Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Satu Keluarga di Manggarai Tinggal di Rumah Reot, Pemdes Tutup Mata

Satu Keluarga di Manggarai Tinggal di Rumah Reot, Pemdes Tutup Mata

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

Loading

Kini, Mama Theresia memikul seluruh beban rumah tangga seorang diri. Di balik wajahnya yang penuh ketegaran, dan tubuh yang kian membungkuk tersimpan cerita tentang perjuangan hidup yang nyaris tak tertahankan.

 

Ruteng | Hidup pada garis kemiskinan sungguh sangat menyedihkan. Ada hanya niat ikhlas dan semangat saja yang tertanam dalam benak agar bisa bertahan hidup hingga akhir hayat. Hendak berbuat apa pun dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari mesti selalu tertahan karena hidup serba kekurangan.

Seperti yang dirasakan oleh keluarga Mama Theresia, perempuan tangguh warga Kampung Wetok, Dusun Wetok, Desa Langkas, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menjadi satu-satunya harapan hidup bagi keluarganya sejak sang suami, Rofinus Das, menderita stroke pada tahun 2019 lalu.

Kini, Mama Theresia memikul seluruh beban rumah tangga seorang diri. Di balik wajahnya yang penuh ketegaran, dan tubuh yang tegak kian membungkuk tersimpan cerita tentang perjuangan hidup yang nyaris tak tertahankan.

Rofinus Das, pria 53 tahun yang dulunya bekerja keras untuk menghidupi istri dan anak semata wayangnya, kini hanya bisa terbaring lemah di ruang tamu rumah mereka. Sudah lebih dari lima tahun ia mengalami kelumpuhan akibat stroke.

Tanpa akses pengobatan memadai dan tanpa biaya untuk ke rumah sakit, Rofinus hanya ditemani tikar lusuh dan dinding rumah yang bisu, menyaksikan waktu berjalan lambat tanpa harapan medis.

Di usianya yang senja, perempuan yang dikenal dengan ketangguhan ini hanya mengandalkan tubuh yang perlahan membungkuk bekerja keras menjadi buruh tani di kebun warga Kampung Wetok itu.

Selama puluhan tahun tinggal di rumah reot itu, Mama Theresia bersama anak semata wayangnya dan suami yang hanya bisa berbaring tak berdaya di lantai dengan makan seadanya hasil dari upah harian sebagai buruh keluarganya, namun tetap merasa bersyukur karena masih ada warga setempat yang mempercayai dia untuk bekerja sebagai buruh tani.

Potret memilukan di tengah kondisi ekonomi yang dialami keluarga Mama Theresia tersebut, Pemerintah Desa Langkas, dan Pemerintah Kabupaten Manggarai terkesan menutup mata dan tidak ambil pusing dengan penderitaan yang dialami warganya.

Kondisi rumah Mama Theresia dan sang suami, Rofinus Das yang sementara menderita stroke

Mama Theresia mengaku, puluhan tahun tinggal di rumah reot luput dari perhatian pemerintah desa dan Pemda Manggarai hingga Pemprov NTT, mereka sama sekali tidak pernah tersentuh bantuan dalam bentuk apa pun.

“Saya bersama anak semata wayang saya dan suami saya, Rofinus Das, terkena penyakit stroke, selama puluhan tahun tinggal di rumah ini tidak pernah merasakan bagaimana itu bantuan pemerintah, desa dan kabupaten apalagi provinsi,” ucap perempuan tangguh itu kepada media ini, saat ditemui di kediamannya Kampung Wetok, pada Kamis, 12 Juni 2025.

“E….e..e…, anak ada bantuan dari desa di sini hanya cari orang tertentu saja yang dapat. Kawe keluarga deru kaut kepala desa nana (kepala desa cari keluarga sendiri) dalam penyaluran bantuan desa. Bahkan ada yang dapat dobel,” tambahnya.

Ia menjelaskan, bahwa setiap kali ada bantuan dari desa, entah itu sumber dananya dari mana kepala desa hanya memberikan bantuan tersebut kepada warga yang memiliki hubungan kekeluargaan seperti bantuan rumah layak huni (RLH), MCK, dan tangki fiber air.

Bahkan kata dia, ada warga yang sudah mendapatkan RLH juga mendapatkan fiber air atau MCK, seharunya bantuan-bantuan seperti itu, perlu diutamakan untuk keluarga seperti keluarganya mengalami sakit berat dan tidak bisa bekerja mencari sesuap nasi lagi.

