Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pemerintah Abai, Anak Muda Manggarai Galang Dana Perbaikan Jalan

Pemerintah Abai, Anak Muda Manggarai Galang Dana Perbaikan Jalan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
  • visibility 244
  • comment 0 komentar

Loading

Salah satu anak muda, Jefri Pamput kepada media ini pada Kamis, 28 Agustus 2025, mengatakan sudah banyak pengendara sepeda motor yang nyaris terjatuh dan terancam kehilangan nyawa akibat kerusakan fasilitas infrastruktur publik itu.

 

Manggarai | Sekelompok anak muda di Kampung Raci, Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menghelat aksi pengumpulan uang receh untuk memperbaiki ruas jalan yang telah mengalami kerusakan sangat parah selama bertahun-tahun. Inisiatif sekelompok anak-anak muda muncul setelah jalan tersebut tak kunjung diperbaiki pemerintah.

Kerusakan jalan ini menghubungkan ketiga desa di antaranya; Desa Golo Woi, Latung dan Golo Lanak. Selain itu, jalan tersebut merupakan jalur akses utama menuju ibu kota Kecamatan Cibal Barat.

Meskipun jalan tersebut telah mengalami kerusakan sangat parah selama bertahun-tahun. Akan tetapi Pemda Manggarai terkesan tutup mata dan mengabaikan jeritan masyarakat.

Pantauan media ini di Lapangan pada Kamis, 28 Agustus 2025, terlihat sekelompok anak muda yang sedang melakukan perbaikan ruas jalan yang nampak seperti kali mati. Sementara salah satu dari mereka memegang kardus bertulisan Mie Sedap Goreng, menahan setiap pengendara yang lewat jalan tersebut meminta uang receh.

Hasil dari sumbangan setiap para pengguna yang lewat pun dipergunakan untuk pengadaan material berjenis semen.

Salah satu anak muda, Jefri Pamput kepada media ini pada Kamis, 28 Agustus 2025, mengatakan sudah banyak pengendara sepeda motor yang nyaris terjatuh dan terancam kehilangan nyawa akibat kerusakan fasilitas infrastruktur publik itu.

Menurut Jefri, ketimbang kita berpangku tangan dan terus berharap uluran tangan pemerintah, anak-anak muda akhirnya berinisiatif memperbaiki jalan secara swadaya. Perbaikan jalan dilakukan seperti melapisi dengan adukan semen atau cor. “Sudah bertahu-tahun kami hidup dalam keadaan seperti ini. Kami sudah bosan menikmati infrastruktur fasilitasi umum yang dibangun oleh pemerintah seperti kali mati ini. Kami nyaris jatuh akibat jalan tidak dikerjakan pemerintah. Ini jalan Provinsi NTT.” ujarnya kepada wartawan, Kamis, 28 Agustus 2025 di lokasi itu.

“Setiap hari kami melintasi jalan dengan yang sudah rusak parah ini. Setiap hari pula kami jungkir balik. Dan terancam kehilangan nyawa. Kami sudah bosan dengan keadaan seperti ini,” imbuhnya.

Jefri menjelaskan, berkat sumbangan setiap pengendara roda dua (motor) maupun roda empat (mobil) yang melintasi jalan tersebut, mereka dapat memperbaiki jalan.

Dikatakan Jefri, dalam penggalangan dana untuk perbaikan jalan tidak menentukan standar, tetapi tergantung kebaikan dari setiap pengendara. “Jadi berapa pun mereka kasih ya kami terima. Ada yang kasih seribu (Rp1000) kami tetap terima. Nah itu uang mereka kasih seadanya mereka,” terangnya.

Pengguna jalan saat melintas

Ia membeberkan, masyarakat dari 132 desa dan 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai, sejauh memiliki kerinduan besar akan jalan yang baik, namun kerinduan itu pun tak kunjung sampai hingga saat ini.

Hal ini mencerminkan pemerintah Kabupaten Manggarai sejauh ini terus mengabaikan jeritan masyarakat atas kehancuran infrastruktur jalan yang menghubungkan antara Kampung, antara desa, Kecamatan, hingga Kabupaten.

Kata dia, hampir semua infrastruktur fasilitas umum seperti jalan di Kabupaten Manggarai, itu jalan provinsi, maupun kabupaten di setiap kecamatan, semuanya mirip dengan kali mati saat musim kemarau. Sedangkan pada saat musim hujan tiba nanti akan nampak puluhan kumbangan kerbau yang dibangun oleh Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, sebagai bentuk mewujudkan misi membangun Manggarai sejahtera.

Katanya, dalam perbaikan jalan secara swadaya pemerintah setempat maupun Kecamatan apalagi pemerintah kabupaten, tidak ada sepeser pun memberikan sumbangan. Padahal setiap hari mereka melintas jalan itu.

“Tidak ada sumbangan dari pemerintah. Pengadaan material benar-benar murni sumbangan para pengendara yang melewat tadi. Benar Kaka tidak ada dari pemerintah ini murni sumbangan para pengendara,” ungkapnya.

