Bahlil Beber Alasan Cadangan BBM Indonesia Hanya 20 Hari
- account_circle Penulis
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 28
- comment 0 komentar

![]()
Jakarta | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia pun memberikan penjelasan terkait cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang hanya bertahan sekitar 20 harian, menuai perhatian publik.
Ia menegaskan, keterbatasan itu bukan karena pemerintah tidak mampu menambah stok, melainkan akibat kapasitas penyimpanan yang terbatas dan masih di bawah konsensus global.
Bahlil memaparkan hingga saat ini kapasitas storage atau penyimpanan BBM nasional maksimal hanya 25 hari. Dalam rapat terakhir bersama Dewan Energi Nasional (DEN) dan Pertamina, jumlah cadangan pasokan BBM tercatat berkisar 22–23 hari.
“Jangan salah persepsi memang sejak lama kemampuan storage kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21-25 hari, jadi standar nasionalnya minimal itu di 20-21 hari, maksimal 25 hari,” papar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu 4 Maret 2026.
Menurutnya, pemerintah sebenarnya bisa saja mengadakan cadangan BBM lebih dari 25 hari. Namun persoalannya terletak pada keterbatasan fasilitas penyimpanan, sehingga stok disesuaikan dengan daya tampung yang tersedia.
“Kenapa kita enggak melakukan persediaan lebih dari 25 hari? Kalau diadakan mau disimpan di mana? Storage enggak cukup. Jadi mohon diluruskan beritanya bukan kita enggak bisa menyiapkan lebih dari 25 hari, karena memang daya tampungnya enggak ada,” beber Bahlil.
Meski begitu, pemerintah disebut tidak tinggal diam. Bahlil menyampaikan dirinya telah mendapat perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk membangun tambahan storage BBM.
Pembangunan kapasitas penyimpanan baru tersebut ditargetkan mampu meningkatkan cadangan pasokan BBM nasional hingga 90 hari atau sekitar tiga bulan. Jumlah itu dinilai setara dengan standar minimum konsensus global.
“Presiden Prabowo perintahkan ke kami bangun storage, supaya ketahanan energi kita ada. Insya Allah storage-nya sampai 3 bulan, ini lah standar minimum konsensus global,” beber Bahlil.(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: melihatindonesia & ragam literatur











Saat ini belum ada komentar