Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Komunitas » Pegiat Literasi dalam Sekat Keterbatasan di Taman Baca Waibalun

Pegiat Literasi dalam Sekat Keterbatasan di Taman Baca Waibalun

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 28 Jan 2019
  • visibility 147
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Helmi Tukan,S.Pd

Untuk kita yang gemar membaca, berapa banyak artikel yang memperbaharui wawasan kita setiap harinya?

Setiap berapa waktukah kita melengkapi koleksi kita dengan buku baru?

Andai masih bisa dihitung, sudah berapa banyakkah bahan bacaan yang kita punya?

Larantuka-NTT, gardaindonesia.id | Bertolak dari kondisi kemudahan kita dalam mengakses buku baik buku fisik maupun buku digital, Kami mengajak anda mencermati sekelompok masyarakat dengan minat baca yang istimewa, mencukupkan diri dengan sekitar 100 (seratus) buku saja, yang tersedia untuk mereka di sebuah Taman Baca.

Lokasi itu bernama Waibalun. Di sana, beberapa guru yang adalah para pegiat literasi, memutuskan untuk memperluas lingkup pelayanan mereka, melampaui batasan area sekolah, dengan mendirikan Taman Baca Waibalun.

Selain menyediakan taman baca yang terbuka setiap hari, khusus pada hari Minggu mereka menyeleggarakan berbagai kegiatan literasi seperti mendongeng, mewarnai, juga menulis puisi dan cerpen. Kegiatan-kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar SD, SMP, maupun SMA, hingga kalangan umum.

Dengan misi mengembangkan Taman Baca yang dirintisnya, kepada Depoedu Helmi Tukan, mewakili Taman Baca Waibalun, mengirimkan tulisan (yang judulnya tertera di atas) untuk menggambarkan hidup dan karya mereka di sana.

Guru Helmi dalam sesi kegiatan ‘Global Education Supllier and Solutiondeas’ oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Jakarta Convention Center

Hari ini tidak jauh beda dengan hari-hari sebelumnya. Aktivitasku sebagai seorang guru membuatku selalu sibuk mengurusi murid-murid di sekolah. Apalagi hari menjelang ujian semester.

Setiap hari harus memberi latihan soal dan tentunya tak lupa aku menjalankan studi sore. Aku adalah seorang pendidik di SD Inpres Waibalun, sebuah sekolah yang terletak di kelurahan Lewolere, wilayah Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Lokasi sekolah ini bertetangga dengan kelurahanku Waibalun.

Aku senang sekali menjalani rutinitas harianku di sekolah, bermain dengan murid-murid, bergaul dengan buku-buku pelajaran dan tak lupa pula papan tulis dan spidol yang turut mendukungku dalam pembelajaran di kelas. Empat tahun lebih aku mengajar di sekolah ini. Banyak kisah suka maupun duka telah aku lalui.

Selain sibuk mengajar, aku bersama beberapa teman guru mengelola sebuah Taman Baca sederhana yang dinamai Taman Baca Hutan 46 Waibalun. Sebuah taman baca, taman bermain bagi anak-anak di kelurahanku, dan tentunya bagi anak-anak di kampung sebelah.

Setelah pulang sekolah, kami mulai beraktivitas di taman baca. Aku bersama Pak Karno, Pak Bery, Bu Ani, dan Bu Lety, bermain bersama anak-anak, mendongeng, membaca, menulis, serta mewarnai. Berbagai kegiatan yang berhubungan dengan literasi selalu kami laksanakan.

Sesekali kami berliterasi ke luar kota, ke pantai, atau berkunjung ke sekolah-sekolah.

Aku bahagia sekali dengan aktivitasku ini.

Walau dalam keterbatasan buku dan peralatan mewarnai, juga ruang membaca seadanya, kami tetap bersemangat dalam berliterasi.

Selain literasi di bidang membaca dan menulis, kami juga melatih anak – anak di taman baca untuk bisa berpuisi, menyanyi dan menari.

Senangnya berada bersama anak-anak dan masuk ke dunia mereka.

Guru Helmi saat mewakili IGI Flotim mengikuti kegiatan Satu Guru Satu Buku (Sagusaku)

Bagiku menjadi guru bukan hanya mengajar di depan kelas, namun guru yang lebih adalah guru yang mampu beradaptasi dengan dunia luar di manapun ia berada.

Guru yang mampu memberikan nilai lebih bagi orang-orang disekitarnya.

Aku menjadi guru bukan hanya sebagai pengajar namun lebih dari itu adalah sebagai pendidik, mendidik anak bangsa demi masa depan mereka yang lebih baik.

Berkarya dan terus berkarya selama napas kehidupan masih diberikan Tuhan kepadaku.