“Jalan ini diperbaiki dengan cara menggalang dana. Dan hasil Galang dana ini kami langsung beli material. Kami sudah berapa kali beli semen tadi ini yang keempat sak sudah semen uang hasil sumbangan dari pengendara yang lewat,” sambungnya.

Ia menuturkan, inisiatif ini bermula keprihatinan mereka masing-masing dan sering kali melihat pengendara yang nyaris terjatuh. Dikarenakan melihat kondisi kerusakan jalan yang semaki parah dan kerap memicu kecelakaan serta menghambat aktivitas warga. Mereka satu-persatu saling mengajak untuk memperbaiki dengan cara swadaya. Sementara untuk dana pengadaan material melakukan aksi penggalan secara sukarela.

“Dari pada kami protes dan mengeluh dengan pemerintahan yang kemudian tidak ada hasilnya, mendingan kami protes secara diam-diam dengan kerja seperti ini dan ada hasilnya. Pemerintah itu lama sekali prosesnya” cetusnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk menarik perhatian pemerintah yang terkesan mengabaikan jeritan rakyat.(*)

Sumber (*/Ferdy Daud)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Sepakat Ongkos Umrah Jemaah Haji 49,8 Juta Rupiah

    Pemerintah Sepakat Ongkos Umrah Jemaah Haji 49,8 Juta Rupiah

    • calendar_month Kam, 16 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah dan Komisi VIII DPR telah menyepakati besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 1444 Hijriah atau 2023 Masehi dengan rata-rata Rp90.050.637,26 per jemaah haji reguler. Angka ini terdiri atas dua komponen, yaitu biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang ditanggung jemaah dengan rata-rata Rp49.812.700,26 (55,3%) dan penggunaan nilai manfaat per jemaah sebesar […]

  • Politeknik Negeri Kupang & National Yunlin University Taiwan Jalin Kerja Sama

    Politeknik Negeri Kupang & National Yunlin University Taiwan Jalin Kerja Sama

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Politeknik Negeri Kupang (PNK) melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan National Yunlin University of Techology and Science Douliu Taiwan  (YunTech) dalam bidang Double Degree Program, Join Degree Program, Student Exchange, dan Visiting Profesor. Hal ini disampaikan oleh Pudir III Politeknik Negeri Kupang, Peter D Samadara,SE.,MM., pada Jumat, 2 Agustus 2019, kepada […]

  • Potensi Besar Anak Muda Tularkan Covid-19 ke Manula

    Potensi Besar Anak Muda Tularkan Covid-19 ke Manula

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Anak muda memiliki potensi besar sebagai pembawa (carrier) mikroorganisme SARS-CoV-2 yang menyebabkan covid-19 dan menularkan kepada orang tua atau manusia usia lanjut (manula). Hal ini dapat terjadi ketika anak muda yang sudah terkena namun tampak sehat kemudian secara langsung maupun tak langsung membawa virus tersebut ke lingkungan yang terdapat manula. Kasus […]

  • Ketua DPR: ‘Waspadai Penumpang Gelap dan Penciptaan Martir!’

    Ketua DPR: ‘Waspadai Penumpang Gelap dan Penciptaan Martir!’

    • calendar_month Ming, 19 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua DPR Bambang Soesatyo mengimbau semua elemen masyarakat segera menghilangkan ego kelompok yang melampaui batas toleransi hukum dan undang-undang (UU). Setiap kelompok masyarakat berhak untuk memperjuangkan kepentingannya. Namun, tetap harus berada dalam koridor hukum dan UU. Ego kelompok jika disalurkan dalam bingkai hukum dan UU dipastikan tidak merusak stabilitas keamanan nasional […]

  • Bendahara SMKN Batuputih Klarifikasi Tuntutan Orang Tua dan Komite

    Bendahara SMKN Batuputih Klarifikasi Tuntutan Orang Tua dan Komite

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    So’E-TTS, Garda Indonesia | Surat pengaduan masyarakat Desa Oebobo, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tertanggal 23 Juli 2019 yang ditujukan kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), meminta agar VBL mencopot Prahara Crislianto Kana, S. TP., M. Eng., dari jabatan Kepala Sekolah SMK Negeri Batuputih. Baca juga: http://gardaindonesia.id/2019/07/24/konspirasi-di-smkn-batuputih-orang-tua-komite-adukan-kepsek-ke-gubernur-ntt/ Dalam surat […]

  • Sekda Belu : ASN Fokus Kerja, Mutasi itu Wewenang Baperjakat

    Sekda Belu : ASN Fokus Kerja, Mutasi itu Wewenang Baperjakat

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Mutasi adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi, termasuk pemerintahan. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta agar tetap fokus pada kerja dan tidak boleh terpengaruh dengan rencana mutasi. Demikian ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Belu, Johanes Andes Prihatin, S.E., M.Si. melalui pesan whatsApp yang […]

expand_less