Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Pindah Dana 200 Triliun dari BI ke Perbankan, Solusi atau Risiko?

Pindah Dana 200 Triliun dari BI ke Perbankan, Solusi atau Risiko?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
  • visibility 149
  • comment 0 komentar

Loading

Pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa memicu reaksi pasar dan sorotan internasional. Dunia kini menunggu, apakah Purbaya mampu menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Purbaya melecutkan kebijakan pemindahan dana Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke perbankan pun menambah bahan perdebatan.

Perspektif Purbaya, mekanisme baru ini bertujuan meningkatkan likuiditas bank, bukan dalam bentuk pembelian Surat Utang Negara (SUN), melainkan melalui rekening pemerintah di perbankan.

Kebijakan ini merupakan percobaan pertama dalam strategi fiskal baru pemerintah untuk mengatasi stagnasi ekonomi sekaligus merespons kekeringan likuiditas di sektor keuangan. Dan Purbaya yakin dana yang dipindahkan benar-benar akan beredar di masyarakat dan tidak akan kembali terserap oleh BI.

Kebijakan ini pun diyakini Purbaya dapat memacu pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan akses kredit, menggerakkan sektor riil, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pemulihan.

Langkah Purbaya ini menandai sikap aktif pemerintah dalam mengintervensi pasar guna memastikan roda ekonomi bergerak lebih cepat.

Reaksi pasar pergantian Sri Mulyani ke Purbaya

Pengangkatan Dr. Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada September 2025 sontak mengundang perhatian luas, baik di dalam negeri maupun dunia internasional. Keputusan ini bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan sebuah sinyal politik dan ekonomi yang langsung diterjemahkan oleh pasar serta investor global.

Sri Mulyani dikenal luas sebagai figur dengan kredibilitas tinggi di kancah internasional. Disiplin fiskalnya memberi kepastian bagi pelaku pasar dan menjaga rating kredit Indonesia tetap stabil. Tidak heran jika kepergian beliau memunculkan tanda tanya besar: mampukah penggantinya menjaga reputasi yang sudah terbangun?

Pasar bereaksi cepat. Rupiah dan indeks saham sempat melemah pasca pengumuman, mencerminkan sikap wait and see investor. Lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch dan Moody’s pun menyoroti risiko pelebaran defisit dan asumsi pertumbuhan yang dianggap terlalu optimistis. Dengan kata lain, kepercayaan internasional tidak hilang, namun menurun dan menunggu pembuktian.

Meski demikian, Dr. Purbaya bukanlah sosok asing. Latar belakang akademis di bidang ekonomi dan pengalaman memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan kapasitas teknis yang memadai. Dalam berbagai pernyataan publik, ia menegaskan komitmen untuk menjaga defisit di bawah 3% PDB sesuai batas hukum, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lebih agresif, hingga 8% dalam beberapa tahun ke depan.

Pernyataan ini penting untuk menjaga persepsi internasional: bahwa meskipun ada perubahan figur, arah kebijakan fiskal tetap berada dalam koridor kehati-hatian.

Namun, tantangan sesungguhnya tidak hanya pada kapasitas pribadi, melainkan pada dinamika politik dan kebijakan publik. Tekanan untuk membiayai program-program populis—seperti bantuan sosial atau stimulus besar-besaran—berpotensi menekan disiplin fiskal. Di sinilah dunia internasional menguji konsistensi Menteri Keuangan baru: apakah ia mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, stabilitas, dan keberlanjutan utang?

Salah satu kebijakan yang menimbulkan perhatian adalah pemindahan dana Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sistem perbankan. Kebijakan ini menimbulkan perdebatan dari sisi manfaat maupun risiko.

Efek positif adalah menambah likuiditas perbankan sehingga penyaluran kredit bisa lebih lancar, mendorong pertumbuhan ekonomi lewat pembiayaan UMKM, infrastruktur, atau konsumsi, stabilitas jangka pendek dengan menenangkan pasar saat gejolak likuiditas, meningkatkan kepercayaan Internasional sebagai sinyal dukungan pemerintah terhadap sektor keuangan.

Kebijakan ini memiliki potensi dampak negatif seperti risiko inflasi akibat bertambahnya jumlah uang beredar, potensi misalokasi kredit ke sektor non-produktif atau spekulatif, Ketergantungan Perbankan pada dukungan pemerintah, melemahkan disiplin internal, Sinyal Pasar Negatif jika investor asing melihat langkah ini sebagai tanda kelemahan likuiditas struktural.

Kepercayaan internasional terhadap Purbaya saat ini belum sepenuhnya solid, namun masih terbuka untuk diperkuat. Langkah-langkah awal, terutama konsistensi menjaga defisit dan transparansi fiskal, akan sangat menentukan arah persepsi global.

