dan ahli. Saya berpendapat bahwa pendekatan yang dilakukan itu harus lebih menyentuh aspek sosial dan emosional masyarakat. Itu sangat penting,” ujar YNS saat di wawancara melalui sambungan telepon pada Rabu, 16 April 2025.

Ditekankan YNS, indikator awal keberhasilan usulan DOB adalah bagaimana masyarakat yang akan dimekarkan merasa memiliki dan memahami tujuan dari pemekaran itu sendiri. “Tanpa kesiapan sosial, pemekaran bisa melahirkan konflik baru: soal batas wilayah, perebutan lokasi ibu kota, hingga resistensi dari elite lokal. Tapi jika dari awal masyarakat sudah diajak bicara, dilibatkan, dan didengar, semua itu bisa diantisipasi,” jelasnya.

YNS pun menilai pendekatan komunikasi yang dilakukan oleh tim inisiator selama ini sudah mengarah ke sana meskipun masih diperlukan sosialisasi, dialog terbuka, dan kunjungan ke komunitas-komunitas adat maupun tokoh agama sebagai bagian dari langkah membangun dukungan kultural dan sosial-politik yang inklusif.

Hal lainnya, YNS menyoroti pentingnya dukungan pemerintah kabupaten induk dalam setiap pengusulan DOB. “Saya kira ini yang unik dari upaya dan gaung DOB Amanatun dan Amanuban. Biasanya kepala daerah enggan memberi rekomendasi karena takut kehilangan wilayah atau kekuasaan.

Kondisi tersebut, beber YNS, menjadi tantangan tersendiri ketika isu ini digulirkan lebih awal oleh para inisiator. Tapi semangat kolaborasi yang terbangun menjadi ujian tersendiri, dan justru dapat membuka ruang untuk membagi tanggung jawab pembangunan.

Ia menyebutkan bahwa keberhasilan membangun dukungan strategis dari Pemkab dan DPRD TTS menjadi sinyal kuat bahwa usulan DOB ini bukan sekadar wacana elit, tetapi hasil kerja panjang yang menyentuh semua level pemerintahan.

Namun demikian, YNS juga menggarisbawahi satu elemen kunci dalam keberhasilan pengusulan DOB yang sering dilupakan yaitu kekuatan jejaring komunikasi nasional melalui Forum Komunikasi Nasional Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (Forkonas DOB).

“Kalau tidak terkoneksi dengan Forkonas, usulan DOB akan mudah tenggelam di tumpukan dokumen pusat. Forkonas itu bukan sekadar jaringan, tapi juga kanal strategis untuk advokasi dan lobi politik di level nasional,” katanya.

Sebagai putri TTS yang ada di Jakarta mengatakan bersedia menjembatani komunikasi dengan Forkonas. YNS mengatakan beberapa tokoh masyarakat maupun akademisi yang mengetahui peran dan fungsi Forkonas telah berkomunikasi dengannya dan mengharapkan perannya sebagai putri daerah untuk membangun komunikasi yang aktif dengan Forkonas, mempertemukan kepentingan lokal dengan narasi pembangunan nasional.

Dalam pengamatan YNS, Forkonas selama ini menjadi jembatan yang efektif antara para pengusul DOB dari seluruh Indonesia dengan kementerian teknis dan DPR RI. “Bukan cuma soal teknis pemenuhan syarat, tapi Forkonas membantu pengusul merumuskan narasi yang sejalan dengan visi pembangunan nasional, terutama dalam konteks daerah perbatasan dan daerah tertinggal,” ujarnya.

Lebih jauh, YNS berharap agar DOB Amanatun dan Amanuban tidak berhenti pada proses administratif, tapi juga mampu menawarkan model baru pembangunan berbasis keadilan wilayah, kearifan lokal, dan partisipasi rakyat.

