Jepang Kagum, Program Makan Bergizi Gratis Indonesia Jadi Rujukan Dunia
- account_circle Penulis
- calendar_month Sab, 17 Jan 2026
- visibility 476
- comment 0 komentar

![]()
Jepang sendiri telah menjalankan program makan siang sekolah sejak 1889 atau lebih dari 137 tahun sehingga pengalamannya dinilai relevan bagi penguatan MBG di Indonesia.
Jakarta | Indonesia kini berbalik menjadi rujukan internasional melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlah tersebut dinilai setara dengan hampir setengah populasi Jepang sehingga menarik perhatian Kamar Dagang dan Industri Jepang atau Japan Chamber of Commerce and Industry.
Delegasi JCCI secara khusus datang ke Indonesia untuk melakukan studi banding dan melihat langsung bagaimana pemerintah mampu membangun sistem MBG secara cepat, terstruktur, dan berskala sangat besar.
Kekaguman itu disampaikan saat delegasi JCCI mengunjungi SPPG Pasir Putih di Sawangan, Depok. Delegasi menyaksikan langsung proses operasional MBG mulai dari memasak, pengaturan porsi, hingga pendistribusian makanan ke sekolah penerima manfaat, termasuk Yayasan Bina Mulia.
Ketua delegasi JCCI, Hayashi Hiroto menilai petunjuk teknis dan standar operasional MBG di Indonesia telah memenuhi standar tinggi dan hampir setara dengan Jepang. Ia menyebut perbedaan utama terletak pada tahap pengukuran suhu makanan sebelum disajikan yang di Jepang ditetapkan minimal 80 derajat Celsius untuk menjamin keamanan pangan.
Pada kunjungan tersebut, delegasi Jepang juga menawarkan program magang bagi siswa SMK Yayasan Bina Mulia jurusan Tata Boga. Selain itu, Jepang menawarkan pelatihan bagi Kepala SPPG Badan Gizi Nasional sebagai bagian dari transfer pengetahuan.
Jepang sendiri telah menjalankan program makan siang sekolah sejak 1889 atau lebih dari 137 tahun sehingga pengalamannya dinilai relevan bagi penguatan MBG di Indonesia.
Juru Bicara Badan Gizi Nasional, Dian Fatwa menyambut baik kunjungan dan tawaran kerja sama tersebut. Disebutkan Dian dalam rilis tertulis pada Jumat, 16 Januari 2026, capaian MBG membuktikan Indonesia mampu menjalankan program berskala masif dan kini menjadi lokasi studi banding negara lain.
Kunjungan delegasi Jepang ditutup dengan kesan mendalam saat mereka melihat sambutan hangat siswa serta keceriaan anak-anak menikmati makanan MBG.(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: melihatindonesia











Saat ini belum ada komentar