Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Lestarikan Tradisi Perkawinan, Dinas P&K TTS Helat Lomba Antar Pelajar SD dan SMP

Lestarikan Tradisi Perkawinan, Dinas P&K TTS Helat Lomba Antar Pelajar SD dan SMP

  • account_circle Daud Nubatonis
  • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
  • visibility 271
  • comment 0 komentar

Loading

Musa Benu berharap para peserta mampu menunjukkan pemahaman dan praktik nilai-nilai budaya luhur karena kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan proses belajar, bekerja sama, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.

 

SoE | Suasana meriah dan penuh warna mewarnai pelaksanaan Lomba Upacara Adat Perkawinan tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang dihelat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Hotel Timor Megah, SoE.

Kegiatan ini berhasil menarik perhatian para pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, masyarakat, guru, serta para orang tua yang hadir menyaksikan langsung penampilan para peserta muda dalam membawakan kekayaan tradisi perkawinan dari berbagai daerah di TTS.

Pada sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Musa S. Benu, S.H., sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba ini merupakan wujud komitmen dalam melestarikan nilai-nilai budaya daerah, khususnya adat dan tradisi masyarakat TTS yang kaya akan simbol, tata cara, serta filosofi luhur.

“Upacara adat perkawinan bukan sekadar prosesi seremonial, tetapi juga merupakan wadah pendidikan moral, etika, penghargaan terhadap anak-anak dan keluarga, serta keselarasan hidup dalam masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan lomba ini, nilai-nilai budaya ditanamkan sejak dini kepada anak-anak agar mereka tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan memiliki rasa bangga terhadap identitas sebagai anak TTS.

“Kepada anak-anakku peserta lomba, saya berpesan: bertandinglah dengan penuh sportivitas, tampilkan yang terbaik, dan jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar, melatih kepercayaan diri, serta memahami akar budaya kita,” ujar Musa.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kebudayaan merupakan identitas tempat jati diri tumbuh, serta wadah pewarisan nilai dan kearifan dari generasi ke generasi. Perkembangan zaman yang begitu cepat, menurutnya, kerap membuat generasi muda semakin jauh dari akar budaya sendiri. Karena itu, kegiatan seperti lomba upacara adat perkawinan menjadi sangat penting sebagai sarana untuk mengenalkan sekaligus menghayati adat istiadat yang penuh makna tentang hormat, kebersamaan, dan tanggung jawab.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh SD dan SMP yang telah mempersiapkan peserta didik dengan penuh dedikasi,” ujarnya lagi.

Ia berharap para peserta mampu menunjukkan pemahaman dan praktik nilai-nilai budaya luhur, karena kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan proses belajar, bekerja sama, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia, Okran K. H. Betty, S.Hut, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya melestarikan kekayaan budaya bangsa, khususnya tradisi upacara adat perkawinan warisan leluhur.

“Budaya harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda mengenal dan memahami akar budaya mereka. Saat ini, nilai budaya kita mulai memudar,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penilaian dalam lomba tidak hanya berfokus pada kemampuan menampilkan prosesi adat, tetapi juga pada kreativitas, kerja sama tim, dan keberanian peserta dalam menunjukkan identitas budaya masing-masing.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap keberagaman budaya Indonesia, khususnya budaya di TTS tercinta,” tutur Okran.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan bahasa daerah serta ritual adat kepada para pelajar SD dan SMP di TTS, sekaligus menjadi tolok ukur komitmen dalam melestarikan budaya daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya adat dan budaya sebagai identitas yang harus dijaga.

Adapun peserta lomba kategori SD terdiri atas tujuh sekolah, yaitu SD GMIT SoE 1, SD Negeri Hane, SD Inpres Kobelete, SD Inpres Oenali, SD Inpres Sekip, SD Inpres Oekamusa, dan SD Inpres Nefotes.

Sementara kategori SMP diikuti oleh tiga sekolah, yaitu SMP Negeri Sakteo, SMP Negeri Naip, dan SMP Negeri Boentuka.(*)

 

  • Penulis: Daud Nubatonis
  • Editor: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 16 Tersangka Teroris di Sumatra Barat Diringkus Densus 88

    16 Tersangka Teroris di Sumatra Barat Diringkus Densus 88

    • calendar_month Ming, 27 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Densus 88 Antiteror Polri menangkap 16 tersangka teroris di wilayah Sumatra Barat (Sumbar). Belasan tersangka teroris ditangkap di dua wilayah berbeda. “Densus 88 melakukan penangkapan terhadap 16 tersangka teroris di wilayah Sumbar,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam keterangannya pada Sabtu, 26 Maret 2022. Ahmad mengatakan, sebanyak […]

  • Festival Ke-72 Don Bosko Kupang, SD Katolik Don Bosko 1 Raih Juara Umum

    Festival Ke-72 Don Bosko Kupang, SD Katolik Don Bosko 1 Raih Juara Umum

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekolah Dasar Katolik (SDK) Don Bosko Kupang merayakan Pesta Sekolah Yohanes Bosko ke-72 (31 Januari 1948—31 Januari 2020) dengan menghelat berbagai kegiatan yang diramu dalam rangkaian Festival Don Bosko Kupang yang diselenggarakan sejak tanggal 22—31 Januari 2020. Ketua Panitia HUT ke-72 Pesta Pelindung Sekolah Yohanes Bosko, Selfiana A.B.Kara dalam laporannya pada […]

  • Gibran Rakabuming di NTT, Bantu Pertani NTT 10 Traktor

    Gibran Rakabuming di NTT, Bantu Pertani NTT 10 Traktor

    • calendar_month Rab, 7 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Gibran berharap dengan penyerahan alat pertanian ini produktivitas petani dapat meningkat signifikan, sekaligus mendukung upaya besar menuju kemandirian pangan di wilayah timur Indonesia, khususnya NTT.   Sikka | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada kunjungan kali ini di pulau Flores, Gibran didampingi Gubernur NTT, Melki […]

  • Agen Dia BISA Bank NTT Tembus 7.000-an Member

    Agen Dia BISA Bank NTT Tembus 7.000-an Member

    • calendar_month Kam, 6 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Be Ju BISA adalah karya inovasi luar biasa yang dihadirkan oleh Bank NTT sebagai implementasi terhadap program dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni Laku Pandai. Ini adalah salah satu dari sekian karya spektakuler dari Bank NTT, khususnya di Direktorat Dana dan Treasury yang dipimpin Yohanis L. Praing sebagai direktur. Adapun layanan […]

  • Pesparani Nasional 2022 di NTT ‘Katong Semua Basodara’

    Pesparani Nasional 2022 di NTT ‘Katong Semua Basodara’

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Pembukaan Pesparani Katolik Tingkat Nasional II Tahun 2022 Kupang, Garda Indonesia | Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Nasional II Tahun 2022 resmi dibuka pada Jumat, 28 Oktober 2022 l di Stadion Oepoi Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pesparani Nasional 2022 di NTT dibuka secara virtual oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil […]

  • Kepadatan Penduduk Kecamatan Kota Lama Tertinggi di Kota Kupang

    Kepadatan Penduduk Kecamatan Kota Lama Tertinggi di Kota Kupang

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kota Kupang sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi pusat berbagai aktivitas serta menjadi miniatur bagi NTT. Kota Kupang sebagai pusat pertemuan banyak orang dari daerah-daerah di NTT untuk bekerja maupun menuntut ilmu, menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah penduduk. Kepadatan penduduk terbesar berdasarkan data BPS tahun 2017 […]

expand_less