“Tim inisiator baik DOB Amanatun maupun DOB Amanuban telah menyalakan api semangat pemekaran ini dengan pendekatan yang humanis, berbasis data, dan berjejaring nasional. Sekarang tugas kita semua, termasuk para perempuan, tokoh adat, gereja, dan kaum terpelajar, untuk memastikan bahwa DOB ini dapat membawa kesejahteraan yang merata,” tutup YNS.(*)

Sumber (*/tim YMS)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Retret Dalam Biara Kemiskinan Rakyat

      Retret Dalam Biara Kemiskinan Rakyat

      • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
      • account_circle Penulis
      • visibility 201
      • 2Komentar

      Loading

      Oleh : Marsel Robot, Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Undana Ketika rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT) sempoyongan memikul beban kemiskinan sekujur hidupnya sembari diancam oleh pertanyaan paling primitif: “apa hari ini ada makan?” Gubernur Lakalena dan ratusan hulubalangnya malah ugal-ugalan menghabiskan uang 1.6 miliar rupiah dengan menyemburkan diksi begitu suci, retret. Padahal, beberapa hari […]

    • Terulang Lagi, 3 TKI Ilegal Meninggal Dunia

      Terulang Lagi, 3 TKI Ilegal Meninggal Dunia

      • calendar_month Kam, 28 Jun 2018
      • account_circle Penulis
      • visibility 171
      • 0Komentar

      Loading

      NTT, gardaindonesia.id – Terulang Lagi, 3 (tiga) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT meninggal dunia. Ketiga TKI/ PMI tersebut tidak terdata di BP3TKI Kupang. Plt Kepala BP3TKI Kupang, Siwa, SE, menjelaskan bahwa 3 TKI Ilegal yang meninggal tersebut yakni Marina Polin asal Kab Rote Ndao, Yonis Dethan asal Kab Rote […]

    • Polri Beber Data Tren Kejahatan Berkurang

      Polri Beber Data Tren Kejahatan Berkurang

      • calendar_month Sab, 20 Agu 2022
      • account_circle Penulis
      • visibility 127
      • 0Komentar

      Loading

      Jakarta, Garda Indonesia | Polri mengungkapkan adanya penurunan tren gangguan Kamtibmas mengalami sebanyak 282 kejadian atau 25,27% persen dari Selasa sampai Rabu, 16—17 Agustus 2022). Pada Selasa, ada sebanyak 1.116 kejadian sedangkan Rabu, sebanyak 834 kejadian. Dengan rincian kejahatan sebanyak 814 kejadian, pelanggaran tindak pidana ringan 9 kejadian, bencana sebanyak 4 kejadian dan gangguan terhadap […]

    • Tertibkan Aset Daerah, Ketua LPPKPD Apresiasi Langkah Bupati Manggarai

      Tertibkan Aset Daerah, Ketua LPPKPD Apresiasi Langkah Bupati Manggarai

      • calendar_month Kam, 18 Mar 2021
      • account_circle Penulis
      • visibility 165
      • 0Komentar

      Loading

      Ruteng, Garda Indonesia | Menanggapi pengelolaan aset Pemda Manggarai yang bermasalah, saat hari pertama berkantor pada Senin, 1 Maret 2021, Bupati Hery Nabit sentil penertiban aset daerah. Bahkan Bupati Hery Nabit didamping Wakil Bupati Heri Ngabut, langsung melakukan pertemuan dengan para Pejabat Eselon II Pemkab Manggarai. Pertemuan perdana tersebut dalam rangka membahas pendapatan daerah, khususnya […]

    • Mafia Human Trafficking Mulai Incar Calon TKI Flores & Alor

      Mafia Human Trafficking Mulai Incar Calon TKI Flores & Alor

      • calendar_month Jum, 24 Agu 2018
      • account_circle Penulis
      • visibility 186
      • 0Komentar

      Loading

      Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Gabriel Goa,Ketua Satgas Anti Human Trafficking Golkar NTT melalui Jubir Riesta Megasari menyatakan bahwa target Mafia Human Trafficking saat ini mulai kembali mengincar calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah Flores, Palue, Solor, Adonara, Lembata, dan Alor untuk dibawa ke Malaysia lewat jalur Timur yakni Nunukan. “Bujuk rayu yang mereka lakukan adalah […]

    • Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat 3.064, Kasus Meninggal Tembus Angka 1.007

      Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat 3.064, Kasus Meninggal Tembus Angka 1.007

      • calendar_month Rab, 13 Mei 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 106
      • 0Komentar

      Loading

      Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali mencatat jumlah penambahan kasus sembuh Covid-19 per Selasa, 12 Mei 2020 pukul 12.00 WIB menjadi 3.063 setelah ada penambahan sebanyak 182 orang. “Kasus sembuh meningkat 182 orang menjadi 3.063 orang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di […]

    expand_less