Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Telisik Cara Penyerahan Uang Komitmen Fee Agar Tak Terlacak KPK

Telisik Cara Penyerahan Uang Komitmen Fee Agar Tak Terlacak KPK

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Ming, 14 Des 2025
  • visibility 484
  • comment 0 komentar

Loading

Sudah deal fee 10%, lalu bagaimana cara menyerahkan uang dalam jumlah besar? Transfer jelas tak mungkin. Inilah yang mau saya bahas. Bagian ini, bisa dikatakan seni korupsi paling menakjubkan, hanya ada di negeri ini.

Kalau kemarin kita bahas komitmen fee dari sisi “teori konspirasi warung kopi”, maka sekarang kita buka pintu ke ruang paling remang, cara uang itu diserahkan tanpa menimbulkan jejak digital. Ini bukan sekadar trik, lae. Ini karya seni. Kalau korupsi ada nominasi Piala Citra, bagian ini pasti menang kategori “Sinematografi Terbaik”.

Begini, tong! Transfer bank itu sudah bukan pilihan. Itu semacam mengirim surat cinta ke PPATK sambil nyelipkan nomor kamar hotel. Begitu angka mencurigakan muncul, PPATK langsung panggil KPK, KPK panggil jaksa, jaksa panggil wartawan, wartawan panggil tukang drone, habislah semuanya. Maka para pemain ini kompak, semua harus tunai, cash, gepok demi gepok, lembar demi lembar seperti adegan gangster tapi versi domestik.

Namun tentu saja, kontraktor tidak mungkin datang langsung ke rumah bupati bawa koper, ketuk pintu, lalu bilang, “Pak, ini jatah Bapak.” Terlalu norak. Terlalu gampang ditangkap. Terlalu memalukan kalau masuk berita. Maka muncullah tokoh paling penting dalam ekosistem ini, perantara tingkat dewa. Mereka ini bukan sembarang orang. Biasanya adik kandung, keponakan, ipar, ajudan, atau staf khusus yang kesetiaannya kadang lebih tinggi dari loyalitas pengawal kerajaan.

Kontraktor setor dulu ke perantara ini. Titik temu? Bisa di parkiran mall yang sudah gelap, kafe ujung gang, toko keluarga, atau lokasi “random terencana” seperti bagasi mobil yang ditinggal lima menit. Uangnya disamarkan, masuk kotak sembako, kardus isi durian, tas belanja, kardus bekas air mineral, pokoknya semua barang yang tidak akan bikin orang berpikir “wah, ini pasti uang haram”.

Setelah itu, distribusinya pindah ke jalur ninja. Kadang perantara serahkan ke bos besar malam-malam lewat pintu samping rumah. Kadang lewat vila, kadang di mobil, kadang disisipkan ke acara keluarga. Yang paling epik, amplop tebal masuk barisan angpau pernikahan, padahal penerimanya bukan mempelai tapi “petinggi pembangunan kabupaten”.

Jumlah besar tidak bisa diserahkan sekaligus. Fee miliaran itu dibagi tiga. Awal proyek, SPK, dan progres. Ada juga yang campur mata uang asing biar gepoknya enggak terlalu tebal. Dolar dan Singapura jadi sahabat dekat koruptor.

Yang lucu, meski cara mereka masih zaman batu, cash only, penegak hukum sudah naik level. KPK sekarang mainnya bukan cuma sadap telepon. Mereka pakai forensik digital, mobile forensic, audio forensic, sampai analisis metadata. Pesan “apel lima kilo sudah siap” bisa dianggap kode. Lonjakan gaya hidup perantara bisa jadi pintu masuk. Bahkan lokasi parkir mobil bisa dianalisis dari BTS. Koruptor main petak umpet, tapi yang nyari pakai satelit.

Contoh segar seperti kasus Bupati Lampung Tengah bulan kemarin, fee miliaran berputar lewat kerabat, sebagian cash, sebagian dolar. Disita di rumah, disita di mobil. Klasik, tapi efektif, buat KPK.

Pada akhirnya, seberapa halus pun mereka sembunyi, selalu ada satu momen bodoh, HP lupa dihapus, WA salah kirim, mobil parkir sembarangan, amplop jatuh di lantai. Di situlah rompi oranye memanggil nama mereka dengan penuh kasih.