Tidak perlu mengharapkan balas jasa, pengabdian tanpa pamrih adalah cita-cita hidupku.

Bersama teman-teman di Waibalun, kami mengelola taman baca dengan segala keterbatasan dan dengan segala kemampuan yang kami miliki.

Salam Literasi, dari kampungku Waibalun.(*)

(*/Penulis seorang guru dan pegiat Literasi di Waibalun, Larantuka, Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur)

Melalui tulisan ini kami hendak mengetuk pintu hati anda untuk terlibat bersama kami dalam mengembangkan budaya literasi di taman baca ini. Mengatasi keterbatasan akan koleksi bahan bacaan, kami sangat membutuhkan sumbangan buku, yang dapat dikirimkan ke alamat berikut :

Taman Baca Hutan 46 Waibalun
Kelurahan Waibalun, RT 07 / RW 01
Kecamatan Larantuka
Kabupaten Flores Timur
Provinsi Nusa Tenggara Timur (86212)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Itu Pishing? Pahami dan Hindari !

    Apa Itu Pishing? Pahami dan Hindari !

    • calendar_month Sen, 14 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat ini banyak sekali media online membicarakan tentang kasus pencurian data atau penjualan data pelanggan perusahaan startup di Indonesia. Karena berita ini, para pelanggan dari E-Commerce tersebut khawatir terhadap akun dan datanya yang mungkin bisa disalahgunakan. Apa Itu Phising? Dilansir dari master web.com, seiring berkembangnya jaman dan juga teknologi, saat ini […]

  • INJAK BUMI LEWOTANAH, Ayodhia Kalake : Jangan Ada Dusta

    INJAK BUMI LEWOTANAH, Ayodhia Kalake : Jangan Ada Dusta

    • calendar_month Kam, 7 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Gehak Lakunama Kalake, S.H. MDC. dan Ketua TP PKK/Ketua Dekranasda NTT, Sofiana Milawati bersama keluarga tiba di Kupang pada Kamis siang, 7 September 2023 pukul 13.05 WITA. Terpantau, Ayodhia Kalake saat injak bumi leluhurnya (Lewotanah–Nusa Tenggara Timur) disambut oleh 12 penutur adat atau Natoni Timor dari Nitne’o […]

  • Berpikir Positif dan Aksi Nyata Hadapi Kehidupan di Tengah Pandemi

    Berpikir Positif dan Aksi Nyata Hadapi Kehidupan di Tengah Pandemi

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Masyarakat merasakan dampak kompleks pandemi tak hanya di sektor ekonomi tetapi sosial dan budaya. Pada saat ini, masyarakat dapat menumbuhkan dalam dirinya berpikir positif dan aksi nyata terhadap kebiasaan baru. Motivator Merry Riana menyampaikan bahwa berpikir positif dan aksi nyata dibutuhkan dalam menghadapi kebiasaan baru. […]

  • Gubernur VBL Lantik 4 Penjabat Bupati, Doris Rihi Jadi Pj Bupati Sabu Raijua

    Gubernur VBL Lantik 4 Penjabat Bupati, Doris Rihi Jadi Pj Bupati Sabu Raijua

    • calendar_month Sab, 27 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Besipae-TTS, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam rangkaian kunjungan kerja sepekan di daratan Timor; melantik 4 (empat) Penjabat Bupati pada Sabtu pagi, 27 Maret 2021 sekitar pukul 08.00 WITA—selesai di lahan Pertanian Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Baca juga: http://gardaindonesia.id/2021/03/26/empat-penjabat-bupati-di-ntt-bakal-dilantik-di-besipae-kabupaten-tts/ Keempat pejabat tersebut […]

  • Semarak Lomba Songsong HUT Ke-77 RI di SMA PGRI Mnelalete TTS

    Semarak Lomba Songsong HUT Ke-77 RI di SMA PGRI Mnelalete TTS

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Sekolah Menengah Atas (SMA) PGRI Mnelalete Soe, Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur, melaksanakan berbagai kegiatan lomba yakni lomba pasukan baris berbaris (PBB), tarian kreasi dan fashion show antarkelas X, XI dan XII dalam menyongsong HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2022, di halaman SMA PGRI Mnelalete pada Senin, […]

  • Anak TK Barunawati Kupang “Outing Class” di PLN UIW NTT

    Anak TK Barunawati Kupang “Outing Class” di PLN UIW NTT

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Komang, salah satu siswa TK Barunawati, dengan antusias menceritakan pengalamannya bisa naik mobil listrik dan mengungkapkan kebaikan petugas PLN menyampaikan bahwa listrik itu penting, namun harus hati-hati.   Kupang | Guna mendukung visi pemerintah dalam mencetak Generasi Emas 2045, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) Menerima kunjungan belajar anak-anak […]

expand_less