Pada ekonomi modern, kepercayaan adalah modal yang tidak kalah penting dari devisa. Bila Purbaya berhasil menjaga disiplin fiskal sekaligus membuktikan bahwa target pertumbuhan dapat dicapai secara realistis, bukan mustahil ia akan mengukir reputasi baru Indonesia di mata dunia.

Tantangan terbesar Menkeu Purbaya bukan sekadar menjaga angka defisit atau menyalurkan dana ke perbankan, tetapi membangun kembali kepercayaan.

Dunia internasional akan menilai Indonesia bukan hanya dari janji, melainkan dari konsistensi kebijakan dan keberanian menjaga disiplin fiskal di tengah tekanan politik.(*)

Penulis (*/Oleh : Dr. Helex Wirawan, S.E., S.H., M.H.)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Glenn Fredly Meninggal, Keluarga Pinta Pelayat Tak Hadiri Prosesi Pemakaman

    Glenn Fredly Meninggal, Keluarga Pinta Pelayat Tak Hadiri Prosesi Pemakaman

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mozes Latuihamallo, Perwakilan Keluarga dari Penyanyi Berbakat asal Ambon, Glenn Fredly menyampaikan kabar duka yang mendalam atas berpulangnya putra, saudara, kerabat, teman, dan sahabat bagi semua, Glenn Fredly yang bernama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo pada Rabu, 8 April 2020, pukul 18.47 WIB dalam usia 44 tahun di Rumah Sakit Setia […]

  • Atensi Inflasi NTT, BI Gagas Tanam Cabai Konsep Smart Farming

    Atensi Inflasi NTT, BI Gagas Tanam Cabai Konsep Smart Farming

    • calendar_month Rab, 2 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang Inflasi di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bank Indonesia memotret inflasi kelompok volatile food Juni 2023 menurun dibandingkan dengan perkembangan Mei 2023. Kelompok volatile food mencatat inflasi sebesar 0,44% (month to month [mtm]), lebih rendah Mei 2023 sebesar 0,49% (mtm). Menilik kondisi tersebut, maka Bank Indonesia Perwakilan NTT menghelat tanam […]

  • Pers Dikriminalisasi, Puluhan Wartawan Demo di Kejari dan Kejati Riau

    Pers Dikriminalisasi, Puluhan Wartawan Demo di Kejari dan Kejati Riau

    • calendar_month Rab, 24 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Riau, Garda Indonesia | Puluhan wartawan dari berbagai media melakukan aksi “Petisi Keadilan untuk Korban Kriminalisasi Pers” di Kejaksaan Negeri Kota Pekanbaru dan di Kejaksaan Tinggi Riau, Rabu, 24 Juli 2019. Dilansir dari suaraSINDO.com, Aksi tersebut buntut dari tindakan kriminalisasi terhadap Pemimpin Redaksi Harian Berantas, Toro Laia, yang telah dituntut Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru tetap […]

  • MUI : Sebaik-Baiknya Salat Adalah Salat yang Dilakukan di Rumah

    MUI : Sebaik-Baiknya Salat Adalah Salat yang Dilakukan di Rumah

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Majelis Ulama Indonesia atau MUI mengajak umat Islam Indonesia untuk meningkatkan dan memperbanyak salat serta ibadah karena sebaik-baiknya salat adalah salat di rumah. Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan bahwa ada hikmah di balik peristiwa. Salah satu hikmah dengan adanya wabah Covid-19 ini adalah penguatan ketahanan keluarga kita. Penguatan […]

  • Disertasi Pariwisata NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Resmi Pakai Titel Doktor

    Disertasi Pariwisata NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Resmi Pakai Titel Doktor

    • calendar_month Jum, 22 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Salatiga, Garda Indonesia | Program studi Doktor Studi Pembangunan Fakultas Interdisiplin Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), meluluskan Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam ujian terbuka Doktor Studi Pembangunan yang dihelat secara luring terbatas di Balairung UKSW, pada Jumat 22 Oktober 2021. Disertasi berjudul “Transformasi Pariwisata Nusa Tenggara Timur (Inclusive, Local Resources-Based, Sustainable) berhasil dipertahankan oleh Viktor […]

  • CEGAH RABIES! Pemprov NTT Imbau Hewan Penular Dikandangkan

    CEGAH RABIES! Pemprov NTT Imbau Hewan Penular Dikandangkan

    • calendar_month Jum, 23 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Hingga Juni 2023, tercatat 515 kejadian gigitan anjing (terkonfirmasi) pada 28 kecamatan di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), wabah rabies telah menyebar di Pulau Timor dan memakan korban 3 (tiga) orang meninggal dunia. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) pun telah menghubungi Menteri Kesehatan untuk memperoleh serum antirabies. Bagi masyarakat, […]

expand_less