Semoga ritual gelap ini segera punah. APBD itu harusnya buat rakyat, bukan buat “seni pertunjukan uang tunai tanpa jejak”. Kita tunggu hari ketika korupsi bukan lagi teater absurd, tapi fosil peradaban. Cuma, kapan waktu itu akan tiba? (*)

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persebata Lembata vs Perse Ende, Siapa Juara ETMC 2022?

    Persebata Lembata vs Perse Ende, Siapa Juara ETMC 2022?

    • calendar_month Rab, 28 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Lembata, Garda Indonesia | Laga final El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXI bakal berhadapan Persebata Lembata versus Perse Ende pada Kamis, 29 September 2022 pukul 14.30 WITA di lapangan Gelora 99 Lewoleba. Sebelumnya, pada Liga 3 ETMC pada 5–24 Juli 2019, tuan rumah PS Malaka menjadi juara disusul peringkat kedua ditempati Persim Manggarai. Laga final […]

  • IMO Indonesia Pinta Dewan Pers Jadi  Narasumber dalam Dialog Nasional

    IMO Indonesia Pinta Dewan Pers Jadi Narasumber dalam Dialog Nasional

    • calendar_month Kam, 7 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Media Online (IMO)-Indonesia, Yakub Ismail, didampingi Dewan Pembina IMO-Indonesia, Yuspan Zalukhu, menggelar pertemuan dengan Dewan Dewan Pers pada Kamis, 7 November 2019 di Gedung Dewan Pers, Jakarta. Pertemuan itu membahas sejumlah agenda terdekat IMO-Indonesia, salah satunya Dialog Nasional yang rencana akan digelar pada Sabtu, 16 […]

  • Dewan Pers Larang PWI Helat Uji Kompetensi Wartawan

    Dewan Pers Larang PWI Helat Uji Kompetensi Wartawan

    • calendar_month Sel, 1 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Dewan Pers mengeluarkan keutusan terbaru terkait larangan terhadap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk menggunakan kantor yang berada di Gedung Dewan Pers hingga tidak memberikan izin menggelar uji kompetensi wartawan (UKW). Keputusan Pleno Dewan Pers Nomor 1103/DP/K/IX/2024 tersebut dikeluarkan menyikapi dualisme kepengurusan PWI yang belum menemukan titik terang, yakni antara kepemimpinan Hendri CH Bangun […]

  • Julie Laiskodat Jadi Bunda PAUD, Wagub Josef : Revolusi Bentuk Manusia NTT

    Julie Laiskodat Jadi Bunda PAUD, Wagub Josef : Revolusi Bentuk Manusia NTT

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengatakan, untuk membentuk sumber daya manusia NTT yang berkualitas, dibutuhkan upaya luar biasa. Harus dipersiapkan sejak awal sehingga bisa menghasilkan manusia-manusia berkualitas. “Kita harus melakukan suatu revolusi radikal. Ini harus dilakukan secara serius. Masalah pembentukan sumber daya manusia di NTT tidak bisa kerja […]

  • KEPP OJK : Operasional Bank Syariah Indonesia Kembali Normal

    KEPP OJK : Operasional Bank Syariah Indonesia Kembali Normal

    • calendar_month Ming, 14 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sehubungan dengan gangguan layanan yang terjadi pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (KEPP OJK), Dian Ediana Rae mengatakan, saat ini layanan BSI telah dapat berjalan normal secara bertahap melalui delivery channel yang tersedia. Berkenaan dengan hal tersebut dan adanya pemberitaan mengenai indikasi penyebab […]

  • IMO-Indonesia Gelar Syukuran 1 Tahun- Sederhana Namun Bermakna

    IMO-Indonesia Gelar Syukuran 1 Tahun- Sederhana Namun Bermakna

    • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Sabtu 27 Oktober 2018 IMO-Indonesia Genap berusia 1 Tahun, Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub F. Ismail, SE.,MM., menyampaikan bahwa DPP akan menggelar acara syukuran secara sederhana di Jakarta, hal tersebut dilakukan bukan tanpa sebab, pasalnya ada beberapa agenda yang sedang menjadi konsentrasi DPP. IMO-Indonesia juga sedang turut prihatin atas bencana yang terjadi di […]

expand_less