“Ini kan tidak malah orang baru berkeluarga saja asalkan ada hubungan dengan bapak desa dapat. Sementara, kami yang hidup melarat di ambang garis kemiskinan ini kondisi suami saya yang stroke tidak dapat, ‘kepala desa pilih kasih kami punya di sini’ kalau PKH dan sembako tidak ada berarti kami tidak dapat bantuan apa-apa dari pemerintah,” ujarnya dengan nada geram.

Rumah reot berukuran 6×7 meter itu tak terlihat satu pun perabot yang berlebihan. Melainkan sampah kotor dan pakaian bekas yang tidak layak pakai. Begitu pun dinding yang terbuat dari kelaca bambu dan irisan belahan kayu sudah lapuk termakan usia, sebagian dinding bocor terbuka.

Akibatnya saat musim hujan, Mama Theresia bersama anak semata wayangnya dan suaminya terpaksa tidur dalam keadaan basah kuyup dan kedinginan.

“Kalau hujan basah, disebabkan percikan air hujan yang di bawah angin melalui lubang-lubang dinding sudah banyak bocor, mau saya perbaiki tidak ada biaya. Saya berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah, karena kalau hujan basah,” harapnya.(*)

Sumber (*/Ferdy Daud)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan Presiden Rp.2,4 Juta Per Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Dikucurkan

    Bantuan Presiden Rp.2,4 Juta Per Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Dikucurkan

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Jokowi mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mulai menyerahkan bantuan modal kerja bernama Bantuan Presiden (Banpres) Produktif kepada 9,1 juta pelaku usaha mikro dan kecil dari seluruh Indonesia untuk tambahan modal kerja yang dapat meringankan beban di kala pandemi ini. “Pemerintah minggu depan akan membagikan yang namanya modal kerja […]

  • SURYANATA Desak Copot Kasatpol PP Samarinda, Dampak Keroyok 8 Mahasiswa

    SURYANATA Desak Copot Kasatpol PP Samarinda, Dampak Keroyok 8 Mahasiswa

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Samarinda, Garda Indonesia | Bermula dari aksi brutalisme ratusan Satpol PP menyerbu 8 aktivis saat diskusi dan ngopi, Aliansi Suara Rakyat Nusantara (SURYANATA) mendesak agar segera mencopot Kepala Satpol PP Samarinda dari Jabatannya serta oknum anggotanya yang terlibat dalam kasus tersebut. “Kami tidak membenarkan tindakan kejahatan tidak berperi kemanusiaan tersebut, karena telah melanggar dari norma […]

  • Cinta Itu Harus Dirayakan

    Cinta Itu Harus Dirayakan

    • calendar_month Ming, 7 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Lejap Yuliayant Angelomestius. S. Fil. Angin berembus lembut, menyapu dedaunan Gamal kering yang belum juga hancur oleh bakteri. Di atas langit awan kemerahan telah berganti rupa menjadi gelap.  Terang telah menjelma ke dalam malam. Malam ini alam lebih bersahabat karena hujan telah beristirahat setelah hampir seharian mengguyur bumi. Di atas tempat tidur, gadis […]

  • Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi Raih Doktor Ilmu Hukum

    Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi Raih Doktor Ilmu Hukum

    • calendar_month Jum, 27 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Bandung, Garda Indonesia | Pada Jumat, 27 Januari 2023 bertempat di lantai 4 auditorium gedung Mochtar Kusumaatmaja, Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Jalan Dipati Ukur nomor 35 Bandung, Jawa Barat; Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Adreanus Nae Soi, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum, dalam sidang terbuka promosi doktor bidang ilmu hukum Universitas Padjadjaran. Disaksikan […]

  • Dinas PPPA NTT Pinta Gubernur Terbitkan Pergub tentang PPRG

    Dinas PPPA NTT Pinta Gubernur Terbitkan Pergub tentang PPRG

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi NTT melaksanakan Forum Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) dalam kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG) di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pembangunan Keluarga di Provinsi NTT, bagi OPD lingkup Provinsi NTT, pada Kamis 24 Oktober 2019. Kegiatan yang digelar di Hotel Sahid T-More Kupang […]

  • Sepekan Rutinitas Yuk Memancing, Ini Tipsnya

    Sepekan Rutinitas Yuk Memancing, Ini Tipsnya

    • calendar_month Ming, 30 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Memancing merupakan cara bagus untuk menghilangkan stres usai seharian atau pun sepekan bekerja. Bisa berinteraksi dengan alam sambil memancing akan membuatmu melupakan kekhawatiran dan kecemasan. Jika memancing bersama teman-teman, dengan menceritakan lelucon atau melakukan beberapa gerakan lucu, dijamin bakalan bisa bersenang-senang, di mana rasa ini tak ditemui dalam penatnya pekerjaan sehari-hari. Memancing dapat melatih konsentrasi […]

expand_less